LOVE AT FIRST SIGHT

 

Her face was as calm as the lake of unexpected depth for anyone.

LOVE AT FIRST SIGHT

“In love, there is half wisdom and half madness.” I have written a lot of Love words. Love … Love … Love … To exceed a thousand in number. But I assure you never said it to any woman on earth, but when she saw herself this fluid tongue was familiar. Where is my soul tiger? Why languishing hiding in a cave.

She is the embodiment of indifferent, indifferent nature. Her face was as calm as the lake of unexpected depth for anyone. She is the proof why the statue of the Venus goddess is always adored in her silence, perhaps she is not the most beautiful creation of God but she is the most mysterious at least to me.

Behind her red lips broke like an Australian apple stuck tongue as sharp as an armored soldier who is ready to slice a buffering ear. Words are just a game to make a beautiful sound. Not rough, not soft, not hard, not crunchy just curt and bitter. The defense as tough as the fortress of Constantinople actually adds to her appeal.

I never thought before that I fell down like this, right at first sight !!! As a result, the whole body feels different, the heart feels rock on roll with just remember the name. Feeling the body becomes strange, the memory in the head always remember her face, seemed to have left if not yet met her. Behind the iron mask and armor, I wore felt this chest vibrate greatly.

Is this the name Love? I do not know because it’s been a whole new life now experiencing this. Where’s the steel mentality I’ve been proud of? Why melt when you meet him. What a mess! It feels and feels overlapped. I want but also shy, I’m brave but also afraid.

Where should I look for answers? All the books I’ve read do not explain it. Nil experience, ask too embarrassed. Then I tell you.

“When love calls you, follow him. Though you know behind the wings are hidden a sword ready to slash you.”

 

LHOKSEUMAWE, DAY 00:15 EARLY DAY
MONDAY, 19 MEI 2008

Advertisements
Advertisements
Posted in Fiction, International, Literature, Poetry, Story | Tagged , , , , , , , , , , , | 6 Comments

KENAIKKAN BBM, SIKAPI DENGAN HARGA DIRI

Pemerintah berencana menaikkan harga BBM

KENAIKKAN BBM, SIKAPI DENGAN HARGA DIRI

Harga minyak dunia meroket, pemerintah berencana menaikkan harga BBM guna memperkecil beban subsidi yang memberatkan APBN. Begitulah berita yang akhir-akhir ini hangat beredar dimasyarakat. Harga barang belum-belum merangkat naik dan dengan segara menjadi bahan pembicaraan hangat di media. Dalam hitungan hari demostrasi melanda Indonesia.

Indonesia negara yang pernah berjaya sebagai pengekspor minyak sekarang merana menjadi negara pengimpor. Blok Cepu yang seyogyanya mampu menjadi cadangan minyak negara ini telah dikangkangi sang kapitalis, Exxon Mobil.

Penulis dalam hal ini bukan bermaksud memprotes kebijakan pemerintah, namun mengajak kita berpikir sisi baiknya dari kenaikan harga minyak tersebut. Pertama, kita harus menyadari bahwa tidak ada jalan lain bagi pemerintah untuk keluar dari krisis ini selain menaikkan harga minyak.

Pajak yang menjadi penyumbang terbesar anggaran pembelanjaan pemerintah tidak mampu mengimbangi laju harga minyak, Dengan hanya mengandalkan pajak sebagai unsur utama pemasukan negara adalah tidak sehat. Negara yang kuat perekonomian sebaiknya membebankan neraca pembayaran pada surplus ekspor-impor.

Marilah kita melihat sisi positif dari kenaikan minyak dunia ini, setidaknya para brooker yang menjual minyak bersubsidi keluar negeri akan kolaps. Kita harus melihat begiu banyak kasus penyeludupan yang hanya menguntungkan oknum tertentu. Jujur saja, Singapura itu akan tetap selamanya kaya oknum-oknum tidak tahu malu dari negara kita masih beredar disana.

Menjual minyak bersubsidi ke negara asing sama halnya dengan menjual negara, apa pasal hak rakyat banyak hanya dinikmati oleh segelintir oknum yang tidak memiliki harga diri sebagai bagian dari bangsa ini.

Kenaikan harga BBM disuatu sisi akan membuat rupiah menguat, mengapa? Kita dapat melihat selama ini betapa negara kita menjadi sasaran pemasaran raksasa industri otomotif dunia. BMW, Marcedez, Jaguar, Honda, Toyota, Kia bahkan Proton menjamuri jalan-jalan negeri ini. Efek negatifnya; devisa kita tersedot, jalanan macet, polusi bertambah, kesenjangan sosial meningkat.

Seluruh negara di dunia terkena dampak kenaikan harga minyak dunia, dari Amerika hingga vatikan sekalipun. Jadi mengapa kita menghabiskan terlalu banyak tenaga untuk meributkannya jika banyak negara yang lebih miskin dari kita di Afrika sana menerimanya sebagai kelaziman.

Maaf saja, terlalu banyak orang yang manja di negeri. Orang-orang yang secara sistematis diuntungkan dengan subsidi bahan bakar minyak, dan jika telisik secara ekonomi mereka adalah orang-orang yang sebenarnya kaya. Mereka yang bermental kerdil akan cepat panas dengan hembusan yang ditiupkan oleh media, yang jelas tugasnya mencari sensasi dalam berita.

Ini bukan propaganda, namun marilah kita melihat ini semua dengan kepala dingin bukan dengan emosional. Tidak ada pernah pemerintah Republik Indonesia berkeinginan berlaku zalim kepada rakyatnya, yang terjadi sebenarnya adalah oknum-oknum yang menjual kepentingan rakyat dengan harga yang murah.

Sebagai bangsa, sudah selazimnya kita menghadapi ini semua dengan penuh harga diri bukannya dengan caci maki apalagi sumpah serapah.

Posted in Asal Usil, Mari Berpikir, Opini | Tagged , , , | Leave a comment

BERPIKIR DAN BERTINDAK

Sutan Syahrir Perdana Menteri Pertama Indonesia

BERPIKIR DAN BERTINDAK

Sutan Syahrir pernah berkata yang kira-kira bunyinya seperti ini “Kalau persoalan sudah ada kesimpulannya tetapi tidak dilaksanakan, maka yang ada adalah perasaan rendah diri. Suatu rasa tidak sanggup mengatasi masalah.” Mantan Perdana Menteri pertama Indonesia yang berasal dari Partai Sosialis ini jelas bukan merupakan tokoh populer dalam sejarah Indonesia, namun kata-katanya jelas mengandung kebenaran. Intinya Jika segala sesuatunya hanya dibicarakan tanpa dilaksanakan maka yang terjadi adalah rasa rendah diri kolektif.

Lihatlah seminar-seminar dengan berbagai kesimpulan yang hebat dan megah, namun nihil dalam pelaksanaan. Semuanya mengapurkan pikiran dan akhirnya mengapurkan sebuah generasi, dan terakhirnya mengapurkan bangsa.

Lihatlah Indonesia, negeri yang bahkan lebih luas dari Eropa, Andaikata kita hitung dalam Kilometer jarak antara Sabang dengan Marauke kira-kira sama dengan jarak antara London sampai Moskow. Dalam ruang yang sama di Eropa, luas satu negara Indonesia sama dengan luas sekitar 60 negara Eropa dan menghimpun 400 kebudayaan.

Apa yang salah? Dengan segala sumber daya yang tersedia. Dengan segala potensi yang kita miliki, hanyakah kita menjadi The Sick Man From Asia? Pahit, tapi bukan untuk disesali.

Dalam sejarah bangsa-bangsa didunia, termasuk sejarah bangsa Indonesia kaum pemuda mengambil peranan terdepan. Lihatlah revolusi di Kuba, revolusi kebudayaan di China, revolusi Perancis. Di Indonesia lihatlah Sumpah Pemuda, Proklamasi, Malari, Refomasi. Apa jadinya suatu bangsa jika kaum mudanya apatis dan konsumtif.

Seperti yang dikatakan oleh Syahrir, apa gunanya kita berbicara kalau tanpa tindakan, membaca tulisan ini setidaknya marilah kita berpikir untuk menghindari pelapukan pikiran. Tahukah anda mengapa Penjajah Kolonial Belanda mengajarkan bangsa Indonesia menulis indah? Karena Penjajah Kolonial Belanda berkeinginan supaya bangsa kita hanya berkosentrasi untuk menulis namun lamban dalam berpikir. Oleh karena itu mari bertindak.

Posted in Kolom, Mari Berpikir, Opini, Pengembangan diri | Tagged , , , , , , , , | 1 Comment

DALAM JUBAH SUFIKU

Dalam jubah sufiku mencoba menghindari sinar matahari, menikmati sepi dalam semedi.

DALAM JUBAH SUFIKU

Aku yang pernah merasa kalah
Menyendiri dalam goa di puncak gunung
Mencoba menghindari sinar matahari
Menikmati sepi dalam semedi

Berkhalwat dalam kesunyian
Membuang dunia bermunajat
Berharap hanya pada ridha-Nya
Dimana segala cinta bersambut

Aku yang pernah merasa kecewa
Konon bisa tersenyum lagi
Mencoba menghadapi hidup
Tak tersentuh racun dunia

Dan ketika dunia memanggil
Raguku melangkah keluar
Untuk sekali lagi melangkah keluar
Menanggalkan jubah sufiku

Lhokseumawe,
100 Tahun kebangkitan Nasional,
20 Mei 2008.

Hikmah-hikmah:

  1. Kekuatan Syair; 3 Maret 2009;
  2. Menyerahkan Nasib Pada Takdir; 3 September 2009;
  3. Menegakkan Keadilan; 3 November 2009;
  4. Andalusia Sayup-Sayup Suaramu Sampai; 23 September 2010;
  5. Kenangan Ayahanda; 24 Maret 2014;
  6. Persahabatan Kambing Dan Serigala; 19 Desember 2014;
  7. Pesan Kepada Penguasa; 17 Januari 2015;
  8. Bagaimana Mengubah Timah Hitam Menjadi Emas; 11 April 2015;
  9. Momentum; 18 Mei 2015;
  10. Khusyuk; 14 Juli 2015;
  11. Pohon Kekekalan; 4 November 2017;
  12. Manusia Semesta; 21 November 2017;
  13. Rindu Kami Padamu Ya Rasul; 9 Desember 2017;
  14. Pertemuan Dengan Sang Iblis; 1 Januari 2018;
  15. Genderang Pulang Sang Rajawali; 22 Februari 2018;
Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Literature, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , | 6 Comments

INDONESIA SURGA DUNIA

Indonesia Surga Dunia. “Seandainya Allah SWT menciptakan surga dibumi maka negeri inilah surga itu”. Sebegitu kaya, indah dan suburnya negeri ini.

INDONESIA SURGA DUNIA

Menjelang akhir tahun 1998 kampung Abu dikunjungi oleh Jamaah Tabligh yang berasal dari Afganistan. Mareka dalam rangka khuruj bermukim dimushalla kampung Abu selama seminggu. Uniknya dalam rangka memakmurkan mushalla kebiasaan mereka selepas Ashar mengajak masyarakat untuk datang shalat Maghrib berjamaah dengan mendatangi rumah penduduk satu persatu. Dan Abu sebagai salah satu pemuda yang didatangi oleh mereka.

Terus terang Abu tidak terlalu memahami ajakan mereka dalam bahasa Arab/Urdu dicampur bahasa Inggris tersebut. Untunglah salah seorang penerjemah mereka yang berasal dari Pattani (bagian kesultanan Melayu yang dicaplok oleh Thailand semasa pemerintahan Rama V) menjelaskan dengan bahasa Melayu sehinga Abu dapat menangkap maksud mereka.

Selepas shalat Maghrib merekapun bertausiyah seperti biasa. Kemudian kamipun sebagaimana pemuda kampung manapun didunia yang didatangi orang asing pastinya mendatangi mereka paling tidak karena penasaran, kebanyakan dari mereka tidak banyak berbicara karena langsung membuka Al-Quran saku dan segera membacanya. Kecuali satu orang, ia seingat Abu sangat mirip dengan Zidane yang baru membawa Prancis menjuarai Piala Dunia ketika itu.

Dengan didampingi seorang penerjemah, Pak Zidane ini bercerita bahwa ia dulunya adalah anggota milisi Thaliban. Pernah bertempur melawan pasukan Uni Sovyet dan terlibat perang saudara dengan aliansi Utara setelah pasukan Rusia meninggalkan Afganistan ditahun 1992, ketika milisi Thaliban berhasil merebut Kabul tahun 1996 ia pun berkelana kenegara-negara muslim untuk memperkuat ukhuwah.

Pak Zidane bercerita ia dan tema-temannya telah melalui Pakistan, India, Bangladesh, Burma, Thailand, Malaysia dan sekarang Indonesia dengan berjalan kaki dari masjid ke masjid. Ketakjuban Pak Zidane ketika menginjakkan kaki ke Asia Tenggara terutama Indonesia adalah ketika melihat alamnya, dan tak putus ucapan Subhanallah apabila ia melihat pohon-pohon hijau dan alam yang begitu subur, jauh berbeda dengan kampungnya di Afganistan yang tandus dan kering.

Abu masih teringat kata-kata beliau saat itu, “Seandainya Allah SWT menciptakan surga dibumi maka negeri inilah surga itu”. Sebegitu kaya, indah dan suburnya negeri ini hingga Pak Zidane berkata seperti itu.

Hari ini seiring jalannya waktu, memori Abu kembali ke masa lalu mengingat kata-kata Pak Zidane yang jujur Abu sudah lupa nama asli beliau. Siapa yang membantah bahwa negeri kita sangat subur, sangat kaya akan sumber daya alam baik itu yang terbatas maupun yang tidak terbatas.

Apa sih yang tidak bisa dihasilkan oleh negara yang dilabeli “Surga dunia” oleh Pak Zidane. Bahkan batu dan kayu bisa menjadi tanaman, namun yang terjadi hari ini negara kita terpaksa harus mengimpor beras dan kedelai.

Yang menjadi pertanyaan, apakah kita makan nasi dan tempe/tahu hanya sekarang? Tidak tentunya, karena nasi, tempe/tahu adalah makanan bangsa kita sejak lama. Namun mengapa hari ini kita harus mengimpor beras dan kedelai dari negara lain?

Memang penduduk Indonesia bertambah seiring berjalannya waktu, namun tekhnologi pertanian juga bertambah maju sehingga mampu mengimbangi pertumbuhan permintaan pasar.

Jawabannya adalah kebijakan impor para cukong, dinegara asalnya beras dan kedelai itu dibeli dengan harga mahal oleh pemerintah mereka untuk kemudian dijual dengan harga murah kepada para cukong untuk diimpor ke Indonesia.

Kebijakan tersebut memang terlihat menguntungkan secara ekonomi, tapi jangka panjang mematikan potensi ekonomi petani Indonesia. Dan ketika petani Indonesia sekarat mereka menaikkan harga, hari ini dengan alasan harga minyak dunia namun besok hari dengan alasan yang lain. Akibatnya industri dan konsumen yang terbiasa dengan harga murah menekan pemerintah untuk mengkaji kebijakan proteksi yang sejatinya untuk melindungi petani kita.

Akhirnya negara kita ini terjebak dalam lingkaran setan, aduhai negeriku yang elok terjebak politik ekonomi makro tingkat tinggi. Pemerintah dalam hal ini serba salah dalam mengeluarkan kebijakan akibat politik negara asing dan cukong-cukong yang tidak mempunyai harga diri (maaf Abu bukan bermaksud menjelekkan etnis tertentu).

Indonesia pada dasarnya bagi Abu bagaimanapun tetap merupakan surga dunia, namun mengapa kenyataan hari ini tidak demikian? Anda sendirilah yang berhak menilainya, namun ini semua jelas bukan dikarenakan oleh alam kita.

Posted in Asal Usil, Cerita, Kisah-Kisah | Tagged , , , , , , , , , , , | 2 Comments

ELEGI PUISI KEMATIAN CINTA

Puisi kematian cinta. Aku tak membenci akan adanya cinta, namun ia tlah melukaiku sehingga cinta yang membuatku menjauhinya. Cinta itu sendiri menuntunku untuk menghindari kehadirannya. Cinta telah menodai keyakinan dirinya pada cinta itu sendiri.

ELEGI PUISI KEMATIAN CINTA

Aku telah berjanji dengan diriku sendiri bahwa akan mengubur segala yang bernama cinta. Berkeinginan kuat menjadi Lelaki sejati yang kukuh, misterius, dingin dan tak tersentuh namun tetap jujur dan apa adanya. Aku tak membenci akan adanya cinta, namun ia tlah melukaiku sehingga cinta yang membuatku menjauhinya. Cinta itu sendiri menuntunku untuk menghindari kehadirannya. Cinta telah menodai keyakinan dirinya pada cinta itu sendiri. Apakah salah jika aku menolak cinta? Munafikkah jika aku menafikan adanya cinta dalam hatiku? Cinta hanya menjadikan manusia sebagai budak belaka. Cinta telah membuatku dewasa untuk mengerti, sekaligus memaafkan kelakuanku. Butuh waktu untuk memahami bahwa cinta adalah keindahan yang memerlukan penafsiran utuh, saat ini cinta hanyalah penghalang membawa pada sebuah pilihan, membentengi diri dari pesonanya sekuat mungkin, sekukuh yang kubisa. Cinta, jasad, jiwa dan segala sesuatu di diri ini maafkan aku yang belum siap menerima cinta kembali. Hari ini cinta tlah mati, entah esok.

Puisi Cinta:

  1. Inikah Cinta; 1 Agustus 2008;
  2. Surat Kepada Sepotong Masa Lalu; 3 Agustus 2008;
  3. Tahukah Engkau Cinta; 4 Agustus 2008;
  4. Kita Yang Tak Akan Bertemu Kembali; 9 September 2008;
  5. Benci diatas Cinta; 13 September 2008;
  6. Mengenang Sebuah Perjalanan Cinta; 3 November 2008;
  7. Terima Kasih Telah Menolakku Kemarin; 24 November 2008;
  8. Mengejar Bayang-Bayang; 4 Desember 2008;
  9. Tuhan Izinkan Hamba Untuk Tidak Jatuh Cinta; 13 Januari 2009;
  10. Sepucuk Surat Untuk Lisa; 1 Januari 2009;
  11. Kenangan Akan Gerimis; 11 Februari 2012;
  12. Direbut Kabut Kelam; 10 Agustus 2013;
  13. Untukku; 17 November 2013;
  14. Aku Mencintaimu Dengan Sederhana; 15 Mei 2017;
  15. Salam Kepada Malahayati; 17 Juli 2017;
Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , | 3 Comments

MENJADI WALI

Jamuan pada pesta pernikahan – Ketika Harus Menjadi Wali

MENJADI WALI

Abu adalah anak sulung dari lima bersaudara, tidak usah Abu sebutkan nama asli keempat adik Abu. Tapi untuk memudahkan mengenali mereka Abu sebutkan panggilan kesayangan Abu kepada mereka yaitu Puteri India, Puteri Cina, Pangeran Turki dan Pangeran Brunai.

Masing-masing dari mereka memiliki wajah dan karakteristik yang agak sama dengan nama yang Abu sematkan kepada mereka. Yang menjadi cerita kali ini adalah adik Abu puteri India yang bulan Maret ini akan genap berusia 22 tahun dan Insya Allah dibulan Pebruari akan menyelesaikan kuliahnya di fakultas keguruan pada Universitas terbaik di Nanggroe Aceh.

Puteri India yang berada dipuncak masa mudanya ini telah dilamar oleh tiga keluarga untuk dijadikan menantu. Namun oleh Dewan keamanan keluarga (DKK) Abu ketiga calon tersebut masih di”fit dan proper tes”kan karena bagi keluarga kami puteri India ibarat buah yang tersembunyi dibalik daun karena ia pun tidak pernah berpacaran. Alasannya jelas karena pacaran baginya merupakan larangan dari Dewan Keamanan Keluarga (dimana Abu termasuk anggota tidak tetap), melanggar berarti harus siap mendapat embargo ekonomi, pilitik, sosial dan budaya dan lain-lain pokoknya sanksi yang akan ditetapkan pastinya komprehensif dan menyeluruh.

Pada dasarnya ia adalah seorang penurut sehingga DKK tidak harus menjalankan aksi-aksinya. Mendapatkan tiga lamaran dalam waktu yang berdekatan jelas DKK kelabakan dan akhirnya menyerahkan pilihan kepada Puteri India namun ia memilih akan menurut kepada pilihan DKK siapapun orangnya.

Sebagai salah seorang anggota tidak tetap DKK, otomatis Abu mendapat tugas untuk mewawancarai salah satu calon pelamar. Kebetulan calon tersebut berdomisili di Lhokseumawe sehingga DKK yang berpusat di Banda Aceh menyerahkan tugas wawancara kepada Abu yang kebetulan berdomisili di Lhokseumawe.

Pada hari yang telah ditentukan Abu pun datang ke tempat yang sudah dijanjikan. Namun sayang sebuah musibah menimpa keluarga calon tersebut, terjadi musibah kebakaran di rumah salah seorang kerabatnya sehingga janji wawancara ditunda hingga waktu yang tidak terbatas.

Sebagai perpanjangan tangan DKK maka wajib Abu melaporkan apapun hasil wawancara kepada ketua DKK yaitu Ibunya Abu. Via telepon Abu menjelaskan secara detil mengenai proses wawancara yang gagal tersebut. Ketika Abu selesai memberikan laporan, Puteri India meminta izin berbicara dengan Abu.

“Bang Abu saya boleh meminta sesuatu?” Tanyanya

“Silahkan, kalau bisa pasti akan saya kabulkan.”

“Kalau nanti menikah saya minta abang yang jadi walinya bisakan?”

Mendapat permintaan yang Maha berat ini secara spontan Abu menjawab

“Apa tidak bisa yang lain? Kan masih banyak paman adik almarhum ayah yang lebih berpengalaman dari abang.” Jelas Abu menolak jadi wali, lha sendiri saja belum kawin jadi belum layaklah jadi wali begitu pertimbangan Abu.

“Kalau abang tidak mau, ya tidak mengapa.” Jelas dari suaranya tersimpan nada kecewa yang sangat dalam.

Mendengar jawaban seperti itu hati abang mana didunia tidak luluh. Seandainya abangmu ini memiliki dunia pasti akan kuberikan untukmu jika engkau memintanya adikku, apalagi hanya ini. Dengan mengumpulkan segenap keberanian Abu pun berkata.

“Abang siap wahai adikku.” Dada Abu bergemuruh dan matapun berkaca-kaca.

“Terima kasih bang.” Katanya sangat gembira.

Teleponpun terputus dan Abu hanya terpekur. Rasanya waktu begitu cepat berlalu, sekarang engkau begitu cepat dewasa adikku. Padahal rasanya baru kemarin kita bermain sepakbola dan terkadang sepeda bersama. Hati Abu kok rasanya tidak begitu ikhlas melepaskan adik Abu tersebut, apakah nantinya keluarga suami akan menyayangi dan melindunginya seperti yang kami lakukan.

Namun Abu sadar cepat atau lambat ini semua harus terjadi, dan lebih baik baginya apabila kami segera menyegerakan pernikahan baginya.

Posted in Asal Usil, Cerita, Kisah-Kisah | Tagged , , , , , , | 1 Comment

DINDA DIMANAKAH ENGKAU BERADA

Dunda dimanakah engkau berada? mungkinkah mata pernah bertemu namun kita tak pernah tahu

DINDA DIMANAKAH ENGKAU BERADA

duhai dimanakah engkau berada

separuh dunia tlah kujejak namun tak jua menemukanmu

mungkinkah mata pernah bertemu namun kita tak pernah tahu

akan kisah hidup akan dijalani

tak ada sia-sia dalam bilangan tahun

sekian lama telah menjalani

meski engkau tak kunjung melihatku

atau sekedar mengetahui namaku

bahwa adahal yang tak pernah kita ketahui

dalam hidup masih banyak misteri yang belum terungkap

dan hari ini penuh dengan tanya

akankah besok kutemukan jawabnya

Sebuah kampung nelayan bernama Sunda Kelapa berubah Jayakarta kemudian menjadi Batavia hingga dan sekarang bernamakan Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta, 21 April 2008.

Cerita cinta:

  1. Maksud Hatiku Padamu; 1 Agustus 2008;
  2. Puisi Terindah; 3 Agustus 2008;
  3. Surat Kepada Sepotong Masa Lalu; 3 Agustus 2008;
  4. Tahukah Engkau Cinta; 4 Agustus 2008;
  5. Benci diatas Cinta; 13 September 2008;
  6. Mengenang Sebuah Perjalanan Cinta; 3 November 2008;
  7. Terima Kasih Telah Menolakku Kemarin; 24 November 2008;
  8. Selamanya; 14 Desember 2008;
  9. Tuhan Izinkan Hamba Untuk Tidak Jatuh Cinta; 13 Januari 2009;
  10. Untukku; 17 November 2013;
  11. Cincin; 15 Maret 2013;
  12. Menikahi Putri Anda; 14 Mei 2014;
  13. Yang Tercinta Malahayati; 2 Oktober 2014;
  14. Aku Mencintaimu Dengan Sederhana; 15 Mei 2017;
  15. Rindu; 4 Agustus 2017;
Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

PESONA GADIS MAGHRIBI

Gadis Maghribi

PESONA GADIS MAGHRIBI

Wajahnya mengingatkan kita akan gadis dari negeri Maghribi, hidung mancung bengkok khas semitik dibalut dengan kulit coklat khas terpaan matahari di tepi Samudera Atlantik. Bibirnya yang dihiasi senyuman dibalut dengan hijab hitam seperti dari negeri Persia, begitulah pendapat Abu ketika disodori foto cucu perempuan TSP.

Usianya baru sembilan belas tahun tepaut lima tahun dari Abu yang sudah mulai menua ini, baru menyelesaikan pendidikan di sebuah Sekolah Menengah Kejuruan.

“Bagaimana Abu, mau?” Tanya TSP.

Siapa yang bisa menolak jika ditawarkan calon istri seperti ini? Belum lagi bimbingan langsung dari TSP sudah pasti akhlaknya top. Namun bukan Abu kalau tidak punya pertimbangan, DKK (Dewan Keamanan Keluarga) Abu memiliki sejarah panjang dan keras dalam bidang perjodohan. Hak Veto mereka bisa dengan mudah melunturkan kepercayaan diri gadis yang sedang rahum ini.

Terang Abu tidak berani menentang secara frontal DKK yang katanya sudah menetapkan jodoh yang sama sekali Abu tidak pernah bertemu atau tahu siapa dia, menolak harapan TSP juga segan. Abu hanya diam dan membisu.

“Nanti saya atur proses ta’arufnya,” vonis beliau tanpa memperhatikan wajah Abu yang mengkerut tanpa nyali dan lagi-lagi diam tanpa bahasa.

“Nanti kamu saya kabari lagi,” tutup beliau.

Pulang kerumah, Abu memandangi cermin. Rambut sudah mulai panjang, kumis tipis tumbuh tidak merata dan jenggot tipis tumbuh tak beraturan. Jelek, wueks lidah Abu pun terjulur.

Bagai mendapat ide brilyan Abu pun tersenyum, bagaimana kalau rambut ini terus dibiarkan memanjang, bagaimana jika kumis ini tak usah dicukur, bagaimana jika jenggot ini tak terapikan. Dan nanti Abu akan menggunakan yang baju yang paling kusam, celana paling jelek. Pasti gadis Maghribi tersebut akan menolak dijodohkan dengan Abu.

Yess! Ide yang bagus, jika tiba nanti harinya nanti mudah-mudahan…..

Posted in Asal Usil, Cerita, Kisah-Kisah | Tagged , , , , , , , , , , , | 1 Comment

GURUKU KEKANAKAN

Guru kehidupan

GURUKU KEKANAKAN

Siapa bilang hubungan guru dan murid tidah diwarnai hubungan cemburu dan rindu? Tanyakan pada Jalaluddin Rumi yang remuk merindu gurunya Syamsul Tarbiz yang tiba-tiba menghilang.

Siapa bilang hubungan guru dan murid begitu sederhana setelah melihat begitu pelik dan berlika-likunya kisah Mahaguru Dorna dan Arjuna. Dari seorang murid kesayangan hingga menjadi lawan di medan Kurusetra dalam Bhatarayudha.

Maka jangan salahkan Abu yang menyimpan sang guru, Tengku Salek Pungo walau banyak pihak yang ingin bertemu dengannya. Biarlah ia milik Abu seorang yang tidak akan terbongkar identitasnya sampai kapan pun.

Begitupun kalau Abu menyebut nama Mr.Popo sebagai referensi, mata beliau selalu memicing dan menunjukkan ekspresi kurang senang. Mungkin cemburu atau sebuah rasa kurang senang yang tidak dapat disembunyikan. Semua itu adalah hal yang tak diterima oleh nalar dan logika.

Apalagi ditambah cerita hari minggu kemarin.

“Tok..Tok…Tok,” pintu kontrakan Abu diketok dengan keras, siapa lagi siang-siang selepas Dhuhur tanpa sopan santun. Tidak tahukah ia bahwa siang minggu ini merupakan waktu yang mewah bagi Abu untuk istrirahat sambil membaca bahan final kuliah nanti sore, dengan perasaan kesal Abu membuka pintu.

“Salam lekom,” rupanya Billy The Kids nafasnya tersenggal-sengal.

“Kom Salam apa apa?” Tanya Abu masih kesal. Billy The Kids langsung menarik tangan Abu.

“Tengku Salek ingin bertemu segera!” Katanya, apa gerangan ini? kemarin beliau terlihat kurang sehat. Apakah beliau sekarat atau ingin meninggalkan wasiat? Jantung Abu berdegup kencang, segera menggunci pintu rumah dan dengan bersarung ikut dengan Billy The Kids menuju rumah TSP.

Sesampainya dirumah beliau, tanpa ba-bi-bu Abu langsung masuk dan menuju ke kamar beliau. Terlihat guru Abu tersebut sedang tergolek lemah di ranjang.

“Ada apa mi?” Tanya Abu kepada istri beliau.

“Ini beliau tidak mau makan jika tidak ada kamu,” jawab Ummi malu-malu akan kelakuan suaminya.

Apa kata dunia? Orang tua seperti TSP bisa berlaku seperti kanak-kanak. Demi melihat kedatangan Abu mata beliau bersinar, Ummi mengambil inisiatif menyuapi beliau. Setelah beberapakali suapan beliau melihat lagi kepada Abu dan berkata, “Suapin Abu!”

Langsung Ummi menyerahkan piring dan sendok, dan terpaksa harus menurutinya jua. Sebenarnya Abu sangat kesal! Waktu belajar Abu yang hanya sekejap tersita untuk adegan tak penting seperti ini. Sekali lagi, Apa kata dunia? Tapi demi beliau terpaksa Abu mengundurkan hitung-hitungan logika. Tak lama kemudian Ummi dan Billy The Kids berangsur meninggalkan Abu dengan TSP. Sebagai murid Abu harus merendah dan menghamba sebagai syarat kemudahan menyerap ilmu.

“Kamu kesal Abu?” Tanyanya.

“Sedikit!” Jawab Abu memencongkan mulut.

“Hahaha,” beliau tertawa.

“Kamu itu seperti pohon, sebesar apapun tak pernah berubah,” seperti biasa beliau menggunakan perumpamaan, Abu hanya diam dan terus menyuapi.

“Memiliki kasih sayang yang besar namun tak mampu menunjukkan, dan terlihat angkuh dari luar,” tambahnya, bahkan disaat kurang sehat seperti ini masih bisa meng-kick.

“Kalau sedang makan jangan bicara Tengku!” Bantah Abu.

“Hahaha,” lagi-lagi beliau tertawa.

“Kalau dipikir-pikir kita ini tidak sedarah, namun kenapa bisa seakrab ini ya?” Tanyanya lagi. Oke deh Abu menyerah, tak mampu lagi rasanya menunjukkan ekspresi kesal di depan beliau dan akhirnya tersenyum.

“Bagaimana kalau kita menjadi saudara?” Tanyanya.

“Tengku punya cucu perempuan baru lulus dari……..” Sebelum beliau menyelesaikan kalimatnya langsung Abu potong.

“Nasinya sudah habis Tengku, sekarang istrirahat dulu kapan-kapan nanti kita bicara lagi,” Abu meletakkan piring dimeja dan beranjak pergi.

“Asar nanti kamu disini ya!”

“Di kampus Tengku.”

“Maghrib?”

“Sepertinya Abu masih di kampus.”

“Kalau Isya?”

“Di rumah, soalnya pasti kecapekan.”

“Lalu kapan bicaranya?”

“Kapan-kapan saja Tengku,” jawab Abu taktis.

“Keburu saya meninggal nanti,” katanya.

“Tengku ini suka bercanda,” sambil tersenyum Abu pun bergegas.

“Abu!” Panggil TSP. Dan Abupun berbalik.

“Selamat berjuang!” Tangannya mengepal, dan Abu pun hanya bisa tersenyum.

Posted in Asal Usil, Cerita, Kisah-Kisah | Tagged , , , , , , | 1 Comment