Advertisements
Advertisements

Tengkuputeh

I love words, I have fallen into the joy of writing them
Secangkir Kopi dari Aceh di puncak gunung Geuruete (Pesisir Barat Aceh) Foto: Nanda Rizaldi Lubis

SECANGKIR KOPI DARI ACEH

Malam itu, 11 Februari 1899, di pinggiran Kota Meulaboh, sebelum melakukan penyerangan ke markas Belanda, ia berkata kepada para pengikut setia. “Besok pagi kita akan minum kopi di kota Meulaboh atau aku akan syahid!” Lidah orang tersebut, ternyata pahit, layaknya kopi tanpa gula. Dari semak belukar pergerakannya udah dinantikan oleh barisan pasukan marsose. Ia rubuh diterjang peluru di pantai Ujong Kalak.

Prasasti pada pintu menuju kompleks pemakaman Teuku Umar.

Teuku Umar, dan kisah perjuangan tak sampai menjadi sebuah kisah yang menjangkau kemana-mana. Pada sepanjang hembusan angin kita tak mesti mempertanyakan mengapa kisah tercuri dari sejarah, beberapa bertambah. Terpujilah dia yang dilahirkan di Barat, ia yang bermulut manis, yang culas namun tak kuasa menampik panggilan batin yang menggelegak. Teuku Umar adalah sejarah yang tak berulang, ia dianggap pengkhianat sekaligus pahlawan, dicaci dan juga dipuja. Kisah hidupnya adalah legenda yang dipenuhi ketegangan, antara amarah dan cita-cita, kemungkinan dan juga tipu data, ketergusuran, nostagia dan akhirnya kematian.

Secangkir kopi dari Aceh mengingatkan kita akan dirinya, sebagai wasiat terakhir yang dia ucapkan. Kopi misterius dan juga memikat, ia pelan-pelan menjadi sesuatu hal yang menjangkau khalayak ramai. Di kota-kota yang sedang tumbuh, perdagangan menyeruak, kehidupan masyarakat kian terbuka. Kopi menjadikan pergaulan lebih egaliter, dan menghabiskan waktu senggang bersama berkembang menjadi popular.

Saat ini dunia sangat menggemari kopi, bagaikan irama kopi membuktikan kekuatannya dalam suasana asyik, bebas, tak harus bertujuan, dan dengan kopi tanpa harus mabuk, membuat jiwa lepas dari hal-hal yang mencemaskan, ekonomi atau politik yang tak karuan. Kopi adalah simfoni tentang kebebasan, dengan kopi, ada sesuatu terjadi.

Secangkir kopi Aceh layak dinikmati, dengan waktu berlalu terus, warung kopi bukan hanya tempat orang bisa asyik berdebat, berembuk, minum-minum, main catur, kalah dengan sebal, atau menang dengan riang, asal membayar.

Illustrasi Teuku Uma pada tahun 1896.

Secangkir kopi Aceh harusnya mengingatkan kita tentang kisah seseorang yang tak pernah lelah untuk bangkit kembali, sampai dengan akhir. Ya, hidup memang tak pernah mudah, terlalu banyak kondisi, terlalu banyak kepentingan.

Rasa dan aroma kopi Aceh yang kuat, membangunkan alam sadar kita bahwa sejarah tak banyak mengkisahkan kemenangan, ada banyak kepergian dan kehilangan, bahwa yang paling penting itu bukanlah kemenangan atau kekalahan, melainkan perjuangan.

Dalam renungan secangkir kopi dari Aceh, demikianlah lupa dan ingatan bisa dibongkar untuk diteriakkan kembali, oleh si pemalu bersuara lirih itu. Sungguh dalam imajinasi kita, kita memiliki kekuasaan akan waktu.

XXX

Artikel-artikel tentang Aceh:

  1. PEREMPUAN ACEH FULL POWER 4 AGUSTUS 2008;
  2. MENYUSURI JEJAK DARA PORTUGIS DI ACEH 6 DESEMBER 2008;
  3. TEUKU UMAR PAHLAWAN 11 FEBRUARI 2011;
  4. FILOSOFI GOB 10 OKTOBER 2011;
  5. KEBENARAN YANG SAMAR 28 FEBRUARI 2013;
  6. GAM CANTOI TIADA 30 MARET 2013;
  7. PERANG CUMBOK SEBUAH REVOLUSI SOSIAL DI ACEH (1946-1947) 18 JUNI 2013;
  8. TSUNAMI 26 DESEMBER 2015;
  9. PERADABAN TANPA TULISAN 25 FEBRUARI 2016;
  10. SURAT TENGKU CHIK DI TIRO KEPADA RESIDEN VAN LANGEN AGAR TERCAPAI PERDAMAIAN DALAM PERANG ACEH MAKA BELANDA HARUS MEMELUK AGAMA ISLAM DI TAHUN 1885 4 NOVEMBER 2016;
  11. PARA PENYEBAR KEBOHONGAN 13 NOVEMBER 2016;
  12. MENGUNJUNGI RUMAH PAHLAWAN NASIONAL CUT MEUTIA 17 APRIL 2017;
  13. SAMUDERA PASAI SEBAGAI TITIK TOLAK ISLAM DI ASIA TENGGARA, SEBUAH UPAYA MELAWAN PSEUDO SEJARAH 24 APRIL 2017;
  14. EMAS, KAFIR DAN MAUT 20 APRIL 2017;
  15. MENGENAL LEBIH DEKAT POCUT BAREN 5 MEI 2017;
  16. OPERASI PENYERGAPAN BELANDA TERHADAP CUT MEUTIA 7 MEI 2017;
  17. MENGUNJUNGI PAMERAN BATU NISAN ACEH SEBAGAI WARISAN BUDAYA ISLAM DI ASIA TENGGARA 15 MEI 2017;
  18. KESULTANAN ACEH NEGARA BERDAULAT PERTAMA YANG MENGAKUI KEMERDEKAAN REPUBLIK BELANDA DARI KERAJAAN SPANYOL DI TAHUN 1602 18 MEI 2017;
  19. SYARIAT ISLAM SIAPA TAKUT 6 JUNI 2017;
  20. SENJA DI MALAKA 14 JUNI 2017;
  21. KRITIK KEPADA SULTAN ISKANDAR MUDA 4 JULI 2017;
  22. HIKAYAT SUKU MANTE 5 JULI 2017;
  23. TEUKU NYAK MAKAM, PAHLAWAN ACEH TANPA KEPALA 30 JULI 2017;
  24. ASAL MUASAL BUDAYA KOPI DI ACEH 1 AGUSTUS 2017;
  25. MUSIBAH TENGGELAMNYA KMP GURITA 6 AGUSTUS 2017;
  26. PERANG ACEH, KISAH KEGAGALAN SNOUCK HURGRONJE 7 AGUSTUS 2017;
  27. ACEH DI MATA KOLONIALIS 8 AGUSTUS 2017;
  28. MELUKIS SEJARAH 10 AGUSTUS 2017;
  29. NASIHAT-NASIHAT C. SNOUCK HURGRONJE SEMASA KEPEGAWAIANNYA KEPADA PEMERINTAH HINDIA BELANDA 1889-1936 14 AGUSTUS 2017;
  30. ACEH SEPANJANG ABAD 16 AGUSTUS 2017;
  31. PERANG DI JALAN ALLAH 30 AGUSTUS 2017;
  32. ACEH DAERAH MODAL 7 SEPTEMBER 2017;
  33. 59 TAHUN ACEH MERDEKA DI BAWAH PEMERINTAHAN RATU 12 SEPTEMBER 2017;
  34. KERAJAAN ACEH PADA JAMAN SULTAN ISKANDAR MUDA (1609-1636) 13 SEPTEMBER 2017;
  35. PERISTIWA KEMERDEKAAN DI ACEH 14 SEPTEMBER 2017;
  36. PASAI DALAM PERJALANAN SEJARAH 17 SEPTEMBER 2017;
  37. MATA UANG EMAS KERAJAAN-KERAJAAN DI ACEH 19 SEPTEMBER 2017;
  38. ATJEH MENDAKWA,SEBUAH BUKU YANG MENJADI SAKSI SEPAK TERJANG PARTAI KOMUNIS INDONESIA DI ACEH 21 SEPTEMBER 2017;
  39. MISI MENCARI MAKAM PARA SULTANAH ACEH 6 OKTOBER 2017;
  40. BERZIARAH KE MAKAM SULTANAH MALIKAH NAHRASYIYAH 8 OKTOBER 2017;
  41. EKSPLOITASI SUMBER DAYA ALAM APAKAH BAGUS UNTUK ACEH 15 OKTOBER 2017;
  42. AROMA MEMIKAT DARI DAPUR ACEH 16 OKTOBER 2017;
  43. TARIKH ACEH DAN NUSANTARA 29 OKTOBER 2017;
  44. PEKUBURAN SERDADU BELANDA PEUCUT KHERKHOF DI BANDA ACEH SEBAGAI SAKSI KEDAHSYATAN PERANG ACEH 11 NOVEMBER 2017;
  45. PEMBERONTAKAN KAUM REPUBLIK KASUS DARUL ISLAM ACEH 17 NOVEMBER 2017;
  46. TUANKU HASYIM WALI NANGGROE YANG DILUPAKAN SEJARAH 19 NOVEMBER 2017;
  47. KOPRS MARSOSE SERDADU PRIBUMI PELAYAN RATU BELANDA 8 DESEMBER 2017;
  48. HIKAYAT-HIKAYAT DARI NEGERI ACEH 16 DESEMBER 2017;
  49. LEGENDA GAJAH PUTIH SEBAGAI ASAL NAMA KABUPATEN BENER MERIAH; 12 JANUARI 2018;
  50. SECANGKIR KOPI DARI ACEH; 22 JANUARI 2018;
  51. ACEH PUNGO (ACEH GILA); 8 FEBRUARI 2018;
  52. SIAPAKAH ORANG ACEH SEBENARNYA; 6 APRIL 2018;
  53. ORANG ACEH DALAM SEJARAH SUMATERA; 15 APRIL 2018;
  54. KETIKA IBNU BATTUTA MELAWAT SAMUDERA PASAI; 16 APRIL 2018;
  55. KISAH HIDUP LAKSAMANA MALAHAYATI; 18 APRIL 2018;
  56. PERANAN LEMBAGA TUHA PEUET DALAM MASYARAKAT ACEH PADA MASA LAMPAU; 5 MEI 2018;
  57. MENYINGKAP MAKNA SYAIR KUTINDHIENG SELAKU MANTRA SIHIR ACEH KUNO; 15 MEI 2018;
Advertisements
Advertisements

27 thoughts on “SECANGKIR KOPI DARI ACEH

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: