BERBAGAI BAHASA DAERAH DI ACEH

Sebuah pelaminan pernikahan sebagai salah satu bagian adat istiadat orang Aceh.

BERBAGAI BAHASA DAERAH DI ACEH

Bahasa-bahasa di Aceh seperti bahasa-bahasa lain di Indonesia termasuk rumpun bahasa Austronesia. Daerah Aceh dikenal beberapa bahasa dari suku bangsa yang sama jumlahnya dengan adat-istiadat.

Di daerah kita ini mengenal bahasa-bahasa antara lain:

  1. Bahasa Aceh, yaitu bahasa yang paling banyak penuturnya di daerah Aceh, yaitu sebagian daerah Kota Banda Aceh, Sabang, Lhokseumawe, Langsa. Kabupaten Aceh Timur, Aceh Utara, Pidie, Pidie Jaya, Aceh Besar, Aceh Barat, Aceh Jaya, sebagian Aceh Barat Daya, Nagan Raya, dan sebagian Aceh Selatan dan Aceh Tamiang; Bahasa ini dianggap dekat dengan bahasa Champa masuk dalam rumpun Chamic (daerah di Kamboja dan Vietnam), hal ini diduga karena terdapat kosakata bahasa Aceh yang sama artinya dalam bahasa Champa. Namun belum ada penelitian yang membuktikannya secara akademis;
  2. Bahasa Gayo adalah bahasa yang didukung oleh penduduk Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Luwes dan sebagian Aceh Tenggara, di satu kecamatan Aceh Timur; Merupakan bahasa dengan jumlah penutur kedua terbanyak di Aceh. Meskipun belum ada penelitian sahih tentang kekerabatan bahasa ini namun terdapat warna Batak dan Aceh dalam kebudayaannya;
  3. Bahasa Alas adalah bahasa yang penuturnya ialah orang Alas di Aceh Tenggara; Bahasa ini memiliki pertalian dengan bahasa Batak menurut SIL Internasional*;
  4. Bahasa Singkil digunakan oleh sebagian besar penduduk Kabupaten Aceh Singkil dan Kota Subulussalam. Menurut SIL International bahasa ini berkerabat dengan bahasa Karo. Bahasa ini memiliki nama lain yaitu bahasa Julu, Boang dan Kade-Kade.
  5. Bahasa Tamiang (Melayu) adalah bahasa yang diucapkan oleh orang Melayu di Aceh Tamiang meliputi kecamatan Bendahara, Karang Baru, Tamiang Hulu, Seruway dan sebagian kecamatan Kuala Simpang; Bahasa ini mirip dengan dialek Melayu Deli dan Melayu Riau;
  6. Bahasa Aneuk Jamee, penduduknya adalah sebagian dari penduduk Aceh Selatan dan Aceh Barat Daya; Terbanyak penuturnya di Kecamatan Labuhan Haji, Labuhan Haji Timur, dan Sama dua. Bahasa ini juga digunakan di Kecamatan Kaway IX dan sebagian Mereubo di Kabupaten Aceh Barat. Kecamatan Susoh di Kabupaten Aceh Barat Daya, di sebagian Kota Subulussalam, Singkil dan sebagian Kota Sinabang di Kabupaten Simeuleu. Bahasa ini asalnya adalah bahasa Minangkabau yang dibawa bersamaan dengan hijrahnya sebagian orang Aceh yang berkeluarga dengan orang Minang semasa Kesultanan Aceh Darussalam Berjaya. mereka disebut sebagai jamee atau tamu, yang dalam budaya Aceh harus dimuliakan. Di kemudian hari terjadilah migrasi orang Minang ke pantai Barat Selatan Aceh untuk mencari kehidupan yang lebih layak di negeri baru.
  7. Bahasa Kluet yaitu bahasa yang diucapkan oleh orang Kluet di Aceh Selatan yaitu di Kecamatan Kluet Utara, Kluet Selatan, Kluet Timur dan Kluet Tengah. Menurut SIL International juga berkerabat dengan bahasa Batak. Klaim tersebut agak meragukan sehingga diperluan penelitian mendalam baik secara sinkronil maupun diakronik;
  8. Bahasa Devayan atau disebut juga Simalur digunakan di Pulau Simeulue bagian Timur dan sekitarnya. Bahasa ini mendapat pengaruh dari bahasa Nias;
  9. Bahasa Sigulai digunakan di Pulau Simueleu bagian Barat dan sekitarnya. Bahasa ini mendapat pengaruh dari bahasa Nias; Bahasa Sigulai dan bahasa Devayan di Pulau Simeuleu memiliki sejumlah kata yang sama, tapi dianggap sebagai bahasa yang berbeda;
  10. Bahasa Haloban dituturkan oleh beberapa ribu orang di Desa Haloban dan Asantola di Kecamatan Pulau Banyak Barat. Bahasa ini diduga dipengaruhi oleh bahasa Nias. Bahasa ini diambang kepunahan seiring dengan menyusutnya jumlah penuturnya.

Pakaian Adat Aceh untuk laki-laki

Pengaruh bahasa Aceh amat besar ke dalam bahasa-bahasa lainnya dan hal ini terdengar dari pada ucapan mereka sehari-hari. Besarnya pengaruh bahasa Aceh ke dalam bahasa-bahasa lain di daerah ini diperlukan suatu penelitian khusus di bidang bahasa.

Bahasa Aceh yang jumlah pemakaiannya paling banyak di daerah Aceh, dan terdiri atas beberapa dialek. Sering terdengar dialek lokal seperti dialek Aceh Rayeuk (Aceh Besar), dialek Pidie, dengan dialek Aceh Utara. Dialek-dialeknya ini tidak memberikan kesukaran dalam berkomunikasi diantara mereka yang memakai dialek Aceh tertentu.

Di antara sepuluh bahasa tersebut ada yang diturukan oleh banyak penutur yaitu bahasa Aceh dan bahasa Gayo dan ada yang dituturkan oleh sedikit penutur yaitu bahasa Haloban dan bahasa Kluet. Kekayaan budaya Aceh dari segi bahasa perlu mendapat perhatian serius karena perkembangannya stagnan bahkan bahasa Haloban berada diambang kepunahan.

MENJAGA BAHASA DAERAH DARI KEPUNAHAN

Bahasa daerah adalah identitas diri. Ada hal-hal berupa peribahasa, majas ataupun yang hanya diungkapkan dengan bahasa aslinya, sulit diterjemahkan ke bahasa lain. Logika berpikir seseorang ditentukan oleh bagaimana otaknya memproses kata-kata. Sebagaimana terangkum dalam pribahasa klasik, bahasa menunjukkan bangsa.

Maka perlu ditumbuhkan kesadaran para pemilik bahasa agar senantiasa menuturkan dalam keluarga. Ketika bahasa tidak lagi digunakan di lingkungan keluarga maka itu adalah awal kepunahan bahasa.

TULISAN YANG DIGUNAKAN DI ACEH PADA MASA LAMPAU

Naskah tulisan Gayo-Linge. Diduga masuk kategori Melayu Tua.

Cap Reje Linge menggunakan aksara Arab.

Di daerah Aceh, secara umum sistem huruf yang khas tidak dikenal sejak dahulu. Tulisan-tulisan yang dipakai dalam bahasa-bahasa Aceh, Alas, Tamiang, Aneuk Jamee, Simeulu, dan Kluet adalah tulisan Arab-Melayu. Huruf ini dikenal setelah datangnya agama Islam di Aceh dan merupakan huruf-huruf yang banyak dijumpai pada batu nisan raja dan hikayat-hikayat. Meskipun Gayo memiliki huruf-huruf yang didapatkan dari kebudayaan Gayo-Linge yang diduga berasal dari kebudayaan Melayu Tua namun belum terlalu digali. Sampai saat ini tulisan-tulisan ini telah terdesak oleh pemakaian tulisan latin.

Catatan Kaki:

*SIL Internasional (awalnya bernama Summer Institute of Linguistic) adalah sebuah organisasi ilmiah Kristen nirlaba yang bertujuan mempelajari, mengembangkan dan mendokumentasikan bahasa-bahasa yang kurang dikenal dalam upaya memperluas pengetahuan linguistik, menyebarkan kemampuan baca tulis di dunia dan membantu pengembangan bahasa minoritas.

Buku Adat Istiadat Daerah Provinsi Daerah Istimewa Aceh; Proyek Penelitian dan Pencatatan Kebudayaan Daerah 1977/1978;

Daftar Pustaka

  1. Buku Adat Istiadat Daerah Provinsi Daerah Istimewa Aceh; Proyek Penelitian dan Pencatatan Kebudayaan Daerah 1977/1978;
  2. Laman; Wikipedia artikel kategori Bahasa di Aceh;
  3. Artikel; Revitalisasi Bahasa Daerah oleh Dr. Mohd Harun M.Pd | Kepala Pusat Studi Bahasa Daerah Aceh Universitas Syiah Kuala ditebitkan Aceh Tribun 19 Desember 2017;

Artikel-artikel tentang Aceh:

  1. KESULTANAN ACEH NEGARA BERDAULAT PERTAMA YANG MENGAKUI KEMERDEKAAN REPUBLIK BELANDA DARI KERAJAAN SPANYOL DI TAHUN 1602 18 MEI 2017;
  2. SYARIAT ISLAM SIAPA TAKUT 6 JUNI 2017;
  3. SENJA DI MALAKA 14 JUNI 2017;
  4. KRITIK KEPADA SULTAN ISKANDAR MUDA 4 JULI 2017;
  5. HIKAYAT SUKU MANTE 5 JULI 2017;
  6. TEUKU NYAK MAKAM, PAHLAWAN ACEH TANPA KEPALA 30 JULI 2017;
  7. ASAL MUASAL BUDAYA KOPI DI ACEH 1 AGUSTUS 2017;
  8. MUSIBAH TENGGELAMNYA KMP GURITA 6 AGUSTUS 2017;
  9. PERANG ACEH, KISAH KEGAGALAN SNOUCK HURGRONJE 7 AGUSTUS 2017;
  10. ACEH DI MATA KOLONIALIS 8 AGUSTUS 2017;
  11. MELUKIS SEJARAH 10 AGUSTUS 2017;
  12. NASIHAT-NASIHAT C. SNOUCK HURGRONJE SEMASA KEPEGAWAIANNYA KEPADA PEMERINTAH HINDIA BELANDA 1889-1936 14 AGUSTUS 2017;
  13. ACEH SEPANJANG ABAD 16 AGUSTUS 2017;
  14. PERANG DI JALAN ALLAH 30 AGUSTUS 2017;
  15. ACEH DAERAH MODAL 7 SEPTEMBER 2017;
  16. 59 TAHUN ACEH MERDEKA DI BAWAH PEMERINTAHAN RATU 12 SEPTEMBER 2017;
  17. KERAJAAN ACEH PADA JAMAN SULTAN ISKANDAR MUDA (1609-1636) 13 SEPTEMBER 2017;
  18. PERISTIWA KEMERDEKAAN DI ACEH 14 SEPTEMBER 2017;
  19. PASAI DALAM PERJALANAN SEJARAH 17 SEPTEMBER 2017;
  20. MATA UANG EMAS KERAJAAN-KERAJAAN DI ACEH 19 SEPTEMBER 2017;
  21. ATJEH MENDAKWA,SEBUAH BUKU YANG MENJADI SAKSI SEPAK TERJANG PARTAI KOMUNIS INDONESIA DI ACEH 21 SEPTEMBER 2017;
  22. SEJARAH PARTAI KOMUNIS INDONESIA DI ACEH 21 SEPTEMBER 2017;
  23. MISI MENCARI MAKAM PARA SULTANAH ACEH 6 OKTOBER 2017;
  24. BERZIARAH KE MAKAM SULTANAH MALIKAH NAHRASYIYAH 8 OKTOBER 2017;
  25. EKSPLOITASI SUMBER DAYA ALAM APAKAH BAGUS UNTUK ACEH 15 OKTOBER 2017;
  26. AROMA MEMIKAT DARI DAPUR ACEH 16 OKTOBER 2017;
  27. TARIKH ACEH DAN NUSANTARA 29 OKTOBER 2017;
  28. PEKUBURAN SERDADU BELANDA PEUCUT KHERKHOF DI BANDA ACEH SEBAGAI SAKSI KEDAHSYATAN PERANG ACEH 11 NOVEMBER 2017;
  29. PEMBERONTAKAN KAUM REPUBLIK KASUS DARUL ISLAM ACEH 17 NOVEMBER 2017;
  30. TUANKU HASYIM WALI NANGGROE YANG DILUPAKAN SEJARAH 19 NOVEMBER 2017;
  31. KOPRS MARSOSE SERDADU PRIBUMI PELAYAN RATU BELANDA 8 DESEMBER 2017;
  32. HIKAYAT-HIKAYAT DARI NEGERI ACEH 16 DESEMBER 2017;
  33. LEGENDA GAJAH PUTIH SEBAGAI ASAL NAMA KABUPATEN BENER MERIAH; 12 JANUARI 2018;
  34. SECANGKIR KOPI DARI ACEH; 22 JANUARI 2018;
  35. ACEH PUNGO (ACEH GILA); 8 FEBRUARI 2018;
  36. SIAPAKAH ORANG ACEH SEBENARNYA; 6 APRIL 2018;
  37. ORANG ACEH DALAM SEJARAH SUMATERA; 15 APRIL 2018;
  38. KETIKA IBNU BATTUTA MELAWAT SAMUDERA PASAI; 16 APRIL 2018;
  39. KISAH HIDUP LAKSAMANA MALAHAYATI; 18 APRIL 2018;
  40. PERANAN LEMBAGA TUHA PEUET DALAM MASYARAKAT ACEH PADA MASA LAMPAU; 5 MEI 2018;
  41. MENYINGKAP MAKNA SYAIR KUTINDHIENG SELAKU MANTRA SIHIR ACEH KUNO; 15 MEI 2018;
  42. SEJARAH KERAJAAN LAMURI; 24 JUNI 2018;
  43. KEBIJAKAN POLITIK ISLAM OLEH SNOUCK HURGRONJE SEBAGAI SARAN KEPADA PEMERINTAH HINDIA BELANDA UNTUK MENGHANCURKAN KEKUATAN ISLAM DI INDONESIA; 25 JUNI 2018;
  44. MASA DEPAN POLITIK DUNIA MELAYU; 28 JULI 2018;
  45. EDISI KHUSUS SERI PAHLAWAN NASIONAL PRANGKO 100 TAHUN CUT NYAK DHIEN; 8 AGUSTUS 2018;
  46. MEMOAR PANGLIMA POLEM SEORANG PEJUANG PERINTIS KEMERDEKAAN; 19 SEPTEMBER 2018;
  47. PUTROE PHANG JULUKAN DARI TENGKU KAMALIAH SEORANG PUTRI KESULTANAN PAHANG; 28 SEPTEMBER 2018;
  48. TEUKU NYAK ARIEF SEORANG YANG TULEN BERANI DAN LURUS SEBAGAI RENCONG ACEH DI VOLKSRAAD; 17 OKTOBER 2018;
  49. RINCIAN ISI KANUN MEUKUTA ALAM PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN KESULTANAN ACEH DARUSSALAM YANG DISUSUN PADA MASA PEMERINTAHAN SULTAN ISKANDAR MUDA; 26 OKTOBER 2018;
  50. CATATAN SEJARAH RANTAI BABI ATAU RANTE BUI DALAM TULISAN YANG DISUSUN KOLONIAL BELANDA; 26 OKTOBER 2018;
  51. PASUKAN MERIAM NUKUM SANANY SEBUAH PASAK DARI RUMAH GADANG INDONESIA MERDEKA; 4 NOVEMBER 2018;
  52. PENEMUAN ARCA KEPALA ALALOKITESWARA SEBAGAI JEJAK KEBERADAAN PERADABAN AGAMA BUDHA DI ACEH; 18 NOVEMBER 2018;
  53. REVOLUSI DESEMBER ’45 DI ACEH ATAU PEMBESMIAN PENKHIANAT TANAH AIR; 6 FEBRUARI 2019;
  54. LEBURNJA KERATON ATJEH; 11 MARET 2019;
  55. HADIH MAJA PENGAJARAN SERTA HIBURAN WARISAN LELUHUR; 27 MARET 2019;
  56. HAME ATAU PANTANGAN ORANG ACEH DARI MASA LAMPAU; 19 JUNI 2019;
  57. SINGA ATJEH BIOGRAPHI SERI SULTAN ISKANDAR MUDA; 6 AGUSTUS 2019;
  58. APA SEBAB RAKYAT ACEH SANGGUP BERPERANG PULUHAN TAHUN MELAWAN AGRESSI BELANDA; 17 OKTOBER 2019;
  59. PERBANDINGAN PENGUCAPAN BAHASA ACEH DENGAN BAHASA INDONESIA; 30 DESEMBER 2019;

About tengkuputeh

Cepat seperti angin // Tekun seperti hujan // Bergairah seperti api // Diam seperti gunung // Misterius seperti laut // Kejam seperti badai // Anggun seperti ngarai // Hening seperti hutan // Dalam seperti lembah // Lembut seperti awan // Tangguh seperti karang // Sederhana seperti debu // Menyelimuti seperti udara // Hangat seperti matahari // Luas seperti angkasa // Berserakan seperti debu //
This entry was posted in Cuplikan Sejarah, Data dan Fakta, Kolom, Mari Berpikir, Pengembangan diri, Reportase and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

3 Responses to BERBAGAI BAHASA DAERAH DI ACEH

  1. Pingback: LOKASI ISTANA KERAJAAN ACEH DULU DAN SEKARANG | Tengkuputeh

  2. Pingback: MEREKONSTRUKSIKAN KEMBALI LETAK ISTANA DARUDDONYA | Tengkuputeh

  3. Pingback: LEGENDA DAN MITOS ASAL USUL PENAMAAN PULAU SABANG, GUNUNG SEULAWAH, PANTAI ALUE NAGA DAN KAWASAN ULEE LHEU | Tengkuputeh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.