SEJARAH PENDIRIAN PUSA (PERSATUAN ULAMA SELURUH ACEH)

Tengku Muhammad Daud Beureueh bersama para ulama Aceh.

SEJARAH PENDIRIAN PUSA (PERSATUAN ULAMA SELURUH ACEH)

Pendidikan di Aceh menurun pada periode peperangan dengan Belanda (Perang Aceh 1873-1904). Banyak ulama yang memimpin atau mengajar di dayah (tingkat tertinggi dalam sistem sekolah Islam di Aceh pada saat itu) gugur dalam peperangan melawan Belanda selama perang Aceh. Perang juga menghancurkan sebagian besar dayah (pesantren) tradisional terutama karena ulama begitu terlibat dalam perjuangan rakyat Aceh. Bertahun-tahun kemudian setelah perang selesai masyarakat Aceh terus merasakan dampak dari kehilangan para ulama tersebut.

Perang Aceh (1873-1904) juga menghancurkan sebagian besar dayah (pesantren) tradisional terutama karena ulama begitu terlibat dalam perjuangan rakyat Aceh.

Pada awal tahun 1920-an beberapa ulama muda mendirikan beberapa madrasah (sekolah agama Islam), yang sebagai institusi, berbeda dengan dayah, dalam madrasah kurikulumnya mencakup mata pelajaran sekuler (umum) bersama dengan agama. Di antara ulama terkemuka tersebut adalah Tengku Muhammad Daud Beureueh, pimpinan organisasi Jamiyatul Diniyah, yang mendirikan Madrasah Sa’adah Abidiyah di Pidie. Tengku Abdul Rahman Meunasah Meucap yang mendirikan Madrasah Al-Muslim di Peusangan, dan Tengku Abdul Wahab Seulimeum ​​yang mendirikan Madrasah Perguruan Islam di Aceh Besar. Banyak madrasah lain juga didirikan oleh banyak ulama lainnya. Pada periode ini terlihat begitu banyak aktivitas di bidang pendidikan sehingga secara umum disebut sebagai masa kesadaran atau zaman kemajuan. Menjadi sangat penting bagi kelangsungan hidup madrasah yang masih muda ini adalah dukungan dari para uleebalang (Raja-raja kecil yang memerintah di wilayah Aceh) dan para ulama yang lebih tua.

Ketika jumlah madrasah bertambah, ulama tertentu termasuk Tengku Muhammad Daud Beureueh, Tengku Ismail Yakub dan Tengku Abdul Rahman menyadari bahwa tidak ada kerjasama di antara para ulama yang memimpin berbagai madrasah. Mereka merasa perlu adanya persatuan organisasional di antara para ulama, agar mereka bisa bekerja sama dalam mengkoordinasikan madrasah dan tidak mudah terpengaruh oleh intrik atau kekacauan.

Tengku Muhammad Daud Beureueh

Oleh karena itu, pada tanggal 5 Mei 1939 Masehi atau 12 Rabbiul Awal 1358 Hijriah, dalam sebuah konferensi yang diorganisir dengan cermat oleh Tengku Abdul Rahman di Matang Geulumpang Dua, didirikanlah PUSA (Persatuan Ulama Seluruh Aceh), dan Tengku Muhammad Daud Beureueh terpilih sebagai ketua organisasi yang pertama secara aklamasi. Inilah puncak kesuksesan ulama di bawah kekuasaan Belanda.

Proyek serius pertama yang dilakukan oleh ulama PUSA terdiri dari merancang kurikulum standar untuk semua madrasah di seluruh Aceh dan mendirikan sekolah pelatihan guru yang disebut “Institut Islam Normal” untuk menyediakan staf yang dibutuhkan di Madrasah. Kurikulum baru dengan tambahan 30 persen mata pelajaran sekuler (umum) dimaksudkan untuk melawan sistem pendidikan Belanda yang ada, dan menampung konsep pendidikan baru yang diusulkan oleh Muhamadiyah di sisi lain. Aspek lain dari program reformasi PUSA adalah diadakannya pertemuan publik di seluruh Aceh.

Meskipun PUSA menurut namanya adalah perkumpulan ulama, namun keanggotaannya tidak terbatas kepada ulama saja. Siapapun yang dapat mengidentifikasi tujuan-tujuannya sama dapat bergabung dengan PUSA. Kebanyakan orang Aceh menganggapnya sebagai organisasi mereka sendiri. Seribu orang menghadiri kongres pertama yang diadakan pada bulan April 1940. Guna menampung dukungan rakyat yang luar biasa ini, para pimpinan PUSA membentuk sejumlah ormas, di antaranya: Pemuda PUSA (Pemuda PUSA), PUSA Muslimat (PUSA Wanita) dan Kasyfatul Islam PUSA (Kepanduan PUSA). Anggota Pemuda PUSA dan kepaduan PUSA sebagian besar adalah mereka yang pernah bersekolah di madrasah dan yang berada di bawah bimbingan “ulama”. Orang-orang inilah yang menjadi motor penggerak perjuangan rakyat Aceh pada masa pendudukan Jepang, maupun pada masa gerakan kemerdekaan Indonesia.

Baca: Perang Cumbok

Sampai saat ini, penelitian sejarah yang dilakukan terhadap subjek PUSA hanya memperhatikan peran politik yang dimainkan oleh PUSA. Di antara mereka yang telah melakukan pekerjaan penting dalam hal ini adalah: Nazaruddin Syamsuddin; C. Van Dijk dan Anthony Reid. Tetapi belum banyak penelitian yang dilakukan atas kontribusi PUSA untuk reformasi pendidikan di Aceh, salah satunya dilakukan oleh Hamdiah A. Latif.

Namun, aspek terakhir ini yaitu pendidikan sangat penting untuk memahami peran PUSA pada periode awal perkembangannya. Perlu ditekankan secara khusus, bahwa para pemimpin PUSA sangat sadar akan keunggulan pendidikan modern dan potensinya untuk memperkenalkan ide-ide baru, karena sistem pendidikan di masa lalu hanya bertumpu pada ide-ide lama yang menolak pemikiran dan informasi modern. PUSA ingin mendorong modernisasi sekolah Islam.

XXX

DAFTAR PUSTAKA:

  1. Hamdiah A. Latif; Persatuan Ulama Seluruh Aceh (PUSA); Its Contributions to Educational Reforms in Aceh; (Canada: Institute of Islamic Studies McGill University, 1992);
  2. Nazaruddin Syamsuddin; The Republican Revolt: A Study of the Acehnese Rebellion; (Singapore: Institute of Southeast Asian Studies, 1985);
  3. C. Van Dijk; Rebellion Under the Banner of Islam; (The Hague: Martinus Nijhoff, 1981);
  4. Anthony Reid; The Blood of People; (Kuala Lumpur: Oxford University Press, 1979);

XXX

Artikel-artikel tentang Aceh:

  1. ACEH DAERAH MODAL 7 SEPTEMBER 2017;
  2. 59 TAHUN ACEH MERDEKA DI BAWAH PEMERINTAHAN RATU 12 SEPTEMBER 2017;
  3. KERAJAAN ACEH PADA JAMAN SULTAN ISKANDAR MUDA (1609-1636) 13 SEPTEMBER 2017;
  4. PERISTIWA KEMERDEKAAN DI ACEH 14 SEPTEMBER 2017;
  5. PASAI DALAM PERJALANAN SEJARAH 17 SEPTEMBER 2017;
  6. MATA UANG EMAS KERAJAAN-KERAJAAN DI ACEH 19 SEPTEMBER 2017;
  7. ATJEH MENDAKWA,SEBUAH BUKU YANG MENJADI SAKSI SEPAK TERJANG PARTAI KOMUNIS INDONESIA DI ACEH 21 SEPTEMBER 2017;
  8. SEJARAH PARTAI KOMUNIS INDONESIA DI ACEH 21 SEPTEMBER 2017;
  9. MISI MENCARI MAKAM PARA SULTANAH ACEH 6 OKTOBER 2017;
  10. BERZIARAH KE MAKAM SULTANAH MALIKAH NAHRASYIYAH 8 OKTOBER 2017;
  11. EKSPLOITASI SUMBER DAYA ALAM APAKAH BAGUS UNTUK ACEH 15 OKTOBER 2017;
  12. AROMA MEMIKAT DARI DAPUR ACEH 16 OKTOBER 2017;
  13. TARIKH ACEH DAN NUSANTARA 29 OKTOBER 2017;
  14. PEKUBURAN SERDADU BELANDA PEUCUT KHERKHOF DI BANDA ACEH SEBAGAI SAKSI KEDAHSYATAN PERANG ACEH 11 NOVEMBER 2017;
  15. PEMBERONTAKAN KAUM REPUBLIK KASUS DARUL ISLAM ACEH 17 NOVEMBER 2017;
  16. TUANKU HASYIM WALI NANGGROE YANG DILUPAKAN SEJARAH 19 NOVEMBER 2017;
  17. KOPRS MARSOSE SERDADU PRIBUMI PELAYAN RATU BELANDA 8 DESEMBER 2017;
  18. HIKAYAT-HIKAYAT DARI NEGERI ACEH 16 DESEMBER 2017;
  19. LEGENDA GAJAH PUTIH SEBAGAI ASAL NAMA KABUPATEN BENER MERIAH; 12 JANUARI 2018;
  20. SECANGKIR KOPI DARI ACEH; 22 JANUARI 2018;
  21. ACEH PUNGO (ACEH GILA); 8 FEBRUARI 2018;
  22. SIAPAKAH ORANG ACEH SEBENARNYA; 6 APRIL 2018;
  23. ORANG ACEH DALAM SEJARAH SUMATERA; 15 APRIL 2018;
  24. KETIKA IBNU BATTUTA MELAWAT SAMUDERA PASAI; 16 APRIL 2018;
  25. KISAH HIDUP LAKSAMANA MALAHAYATI; 18 APRIL 2018;
  26. PERANAN LEMBAGA TUHA PEUET DALAM MASYARAKAT ACEH PADA MASA LAMPAU; 5 MEI 2018;
  27. MENYINGKAP MAKNA SYAIR KUTINDHIENG SELAKU MANTRA SIHIR ACEH KUNO; 15 MEI 2018;
  28. SEJARAH KERAJAAN LAMURI; 24 JUNI 2018;
  29. KEBIJAKAN POLITIK ISLAM OLEH SNOUCK HURGRONJE SEBAGAI SARAN KEPADA PEMERINTAH HINDIA BELANDA UNTUK MENGHANCURKAN KEKUATAN ISLAM DI INDONESIA; 25 JUNI 2018;
  30. MASA DEPAN POLITIK DUNIA MELAYU; 28 JULI 2018;
  31. EDISI KHUSUS SERI PAHLAWAN NASIONAL PRANGKO 100 TAHUN CUT NYAK DHIEN; 8 AGUSTUS 2018;
  32. MEMOAR PANGLIMA POLEM SEORANG PEJUANG PERINTIS KEMERDEKAAN; 19 SEPTEMBER 2018;
  33. PUTROE PHANG JULUKAN DARI TENGKU KAMALIAH SEORANG PUTRI KESULTANAN PAHANG; 28 SEPTEMBER 2018;
  34. TEUKU NYAK ARIEF SEORANG YANG TULEN BERANI DAN LURUS SEBAGAI RENCONG ACEH DI VOLKSRAAD; 17 OKTOBER 2018;
  35. RINCIAN ISI KANUN MEUKUTA ALAM PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN KESULTANAN ACEH DARUSSALAM YANG DISUSUN PADA MASA PEMERINTAHAN SULTAN ISKANDAR MUDA; 26 OKTOBER 2018;
  36. CATATAN SEJARAH RANTAI BABI ATAU RANTE BUI DALAM TULISAN YANG DISUSUN KOLONIAL BELANDA; 26 OKTOBER 2018;
  37. PASUKAN MERIAM NUKUM SANANY SEBUAH PASAK DARI RUMAH GADANG INDONESIA MERDEKA; 4 NOVEMBER 2018;
  38. PENEMUAN ARCA KEPALA ALALOKITESWARA SEBAGAI JEJAK KEBERADAAN PERADABAN AGAMA BUDHA DI ACEH; 18 NOVEMBER 2018;
  39. REVOLUSI DESEMBER ’45 DI ACEH ATAU PEMBASMIAN PENGKHIANAT TANAH AIR; 6 FEBRUARI 2019;
  40. LEBURNJA KERATON ATJEH; 11 MARET 2019;
  41. HADIH MAJA PENGAJARAN SERTA HIBURAN WARISAN LELUHUR; 27 MARET 2019;
  42. HAME ATAU PANTANGAN ORANG ACEH DARI MASA LAMPAU; 19 JUNI 2019;
  43. SINGA ATJEH BIOGRAPHI SERI SULTAN ISKANDAR MUDA; 6 AGUSTUS 2019;
  44. APA SEBAB RAKYAT ACEH SANGGUP BERPERANG PULUHAN TAHUN MELAWAN AGRESSI BELANDA; 17 OKTOBER 2019;
  45. PERBANDINGAN PENGUCAPAN BAHASA ACEH DENGAN BAHASA INDONESIA; 30 DESEMBER 2019;
  46. BERBAGAI BAHASA DAERAH DI ACEH; 30 JANUARI 2020;
  47. LOKASI ISTANA KERAJAAN ACEH DULU DAN SEKARANG; 27 FEBRUARI 2020;
  48. MEREKONSTRUKSIKAN KEMBALI LETAK ISTANA DARODDONYA; 3 MARET 2020;
  49. LEGENDA DAN MITOS ASAL USUL PENAMAAN PULAU SABANG, GUNUNG SEULAWAH, PANTAI ALUE NAGA DAN KAWASAN ULEE LHEU; 29 MEI 2020;
  50. LEGENDA ASAL USUL GUNUNG GEURUTEE; 1 JUNI 2020;
  51. HAMZAH FANSURI PERINTIS SASTRA MELAYU; 4 JULI 2020;
  52. GEREJA PERTAMA DI ACEH; 12 JULI 2020;
  53. PERISTIWA TERBUNUHNYA TEUKU UMAR; 1 AGUSTUS 2020;
  54. SISTEM PERPAJAKAN KERAJAAN ACEH; 14 AGUSTUS 2020;
  55. SEJARAH KERAJAAN PEDIR (POLI) ATAU NEGERI PIDIE; 18 AGUSTUS 2020;
  56. SEJARAH KERAJAAN DAYA (LAMNO); 21 AGUSTUS 2020;
  57. KETIKA ACEH MINTA MENJADI VASAL TURKI USTMANI; 21 SEPTEMBER 2020;
  58. HENRICUS CHRISTIAN VERBRAAK MISIONARIS KATOLIK PERTAMA DI ACEH; 23 SEPTEMBER 2020;
  59. BUSTANUS SALATIN PANDUAN BERKUASA PARA SULTAN ACEH; 27 SEPTEMBER 2020;

Tentang tengkuputeh

Cepat seperti angin // Tekun seperti hujan // Bergairah seperti api // Diam seperti gunung // Misterius seperti laut // Kejam seperti badai // Anggun seperti ngarai // Hening seperti hutan // Dalam seperti lembah // Lembut seperti awan // Tangguh seperti karang // Sederhana seperti debu // Menyelimuti seperti udara // Hangat seperti matahari // Luas seperti angkasa // Berserakan seperti debu //
Pos ini dipublikasikan di Cuplikan Sejarah, Data dan Fakta, Kolom dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke SEJARAH PENDIRIAN PUSA (PERSATUAN ULAMA SELURUH ACEH)

  1. Ping balik: PARA ULEEBALANG RAJA KECIL DI ACEH DARI MASA KESULTANAN SAMPAI REVOLUSI SOSIAL (1512-1946) | Tengkuputeh

Leave a Reply

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.