Tag Archives: Nusantara

MEMBELI KEBIJAKSANAAN

MEMBELI KEBIJAKSANAAN. Logika adalah alat terbaik untuk mengambil keputusan, namun kita juga dibekali nurani sebagai alat guna mendapatkan kebijaksanaan. Nurani melahirkan kebaikan, dan kebaikan yang tulus itu tak akan pernah seperti api membakar kayu, ia tak akan pernah habis. Continue reading

Rate this:

Advertisements
Posted in Kolom, Mari Berpikir, Opini, Pengembangan diri | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

SALAM KEPADA MALAHAYATI

SALAM KEPADA MALAHAYATI. Tapi ada sebuah hati tak terlalu peduli, ia terluka seperti aku sendiri mempunyainya. Disana ia yang masih terlibat air mata dan darah. Ia dan aku sama, merindukan sang kekasih nan jauh di Selat Malaka. Yang tercinta, Malahayati. Wahai angin, kutitipkan salam untuknya, kuharap disana ia baik-baik saja. Continue reading

Rate this:

Posted in Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

MEMUTUS LINGKARAN KEBENCIAN

LINGKARAN KEBENCIAN. Orang yang penakut pada saat OSPEK ternyata (sering) menjadi sangat garang ketika menjadi mentor, orang yang sangat tersiksa oleh suatu keadaan ternyata kerap menjadi penguasa yang menindas lebih keras dari pendahulunya. Jika seorang untuk mendapat pekerjaan menyogok 100 juta, maka ketika pegang kuasa akan meminta sogokan 200 juta, dan terus berlanjut. Terus membesar menjadi bola salju dari masa ke masa, tidak akan pernah selesai dan akhirnya menjadi lingkaran Kebencian (setan). Continue reading

Rate this:

Posted in Cuplikan Sejarah, Kolom, Mari Berpikir, Opini, Pengembangan diri | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 2 Comments

HIKAYAT SUKU MANTE

Menghilangnya suku Mante dari pusat kosmopolitan Aceh masih misterius, diduga sebagian dari mereka memilih mengembara kepedalaman hutan belantara ketika Aceh mulai memeluk agama Budha pada awal masa dinasti Po Liang. Continue reading

Rate this:

Posted in Kolom, Mari Berpikir, Opini | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Comment

KRITIK KEPADA SULTAN ISKANDAR MUDA

Tetapi ketika mereka diingatkan bahwa semua raja besar Nusantara ini, termasuk Sultan Iskandar Muda dan Sultan Agung, adalah raja-raja yang absolut kekuasaannya, mestinya, juga sewenang-wenang, kok banyak dari mereka naik ampernya. Continue reading

Rate this:

Posted in Cuplikan Sejarah, Kisah-Kisah | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

MOHAMMAD VAN MOEKIM XXII, PEMIMPIN ACEH IDAMAN

Ingat, pemimpin bukan untuk mencari waktu luang. Bukan pula untuk mempersiapkan kerajaan bisnis di luar Aceh. Bukan pula memamerkan gelar akademis, kealiman serta pengalaman yang tak ada hubungannya dengan kemampuan untuk hidup dan mengelola bidaya, adat-istiadat, serta kekayaan alam di Aceh. Continue reading

Rate this:

Posted in Asal Usil, Kolom, Mari Berpikir | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

SENJA DI MALAKA

SENJA DI MALAKA. Sebuah cerita berlatar belakang sejarah penyerangan Kesultanan Aceh Darussalam dibawah pimpinan Sultan Iskandar Muda ke Malaka (Portugis) tahun 1629 yang gagal total. Menurut sumber Portugis, seluruh armada Aceh hancur dengan kehilangan 19.000 prajurit. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Cuplikan Sejarah | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Comment

SYARIAT ISLAM SIAPA TAKUT

Apakah pelaksanaan syariat Islam di Aceh berjalan mulus tanpa hambatan? Tentu masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan segera seperti masih minimnya kemampuan untuk menyentuh hal-hal yang substansial dan hanya menyentuh hal-hal sepele. Syariat Islam bukan hanya razia kan? Continue reading

Rate this:

Posted in Kolom, Mari Berpikir, Opini | Tagged , , , , , , , , , , , , , | 1 Comment

JELAS AKU PANCASILA KARENA AKU BER-KTP MERAH-PUTIH

Maka hari ini, ketika hari Pancasila tiba. Abu hanya ingin mengatakan : “Jelaslah Aku Pancasila karena aku ber-KTP Merah-Putih. Itu tak perlu tanya lagi.” Continue reading

Rate this:

Posted in Asal Usil, Kisah-Kisah | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

RISALAH SANG DURJANA BAGIAN SEMBILAN BELAS

Salah satu dari kapal perang itu ialah kapal perang “Citadel van Antwerpen”. Di atas kapal tersebut adalah menumpang Nieuwenhuyzen, yang memegang jabatan Utusan Pemerintah Belanda ketika itu. Ditangannya, ia membawa sehelai naskah yang berasal dari Pemerintah Belanda, yang menentukan perang atau damainya antara orang Aceh dan orang Belanda. Nieuwenhuyzen mendapat tugas lebih dahulu melakukan “segala daya upaya yang penghabisan” buat mencari kata damai dengan Sultan Aceh. Tapi jika segala ikhtiarnya sia-sia, maka wajiblah ia menyerahkan naskah ini ketangan Sultan Aceh. Isi naskah tersebut adalah pernyataan perang pihak pemerintah Belanda kepada Kesultanan Aceh. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Comment