Tag Archives: Puisi

SYAIR PERAHU OLEH HAMZAH FANSURI

Wahai muda kenali dirimu, ialah perahu tamsil tubuhmu, tiadalah berapa lama hidupmu, ke akhirat jua kekal diammu. Continue reading

Rate this:

Advertisements
Posted in Kolom, Literature, Mari Berpikir, Pengembangan diri, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

JANGAN MENCINTAI LAUTAN

Jangan mencintai lautan, banyak telah tertelan binasa di tubirnya yang dalam. Laut adalah unsur yang sama sekali tanpa kesetiaan. Jangan percaya padanya atau ia akan menghabisimu dengan merendammu. Laut itu gelisah karena cinta. Continue reading

Rate this:

Posted in Kisah-Kisah, Literature, Poetry, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

JIKA HARI INI ADALAH KEMARIN

Ruang dan waktu menyimpan tipu daya bagi mereka yang matanya belum terbuka. Seperti halnya ada kemungkinan bahwa hari ini adalah kemarin, dan ternyata besok (telah) datang tapi kita masih terpaku pada hari ini. Continue reading

Rate this:

Posted in Kisah-Kisah, Kolom, Literature, Mari Berpikir, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

LAUT DAN SENJA

Laut dan senja, kekosongan dan kehampaan mengundang misteri dalam putih sempurna yang sungguh luas, membuat kita merenung, apakah kehidupan di samudera hampa itu dalam waktu yang terus bergulir. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Kolom, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , | 3 Comments

TELATAH YANG PATAH-PATAH

Selalu hidup adalah hasrat, atau ia menghimbau selayaknya fajar, tiap kali didatangi, ia fana, namun disanalah waktu ditetapkan. Shubuh datang, maghrib menjelang kemudian shubuh lagi, tapi repetisi itu tak terasa rutin, tiap menit, tiap jam, dan tiap hari. Continue reading

Rate this:

Posted in Kolom, Literature, Pengembangan diri, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

DENGARLAH SUARA KEMATIAN

DENGARLAH SUARA KEMATIAN Aku melihat awan senja, suatu hari dahulu aku juga memandangi langit yang sama. Bahwa aku dahulu bebas, seperti awan terapung-apung. Hidup dengan bebas, bertempur dengan bebas. Hati yang sulit ditebak bagaikan awan yang tak terjangkau. Karena itulah … Continue reading

Rate this:

Posted in Kisah-Kisah, Kolom, Pengembangan diri, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

MENYINGKAP MAKNA SYAIR KUTINDHIENG SELAKU MANTRA SIHIR ACEH KUNO

MENYINGKAP MAKNA SYAIR KUTINDHIENG SELAKU MANTRA SIHIR ACEH KUNO Syair kutindhieng terdengar begitu etnik dan misterius ketika dinyanyikan dalam bentuk lagu, pengucapan sudah tidak dikenali lagi oleh orang Aceh zaman sekarang. Ada yang mengatakan mantra kutindhieng adalah salah satu mantra … Continue reading

Rate this:

Posted in Asal Usil, Cerita, Cuplikan Sejarah, Kisah-Kisah, Literature, Opini, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 24 Comments

RISALAH SANG DURJANA BAGIAN DUA PULUH TIGA

RISALAH SANG DURJANA BAGIAN DUA PULUH TIGA Gunong Hulumasen, 1894. Aku terkesima, kehilangan kata-kata, terpana. Bagaimana bisa? Wajahnya, senyumnya, lenggak-lenggoknya serupa. Perempuan itu, sebaris alis hitam, dengan hidung mancung mengembang, bibir merah tebal dibawah, dan dagu itu, tidak mungkin terulang. … Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Literature, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 9 Comments

MAMPUKAH PUISI MENGUBAH DUNIA

Mereka yang tebiasa dengan kekuasaan dan aturan memang umumnya sulit memahami puisi, benda ajaib yang lahir dengan tak terduga dari hati. Puisi adalah ungkapan perasaan yang sendu, sakit atau terluka. Puisi biasa dekat kepada mereka yang tertekan perasaaan, disingkirkan dan … Continue reading

Rate this:

Posted in Asal Usil, Cuplikan Sejarah, Kolom, Literature, Mari Berpikir, Opini, Pengembangan diri, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , | 2 Comments

DI TEPIAN PANTAI PULAU BUNTA

DI TEPIAN PANTAI PULAU BUNTA
Bersama langit merah mega-mega tenggelam
Sembilu menghentak kemudian membatu
Digugusan pulau jauh ini
Asing, terasing dan semakin asing Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Photography, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment