Tag Archives: Puisi

HARAP DAMAI

HARAP DAMAI. Sebuah Puisi yang ditulis ketika konflik Aceh sedang berada di titik puncak. Dalam setiap peperangan yang paling menderita, paling sengsara adalah mereka yang lemah dan tak berdaya. Continue reading

Rate this:

Advertisements
Posted in Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

UNTUK SEBUAH SENYUMAN

UNTUK SEBUAH SENYUMAN
Didiri yang semakin terbuang cemas untuk kembali
Merasakan ragu sepanjang waktu dan membisu
Mengumpulkan sisa-sisa keberanian berjuang
Untuk sebuah senyuman terindah Continue reading

Rate this:

Posted in Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

YANG MENGGELANDANG

YANG MENGGELANDANG
Kita mesti pergi pagi-pagi
Sebelum kita kena guyur lagi
Sama pemilik emperan toko ini
Seperti kemarin kita alami Continue reading

Rate this:

Posted in Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 2 Comments

RINDU

RINDU. Mungkin aku merindukannya. Dia yang selalu memberiku semangat sekaligus kebanggaan Aku rindu dia. Setiap kali melihat matanya berbinar-binar seperti anak kecil, aku merasa sebagai pria terbaik.
Continue reading

Rate this:

Posted in Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , | Leave a comment

SALAM KEPADA MALAHAYATI

SALAM KEPADA MALAHAYATI. Tapi ada sebuah hati tak terlalu peduli, ia terluka seperti aku sendiri mempunyainya. Disana ia yang masih terlibat air mata dan darah. Ia dan aku sama, merindukan sang kekasih nan jauh di Selat Malaka. Yang tercinta, Malahayati. Wahai angin, kutitipkan salam untuknya, kuharap disana ia baik-baik saja. Continue reading

Rate this:

Posted in Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

AKU MENCINTAIMU DENGAN SEDERHANA

Aku mencintaimu dengan sederhana, layaknya kasih sayang yang dibawa oleh titik-titik hujan. Yang akan ku bawa kemanapun jua kakiku melangkah. mengingatkan ada hal-hal sederhana yang luar biasa. Continue reading

Rate this:

Posted in Kisah-Kisah, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , | Leave a comment

MENGENAL LEBIH DEKAT POCUT BAREN

Di kota Banda Aceh, ada sebuah jalan yang menghubungkan antara Jambotape dengan Peunayong. Terkenal sebagai pusat perdagangan komputer / elektronik. Jalan Pocut Baren. Siapakah dia? Mungkin kita tidak menemukan namanya dalam daftar pahlawan nasional Republik Indonesia, sehingga sedikit merasa asing. Mengapa namanya ditabalkan menjadi nama sebuah jalan? Continue reading

Rate this:

Posted in Cuplikan Sejarah | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 37 Comments

MENITI JALAN YANG LURUS

Perjalanan yang bercita-cita dalam siradjtul mustaqim (jalan yang lurus) mungkin mudah, tapi juga mungkin tak akan pernah berhasil, tanpa terlebih dahulu menghadapi berbagai macam rintangan. Continue reading

Rate this:

Posted in Kisah-Kisah, Pengembangan diri | Tagged , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

A MAN OF FUTURE

Life like an incarnation in its struggle with uncomprehending, prosaic ordinaries, the eternal conflict between the ideal and the real. Continue reading

Rate this:

Posted in International, Literature, Poetry, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

PERMUFAKATAN PARA BURUNG

Pada suatu hari berkumpullah burung-burung di rimba memperkatakan nasib dan keadaannya. Mereka merasa kecewa melihat kekecewaan dalam masyarakat burung, tiada pemimpin dan penganjur. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Mari Berpikir | Tagged , , , , , , , , , , , , | 14 Comments