Arsip Tag: Gelap

PERISTIWA TERBUNUHNYA TEUKU UMAR

Pada tanggal 11 Februari 1899, Teuku Umar Johan Pahlawan meninggal dunia, gugur sebagai seorang jantan pahlawan yang patut dikenang. Ia yang lazim disebut dengan Teuku Uma atau Teuku Meulaboh tewas di medan jihad 2 kilometer dari Meulaboh (waktu itu) pada jam 8 malam. Baca lebih lanjut

Beri peringkat:

Dipublikasi di Cuplikan Sejarah, Data dan Fakta, Kisah-Kisah, Kolom, Mari Berpikir, Opini | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Komentar

ABU NAWAS MENASEHATI RAJA

Kadang kala ketika merasa sangat dekat kita merasa raja itu adalah seorang teman biasa, dan melupakan bahwa dia adalah raja. Seorang raja dengan kekuasaannya bisa sangat kejam, ada pepatah yang mengatakan, “Tuhan jauh, raja dekat.” Baca lebih lanjut

Beri peringkat:

Dipublikasi di Cerita, Cuplikan Sejarah, Kisah-Kisah, Kolom, Mari Berpikir, Opini, Pengembangan diri | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Meninggalkan komentar

RISALAH SANG DURJANA BAGIAN DUA PULUH TUJUH

Ada juga setan berwajah tanpa dosa, yang tak sungkan memilih berbagai cara untuk menggapai tujuan hasratnya. Baca lebih lanjut

Beri peringkat:

Dipublikasi di Cerita, Cuplikan Sejarah, Kisah-Kisah, Kolom | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 13 Komentar

MENGUNCI MALAM

Malam merupakan penjara bagi sebagian orang, banyak di antara mereka saat itu berada di tempat tidurnya masing-masing, belum tidur masih melek. Terkunci di rumah masing-masing. Baca lebih lanjut

Beri peringkat:

Dipublikasi di Opini, Puisiku | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Meninggalkan komentar

RISALAH SANG DURJANA BAGIAN DUA PULUH ENAM

Kita manusia hanya hidup sementara, di antara kerlip bintang kemudian hilang. Hidup mulia atau mati syahid. Baca lebih lanjut

Beri peringkat:

Dipublikasi di Cerita, Cuplikan Sejarah, Kisah-Kisah | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 15 Komentar

WABAH MANUSIA

Akhirnya wabah berakhir, tak ada nyanyian malam itu. Banyaknya kematian melampaui semua kesedihan. Di bumi ini sudah membekas luka lama sekali akibat perbuatan manusia. Baca lebih lanjut

Beri peringkat:

Dipublikasi di Cerita, Cuplikan Sejarah, Data dan Fakta, Kisah-Kisah, Kolom, Mari Berpikir, Opini, Pengembangan diri | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Meninggalkan komentar

SUNYI

Sebuah malam yang sunyi tanpa suara kita memanggil tuhan dalam sentuhan rindu, dan berharap tangan-Nya merangkul, mengharap yang suci hadir, sebagaimana Nabi Muhammad di gua Hira’. Baca lebih lanjut

Beri peringkat:

Dipublikasi di Kolom, Mari Berpikir, Opini, Pengembangan diri, Puisiku | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Komentar

MEREKONSTRUKSIKAN KEMBALI LETAK ISTANA DARUDDONYA

Melalui penghancuran Istana Daruddonya Belanda ingin menghapus identitas orang Aceh, menjadi manusia baru yang tidak kenal siapa nenek moyangnya, tidak kenal asal usulnya dan merasa rendah diri dihadapan mereka. Sebagai bangsa yang jumawa, Belanda sempat mengabadikan beberapa foto. Bahkan untuk keperluan perang mereka sempat membuat peta, tanpa mereka sadari ini membantu ketika kita ingin merekonstruksi kembali letak istana Daroddonya. Baca lebih lanjut

Beri peringkat:

Dipublikasi di Cuplikan Sejarah, History, Kolom, Mari Berpikir, Opini, Pengembangan diri, Reportase | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 3 Komentar

LOKASI ISTANA KERAJAAN ACEH DULU DAN SEKARANG

Menurut catatan-catatan asing Kesultanan Aceh Darussalam dahulu memiliki istana yang sangat gemilang, Daruddonya yang kemasyhurannya tercatat dalam tinta emas. Namun sekarang istana tersebut seolah tidak memiliki jejak sama sekali hari ini. Dimanakah Istana itu dahulu pernah berdiri? Baca lebih lanjut

Beri peringkat:

Dipublikasi di Cuplikan Sejarah, Data dan Fakta, Kolom, Mari Berpikir, Opini, Pengembangan diri, Reportase | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 8 Komentar

KAYA TANPA HARTA

Saat ini konsep kebahagian yang ditawarkan oleh media adalah kemewahan, pengaruh, populer dan kesehatan. Apakah itu benar? Haruskan kita menelan mentah-mentah konsep itu? Baca lebih lanjut

Beri peringkat:

Dipublikasi di Data dan Fakta, Kisah-Kisah, Kolom, Mari Berpikir, Opini, Pengembangan diri | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Meninggalkan komentar