Tag Archives: Syair

JIKA HARI INI ADALAH KEMARIN

Ruang dan waktu menyimpan tipu daya bagi mereka yang matanya belum terbuka. Seperti halnya ada kemungkinan bahwa hari ini adalah kemarin, dan ternyata besok (telah) datang tapi kita masih terpaku pada hari ini. Continue reading

Rate this:

Advertisements
Posted in Kisah-Kisah, Kolom, Literature, Mari Berpikir, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

LAUT DAN SENJA

Laut dan senja, kekosongan dan kehampaan mengundang misteri dalam putih sempurna yang sungguh luas, membuat kita merenung, apakah kehidupan di samudera hampa itu dalam waktu yang terus bergulir. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Kolom, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , | 2 Comments

TELATAH YANG PATAH-PATAH

TELATAH YANG PATAH-PATAH Masihkah engkau mengingat ketika pertama kali paru-paru isi oleh udara, ketika rahman1) dan rahim2) mengantarkan kau menuju gharib3), dari perantah sampai telatah yang patah-patah, sudahkah engkau kenali jalan yang membetuli insan4) wahai arif budiman? Selalu hidup adalah … Continue reading

Rate this:

Posted in Kolom, Literature, Pengembangan diri, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

DENGARLAH SUARA KEMATIAN

DENGARLAH SUARA KEMATIAN Aku melihat awan senja, suatu hari dahulu aku juga memandangi langit yang sama. Bahwa aku dahulu bebas, seperti awan terapung-apung. Hidup dengan bebas, bertempur dengan bebas. Hati yang sulit ditebak bagaikan awan yang tak terjangkau. Karena itulah … Continue reading

Rate this:

Posted in Kisah-Kisah, Kolom, Pengembangan diri, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

NOVEL KURA KURA BERJANGGUT APA BAGUSNYA

NOVEL KURA KURA BERJANGGUT APA BAGUSNYA Membaca Novel Kura Kura Berjanggut kita “sebaiknya” menjadi seorang anak-anak yang polos menunggu kejutan-kejutan cerita yang muncul ditiap helai halamannya. Nusantara berhutang kepada Azhari Aiyub atas terbitnya novel ini sebagaimana Indonesia beruntung bahwa seorang … Continue reading

Rate this:

Posted in Buku, Cerita, Reportase | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

MENYINGKAP MAKNA SYAIR KUTINDHIENG SELAKU MANTRA SIHIR ACEH KUNO

MENYINGKAP MAKNA SYAIR KUTINDHIENG SELAKU MANTRA SIHIR ACEH KUNO Syair kutindhieng terdengar begitu etnik dan misterius ketika dinyanyikan dalam bentuk lagu, pengucapan sudah tidak dikenali lagi oleh orang Aceh zaman sekarang. Ada yang mengatakan mantra kutindhieng adalah salah satu mantra … Continue reading

Rate this:

Posted in Asal Usil, Cerita, Cuplikan Sejarah, Kisah-Kisah, Literature, Opini, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 21 Comments

RISALAH SANG DURJANA BAGIAN DUA PULUH TIGA

RISALAH SANG DURJANA BAGIAN DUA PULUH TIGA Gunong Hulumasen, 1894. Aku terkesima, kehilangan kata-kata, terpana. Bagaimana bisa? Wajahnya, senyumnya, lenggak-lenggoknya serupa. Perempuan itu, sebaris alis hitam, dengan hidung mancung mengembang, bibir merah tebal dibawah, dan dagu itu, tidak mungkin terulang. … Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Literature, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 9 Comments

MAMPUKAH PUISI MENGUBAH DUNIA

Mereka yang tebiasa dengan kekuasaan dan aturan memang umumnya sulit memahami puisi, benda ajaib yang lahir dengan tak terduga dari hati. Puisi adalah ungkapan perasaan yang sendu, sakit atau terluka. Puisi biasa dekat kepada mereka yang tertekan perasaaan, disingkirkan dan … Continue reading

Rate this:

Posted in Asal Usil, Cuplikan Sejarah, Kolom, Literature, Mari Berpikir, Opini, Pengembangan diri, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , | 2 Comments

DI TEPIAN PANTAI PULAU BUNTA

DI TEPIAN PANTAI PULAU BUNTA
Bersama langit merah mega-mega tenggelam
Sembilu menghentak kemudian membatu
Digugusan pulau jauh ini
Asing, terasing dan semakin asing Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Photography, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

GENDERANG PULANG SANG RAJAWALI

GENDERANG PULANG SANG RAJAWALI. Alkisah, dimasa lalu hiduplah seekor rajawali, ia adalah burung yang kuat, pemangsa yang yang kebanggaannya, bukanlah memburu tikus, melainkan pada “memburu malaikat.” Tetapi, burung yang tinggi hati itu oleh seorang perempuan celaka, Nyonya Dunia menangkapnya. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Kolom, Literature, Mari Berpikir | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 12 Comments