Tag Archives: Kampung

PROSA ALAM GAYO LUES

Puncak Ise-Ise, Gayo Lues tengah tahun 2022. Hari masih pagi, kabut mengantung di depan, di antara pepohonan di bawah dan melayang atas tepi-tepi jurang yang hijau. Disana, dalam jam-jam tenang dan sejuk setelah sang fajar naik sepenggalah, hujan rintik-rintik sudah sedari tadi menyiram pelan-pelan. Sejauh pandang mata yang dapat dituju, yang terlihat adalah bayang-bayang berkabut. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Cuplikan Sejarah, Kisah-Kisah | Tagged , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

MANUSIA ADALAH SAMUDERA

Seperti samudera yang senantiasa terbuka untuk apa saja, suatu pencarian tanpa kegamangan. Mustahil kita menjalani hidup tanpa kesalahan, atau menolak untuk salah. Kesalahan demi kesalahan yang kita kumpulkan justru menandai kegagalan sekaligus keberhasilan kita sebagai manusia. Continue reading

Rate this:

Posted in Kisah-Kisah, Kolom, Mari Berpikir, Pengembangan diri | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

ACEH YANG DILUPAKAN

Mereka-mereka yang memuji kita (sekarang) dapatlah dimaafkan selama mereka tidak tahu apa yang mereka omongkan. Orang-orang Aceh telah kehilangan keperkasaan, kecerdasan, (bahkan) kehormatan. Bendera, adat, bahkan sejarah! Semuanya (sudah) tidak ada. Continue reading

Rate this:

Posted in Cuplikan Sejarah, Opini | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 3 Comments

JANGAN (MUDAH) PERCAYA DENGAN APA YANG KAU BACA

Amaran “Dilarang Pacaran” oleh Pemerintah Kota Banda Aceh. Melanggar Qanun Hukum Jinayah No.6/2014 Continue reading

Rate this:

Posted in Mari Berpikir, Opini | Tagged , , , , , , , , , , , , , | 2 Comments

ALMANAK AKAN TERUS BERGANTI

Tiap kali almanak berganti di situ kita merenungi, dunia ini berjalan dengan waktu. Waktu adalah sesuatu yang fana, mengalir bagaikan air, kadang-kadang berbelok oleh secuil puing, atau oleh hembusan angin sepoi-sepoi. Entah kini, entah nanti. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Kolom, Mari Berpikir | Tagged , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

LEMBU PATAH

Seekor lembu terperosok ke lubang akibat terlalu memandang jauh ke depan, dia lupa bahwasanya ia adalah seekor lembu sahaja. Hewan yang dituntun menuju padang rumput atau dibawakan makanan kepadanya. Seharusnya ia hanya ingin hidup saja, peliharaan tak perlu kebanggaan dan (atau) kehormatan. Continue reading

Rate this:

Posted in Kolom, Mari Berpikir, Opini, Pengembangan diri | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , | 3 Comments

KISAH-KISAH DI BLANG

Di daerah Gayo banyak terdapat “blang” yaitu padang-padang rumput yang kebanyakan ditumbuhi pohon tusam. Akan tetapi jika orang berkata tentang “Blang”, maka yang dimaksud adalah Blangkejeren, jantung daerah Gayo Lues tempat berpucuk kebanyakan sungai besar yang mengalir ke Samudera Hindia. Continue reading

Rate this:

Posted in Kisah-Kisah | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , | 3 Comments

BAJAK LAUT DARI PANTE KUYUN

Hikayat tidak perlu harus ilmiah sebagaimana sejarah, tapi hikayat belum tentu sepenuhnya salah, mungkin ada informasi sejarah yang benar disana, untuk dibuktikan oleh para sejarawan, pada sisi lain sejarah pun tak mesti juga benar. Sebagaimana kepentingan penguasa senantiasa disisipkan selalu dalam sejarah. Ini adalah hikayat yang ditulis ulang, kebenaran (sejati) hanya Allah yang tahu. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Kisah-Kisah | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 2 Comments

BERZIARAH KE MASJID ASAL PENAMPAAN DI BLANGKEJEREN GAYO LUES

Menurut sumber lokal Mesjid Asal Penampaan didirikan pada tahun 815 Hijriah bertepatan dengan 1412 Masehi pada masa Kerajaan Samudera Pasai. Mesjid ini dinamakan Asal karena ia adalah masjid pertama di kawasan Tanah Gayo dan Alas, sebagai asal muasal pendirian masjid di kawasan ini. Continue reading

Rate this:

Posted in Cuplikan Sejarah, Reportase | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 3 Comments

RAJA DEKAT TUHAN JAUH

“Raja Dekat Tuhan Jauh!” Orang Perancis itu, bernama de Beaulieu mencatat kata-kata Lilawangsa, kelak kalimat ini akan muncul pada memoir perjalanannya ke Aceh, ditulis ulang oleh Denys Lombard sebuah buku dengan judul “Kerajaan Aceh Jaman Sultan Iskandar Muda.” Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Cuplikan Sejarah, Kisah-Kisah, Kolom, Mari Berpikir | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 5 Comments