Tag Archives: Kerajaan Lama

SALAM KEPADA MALAHAYATI

SALAM KEPADA MALAHAYATI. Tapi ada sebuah hati tak terlalu peduli, ia terluka seperti aku sendiri mempunyainya. Disana ia yang masih terlibat air mata dan darah. Ia dan aku sama, merindukan sang kekasih nan jauh di Selat Malaka. Yang tercinta, Malahayati. Wahai angin, kutitipkan salam untuknya, kuharap disana ia baik-baik saja. Continue reading

Rate this:

Advertisements
Posted in Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

MEMUTUS LINGKARAN KEBENCIAN

LINGKARAN KEBENCIAN. Orang yang penakut pada saat OSPEK ternyata (sering) menjadi sangat garang ketika menjadi mentor, orang yang sangat tersiksa oleh suatu keadaan ternyata kerap menjadi penguasa yang menindas lebih keras dari pendahulunya. Jika seorang untuk mendapat pekerjaan menyogok 100 juta, maka ketika pegang kuasa akan meminta sogokan 200 juta, dan terus berlanjut. Terus membesar menjadi bola salju dari masa ke masa, tidak akan pernah selesai dan akhirnya menjadi lingkaran Kebencian (setan). Continue reading

Rate this:

Posted in Cuplikan Sejarah, Kolom, Mari Berpikir, Opini, Pengembangan diri | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 2 Comments

HIKAYAT SUKU MANTE

Menghilangnya suku Mante dari pusat kosmopolitan Aceh masih misterius, diduga sebagian dari mereka memilih mengembara kepedalaman hutan belantara ketika Aceh mulai memeluk agama Budha pada awal masa dinasti Po Liang. Continue reading

Rate this:

Posted in Kolom, Mari Berpikir, Opini | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Comment

KRITIK KEPADA SULTAN ISKANDAR MUDA

Tetapi ketika mereka diingatkan bahwa semua raja besar Nusantara ini, termasuk Sultan Iskandar Muda dan Sultan Agung, adalah raja-raja yang absolut kekuasaannya, mestinya, juga sewenang-wenang, kok banyak dari mereka naik ampernya. Continue reading

Rate this:

Posted in Cuplikan Sejarah, Kisah-Kisah | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

SENJA DI MALAKA

SENJA DI MALAKA. Sebuah cerita berlatar belakang sejarah penyerangan Kesultanan Aceh Darussalam dibawah pimpinan Sultan Iskandar Muda ke Malaka (Portugis) tahun 1629 yang gagal total. Menurut sumber Portugis, seluruh armada Aceh hancur dengan kehilangan 19.000 prajurit. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Cuplikan Sejarah | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Comment

RISALAH SANG DURJANA BAGIAN DUA PULUH

Jenderal Kohler, panglima tertinggi angkatan perang Belanda ke Aceh itu gugur. Sebutir peluru Aceh telah menamatkan nyawanya. Tentara Belanda mencoba bertahan, tapi maksud mereka tak berhasil. Karena hari itu orang-orang Aceh berjuang mati-matian. Setelah banyak tentara Belanda yang gugur, maka mereka menghindar lalu lari ke pantai. Dalam hujan lebat mereka naik ke perahu dengan tergesa-gesa, lalu kembali kepangkalannya sekalian kapal-kapal yang sedang berlabuh. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Cuplikan Sejarah | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

RISALAH SANG DURJANA BAGIAN SEMBILAN BELAS

Salah satu dari kapal perang itu ialah kapal perang “Citadel van Antwerpen”. Di atas kapal tersebut adalah menumpang Nieuwenhuyzen, yang memegang jabatan Utusan Pemerintah Belanda ketika itu. Ditangannya, ia membawa sehelai naskah yang berasal dari Pemerintah Belanda, yang menentukan perang atau damainya antara orang Aceh dan orang Belanda. Nieuwenhuyzen mendapat tugas lebih dahulu melakukan “segala daya upaya yang penghabisan” buat mencari kata damai dengan Sultan Aceh. Tapi jika segala ikhtiarnya sia-sia, maka wajiblah ia menyerahkan naskah ini ketangan Sultan Aceh. Isi naskah tersebut adalah pernyataan perang pihak pemerintah Belanda kepada Kesultanan Aceh. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Comment

KESULTANAN ACEH NEGARA BERDAULAT PERTAMA YANG MENGAKUI KEMERDEKAAN REPUBLIK BELANDA DARI KERAJAAN SPANYOL DI TAHUN 1602

Pada akhir abad ke-17 Belanda membebaskan diri dari penjajahan Spanyol, Pangeran Maurits memproklamirkan berdirinya Republik Belanda yang merdeka dan berdaulat. Republik Belanda mengambil keputusan mengadakan hubungan diplomatik dengan Kesultanan Aceh Darussalam. Continue reading

Rate this:

Posted in Cuplikan Sejarah, Data dan Fakta | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Comment

MENGUNJUNGI PAMERAN BATU NISAN ACEH SEBAGAI WARISAN BUDAYA ISLAM DI ASIA TENGGARA

Pada tanggal 9-16 Mei 2017 Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata bekerjasama dengan Mapensa (Masyarakat Peduli Sejarah Aceh) menggelar pameran bertajuk “Batu Nisan Aceh sebagai Warisan Budaya Islam di Asia Tenggara” di Museum Aceh. Pameran batu nisan tersebut memamerkan koleksi asli 18 batu nisan, empat dari Kesultanan Samudera Pasai, tiga dari Kesultanan Lamuri serta 11 koleksi batu nisan dari zaman Kesultanan Aceh Darussalam. Continue reading

Rate this:

Posted in Asal Usil, Cuplikan Sejarah, Reportase | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 8 Comments

OPERASI PENYERGAPAN BELANDA TERHADAP CUT MEUTIA

Kepahlawanan Cut Meutia diperoleh dengan harga yang mahal, nyawa beliau. Ada kisah tragis yang mungkin kita belum lihat kembali, sebuah kisah dimana selaku anak bangsa ini, meneteskan air mata ketika membacanya. Kisah terbunuhnya Cut Meutia di tangan Belanda pada 25 Oktober 1910 di Pucok Krueng Keureuto, Aceh Utara. Continue reading

Rate this:

Posted in Cuplikan Sejarah | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 3 Comments