Tag Archives: Mimpi

SINGA ATJEH BIOGRAPHI SERI SULTAN ISKANDAR MUDA

Maka bacalah buku ini. SINGA ATJEH BIOGRAPHI SULTAN ISKANDAR MUDA agar putra-putri Aceh memiliki pengetahuan tentang dirinya, asal-muasal dirinya serta kisah leluhurnya. Tidak mengetahui apa yang terjadi sebelum engkau lahir berarti engkau selalu menjadi kanak-kanak. Karena apalah arti hidup menusia, kecuali jika hidup itu terjalin dengan hidup para leluhur, melalui catatan sejarah. Continue reading

Rate this:

Advertisements
Posted in Buku, Cuplikan Sejarah, E-Book, Kisah-Kisah, Kolom, Mari Berpikir, Opini, Pengembangan diri, Review | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

NILAI SEORANG MANUSIA

Berjuang setia bagi mimpi, untuk memberikan yang baik bagi dunia meskipun terlihat mustahil, adalah sebuah kegilaan yang memberi nilai seorang manusia. Hidup untuk memberi, mempesona, seperti mengubah kata menjadi puisi. Continue reading

Rate this:

Posted in Kolom, Mari Berpikir, Opini | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

SEORANG TANPA NAMA TANPA GELAR

Wajah seorang pencinta harus menyala, berkilau dan berkobar-kobar bagaikan api. Cinta yang sejati tak mengenal resiko yang menyusul kemudian, dengan cinta, baik dan buruk menjadi tiada. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Literature, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

JANGAN MENCINTAI LAUTAN

Jangan mencintai lautan, banyak telah tertelan binasa di tubirnya yang dalam. Laut adalah unsur yang sama sekali tanpa kesetiaan. Jangan percaya padanya atau ia akan menghabisimu dengan merendammu. Laut itu gelisah karena cinta. Continue reading

Rate this:

Posted in Kisah-Kisah, Literature, Poetry, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

BERBAGI INGATAN

Berbagi Ingat. Sebuah kenangan bisa menjadi surga yang tak ingin kita tinggalkan, tetapi ia juga mungkin neraka yang tak mampu kita hindari. Kenangan, ingatan masa lalu bisa jadi tak sama persis dengan keadaan yang sebenarnya. Tapi sesungguhnya memang begitulah wujud kenangan, yang sebenarnya adalah penafsiran seorang manusia tentang apa yang dia alami. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Kolom, Literature, Mari Berpikir, Pengembangan diri | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

JIKA HARI INI ADALAH KEMARIN

Ruang dan waktu menyimpan tipu daya bagi mereka yang matanya belum terbuka. Seperti halnya ada kemungkinan bahwa hari ini adalah kemarin, dan ternyata besok (telah) datang tapi kita masih terpaku pada hari ini. Continue reading

Rate this:

Posted in Kisah-Kisah, Kolom, Literature, Mari Berpikir, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

TELATAH YANG PATAH-PATAH

Selalu hidup adalah hasrat, atau ia menghimbau selayaknya fajar, tiap kali didatangi, ia fana, namun disanalah waktu ditetapkan. Shubuh datang, maghrib menjelang kemudian shubuh lagi, tapi repetisi itu tak terasa rutin, tiap menit, tiap jam, dan tiap hari. Continue reading

Rate this:

Posted in Kolom, Literature, Pengembangan diri, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

AGAR KEPALA DAN HATI TAK TERBENTUR

Hidup seperti teater, terkadang tak perlu menemukan kebenaran, melainkan menghadapi kesalahan, dan mengatasinya, terkadang dengan sedih, terkadang dengan tertawa, mensyukuri kita masih hidup setidaknya sehari lagi. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Kolom, Mari Berpikir, Pengembangan diri | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

AGAR HIDUP LEBIH TERASA HIDUP

Agar hidup lebih hidup, seharusnya kita tak perlu mempertakuti kematian, akan tetapi selayaknya yang kita takuti adalah tidak pernah berusaha memulai hidup. Continue reading

Rate this:

Posted in Kolom, Mari Berpikir, Opini, Pengembangan diri | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

TEUKU NYAK ARIEF SEORANG YANG TULEN BERANI DAN LURUS SEBAGAI RENCONG ACEH DI VOLKSRAAD

Gelar Rencong Aceh, diberikan oleh beberapa surat kabar nasional kepada Teuku Nyak Arief, khususnya surat kabar terkenal di Hindia Belanda (Indonesia sekarang) kurun waktu 1920-an. Continue reading

Rate this:

Posted in Cuplikan Sejarah, Kolom, Reportase | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 9 Comments