Category Archives: Puisiku

RISALAH SANG DURJANA BAGIAN DUA PULUH SATU

RISALAH SANG DURJANA BAGIAN DUA PULUH SATU. Sungguh tidak memiliki harga diri Belanda itu, mereka adalah bangsa penakut yang terkutuk. Mereka takut akan kekuatan kami yang tak seberapa, rasa takut ini membuat mereka menjadi lemah dan menggunakan cara licik, menyebarkan benih penyakit, hanya untuk memenangkan perang ini, kebanggaan dan kehormatan mereka sebagai manusia sudah tidak ada lagi. Continue reading

Rate this:

Advertisements
Posted in Cerita, Cuplikan Sejarah, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 18 Comments

SEMINGGU SETELAH TSUNAMI ACEH

SEMINGGU SETELAH TSUNAMI ACEH
Bersama orang-orang tegar bersimbah air mata
Bersama kelemahan kami mencoba menguatkan diri
Menatap hari yang akan berlalu terus berganti
Karena kami tidak lemah, kami orang-orang perkasa Continue reading

Rate this:

Posted in Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Comment

SEBUAH KOTAK HITAM

SEBUAH KOTAK HITAM. Ketika lemari tua semakin berdebu dan buku-buku tua tak tersentuh lagi, maka biarkanlah begitu. Aku masih memiliki kotak hitam yang masih dapat kubuka kembali, dengan sandi-sandi yang hanya dapat kusarikan sendiri, sebagai sebuah penanda kenangan. Continue reading

Rate this:

Posted in Kisah-Kisah, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , | 6 Comments

RENUNGAN MALAM

RENUNGAN MALAM
Sunyinya malam bukti kehidupan
Nyanyian alam sendu menyayat
Mengeja kitab suci
Kala insan lelap dalam buaian Continue reading

Rate this:

Posted in Photography, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , | 3 Comments

DIATAS PUING-PUING

Aceh Lon Sayang
Adakah yang tersisa dilangkah kita
Sekian lama terlempar jauh dalam keangkuhan
Menyaksikan puing-puing harapan terkubur
Siratkan dasyatnya taufan badai menjelma Continue reading

Rate this:

Posted in Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Comment

MENANTIKAN BAYANG-BAYANG

MENANTIKAN BAYANG-BAYANG
Dari dulu hingga sekarang
Dalam hati terus mengenang
Mimpi-mimpi yang menggelandang
Tak lepas tak menghilang Continue reading

Rate this:

Posted in Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , | Leave a comment

MENGECOH SANG RAJA

MENGECOH SANG RAJA.
Rajawali terjaga dari tidurnya untuk kemudian dikecoh oleh Cempala Kuneng.
“Mengapa telat Ampon bangun? Tadi pagi ada meuesuraya, berkumpul semua isi rimba.”
“Siapa yang buat kenduri itu? Kenapa kepada aku tiada berita?” Tanya sang Rajawali. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Mari Berpikir, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , | 23 Comments

BULAN DAN BINTANG

BULAN DAN BINTANG
Setangkai mawar biaskan lembayung
Indah merekah harum mewangi
Seiring kenangan akan impian
Akan dirimu di sisiku Continue reading

Rate this:

Posted in Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

NASIB PARA PION

NASIB PARA PION. Pion adalah prajurit, dalam kisah apapun nasibnya tidak dituliskan. Sebagaimana sejarah sedikit menulis keberadaan orang-orang kecil. Tapi mereka adalah jiwa permainan catur, dengan segala kemampuan terbatas, bidak sering menentukan sifat dan hasil permainan. Untuk kemudian dilupakan. Continue reading

Rate this:

Posted in Opini, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 2 Comments

HIDUP

HIDUP
Dan kaki-kaki telanjang ini yang lelah berlari
Lewati kerikil tajam sepanjang jalan
Berpacu dalam lintasan tak berujung Continue reading

Rate this:

Posted in Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment