Arsip Kategori: Puisiku

APA ARTI MASA DEPAN

Aku tidak melanjutkan lagi, andai aku bisa mengetahui masa depan, tapi sayangnya aku tidak pernah tahu. Akan ada masa aku berhenti, dan semua yang ada akan hilang. Baca lebih lanjut

Beri peringkat:

Dipublikasi di Kolom, Pengembangan diri, Puisiku | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Meninggalkan komentar

MENGUNCI MALAM

Malam merupakan penjara bagi sebagian orang, banyak di antara mereka saat itu berada di tempat tidurnya masing-masing, belum tidur masih melek. Terkunci di rumah masing-masing. Baca lebih lanjut

Beri peringkat:

Dipublikasi di Opini, Puisiku | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Meninggalkan komentar

SUNYI

Sebuah malam yang sunyi tanpa suara kita memanggil tuhan dalam sentuhan rindu, dan berharap tangan-Nya merangkul, mengharap yang suci hadir, sebagaimana Nabi Muhammad di gua Hira’. Baca lebih lanjut

Beri peringkat:

Dipublikasi di Kolom, Mari Berpikir, Opini, Pengembangan diri, Puisiku | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Komentar

PEUCUT KHERKOF SUATU MASA

Dari tombak dan kelewang lelaki perkasa. Atau dari rencong lengan halus perempuan mulia. Kalian-kalian yang dikuburkan ini adalah nista. Baca lebih lanjut

Beri peringkat:

Dipublikasi di Cuplikan Sejarah, Kisah-Kisah, Puisiku | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Meninggalkan komentar

SEORANG TANPA NAMA TANPA GELAR

Wajah seorang pencinta harus menyala, berkilau dan berkobar-kobar bagaikan api. Cinta yang sejati tak mengenal resiko yang menyusul kemudian, dengan cinta, baik dan buruk menjadi tiada. Baca lebih lanjut

Beri peringkat:

Dipublikasi di Cerita, Literature, Puisiku | Tag , , , , , , , , , , , , , | 4 Komentar

SYAIR PERAHU OLEH HAMZAH FANSURI

Wahai muda kenali dirimu, ialah perahu tamsil tubuhmu, tiadalah berapa lama hidupmu, ke akhirat jua kekal diammu. Baca lebih lanjut

Beri peringkat:

Dipublikasi di Kolom, Literature, Mari Berpikir, Pengembangan diri, Puisiku | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 3 Komentar

JANGAN MENCINTAI LAUTAN

Jangan mencintai lautan, banyak telah tertelan binasa di tubirnya yang dalam. Laut adalah unsur yang sama sekali tanpa kesetiaan. Jangan percaya padanya atau ia akan menghabisimu dengan merendammu. Laut itu gelisah karena cinta. Baca lebih lanjut

Beri peringkat:

Dipublikasi di Kisah-Kisah, Literature, Poetry, Puisiku | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 4 Komentar

JIKA HARI INI ADALAH KEMARIN

Ruang dan waktu menyimpan tipu daya bagi mereka yang matanya belum terbuka. Seperti halnya ada kemungkinan bahwa hari ini adalah kemarin, dan ternyata besok (telah) datang tapi kita masih terpaku pada hari ini. Baca lebih lanjut

Beri peringkat:

Dipublikasi di Kisah-Kisah, Kolom, Literature, Mari Berpikir, Puisiku | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 5 Komentar

LAUT DAN SENJA

Laut dan senja, kekosongan dan kehampaan mengundang misteri dalam putih sempurna yang sungguh luas, membuat kita merenung, apakah kehidupan di samudera hampa itu dalam waktu yang terus bergulir. Baca lebih lanjut

Beri peringkat:

Dipublikasi di Cerita, Kolom, Puisiku | Tag , , , , , , , , , , , , , , , | 7 Komentar

TELATAH YANG PATAH-PATAH

Selalu hidup adalah hasrat, atau ia menghimbau selayaknya fajar, tiap kali didatangi, ia fana, namun disanalah waktu ditetapkan. Shubuh datang, maghrib menjelang kemudian shubuh lagi, tapi repetisi itu tak terasa rutin, tiap menit, tiap jam, dan tiap hari. Baca lebih lanjut

Beri peringkat:

Dipublikasi di Kolom, Literature, Pengembangan diri, Puisiku | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Meninggalkan komentar