Category Archives: Puisiku

DIATAS PUING-PUING

Aceh Lon Sayang
Adakah yang tersisa dilangkah kita
Sekian lama terlempar jauh dalam keangkuhan
Menyaksikan puing-puing harapan terkubur
Siratkan dasyatnya taufan badai menjelma Continue reading

Rate this:

Advertisements
Posted in Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

MENANTIKAN BAYANG-BAYANG

MENANTIKAN BAYANG-BAYANG
Dari dulu hingga sekarang
Dalam hati terus mengenang
Mimpi-mimpi yang menggelandang
Tak lepas tak menghilang Continue reading

Rate this:

Posted in Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , | Leave a comment

MENGECOH SANG RAJA

MENGECOH SANG RAJA.
Rajawali terjaga dari tidurnya untuk kemudian dikecoh oleh Cempala Kuneng.
“Mengapa telat Ampon bangun? Tadi pagi ada meuesuraya, berkumpul semua isi rimba.”
“Siapa yang buat kenduri itu? Kenapa kepada aku tiada berita?” Tanya sang Rajawali. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Mari Berpikir, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , | 8 Comments

BULAN DAN BINTANG

BULAN DAN BINTANG
Setangkai mawar biaskan lembayung
Indah merekah harum mewangi
Seiring kenangan akan impian
Akan dirimu di sisiku Continue reading

Rate this:

Posted in Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

NASIB PARA PION

NASIB PARA PION. Pion adalah prajurit, dalam kisah apapun nasibnya tidak dituliskan. Sebagaimana sejarah sedikit menulis keberadaan orang-orang kecil. Tapi mereka adalah jiwa permainan catur, dengan segala kemampuan terbatas, bidak sering menentukan sifat dan hasil permainan. Untuk kemudian dilupakan. Continue reading

Rate this:

Posted in Opini, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Comment

HIDUP

HIDUP
Dan kaki-kaki telanjang ini yang lelah berlari
Lewati kerikil tajam sepanjang jalan
Berpacu dalam lintasan tak berujung Continue reading

Rate this:

Posted in Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

HARAP DAMAI

HARAP DAMAI. Sebuah Puisi yang ditulis ketika konflik Aceh sedang berada di titik puncak. Dalam setiap peperangan yang paling menderita, paling sengsara adalah mereka yang lemah dan tak berdaya. Continue reading

Rate this:

Posted in Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , | 1 Comment

UNTUK SEBUAH SENYUMAN

UNTUK SEBUAH SENYUMAN
Didiri yang semakin terbuang cemas untuk kembali
Merasakan ragu sepanjang waktu dan membisu
Mengumpulkan sisa-sisa keberanian berjuang
Untuk sebuah senyuman terindah Continue reading

Rate this:

Posted in Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

YANG MENGGELANDANG

YANG MENGGELANDANG
Kita mesti pergi pagi-pagi
Sebelum kita kena guyur lagi
Sama pemilik emperan toko ini
Seperti kemarin kita alami Continue reading

Rate this:

Posted in Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 2 Comments

RINDU

RINDU. Mungkin aku merindukannya. Dia yang selalu memberiku semangat sekaligus kebanggaan Aku rindu dia. Setiap kali melihat matanya berbinar-binar seperti anak kecil, aku merasa sebagai pria terbaik.
Continue reading

Rate this:

Posted in Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , | Leave a comment