Arsip Kategori: Puisiku

JEJAK LANGKAH

Jejak langkah manusia di dunia ini ibarat tapak-tapak kaki di pasir pantai, kelak akan dihantam gelombang dan menghilang. Baca lebih lanjut

Beri peringkat:

Dipublikasi di Pengembangan diri, Puisiku | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Meninggalkan komentar

SEMERBAK AROMA ANGSANA DI BANDA ACEH

Ini adalah sebuah kota yang menjanjikan kenangan. Banda Aceh sungguh indah, jalan lurus dengan barisan rapi gedung-gedung mungil dan pepohonan angsana yang rindang. Aromanya khas dan kuat selalu memberikan kesan kepada mereka yang datang dan pergi. Baca lebih lanjut

Beri peringkat:

Dipublikasi di Kisah-Kisah, Kolom, Opini, Pengembangan diri, Puisiku | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Meninggalkan komentar

PERAHU BAA MENCAPAI ALIF

Ku pandangi semesta, berharap dan berserah pada wajah-Mu. Aku adalah mim, yang mencoba menggapai perahu baa, guna mencapai alif. Baca lebih lanjut

Beri peringkat:

Dipublikasi di Cerita, Puisiku | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 3 Komentar

APA ARTI MASA DEPAN

Aku tidak melanjutkan lagi, andai aku bisa mengetahui masa depan, tapi sayangnya aku tidak pernah tahu. Akan ada masa aku berhenti, dan semua yang ada akan hilang. Baca lebih lanjut

Beri peringkat:

Dipublikasi di Kolom, Pengembangan diri, Puisiku | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 4 Komentar

MENGUNCI MALAM

Malam merupakan penjara bagi sebagian orang, banyak di antara mereka saat itu berada di tempat tidurnya masing-masing, belum tidur masih melek. Terkunci di rumah masing-masing. Baca lebih lanjut

Beri peringkat:

Dipublikasi di Opini, Puisiku | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Komentar

SUNYI

Sebuah malam yang sunyi tanpa suara kita memanggil tuhan dalam sentuhan rindu, dan berharap tangan-Nya merangkul, mengharap yang suci hadir, sebagaimana Nabi Muhammad di gua Hira’. Baca lebih lanjut

Beri peringkat:

Dipublikasi di Kolom, Mari Berpikir, Opini, Pengembangan diri, Puisiku | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 4 Komentar

PEUCUT KHERKOF SUATU MASA

Dari tombak dan kelewang lelaki perkasa. Atau dari rencong lengan halus perempuan mulia. Kalian-kalian yang dikuburkan ini adalah nista. Baca lebih lanjut

Beri peringkat:

Dipublikasi di Cuplikan Sejarah, Kisah-Kisah, Puisiku | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 2 Komentar

SEORANG TANPA NAMA TANPA GELAR

Wajah seorang pencinta harus menyala, berkilau dan berkobar-kobar bagaikan api. Cinta yang sejati tak mengenal resiko yang menyusul kemudian, dengan cinta, baik dan buruk menjadi tiada. Baca lebih lanjut

Beri peringkat:

Dipublikasi di Cerita, Literature, Puisiku | Tag , , , , , , , , , , , , , | 8 Komentar

SYAIR PERAHU OLEH HAMZAH FANSURI

Wahai muda kenali dirimu, ialah perahu tamsil tubuhmu, tiadalah berapa lama hidupmu, ke akhirat jua kekal diammu. Baca lebih lanjut

Beri peringkat:

Dipublikasi di Kolom, Literature, Mari Berpikir, Pengembangan diri, Puisiku | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 5 Komentar

JANGAN MENCINTAI LAUTAN

Jangan mencintai lautan, banyak telah tertelan binasa di tubirnya yang dalam. Laut adalah unsur yang sama sekali tanpa kesetiaan. Jangan percaya padanya atau ia akan menghabisimu dengan merendammu. Laut itu gelisah karena cinta. Baca lebih lanjut

Beri peringkat:

Dipublikasi di Kisah-Kisah, Literature, Poetry, Puisiku | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 8 Komentar