Kebudayaan

Sejak masa kanak-kanak, rakyat Aceh sudah diberi pelajaran-pelajaran agama. Sebagaimana gambar pada akhir abad ke-19 Masehi ini memperlihatkan sekelompok anak bersama guru mengaji membaca Al-Qur’an.

KEBUDAYAAN MASYARAKAT ACEH

Peribahasa Aceh adalah penjelmaan dari pada corak kebudayaan Aceh. Kehidupan dan cara berpikir masyarakat Aceh pun dapat tercerrriin melalui bahasa dan peribahasanya. Bahasa Aceh sebagai bahasa yang hidup dalam masyarakat, merupakan alat yang paling mantap dan paling tepat untuk berkomunikasi terutama dengan anggota keluarga atau dengan anggota-anggota masyarakat yang berbahasa ibu bahasa Aceh. Peranan bahasa ini cukup luas dalam penghidupan dan kehidupan masyarakatnya. Dalam lingkungan keluarga, Pemerintahan terutama di desa-desa, pergaulan sehari-hari, perdagangan, keagamaan, per-adat-an, pendidikan, pengajaran dan kebudayaan, bahasa Aceh memegang peranan utama di samping bahasa Indonesia. Oleh karena itu maka dalam lingkungan itulah peribahasa Aceh ikut pula memainkan peranannya dalam kehidupan masyarakat Aceh.

Masyarakat Indonesia umumnya dan masyarakat Aceh khususnya selalu memelihara ketinggian budi bahasa. Dan ketinggian budi bahasa ini antara lain dilahirkan dengan penggunaan peribahasa ini. Sesuatu hal yang dianggap sumbang, salah, janggal, melanggar adat atau agama, tidak sepadan atau tidak selaras dengan pandangan masyarakat, tidaklah secara langsung diucapkan melainkan cukup dengan sepatah peribahasa saja. Pihak yang mendengarnya sudah mengerti dan memahaminya.

Memang.kehidupan keperibahasaan dalam masyarakat Aceh tidak sekukuh peranannya seperti masa lampau. Hal ini barang kali alam kehidupan moderen telah menjauhinya dari generasi muda kita. Pendeknya hanya kalangan tua sajalah pada umumnya yang masih menggunakannya di desa-desa atau di kampung-kampung di Aceh.

Peribahasa Aceh adalah kebudayaan daerah Aceh. Sebagai kebudayaan daerah ia merupakan sumber kebudayaan nasional. Oleh karena itu pemeliharaan, pembinaan dan pengembangan kebudayaan Daerah berarti turut pula membina, memelihara dan mengembangkan kebudayaan nasional.

Beberapa artikel tentang Kebudayaan Masyarakat Aceh:

  1. PEREMPUAN ACEH FULL POWER; 4 AGUSTUS 2008;
  2. FILOSOFI GOB; 10 OKTOBER 2011;
  3. GAM CANTOI TIADA; 30 MARET 2013;
  4. SYARIAT ISLAM SIAPA TAKUT; 6 JUNI 2017;
  5. HIKAYAT SUKU MANTE; 5 JULI 2017;
  6. ASAL MUASAL BUDAYA KOPI DI ACEH: 1 AGUSTUS 2017;
  7. MATA UANG EMAS KERAJAAN-KERAJAAN DI ACEH; 19 SEPTEMBER 2017;
  8. AROMA MEMIKAT DARI DAPUR ACEH; 16 OKTOBER 2017;
  9. LEGENDA GAJAH PUTIH SEBAGAI ASAL NAMA KABUPATEN BENER MERIAH; 12 JANUARI 2018;
  10. ACEH PUNGO (ACEH GILA); 8 FEBRUARI 2018;
  11. PERANAN LEMBAGA TUHA PEUETDALAM MASYARAKAT ACEH PADA MASA LAMPAU; 5 MEI 2018;
  12. RINCIAN ISI KANUN MEUKUTA ALAMPERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN KESULTANAN ACEH DARUSSALAM YANG DISUSUN PADA MASA PEMERINTAHAN SULTAN ISKANDAR MUDA; 26 OKTOBER 2018;
  13. CATATAN SEJARAH RANTAI BABI ATAU RANTE BUIDALAM TULISAN YANG DISUSUN KOLONIAL BELANDA; 26 OKTOBER 2018;
  14. PENEMUAN ARCA KEPALA ALALOKITESWARASEBAGAI JEJAK KEBERADAAN PERADABAN AGAMA BUDHA DI ACEH; 18 NOVEMBER 2018;
  15. HADIH MAJA PENGAJARAN SERTA HIBURAN WARISAN LELUHUR; 27 MARET 2019;
  16. HAME ATAU PANTANGAN ORANG ACEH DARI MASA LAMPAU; 19 JUNI 2019;
  17. PERBANDINGAN PENGUCAPAN BAHASA ACEH DENGAN BAHASA INDONESIA; 30 DESEMBER 2019;
  18. BERBAGAI BAHASA DAERAH DI ACEH; 30 JANUARI 2020;
  19. LOKASI ISTANA KERAJAAN ACEH DULU DAN SEKARANG; 27 FEBRUARI 2020;
  20. MEREKONSTRUKSIKAN KEMBALI LETAK ISTANA DARODDONYA; 3 MARET 2020;
  21. LEGENDA DAN MITOS ASAL USUL PENAMAAN PULAU SABANG, GUNUNG SEULAWAH, PANTAI ALUE NAGA DAN KAWASAN ULEE LHEU; 29 Mei 2020;
  22. LEGENDA ASAL USUL GUNUNG GEURUTEE; 1 Juni 2020;
  23. HAMZAH FANSURI PERINTIS SASTRA MELAYU; 4 Juli 2020;