FILOSOFI GOB

 

Dalam budaya, setiap penjaga moral menjadikan “gob” sebagai “hantu” untuk menakuti orang yang dianggap melenceng dari norma yang berlaku umum

FILOSOFI GOB

Gob bisa berarti orang lain. Gob adalah anarsir diluar lingkungan yang mendengarkan, tidak termasuk kepada organ-organ formal dan informal. Gob adalah anarsir bebas yang tak terduga. Gob adalah sekumpulan individu dengan ragam latar belakang yang membentuk pola penjagaan terhadap norma.

Dalam budaya, peran Gob diluar pihak orang tua, tengku Imuem, Geuchik, Camat, Guru, Bupati maupun sekaligus. Gob merupakan gerombolan orang yang bisa jadi tidak mengenal satu sama lain sekalipun. Menguasai moral yaitu hal-hal baik buruk yang diterima umum mengenai perbuatan, sikap, kewajiban, akhlak, budi pekerti dan susila. Gob mengambil tindakan ekstrim yang menghukum berbagai ragam cara, dan tidak selalu frontal tentunya.

Dalam budaya, setiap penjaga moral menjadikan Gob sebagai “hantu” untuk menakuti orang yang dianggap melenceng dari norma yang berlaku umum. Orang tua memperingatkan anaknya, guru menasehati muridnya, Tengku menegur muridnya. Gob dijadikan tameng pelindung untuk menjaga marwah dan wibawa mereka.

Ketika lembaga formal mulai bicara moral, merumuskan norma. Maka secara sistematik peran Gob terkikis. Ibarat senjata Gob menjadi ketinggalan zaman dan kurang terasa gaungnya. Akibatnya masyarakat menjadi permisif terhadap pelanggaran norma.

Gob lebih memahami norma dibandingkan lembaga formal. Pengejawantahan dari turutnya lembaga formal dalam mengatur norma adalah munculnya perangkat, baik itu berupa sumber daya manusia dan peraturan dan itu berlaku statis, disemua tempat dimana lembaga formal itu menaunginya. Dan itu tidak bisa, norma memiliki cakupan wilayah yang terbatas, dan corak yang beragam.

Pengkodifikasian norma malah menjadikannya sebagai hukum. Karena telah resmi dan dianggap mengikat dan dikukuhkan oleh penguasa , pemerintah, atau otoritas melalui lembaga atau institusi hukum. Dan itu menghilangkan esensi norma yang sejatinya selalu berkembang seiring dengan kesepakatan-kesepakatan masyarakat.

Lembaga formal tidak akan pernah bisa mengontrol moral, menjadikan penjaga moral berseragam bukanlah solusi. Aparat tidak bisa menetukan nilai yang dipegang masyarakat yang merupakan salah satu elemen dalam pembentukan moral. Etika sebagai teori dan moral dalam bentuk aplikasi begitu dinamis. Dia bukanlah hukum yang jelas hitam dan putihnya. Dan ketidakmampuan menjalankan wewenang ini akan mengundang bencana.

Masalah yang pertama adalah, ketidakmampuan mengatur norma secara menyeluruh. Lembaga Formal memiliki keterbatasan dalam hukum tata acara dan bersifat kaku. Dalam hal ini suatu yang bersifat kepantasan atau wajar sangat sulit mengukurnya. Dan lembaga formal tak akan memahami apa yang Gob pahami. Dan jelas ini menurunkan kewibawaan Lembaga Formal dihadapan para pendukung penjagaan moral dan membuat apatis bagi yang menentang sistem ini. Intinya Lembaga Formal dalam posisi tersudut.

Masalah yang kedua, munculnya oknum dalam lembaga Formal. Berbeda dengan Gob yang merupakan anarsir bebas, lembaga Formal memiliki seragam atau setidaknya memiliki registrasi. Dan penyimpangan oknum akan lebih mudah terdeteksi, dan nyata-nyata akan membuat menilai lembaga Formal tersebut menjadi bahan olok-olokan dan yang tak terampunkan adalah citra pemerintah sendiri menjadi terpuruk.

Masalah yang ketiga, untuk menjaga citra dan menghindari sanksi akan terjadi kemunafikan massal. Semua pihak akan saling mengerti, bahwa melanggar itu sebuah kelumrahan. Penegakkan akan tetap dilakukan untuk menjaga citra, namun hanya dilakukan kepada mereka kaum kelas bawah. Peraturan hanya ditegakkan kepada yang tak memiliki akses kepada kekuasaan. Yang dengan pasrah menerima penghukuman.

Dan yang paling berbahaya adalah masalah keempat, yaitu munculnya lembaga swadaya pengawasan moral, mengatasnamakan agama ataupun lembaga pendidikan tertentu. Muncul akibat ketidakmampuan lembaga formal mengatasi masalah moral dan didorong kemuakkan atas kemunafikan yang merajalela. Organisasi swadaya ini merupakan sisi gelap Gob yang paling kelam. Organisasi tanpa bentuk dan struktur yang jelas. Cenderung anarkis dan bergerak atas nama panji-panji moral memberangus siapa saja dengan brutal. Namun selalu saja yang biasa menjadi korban adalah golongan kebawah.

Filosofi merupakan pemikiran yang selalu berkembang dari masa ke masa. Dia tidak statis mampu berkembang sesuai perkembangan zaman. Namun ia juga bisa tergerus oleh perkembangan zaman. Bukan hendak melihat kebelakang, namun alangkah baiknya jika kita mampu mengkaji kebijakan leluhur yang dirumuskan oleh para indatu. Dan mampu bertahan sampai berabad-abad lamanya.

Sejarah itu bukan hanya untuk dibanggakan atau dikenang semata, ia memilki nilai pembelajaran. Dimana setiap anak manusia bisa memetik nilai-nilai kebenaran yang tersimpan. Ketidakmampuan melihat secara jernih akan membodohkan, namun secara jernih dapat terlihat kebijaksanaan dari kisah-kisah yang dapat dipetik dari generasi lampau.

Setiap bangunan yang hancur dapat dibangun kembali dalam waktu singkat, namun adat istiadat yang rusak akan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk membangunnya kembali.

“MATEE ANUEK MUPAT JIRAT, MATEE ADAT HANA MUPAT MITA”

Dimuat pada Harian Serambi Indonesia Edisi 9 Oktober 2011.

Artikel lain tentang sejarah Aceh:

  1. PEREMPUAN ACEH FULL POWER 4 AGUSTUS 2008;
  2. MENYUSURI JEJAK DARA PORTUGIS DI ACEH 6 DESEMBER 2008;
  3. TEUKU UMAR PAHLAWAN 11 FEBRUARI 2011;
  4. KEBENARAN YANG SAMAR 28 FEBRUARI 2013;
  5. GAM CANTOI TIADA 30 MARET 2013;
  6. PERANG CUMBOK SEBUAH REVOLUSI SOSIAL DI ACEH (1946-1947) 18 JUNI 2013;
  7. TSUNAMI 26 DESEMBER 2015;
  8. PERADABAN TANPA TULISAN 25 FEBRUARI 2016;
  9. SURAT TENGKU CHIK DI TIRO KEPADA RESIDEN VAN LANGEN AGAR TERCAPAI PERDAMAIAN DALAM PERANG ACEH MAKA BELANDA HARUS MEMELUK AGAMA ISLAM DI TAHUN 1885 4 NOVEMBER 2016;
  10. PARA PENYEBAR KEBOHONGAN 13 NOVEMBER 2016;
  11. MENGUNJUNGI RUMAH PAHLAWAN NASIONAL CUT MEUTIA 17 APRIL 2017;
  12. SAMUDERA PASAI SEBAGAI TITIK TOLAK ISLAM DI ASIA TENGGARA, SEBUAH UPAYA MELAWAN PSEUDO SEJARAH 24 APRIL 2017;
  13. EMAS, KAFIR DAN MAUT 20 APRIL 2017;
  14. MENGENAL LEBIH DEKAT POCUT BAREN 5 MEI 2017;
  15. OPERASI PENYERGAPAN BELANDA TERHADAP CUT MEUTIA 7 MEI 2017;
  16. MENGUNJUNGI PAMERAN BATU NISAN ACEH SEBAGAI WARISAN BUDAYA ISLAM DI ASIA TENGGARA 15 MEI 2017;
  17. KESULTANAN ACEH NEGARA BERDAULAT PERTAMA YANG MENGAKUI KEMERDEKAAN REPUBLIK BELANDA DARI KERAJAAN SPANYOL DI TAHUN 1602 18 MEI 2017;
  18. SYARIAT ISLAM SIAPA TAKUT 6 JUNI 2017;
  19. SENJA DI MALAKA 14 JUNI 2017;
  20. KRITIK KEPADA SULTAN ISKANDAR MUDA 4 JULI 2017;
  21. HIKAYAT SUKU MANTE 5 JULI 2017;
  22. TEUKU NYAK MAKAM, PAHLAWAN ACEH TANPA KEPALA 30 JULI 2017;
  23. ASAL MUASAL BUDAYA KOPI DI ACEH 1 AGUSTUS 2017;
  24. MUSIBAH TENGGELAMNYA KMP GURITA 6 AGUSTUS 2017;
  25. PERANG ACEH, KISAH KEGAGALAN SNOUCK HURGRONJE 7 AGUSTUS 2017;
  26. ACEH DI MATA KOLONIALIS 8 AGUSTUS 2017;
  27. MELUKIS SEJARAH 10 AGUSTUS 2017;
  28. NASIHAT-NASIHAT C. SNOUCK HURGRONJE SEMASA KEPEGAWAIANNYA KEPADA PEMERINTAH HINDIA BELANDA 1889-1936 14 AGUSTUS 2017;
  29. ACEH SEPANJANG ABAD 16 AGUSTUS 2017;
  30. PERANG DI JALAN ALLAH 30 AGUSTUS 2017;
  31. ACEH DAERAH MODAL 7 SEPTEMBER 2017;
  32. 59 TAHUN ACEH MERDEKA DI BAWAH PEMERINTAHAN RATU 12 SEPTEMBER 2017;
  33. KERAJAAN ACEH PADA JAMAN SULTAN ISKANDAR MUDA (1609-1636) 13 SEPTEMBER 2017;
  34. PERISTIWA KEMERDEKAAN DI ACEH 14 SEPTEMBER 2017;
  35. PASAI DALAM PERJALANAN SEJARAH 17 SEPTEMBER 2017;
  36. MATA UANG EMAS KERAJAAN-KERAJAAN DI ACEH 19 SEPTEMBER 2017;
  37. ACEH MENDAKWA 21 SEPTEMBER 2017;
  38. MISI MENCARI MAKAM PARA SULTANAH ACEH 6 OKTOBER 2017;
  39. BERZIARAH KE MAKAM SULTANAH MALIKAH NAHRASYIYAH 8 OKTOBER 2017;
  40. EKSPLOITASI SUMBER DAYA ALAM APAKAH BAGUS UNTUK ACEH 15 OKTOBER 2017;
  41. AROMA MEMIKAT DARI DAPUR ACEH 16 OKTOBER 2017;
  42. TARIKH ACEH DAN NUSANTARA 29 OKTOBER 2017;
  43. PEKUBURAN SERDADU BELANDA PEUCUT KHERKHOF DI BANDA ACEH SEBAGAI SAKSI KEDAHSYATAN PERANG ACEH 11 NOVEMBER 2017;
  44. PEMBERONTAKAN KAUM REPUBLIK KASUS DARUL ISLAM ACEH 17 NOVEMBER 2017;
  45. TUANKU HASYIM WALI NANGGROE YANG DILUPAKAN SEJARAH 19 NOVEMBER 2017;
  46. KOPRS MARSOSE SERDADU PRIBUMI PELAYAN RATU BELANDA 8 DESEMBER 2017;
  47. HIKAYAT-HIKAYAT DARI NEGERI ACEH 16 DESEMBER 2017;
  48. LEGENDA GAJAH PUTIH SEBAGAI ASAL NAMA KABUPATEN BENER MERIAH; 12 JANUARI 2018;
  49. SECANGKIR KOPI DARI ACEH; 22 JANUARI 2018;
  50. ACEH PUNGO (ACEH GILA); 8 FEBRUARI 2018;
  51. SIAPAKAH ORANG ACEH SEBENARNYA; 6 APRIL 2018;
  52. ORANG ACEH DALAM SEJARAH SUMATERA; 15 APRIL 2018;
  53. KETIKA IBNU BATTUTA MELAWAT SAMUDERA PASAI; 16 APRIL 2018;
  54. KISAH HIDUP LAKSAMANA MALAHAYATI; 18 APRIL 2018;
  55. PERANAN LEMBAGA TUHA PEUET DALAM MASYARAKAT ACEH PADA MASA LAMPAU; 5 MEI 2018;
  56. MENYINGKAP MAKNA SYAIR KUTINDHIENG SELAKU MANTRA SIHIR ACEH KUNO; 15 MEI 2018;
  57. SEJARAH KERAJAAN LAMURI; 24 JUNI 2018;
  58. KEBIJAKAN POLITIK ISLAM OLEH SNOUCK HURGRONJE SEBAGAI SARAN KEPADA PEMERINTAH HINDIA BELANDA UNTUK MENGHANCURKAN KEKUATAN ISLAM DI INDONESIA; 25 JUNI 2018;
  59. MASA DEPAN POLITIK DUNIA MELAYU; 28 JULI 2018;

Tentang tengkuputeh

Cepat seperti angin // Tekun seperti hujan // Bergairah seperti api // Diam seperti gunung // Misterius seperti laut // Kejam seperti badai // Anggun seperti ngarai // Hening seperti hutan // Dalam seperti lembah // Lembut seperti awan // Tangguh seperti karang // Sederhana seperti debu // Menyelimuti seperti udara // Hangat seperti matahari // Luas seperti angkasa // Berserakan seperti debu //
Pos ini dipublikasikan di Cuplikan Sejarah, Kolom, Mari Berpikir, Opini, Pengembangan diri dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

111 Balasan ke FILOSOFI GOB

  1. karangsati berkata:

    nice filosofi, bro
    yg sesat macam saya, akan smakin bingung dengan kalau diajak ngomong tentang filosofi hehehe

    • tengkuputeh berkata:

      Hahahaha, jangan sampai kita saling mengklaim bahwa diri kita lebih sesat Kang, nanti makin banyak pengikut aliran sesat. Filosofi ini lebih berlingkup lokal, sesuatu yang hilang dalam pelaksanaan norma di provinsi paling Barat Indonesia…

  2. sari berkata:

    wah keren 🙂

  3. Ping balik: TEUKU NYAK MAKAM, PAHLAWAN ACEH TANPA KEPALA | Tengkuputeh

  4. Ping balik: MENYELUSURI JEJAK DARA PORTUGIS DI ACEH | Tengkuputeh

  5. Ping balik: TEUKU UMAR PAHLAWAN | Tengkuputeh

  6. Ping balik: KEBENARAN YANG SAMAR | Tengkuputeh

  7. Ping balik: PERANG CUMBOK SEBUAH REVOLUSI SOSIAL DI ACEH (1946-1947) | Tengkuputeh

  8. Ping balik: ASAL MUASAL BUDAYA KOPI DI ACEH | Tengkuputeh

  9. Ping balik: HIKAYAT SUKU MANTE | Tengkuputeh

  10. Ping balik: SENJA DI MALAKA | Tengkuputeh

  11. Ping balik: MENGUNJUNGI PAMERAN BATU NISAN ACEH SEBAGAI WARISAN BUDAYA ISLAM DI ASIA TENGGARA | Tengkuputeh

  12. Ping balik: KRITIK KEPADA SULTAN ISKANDAR MUDA | Tengkuputeh

  13. Ping balik: OPERASI PENYERGAPAN BELANDA TERHADAP CUT MEUTIA | Tengkuputeh

  14. Ping balik: PARA PENYEBAR KEBOHONGAN | Tengkuputeh

  15. Ping balik: MENGUNJUNGI RUMAH PAHLAWAN NASIONAL CUT MEUTIA | Tengkuputeh

  16. Ping balik: SAMUDERA PASAI SEBAGAI TITIK TOLAK ISLAM DI ASIA TENGGARA, SEBUAH UPAYA MELAWAN PSEUDO SEJARAH | Tengkuputeh

  17. Ping balik: MUSIBAH TENGGELAMNYA KMP GURITA (1996) | Tengkuputeh

  18. Ping balik: PEREMPUAN ACEH FULL POWER | Tengkuputeh

  19. Ping balik: TSUNAMI | Tengkuputeh

  20. Ping balik: PERADABAN TANPA TULISAN | Tengkuputeh

  21. Ping balik: SURAT TENGKU CHIK DI TIRO KEPADA RESIDEN VAN LANGEN AGAR TERCAPAI PERDAMAIAN DALAM PERANG ACEH MAKA BELANDA HARUS MEMELUK AGAMA ISLAM DI TAHUN 1885 | Tengkuputeh

  22. Ping balik: ACEH DI MATA KOLONIALIS | Tengkuputeh

  23. Ping balik: PERANG ACEH KISAH KEGAGALAN SNOUCK HURGRONJE | Tengkuputeh

  24. Ping balik: NASIHAT-NASIHAT C. SNOUCK HURGRONJE | Tengkuputeh

  25. Ping balik: MELUKIS SEJARAH | Tengkuputeh

  26. Ping balik: ACEH SEPANJANG ABAD | Tengkuputeh

  27. Ping balik: PERANG DI JALAN ALLAH | Tengkuputeh

  28. Ping balik: ACEH DAERAH MODAL | Tengkuputeh

  29. Ping balik: GAM CANTOI TIADA | Tengkuputeh

  30. Ping balik: EMAS, KAFIR DAN MAUT | Tengkuputeh

  31. Ping balik: MENGENAL LEBIH DEKAT POCUT BAREN | Tengkuputeh

  32. Ping balik: SYARIAT ISLAM SIAPA TAKUT | Tengkuputeh

  33. Ping balik: 59 TAHUN ACEH MERDEKA Dl BAWAH PEMERINTAHAN RATU | Tengkuputeh

  34. Ping balik: 59 TAHUN ACEH MERDEKA DI BAWAH PEMERINTAHAN RATU | Tengkuputeh

  35. Ping balik: KERAJAAN ACEH JAMAN SULTAN ISKANDAR MUDA (1607-1636) | Tengkuputeh

  36. Ping balik: PERISTIWA KEMERDEKAAN DI ACEH | Tengkuputeh

  37. Ping balik: PASAI DALAM PERJALANAN SEJARAH | Tengkuputeh

  38. Ping balik: KESULTANAN ACEH NEGARA BERDAULAT PERTAMA YANG MENGAKUI KEMERDEKAAN REPUBLIK BELANDA DARI KERAJAAN SPANYOL DI TAHUN 1602 | Tengkuputeh

  39. Ping balik: MATA UANG EMAS KERAJAAN-KERAJAAN DI ACEH | Tengkuputeh

  40. Ping balik: ATJEH MENDAKWA | Tengkuputeh

  41. Ping balik: MISI MENCARI MAKAM PARA SULTANAH ACEH | Tengkuputeh

  42. Ping balik: BERZIARAH KE MAKAM SULTANAH MALIKAH NAHRASYIYAH | Tengkuputeh

  43. Ping balik: EKSPLORASI SUMBER DAYA ALAM APAKAH BAGUS UNTUK ACEH | Tengkuputeh

  44. Ping balik: EKSPLOITASI SUMBER DAYA ALAM APAKAH BAGUS UNTUK ACEH | Tengkuputeh

  45. Ping balik: AROMA MEMIKAT DARI DAPUR ACEH | Tengkuputeh

  46. Ping balik: TARIKH ACEH DAN NUSANTARA | Tengkuputeh

  47. Ping balik: PEKUBURAN SERDADU BELANDA PEUCUT KHERKHOF DI BANDA ACEH SEBAGAI SAKSI KEDAHSYATAN PERANG ACEH | Tengkuputeh

  48. Ping balik: PEMBERONTAKAN KAUM REPUBLIK KASUS DARUL ISLAM ACEH | Tengkuputeh

  49. Ping balik: TUANKU HASYIM WALI NANGGROE YANG DILUPAKAN SEJARAH | Tengkuputeh

  50. Ping balik: KORPS MARSOSE, PASUKAN PRIBUMI PELAYAN RATU BELANDA | Tengkuputeh

  51. Ping balik: KORPS MARSOSE, SERDADU PRIBUMI PELAYAN RATU BELANDA | Tengkuputeh

  52. Ping balik: HIKAYAT-HIKAYAT DARI NEGERI ACEH | Tengkuputeh

  53. Ping balik: LEGENDA GAJAH PUTIH SEBAGAI ASAL NAMA KABUPATEN BENER MERIAH | Tengkuputeh

  54. Ping balik: SECANGKIR KOPI DARI ACEH | Tengkuputeh

  55. Ping balik: ACEH PUNGO (ACEH GILA) | Tengkuputeh

  56. Ping balik: MENGUNJUNGI RUMAH PAHLAWAN NASIONAL CUT MEUTIA - TengkuputehTengkuputeh

  57. Ping balik: MUSIBAH TENGGELAMNYA KMP GURITA (1996) - TengkuputehTengkuputeh

  58. Ping balik: KETIKA IBNU BATTUTA MELAWAT SAMUDERA PASAI | TengkuputehTengkuputeh

  59. Ping balik: PEREMPUAN ACEH FULL POWER | TengkuputehTengkuputeh

  60. Ping balik: TEUKU UMAR PAHLAWAN | TengkuputehTengkuputeh

  61. Ping balik: KISAH HIDUP LAKSAMANA MALAHAYATI | TengkuputehTengkuputeh

  62. Ping balik: MENYELUSURI JEJAK DARA PORTUGIS DI ACEH | TengkuputehTengkuputeh

  63. Ping balik: PERANAN LEMBAGA TUHA PEUET DALAM MASYARAKAT ACEH PADA MASA LAMPAU | Tengkuputeh

  64. Ping balik: MENYINGKAP MAKNA SYAIR KUTINDHIENG SELAKU MANTRA SIHIR ACEH KUNO | TengkuputehTengkuputeh

  65. Ping balik: BERZIARAH KE MAKAM SULTANAH MALIKAH NAHRASYIYAH | TengkuputehTengkuputeh

  66. Ping balik: PARA PENYEBAR KEBOHONGAN | TengkuputehTengkuputeh

  67. Ping balik: EDISI KHUSUS SERI PAHLAWAN NASIONAL PRANGKO 100 TAHUN CUT NYAK DHIEN | TengkuputehTengkuputeh

  68. Ping balik: MELUKIS SEJARAH | TengkuputehTengkuputeh

  69. Ping balik: NASIHAT-NASIHAT C. SNOUCK HURGRONJE | TengkuputehTengkuputeh

  70. Ping balik: GAM CANTOI TIADA | TengkuputehTengkuputeh

  71. Ping balik: MEMOAR PANGLIMA POLEM CATATAN SEORANG PEJUANG PERINTIS KEMERDEKAAN INDONESIA | TengkuputehTengkuputeh

  72. Ping balik: PUTROE PHANG JULUKAN DARI TENGKU KAMALIAH SEORANG PUTRI KESULTANAN PAHANG | TengkuputehTengkuputeh

  73. Ping balik: HIKAYAT-HIKAYAT DARI NEGERI ACEH | TengkuputehTengkuputeh

  74. Ping balik: KISAH HIDUP LAKSAMANA MALAHAYATI | Tengkuputeh

  75. Ping balik: PERANAN LEMBAGA TUHA PEUT DALAM MASYARAKAT ACEH PADA MASA LAMPAU | Tengkuputeh

  76. Ping balik: MASA DEPAN POLITIK DUNIA MELAYU | Tengkuputeh

  77. Ping balik: SEJARAH PARTAI KOMUNIS INDONESIA DI ACEH | Tengkuputeh

  78. Ping balik: KEJATUHAN SANG (MANTAN) PEJUANG | Tengkuputeh

  79. Ping balik: KEBIJAKAN POLITIK ISLAM OLEH SNOUCK HURGRONJE SEBAGAI SARAN KEPADA PEMERINTAH HINDIA BELANDA UNTUK MENGHANCURKAN KEKUATAN ISLAM DI INDONESIA | Tengkuputeh

  80. Ping balik: SEJARAH KERAJAAN LAMURI | Tengkuputeh

  81. Ping balik: MENYINGKAP MAKNA SYAIR KUTINDHIENG SELAKU MANTRA SIHIR ACEH KUNO | Tengkuputeh

  82. Ping balik: BERZIARAH KE MAKAM SULTANAH MALIKAH NAHRASYIYAH | Tengkuputeh

  83. Ping balik: PEMBERONTAKAN KAUM REPUBLIK KASUS DARUL ISLAM ACEH | Tengkuputeh

  84. Ping balik: PERANG CUMBOK SEBUAH REVOLUSI SOSIAL DI ACEH (1946-1947) | Tengkuputeh

  85. Ping balik: PEKUBURAN SERDADU BELANDA PEUCUT KHERKHOF DI BANDA ACEH SEBAGAI SAKSI KEDAHSYATAN PERANG ACEH | Tengkuputeh

  86. Ping balik: MEMOAR PANGLIMA POLEM CATATAN SEORANG PEJUANG PERINTIS KEMERDEKAAN INDONESIA | Tengkuputeh

  87. Ping balik: ABU NAWAS MENASEHATI RAJA | Tengkuputeh

  88. Ping balik: KETIKA ACEH MENGAKUI KEMERDEKAAN BELANDA | Tengkuputeh

  89. Ping balik: SURAT TENGKU CHIK DI TIRO | Tengkuputeh

  90. Ping balik: KEBIJAKAN POLITIK ISLAM OLEH SNOUCK HURGRONJE | Tengkuputeh

  91. Ping balik: LEGENDA GAJAH PUTIH BENER MERIAH | Tengkuputeh

  92. Ping balik: PERANAN TUHA PEUT DALAM MASYARAKAT ACEH | Tengkuputeh

  93. Ping balik: GUGURNYA CUT MUTIA | Tengkuputeh

  94. Ping balik: KERAJAAN TEUNOM SUATU MASA | Tengkuputeh

  95. Ping balik: KRONOLOGI GUGURNYA CUT MUTIA | Tengkuputeh

  96. Ping balik: EKSPEDISI BELANDA KE GAYO 1904 | Tengkuputeh

  97. Ping balik: ORANG ACEH DALAM SEJARAH SUMATERA | Tengkuputeh

  98. Ping balik: PUTROE PHANG PUTRI PAHANG | Tengkuputeh

  99. Ping balik: TUANKU HASYIM WALI NANGGROE YANG DILUPAKAN SEJARAH | Tengkuputeh

  100. Ping balik: EKSPLOITASI SUMBER DAYA ALAM APAKAH BAGUS UNTUK ACEH | Tengkuputeh

  101. Ping balik: TUHA PEUT DALAM MASYARAKAT ACEH | Tengkuputeh

  102. Ping balik: SULTANAH MALIKAH NAHRASYIYAH | Tengkuputeh

  103. Ping balik: BATU NISAN ACEH SEBAGAI WARISAN BUDAYA ISLAM | Tengkuputeh

  104. Ping balik: PENYEBAB KEMUNDURAN PERADABAN ISLAM | Tengkuputeh

  105. Ping balik: PERANG ACEH KISAH KEGAGALAN SNOUCK HURGRONJE | Tengkuputeh

  106. Ping balik: MUSIBAH TENGGELAMNYA KMP GURITA (1996) | Tengkuputeh

  107. Ping balik: MENGUNJUNGI RUMAH PAHLAWAN NASIONAL CUT MEUTIA | Tengkuputeh

  108. Ping balik: KORPS MARSOSE SERDADU PRIBUMI PELAYAN RATU BELANDA | Tengkuputeh

  109. Ping balik: KETIKA IBNU BATTUTA MELAWAT SAMUDERA PASAI | Tengkuputeh

  110. Ping balik: EDISI KHUSUS SERI PAHLAWAN NASIONAL PRANGKO 100 TAHUN CUT NYAK DHIEN | Tengkuputeh

Leave a Reply

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.