LEGENDA GAJAH PUTIH BENER MERIAH

Di hutan belantara Bener Meriah bertapa. Ia meminta dirinya diubah menjadi gajah putih.

LEGENDA GAJAH PUTIH SEBAGAI ASAL NAMA KABUPATEN BENER MERIAH

Dahulu kala di negeri Antara hiduplah seorang pemuda tampan bernama Sengeda. Dia adalah putra dari Raja Linge. Sengeda adalah seorang pemuda yang santun, cerdas dan rendah hati. Ia sangat dicintai oleh rakyatnya dan dihormati oleh putra-putra raja lainnya.

Sebenarnya Sangeda memiliki seorang abang yang bernama Bener Meriah. Ia melarikan diri ke hutan karena difitnah hendak menentang raja. Ia merasa sedih jauh dari sanak keluarga. Di hutan belantara ia bertapa. Ia meminta dirinya diubah menjadi gajah putih. Ia melakukan hal itu agar dapat diterima kembali oleh keluarga besarnya.

Sementara itu, pada suatu malam, Sengeda bermimpi tentang seekor gajah putih. Gajah tersebut mengamuk dan mengobrak-abrik kerajaan Linge. Dalam mimpinya juga ia bermimpi bertemu dengen Reje, gurunya. Sangeda yakin, gajah putih itu adalah jelmaan abang kandungnya. Oleh karena itu, sang guru mengajarkan bagaimana cara menjinakkan gajah tanpa membunuhnya.

Sangeda segera terbangun dari tidurnya, ia menghapalkan gerakan-gerakan yang diajarkan oleh gurunya di dalam mimpi. Awalnya memang seperti gerakan bela diri, mirip apa yang pernah ia pelajari di Bukit Gelang Gele. Tetapi semakin lama ia bergerak, ia terlihat seperti menari. Tarian inilah kelak disebut dengan “Tari Guel”.

Keesokan harinya, kehebohan terjadi Kerajaan Linge. Seekor gajah putih mengamuk di alun-alun kerajaan. Para penduduk melempari dan menyoraki gajah itu sejak masuk pintu gerbang kerajaan, sampai ke alun-alun. Raja memerintahkan kepada para prajurit kerajaan agar memanggil semua pawang dan orang sakti untuk menjinakkan si gajah. Namun, seluruh benda tajam dan ilmu kesaktian yang digunakan tak mampu membuat gajah putih itu bergeming.

Sangeda merasa sedih. Ia tahu bahwa gajah putih tersebut adalah jelmaan dari abang kandungnya, lalu ia menghadap ayah kandungnya. “Ayahanda, izinkan ananda menjinakkan si gajah putih,” kata Sengeda. “Benarkah?” Kata raja ragu. “Dengan izin Allah, dan restu ayahanda,” Sengeda meyakinkan.

Sengeda berangkat ke alun-alun diiringi teman-teman seperguruannya. Ia menaiki gajah hitam dengan diikuti Reje, gurunya. Sengeda memerintahkan para penduduk kerajaan Linge untuk tidak menyerang gajah putih. Ia meminta rakyat menabuh bunyi-bunyian. Tambur (dalam bahasa Gayo: tamur), canag (gamelan), gegedem (rapa’i atau rebana), sampai gong, semua ditabuh. Para ibu diminta memukul lesung padi atau jingki. Bunyi-bunyian itu akhirnya dapat menenangkan si gajah putih. Lalu, tiga puluh pemuda yang berasal dari berbagai desa diperintahkan untuk membentuk setengah lingkaran mengelilingi gajah putih sambil bertepuk tangan dengan irama yang beraturan dan memuji kebaikan-kebaikan Bener Meriah.

Gajah Putih menari Tarian Puel dengan gerakan maju mundur, gerakan ini di kemudian hari dikenal sebagai gerakan tari Redep.

Perlahan-lahan Sengeda bergerak menari dengan irama yang agak perlahan. Gajah putih itu mulai bangkiy dan bergerak maju mundur di tempat. Lambat-laun gerak tari terasa berirama gembira. Gerakan ini di kemudian hari dikenal sebagai gerakan tari Redep. Gajah putih mulai berjalan, mengikuti Sangeda. Lalu, irama musik semakin riang gembira dan kencang dyang disebut Cicang Nangka.

Berjalanlah gajah putih ke istana. Raja Linge telah berdiri di pintu (umah pitu ruang) untuk menyembut si gajah putih. Ine atau ibu dari Sengeda dan Bener Meriah bersebuka atau menatap dengan keharuan menyambut anaknya. Di depan Raja Linge, gajah putih menunduk dan menghormat layaknya seorang anak sujud pada orang tua. Air mata mengalir dari kedua belah matanya.

Sengeda menceritakan siapa sesungguhnya gajah putih ini. “Ayah, Bunda, sebenarnya gajah putih ini adalah kakanda Bener Meriah. Dia meminta dirinya diubah menjadi gajah putih karena malu atas fitnah, kini ia ingin kembali ke tengah keluarga,” maka terharulah Raja Linge dan permaisurinya.

Kabar keberadaan gajah putih yang sakti tersebar sampai ke ibu kota Kesultanan Aceh Darussalam. Sultan Aceh sangat tertarik, maka beliau meminta Kerajaan Linge agar memberikan gajah putih itu kepada Sultan Aceh.

Gajah putih dipelihara sebagai kesayangan dan dijadikan simbol oleh Kesultanan Aceh Darussalam.

Dengan berat hati, akhirnya Raja Linge menyerahkan si gajah putih kepada Sultan Aceh. Sejak itu, gajah putih dipelihara sebagai kesayangan Kesultanan Aceh Darussalam. Saat ini nama Bener Meriah dijadikan sebagai nama sebuah Kabupaten di Aceh, pemekaran dari Aceh Tengah. Gajah Putih (Gajah Puteh) dijadikan simbol ksatria Kodam I Iskandar Muda di Provinsi Aceh. Sikap Bener Meriah dalam menjaga kehormatan diri dan keluarga dilambangkan dengan rencong (badik) yang terselip di pinggang mempelai pria ketika melaksanakan resepsi pernikahan.

XXX

Artikel-artikel tentang Aceh:

  1. PEREMPUAN ACEH FULL POWER 4 AGUSTUS 2008;
  2. MENYUSURI JEJAK DARA PORTUGIS DI ACEH 6 DESEMBER 2008;
  3. TEUKU UMAR PAHLAWAN 11 FEBRUARI 2011;
  4. FILOSOFI GOB 10 OKTOBER 2011;
  5. KEBENARAN YANG SAMAR 28 FEBRUARI 2013;
  6. GAM CANTOI TIADA 30 MARET 2013;
  7. PERANG CUMBOK SEBUAH REVOLUSI SOSIAL DI ACEH (1946-1947) 18 JUNI 2013;
  8. TSUNAMI 26 DESEMBER 2015;
  9. PERADABAN TANPA TULISAN 25 FEBRUARI 2016;
  10. SURAT TENGKU CHIK DI TIRO KEPADA RESIDEN VAN LANGEN AGAR TERCAPAI PERDAMAIAN DALAM PERANG ACEH MAKA BELANDA HARUS MEMELUK AGAMA ISLAM DI TAHUN 1885 4 NOVEMBER 2016;
  11. PARA PENYEBAR KEBOHONGAN 13 NOVEMBER 2016;
  12. MENGUNJUNGI RUMAH PAHLAWAN NASIONAL CUT MEUTIA 17 APRIL 2017;
  13. SAMUDERA PASAI SEBAGAI TITIK TOLAK ISLAM DI ASIA TENGGARA, SEBUAH UPAYA MELAWAN PSEUDO SEJARAH 24 APRIL 2017;
  14. EMAS, KAFIR DAN MAUT 20 APRIL 2017;
  15. MENGENAL LEBIH DEKAT POCUT BAREN 5 MEI 2017;
  16. OPERASI PENYERGAPAN BELANDA TERHADAP CUT MEUTIA 7 MEI 2017;
  17. MENGUNJUNGI PAMERAN BATU NISAN ACEH SEBAGAI WARISAN BUDAYA ISLAM DI ASIA TENGGARA 15 MEI 2017;
  18. KESULTANAN ACEH NEGARA BERDAULAT PERTAMA YANG MENGAKUI KEMERDEKAAN REPUBLIK BELANDA DARI KERAJAAN SPANYOL DI TAHUN 1602 18 MEI 2017;
  19. SYARIAT ISLAM SIAPA TAKUT 6 JUNI 2017;
  20. SENJA DI MALAKA 14 JUNI 2017;
  21. KRITIK KEPADA SULTAN ISKANDAR MUDA 4 JULI 2017;
  22. HIKAYAT SUKU MANTE 5 JULI 2017;
  23. TEUKU NYAK MAKAM, PAHLAWAN ACEH TANPA KEPALA 30 JULI 2017;
  24. ASAL MUASAL BUDAYA KOPI DI ACEH 1 AGUSTUS 2017;
  25. MUSIBAH TENGGELAMNYA KMP GURITA 6 AGUSTUS 2017;
  26. PERANG ACEH, KISAH KEGAGALAN SNOUCK HURGRONJE 7 AGUSTUS 2017;
  27. ACEH DI MATA KOLONIALIS 8 AGUSTUS 2017;
  28. MELUKIS SEJARAH 10 AGUSTUS 2017;
  29. NASIHAT-NASIHAT C. SNOUCK HURGRONJE SEMASA KEPEGAWAIANNYA KEPADA PEMERINTAH HINDIA BELANDA 1889-1936 14 AGUSTUS 2017;
  30. ACEH SEPANJANG ABAD 16 AGUSTUS 2017;
  31. PERANG DI JALAN ALLAH 30 AGUSTUS 2017;
  32. ACEH DAERAH MODAL 7 SEPTEMBER 2017;
  33. 59 TAHUN ACEH MERDEKA DI BAWAH PEMERINTAHAN RATU 12 SEPTEMBER 2017;
  34. KERAJAAN ACEH PADA JAMAN SULTAN ISKANDAR MUDA (1609-1636) 13 SEPTEMBER 2017;
  35. PERISTIWA KEMERDEKAAN DI ACEH 14 SEPTEMBER 2017;
  36. PASAI DALAM PERJALANAN SEJARAH 17 SEPTEMBER 2017;
  37. MATA UANG EMAS KERAJAAN-KERAJAAN DI ACEH 19 SEPTEMBER 2017;
  38. ACEH MENDAKWA 21 SEPTEMBER 2017;
  39. MISI MENCARI MAKAM PARA SULTANAH ACEH 6 OKTOBER 2017;
  40. BERZIARAH KE MAKAM SULTANAH MALIKAH NAHRASYIYAH 8 OKTOBER 2017;
  41. EKSPLOITASI SUMBER DAYA ALAM APAKAH BAGUS UNTUK ACEH 15 OKTOBER 2017;
  42. AROMA MEMIKAT DARI DAPUR ACEH 16 OKTOBER 2017;
  43. TARIKH ACEH DAN NUSANTARA 29 OKTOBER 2017;
  44. PEKUBURAN SERDADU BELANDA PEUCUT KHERKHOF DI BANDA ACEH SEBAGAI SAKSI KEDAHSYATAN PERANG ACEH 11 NOVEMBER 2017;
  45. PEMBERONTAKAN KAUM REPUBLIK KASUS DARUL ISLAM ACEH 17 NOVEMBER 2017;
  46. TUANKU HASYIM WALI NANGGROE YANG DILUPAKAN SEJARAH 19 NOVEMBER 2017;
  47. KOPRS MARSOSE SERDADU PRIBUMI PELAYAN RATU BELANDA 8 DESEMBER 2017;
  48. HIKAYAT-HIKAYAT DARI NEGERI ACEH 16 DESEMBER 2017;
  49. SECANGKIR KOPI DARI ACEH; 22 JANUARI 2018;
  50. ACEH PUNGO (ACEH GILA); 8 FEBRUARI 2018;
  51. SIAPAKAH ORANG ACEH SEBENARNYA; 6 APRIL 2018;
  52. ORANG ACEH DALAM SEJARAH SUMATERA; 15 APRIL 2018;
  53. KETIKA IBNU BATTUTA MELAWAT SAMUDERA PASAI; 16 APRIL 2018;
  54. KISAH HIDUP LAKSAMANA MALAHAYATI; 18 APRIL 2018;
  55. PERANAN LEMBAGA TUHA PEUET DALAM MASYARAKAT ACEH PADA MASA LAMPAU; 5 MEI 2018;
  56. MENYINGKAP MAKNA SYAIR KUTINDHIENG SELAKU MANTRA SIHIR ACEH KUNO; 15 MEI 2018;
  57. SEJARAH KERAJAAN LAMURI; 24 JUNI 2018;
  58. KEBIJAKAN POLITIK ISLAM OLEH SNOUCK HURGRONJE SEBAGAI SARAN KEPADA PEMERINTAH HINDIA BELANDA UNTUK MENGHANCURKAN KEKUATAN ISLAM DI INDONESIA; 25 JUNI 2018;
  59. MASA DEPAN POLITIK DUNIA MELAYU; 28 JULI 2018;

XXX

Katalog Cerita Pendek:

  1. Sebentuk Harta; 10 Agustus 2008;
  2. Elegi Pagi Hari, Sebuah Cerpen; 13 Agustus 2008;
  3. Keindahan Sang Rembulan; 5 September 2008;
  4. Ketidakagungan Cinta; 10 Oktober 2008;
  5. Tempat Tiada Kembali; 13 Oktober 2008;
  6. Pada Pandangan Pertama; 18 Oktober 2008;
  7. Aku Tak Mengerti Kamu; 24 Oktober 2008;
  8. Mengenang Sebuah Perjalanan Cinta; 3 November 2008;
  9. Selamanya; 14 Desember 2008;
  10. Ode Seorang Bujang; 17 Desember 2008;
  11. Sepucuk Surat Untuk Lisa; 1 Januari 2009;
  12. Wasiat Teruntuk Adinda Malin Kundang; 4 Februari 2009;
  13. Tidak Sedang Mencari Cinta; 23 Februari 2009;
  14. Hanyalah Lelaki Biasa; 6 April 2009;
  15. Wasiat Hang Tuah; 29 Mei 2009;
  16. Ode Seekor Elang; 8 Juni 2009;
  17. Tak Ada Apa Apa; 7 Oktober 2009;
  18. The Last Gentleman; 4 Desember 2009;
  19. Renungan Majnun Seorang Penarik Cukai; 31 Mei 2010
  20. Yang Tak Akan Kembali; 10 Juni 2010;
  21. Kisah Sebelum Sang Pengeran Selesai; 5 Juli 2010;
  22. Penyihir Terakhir; 15 Maret 2011;
  23. Santiago Sang Pelaut; 23 Maret 2012;
  24. Iblis Namec Vs Manusia Saiya; 6 April 2012;
  25. Ashura; 13 Februari 2013;
  26. Selamat Tinggal Andalusia; 10 Maret 2013;
  27. Narsis Yang Berbeda; 28 April 2013;
  28. Istana Kosong; 4 Juni 2013;
  29. Bangsawan Pandir; 10 Juni 2013;
  30. Kematian Bhisma; 15 Juni 2013;
  31. Badai Sejarah; 29 Juli 2013;
  32. Cerita Cinta; 7 Agustus 2013;
  33. Perjalanan; 29 November 2013;
  34. Jaring Kamalanga; 29 Desember 2013;
  35. Lelaki Sungai; 19 Januari 2014;
  36. Dragon Dialog; 13 November 2014;
  37. Persahabatan Kambing Dan Serigala; 19 Desember 2014;
  38. Pesan Kepada Penguasa; 17 Januari 2015;
  39. Bagaimana Mengubah Timah Hitam Menjadi Emas; 11 April 2015;
  40. Setelah Revolusi Selesai; 6 Oktober 2016;
  41. Harlequin Dan Pohon Harapan; 30 Oktober 2016;
  42. Permufakatan Para Burung; 5 Januari 2017;
  43. Kepada Cinta Yang Berumur Seminggu; 13 April 2017;
  44. Senja Di Malaka; 14 Juni 2017;
  45. Mengecoh Sang Raja; 17 Oktober 2017;
  46. Wawancara Dengan Sang Iblis; 1 Januari 2018;
  47. Genderang Pulang Sang Rajawali; 22 Februari 2018;
  48. Kisah Menteri Jaringan Melawan Kapitalisme Amerika; 17 Desember 2018;
  49. Legenda Naga Sabang; 29 Mei 2020;
  50. Legenda Gunung Geurutee; 1 Juni 2020;

Tentang tengkuputeh

Cepat seperti angin // Tekun seperti hujan // Bergairah seperti api // Diam seperti gunung // Misterius seperti laut // Kejam seperti badai // Anggun seperti ngarai // Hening seperti hutan // Dalam seperti lembah // Lembut seperti awan // Tangguh seperti karang // Sederhana seperti debu // Menyelimuti seperti udara // Hangat seperti matahari // Luas seperti angkasa // Berserakan seperti debu //
Pos ini dipublikasikan di Cerita, Cuplikan Sejarah, Kisah-Kisah, Literature dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

89 Balasan ke LEGENDA GAJAH PUTIH BENER MERIAH

  1. Ping balik: SEBENTUK HARTA | Tengkuputeh

  2. Ping balik: ELEGI PAGI HARI, SEBUAH CERPEN | Tengkuputeh

  3. Ping balik: KEINDAHAN SANG REMBULAN | Tengkuputeh

  4. Ping balik: KETIDAKAGUNGAN CINTA | Tengkuputeh

  5. Ping balik: TEMPAT TIADA KEMBALI | Tengkuputeh

  6. Ping balik: SANG KATALIS | Tengkuputeh

  7. Ping balik: KEBENARAN YANG SAMAR | Tengkuputeh

  8. Ping balik: WAWANCARA DENGAN SANG IBLIS | Tengkuputeh

  9. Ping balik: PADA PANDANGAN PERTAMA | Tengkuputeh

  10. Ping balik: MENGENANG SEBUAH PERJALANAN CINTA | Tengkuputeh

  11. Ping balik: YANG TAK AKAN KEMBALI | Tengkuputeh

  12. Ping balik: SECANGKIR KOPI DARI ACEH | Tengkuputeh

  13. Ping balik: ASAL MUASAL BUDAYA KOPI DI ACEH | Tengkuputeh

  14. Ping balik: SETELAH REVOLUSI SELESAI | Tengkuputeh

  15. Ping balik: KEPADA CINTA YANG BERUMUR SEMINGGU | Tengkuputeh

  16. Ping balik: KISAH SEBELUM SANG PANGERAN SELESAI | Tengkuputeh

  17. Ping balik: PEREMPUAN ACEH FULL POWER | Tengkuputeh

  18. Ping balik: MENYELUSURI JEJAK DARA PORTUGIS DI ACEH | Tengkuputeh

  19. Ping balik: TEUKU UMAR PAHLAWAN | Tengkuputeh

  20. Ping balik: FILOSOFI GOB | Tengkuputeh

  21. Ping balik: GAM CANTOI TIADA | Tengkuputeh

  22. Ping balik: PERANG CUMBOK SEBUAH REVOLUSI SOSIAL DI ACEH (1946-1947) | Tengkuputeh

  23. Ping balik: TSUNAMI | Tengkuputeh

  24. Ping balik: SURAT TENGKU CHIK DI TIRO KEPADA RESIDEN VAN LANGEN AGAR TERCAPAI PERDAMAIAN DALAM PERANG ACEH MAKA BELANDA HARUS MEMELUK AGAMA ISLAM DI TAHUN 1885 | Tengkuputeh

  25. Ping balik: KESULTANAN ACEH NEGARA BERDAULAT PERTAMA YANG MENGAKUI KEMERDEKAAN REPUBLIK BELANDA DARI KERAJAAN SPANYOL DI TAHUN 1602 | Tengkuputeh

  26. Ping balik: MELUKIS SEJARAH | Tengkuputeh

  27. Ping balik: ACEH DI MATA KOLONIALIS | Tengkuputeh

  28. Ping balik: PEMBERONTAKAN KAUM REPUBLIK KASUS DARUL ISLAM ACEH | Tengkuputeh

  29. Ping balik: NASIHAT-NASIHAT C. SNOUCK HURGRONJE | Tengkuputeh

  30. Ping balik: ACEH PUNGO (ACEH GILA) | Tengkuputeh

  31. Ping balik: GENDERANG PULANG SANG RAJAWALI | Tengkuputeh

  32. Ping balik: PERADABAN TANPA TULISAN | Tengkuputeh

  33. Ping balik: MENGUNJUNGI RUMAH PAHLAWAN NASIONAL CUT MEUTIA | Tengkuputeh

  34. Ping balik: SAMUDERA PASAI SEBAGAI TITIK TOLAK ISLAM DI ASIA TENGGARA, SEBUAH UPAYA MELAWAN PSEUDO SEJARAH | Tengkuputeh

  35. Ping balik: EMAS, KAFIR DAN MAUT | Tengkuputeh

  36. Ping balik: MENGENAL LEBIH DEKAT POCUT BAREN | Tengkuputeh

  37. Ping balik: SYARIAT ISLAM SIAPA TAKUT | Tengkuputeh

  38. Ping balik: PERANG DI JALAN ALLAH | Tengkuputeh

  39. Ping balik: KORPS MARSOSE SERDADU PRIBUMI PELAYAN RATU BELANDA | Tengkuputeh

  40. Ping balik: CERITA CINTA - TengkuputehTengkuputeh

  41. Ping balik: ORANG ACEH DALAM SEJARAH SUMATERA | TengkuputehTengkuputeh

  42. Ping balik: MENYINGKAP MAKNA SYAIR KUTINDHIENG SELAKU MANTRA SIHIR ACEH KUNO | Tengkuputeh

  43. Ping balik: TEUKU NYAK MAKAM, PAHLAWAN ACEH TANPA KEPALA | Tengkuputeh

  44. Ping balik: KISAH HIDUP LAKSAMANA MALAHAYATI | Tengkuputeh

  45. Ping balik: TEUKU UMAR PAHLAWAN | TengkuputehTengkuputeh

  46. Ping balik: KRITIK KEPADA SULTAN ISKANDAR MUDA | TengkuputehTengkuputeh

  47. Ping balik: ACEH DAERAH MODAL | TengkuputehTengkuputeh

  48. Ping balik: SAMUDERA PASAI SEBAGAI TITIK TOLAK ISLAM DI ASIA TENGGARA, SEBUAH UPAYA MELAWAN PSEUDO SEJARAH | TengkuputehTengkuputeh

  49. Ping balik: GAM CANTOI TIADA | TengkuputehTengkuputeh

  50. Ping balik: MEMOAR PANGLIMA POLEM CATATAN SEORANG PEJUANG PERINTIS KEMERDEKAAN INDONESIA | TengkuputehTengkuputeh

  51. Ping balik: PENYIHIR TERAKHIR DARI SUKU BOGOMIL | TengkuputehTengkuputeh

  52. Ping balik: CATATAN SEJARAH RANTAI BABI ATAU RANTE BUI DALAM TULISAN YANG DISUSUN KOLONIAL BELANDA | TengkuputehTengkuputeh

  53. Ping balik: PERISTIWA KEMERDEKAAN DI ACEH | TengkuputehTengkuputeh

  54. Ping balik: REVOLUSI DESEMBER 45 DI ACEH ATAU PEMBASMIAN PENGKHIANAT TANAH AIR | Tengkuputeh

  55. Ping balik: PENEMUAN ARCA KEPALA ALALOKITESWARA SEBAGAI JEJAK KEBERADAAN PERADABAN AGAMA BUDHA DI ACEH | Tengkuputeh

  56. Ping balik: PEKUBURAN SERDADU BELANDA PEUCUT KHERKHOF DI BANDA ACEH SEBAGAI SAKSI KEDAHSYATAN PERANG ACEH | Tengkuputeh

  57. Ping balik: CATATAN SEJARAH RANTAI BABI ATAU RANTE BUI DALAM TULISAN YANG DISUSUN KOLONIAL BELANDA | Tengkuputeh

  58. Ping balik: PASUKAN MERIAM NUKUM SANANY SEBUAH PASAK DARI RUMAH GADANG INDONESIA MERDEKA | Tengkuputeh

  59. Ping balik: LEBURNJA KERATON ATJEH | Tengkuputeh

  60. Ping balik: Legenda Gajah Putih Sebagai Asal Nama Kabupaten Bener Meriah – BacaBerita

  61. Ping balik: HADIH MAJA PENGAJARAN SERTA HIBURAN WARISAN LELUHUR | Tengkuputeh

  62. Ping balik: KISAH MENTERI JARINGAN MELAWAN KAPITALISME AMERIKA | Tengkuputeh

  63. Ping balik: PERANAN LEMBAGA TUHA PEUT DALAM MASYARAKAT ACEH PADA MASA LAMPAU | Tengkuputeh

  64. Ping balik: MASA DEPAN POLITIK DUNIA MELAYU | Tengkuputeh

  65. Ping balik: ACEH SEPANJANG ABAD | Tengkuputeh

  66. Ping balik: HAME ATAU PANTANGAN ORANG ACEH DARI MASA LAMPAU | Tengkuputeh

  67. Ping balik: SEJARAH PARTAI KOMUNIS INDONESIA DI ACEH | Tengkuputeh

  68. Ping balik: SEJARAH KERAJAAN LAMURI | Tengkuputeh

  69. Ping balik: PERMUFAKATAN PARA BURUNG | Tengkuputeh

  70. Ping balik: ADA BANYAK CINTA | Tengkuputeh

  71. Ping balik: HIKAYAT-HIKAYAT DARI NEGERI ACEH | Tengkuputeh

  72. Ping balik: PASAI DALAM PERJALANAN SEJARAH | Tengkuputeh

  73. Ping balik: SINGA ATJEH BIOGRAPHI SERI SULTAN ISKANDAR MUDA | Tengkuputeh

  74. Ping balik: PERANG ACEH KISAH KEGAGALAN SNOUCK HURGRONJE | Tengkuputeh

  75. Ping balik: ACEH DAERAH MODAL | Tengkuputeh

  76. Ping balik: APA SEBAB RAKYAT ACEH SANGGUP BERPERANG PULUHAN TAHUN MELAWAN AGRESSI BELANDA | Tengkuputeh

  77. Ping balik: PERBANDINGAN PENGUCAPAN BAHASA ACEH DENGAN BAHASA INDONESIA | Tengkuputeh

  78. Ping balik: BERBAGAI BAHASA DAERAH DI ACEH | Tengkuputeh

  79. Ping balik: LOKASI ISTANA KERAJAAN ACEH DULU DAN SEKARANG | Tengkuputeh

  80. Ping balik: MEREKONSTRUKSIKAN KEMBALI LETAK ISTANA DARUDDONYA | Tengkuputeh

  81. Ping balik: PEKUBURAN SERDADU BELANDA PEUCUT KERKHOF DI BANDA ACEH SEBAGAI SAKSI KEDAHSYATAN PERANG ACEH | Tengkuputeh

  82. Ping balik: LEGENDA DAN MITOS ASAL USUL PENAMAAN PULAU SABANG, GUNUNG SEULAWAH, PANTAI ALUE NAGA DAN KAWASAN ULEE LHEU | Tengkuputeh

  83. Ping balik: LEGENDA DAN MITOS ASAL USUL PENAMAAN PULAU SABANG, GUNUNG SEULAWAH, PANTAI ALUE NAGA DAN KAWASAN ULEE LHEU | Tengkuputeh

  84. Ping balik: LEGENDA ASAL MULA GUNUNG GEURUTEE | Tengkuputeh

  85. Ping balik: MATA UANG EMAS KERAJAAN-KERAJAAN DI ACEH | Tengkuputeh

  86. Ping balik: KETIKA ACEH MENGAKUI KEMERDEKAAN BELANDA | Tengkuputeh

  87. Ping balik: KETIKA ACEH MENGAKUI KEMERDEKAAN BELANDA | Tengkuputeh

  88. Ping balik: KANUN MEUKUTA ALAM | Tengkuputeh

  89. Ping balik: ARCA ALALOKITESWARA JEJAK BUDHA DI ACEH | Tengkuputeh

Leave a Reply

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.