IBLIS NAMEC VS MANUSIA SAIYA

hinakelana

Aku yang menghilang dari hadapanmu, seberapa lama aku mampu.

IBLIS NAMEC VS MANUSIA SAIYA

Ini bukan hanya pertarungan hidup dan mati. Ini adalah pertarungan akan kehidupan, meski aku enggan mengatakan ini pertarungan. Ini hanyalah ilusi. Aku yang berkali mati mampu bangkit kembali. Asalkan kepalaku utuh, maka ragaku mampu membentuk kembali tanpa harus bola naga. Merasakan lelah akan permainan ini, tiada lagi hasrat akan kemenangan. Untuk itu aku pergi.

Manusia Saiya, mungkin kau kecewa akan kepergianku ini. Menyampahkan kutuk untukku, sebegitu angkuhku, hingga tiada butuh senjata yang piawai, tak butuh pula cinta yang terpenuhi dan kemenangan yang telak. Mungkin ini angkuh, tapi, sekali lagi ini adalah satu sikap yang melepaskan diri dan mengambil jarak batin.

Orang Saiya ketahuilah, kekuatan terbesar yang engkau miliki adalah kemampuan menahan penderitaan amat sangat, untuk menjadi lebih kuat disetiap kesembuhanmu. Pukulanku, yang menghabiskan nyaris semua kekuatan yang kumiliki, akan membuatmu sekarat. Namun yakinlah, bahwa itu akan membuatmu semakin kuat. Engkau yang mampu untuk mati dan membutuhkan bola naga, tak lama lagi akan menjadi Manusia Saiya Super.

Engkau akan sembuh orang Saiya, semakin digdaya. Kelak, engkau akan menghadapi lawan yang lebih kuat dariku. Dan engkau akan merasakan bahwa kekuatanmu semakin tak terjangkau lagi. Aku pun mungkin akan sembuh, namun ketahuilah bahwa kemampuanku. Sekeras apapun aku berlatih tidak akan berkembang lebih jauh lagi.

Aku yang menghilang dari hadapanmu, seberapa lama aku mampu. Layaklah engkau membenciku. Ada saat kita berlatih bersama, menghadapi lawan yang sama. Harus meninggalkanmu. Dengan khianat, dengan culas. Melupakan perjuangan kita melawan pangeran Saiya. Menafikanmu.

Sudah seharusnya engkau lepas dari bayang-bayangku. Menjadi dirimu sendiri yang utuh dan menyeluruh. Kelak, engkau akan menyadari maksud tindakanku. Tak perlu terlalu segera, waktu akan mengajarkan semua yang engkau butuhkan. Mungkin akan sangat lama, mungkin bahkan setelah engkau mengakhiri hidupku. Mengakhiri segala ilusi kehidupanku, meskipun sekalipun. Aku akan sabar menanti.

XXXXXXX

Katalog Cerita Pendek:

  1. Sebentuk Harta; 10 Agustus 2008;
  2. Elegi Pagi Hari, Sebuah Cerpen; 13 Agustus 2008;
  3. Keindahan Sang Rembulan; 5 September 2008;
  4. Ketidakagungan Cinta; 10 Oktober 2008;
  5. Tempat Tiada Kembali; 13 Oktober 2008;
  6. Aku Tak Mengerti Kamu; 24 Oktober 2008;
  7. Sepucuk Surat Untuk Lisa; 1 Januari 2009;
  8. Wasiat Teruntuk Adinda Malin Kundang; 4 Februari 2009;
  9. Tidak Sedang Mencari Cinta; 23 Februari 2009;
  10. Wasiat Hang Tuah; 29 Mei 2009;
  11. Tak Ada Apa Apa; 7 Oktober 2009;
  12. The Last Gentleman; 4 Desember 2009;
  13. Renungan Majnun Seorang Penarik Cukai; 31 Mei 2010
  14. Kisah Sebelum Sang Pengeran Selesai; 5 Juli 2010;
  15. Penyihir Terakhir; 15 Maret 2011;
  16. Santiago Sang Pelaut; 23 Maret 2012;
  17. Iblis Namec Vs Manusia Saiya; 6 April 2012;
  18. Ashura; 13 Februari 2013;
  19. Selamat Tinggal Andalusia; 10 Maret 2013;
  20. Narsis Yang Berbeda; 28 April 2013;
  21. Istana Kosong; 4 Juni 2013;
  22. Bangsawan Pandir; 10 Juni 2013;
  23. Kematian Bhisma; 15 Juni 2013;
  24. Badai Sejarah; 29 Juli 2013;
  25. Cerita Cinta; 7 Agustus 2013;
  26. Perjalanan; 29 November 2013;
  27. Jaring Kamalanga; 29 Desember 2013;
  28. Lelaki Sungai; 19 Januari 2014;
  29. Dragon Dialog; 13 November 2014;
  30. Persahabatan Kambing Dan Serigala; 19 Desember 2014;
  31. Pesan Kepada Penguasa; 17 Januari 2015;
  32. Bagaimana Mengubah Timah Hitam Menjadi Emas; 11 April 2015;
  33. Setelah Revolusi Selesai; 6 Oktober 2016;
  34. Harlequin Dan Pohon Harapan; 30 Oktober 2016;
  35. Permufakatan Para Burung; 5 Januari 2017;
  36. Kepada Cinta Yang Berumur Seminggu; 13 April 2017
  37. Senja Di Malaka; 14 Juni 2017;
Advertisements

About tengkuputeh

Cepat seperti angin // Tekun seperti hujan // Bergairah seperti api // Diam seperti gunung // Misterius seperti laut // Kejam seperti badai // Anggun seperti ngarai // Hening seperti hutan // Dalam seperti lembah // Lembut seperti awan // Tangguh seperti karang // Sederhana seperti debu // Menyelimuti seperti udara // Hangat seperti matahari // Luas seperti angkasa // Berserakan seperti debu //
This entry was posted in Cerita, Puisiku and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

9 Responses to IBLIS NAMEC VS MANUSIA SAIYA

  1. Pingback: SEBENTUK HARTA | Tengkuputeh

  2. Pingback: ELEGI PAGI HARI, SEBUAH CERPEN | Tengkuputeh

  3. Pingback: KEINDAHAN SANG REMBULAN | Tengkuputeh

  4. Pingback: TEMPAT TIADA KEMBALI | Tengkuputeh

  5. Pingback: SEPUCUK SURAT UNTUK LISA | Tengkuputeh

  6. Pingback: RENUNGAN MAJNUN SEORANG PENARIK CUKAI | Tengkuputeh

  7. Pingback: KETIDAKAGUNGAN CINTA | Tengkuputeh

  8. Pingback: SELAMAT TINGGAL ANDALUSIA | Tengkuputeh

  9. Pingback: ISTANA KOSONG | Tengkuputeh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s