SENJA DI MALAKA

Sri Baginda Sultan Iskandar Muda menangani sendiri persiapan penyerbuan Malaka. Sebagai seorang prajurit aku melihat-lihat apa yang sedang dipersiapkan itu.

SENJA DI MALAKA

Pada tahun 1620-1630. Portugis di Malaka dihadapi oleh Aceh Darussalam dan Johor. Belanda di Batavia di hadapi oleh Mataram dan Banten, sedangkan Spanyol di Filipina dihadapi oleh Ternate dan Tidore. Kekuatan-kekuatan asing Barat itu, Portugis, Spanyol, Inggris dan Perancis saling baku hantam satu dengan lain, akan tetapi kekuasaan-kekuasaan di Nusantara sendiri tidak mampu menggalang persatuan dan kesatuan gerak perjuangan untuk menghadapinya, bahkan saling bertikai. Ini adalah kisah tentang keadaan sebelum Belanda keluar sebagai pemenang tunggal di lautan dan bumi Nusantara. Sebuah kisah tentang penyerangan Aceh ke Malaka yang dikuasai Portugis.

X

Sri Baginda Sultan Iskandar Muda menangani sendiri persiapan penyerbuan Malaka. Sebagai seorang prajurit aku melihat-lihat apa yang sedang dipersiapkan itu. Ya, aku benar-benar takjub melihat armada Kesultanan Aceh Darussalam, yang oleh Baginda dikatakan sebagai armada yang “tak terkalahkan” itu. Kapal kami akan diberangkatkan dari Bandar Aceh sudah sangat banyak, belum lagi yang akan bergabung dari pelabuhan-pelabuhan lain di pesisir Timur Aceh.

Akhirnya, sesuai perhitungan armada kami berangkat, terdiri atas kapal-kapan perang dan kapal-kapal pengangkut prajurit-prajurit darat. Aku berada pada salah satu kapal. Tidak terlalu besar, tapi lincah luar biasa, karena jumlah dan para pendayung pilihan. Dari kapal ini aku dapat menyaksikan Kapal yang terbesar dimana Sri Baginda Sultan Iskandar Muda berada, pihak Portugis menamainya Espanto del Mundo. Kepada kapal itu Sultan memberikan nama Cakradonya. Betapa tidak! Panjangnya 100 meter, tegak berdiri tiga tiang layar yang Nampak seperti batang-batang kelapa saja. Sepintas aku menghitung ada sekitar 50 pucuk meriam berbagai jenis pada setiap lambungnya. Ya, aku tidak bisa membayangkan bagaimana jika nanti meriam-meriam itu ditembakkan semua. Di tengah pelayaran menuju Malaka, aku merenung.

Sepanjang pelayaran. Aku membayangkan Sri Baginda Sultan Iskandar Muda pasti tersenyum-senyum. Kami yakin Malaka akan jatuh ke tangan Aceh. Sebagaimana mimpi kami selaku putera Aceh lainnya, adalah merebut Malaka. Mengusir Portugis selama-lamanya dari bumi Nusantara.

Penyerangan Malaka (Portugis) oleh Kesultanan Aceh Darussalam di tahun 1629

Tahun 1629. Iring-iringan kapal yang berjumlah ratusan itu akhirnya tiba. Tembakan-tembakan meriam dari benteng Malaka dapat diimbangi oleh tembakan-tembakan meriam dari kapal-kapal armada Aceh. Pasukan telah didaratkan. Kota Malaka telah diduduki, dan tinggal benteng Malaka.

Akan tetapi kami dikejutkan oleh datangnya armada Portugis dari arah Barat, dari Goa (India). Perimbangan kekuatan di laut telah berubah sama sekali. Bahkan dari darat kami dikejutkan oleh tentara Johor datang menolong benteng Portugis dari arah darat. Dasar Pengkhianat! Perimbangan pasukan di darat juga telah berubah sama sekali.

Baru untuk pertama kalinya aku merasakan, mungkin aku akan mati dalam pertempuran ini. Pertempuran laut semakin mengerikan, kapal-kapal terbakar, hancur berantakan, dan tenggelam di sekitar Kapal Agung Cakradonya. Sepertinya kami akan kalah. Sri Sultan Iskandar Muda telah memerintahkan kapal berbalik.

Aku memerintahkan kapal kami untuk melindungi pergerakan mundur Cakradonya. Ya, aku Ahmad bertekad bulat untuk menjadi bagian sejarah Kesultanan Aceh Darussalam mengusir bangsa Portugis dari bumi dan perairan Nusantara. Dan jika kami harus kalah hari ini, maka akan ada hari lain. Sri Sultan harus selamat, untuk membangun kekuatan kembali. Aku rela mati hari ini. Allahu Akbar!

Serangan dari arah belakang oleh armada Portugis sudah membuat kami kewalahan, belum lagi ditambah oleh pengkhianatan Johor yang lebih sudi bekerja sama dengan kafir. Nampak dihadapanku ratusan mayat prajurit dari pihak kami dan lawan mengapung di selat Malaka yang berwarna kemerah-merahan itu.

Air mataku menetes melihat jalur-jalur darah segar teman-teman seperjuangan mengalir dari badan-badan kapal yang hancur berantakan, dibarengi dengan gegap gempitanya teriakan aba-aba, jeritan mengerikan prajurit-prajurit yang terkena tembak, dan rintihan memilukan mereka yang terluka parah.

“Maju Aceh!” teriakku. Duaaaar!!! Rasa-rasanya aku merasakan beberapa peluru menembus dadaku. Aku terjatuh ke laut, kemudian diputar-putar, digasing-gasingkan, dan dijungkirbalikkan. Sayup-sayup terdengar suara terikan bahwa kapal Cakradonya telah berhasil meloloskan diri dari kepungan.

Aku tersenyum, sampai jumpa Sultan. Selesailah sudah pengabdianku di dunia, saatnya aku mempertanggungjawabkan segala perbuatanku di dunia kepada sang khaliq. Dadaku sesak oleh peluru dan air laut yang memenuhi rongga di paru-paruku. Untuk terakhir kalinya, sebelum maut menjemputku aku melafalkan dengan syahdu. “Asyhadu an-laa ilaaha illallaah Wa asyhadu anna Muhammadan rasuulullaah.” Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah rasul (utusan) Allah.

Menyalakan samar hampar lautan, aku menjelma menjadi sebaris nama.

X

Extent of Aceh Sultanate during the reign of Iskandar Muda, 1608–1637. Source Wikipedia

Penyerangan Kesultanan Aceh Darussalam ke Malaka (Portugis) tahun 1629 gagal total. Menurut sumber Portugis, seluruh armada Aceh hancur dengan kehilangan 19.000 prajurit. Setelah kekalahan tersebut, Sultan Iskandar Muda mengirimkan dua ekspedisi laut besar lainnya. Di tahun 1630-1631 dan 1634, untuk menghancurkan pemberontakan di Pahang. Pada masa Sultan Iskandar Muda, Kesultanan Aceh Darussalam menguasai seluruh wilayah Utara Pulau Sumatera dan wilayah Utara Semenanjung Melayu.

XXX

Artikel lain tentang sejarah Aceh:

  1. PEREMPUAN ACEH FULL POWER 4 AGUSTUS 2008;
  2. MENYUSURI JEJAK DARA PORTUGIS DI ACEH 6 DESEMBER 2008;
  3. TEUKU UMAR PAHLAWAN 11 FEBRUARI 2011;
  4. FILOSOFI GOB 10 OKTOBER 2011;
  5. KEBENARAN YANG SAMAR 28 FEBRUARI 2013;
  6. GAM CANTOI TIADA 30 MARET 2013;
  7. PERANG CUMBOK SEBUAH REVOLUSI SOSIAL DI ACEH (1946-1947) 18 JUNI 2013;
  8. TSUNAMI 26 DESEMBER 2015;
  9. PERADABAN TANPA TULISAN 25 FEBRUARI 2016;
  10. SURAT TENGKU CHIK DI TIRO KEPADA RESIDEN VAN LANGEN AGAR TERCAPAI PERDAMAIAN DALAM PERANG ACEH MAKA BELANDA HARUS MEMELUK AGAMA ISLAM DI TAHUN 1885 4 NOVEMBER 2016;
  11. PARA PENYEBAR KEBOHONGAN 13 NOVEMBER 2016;
  12. MENGUNJUNGI RUMAH PAHLAWAN NASIONAL CUT MEUTIA 17 APRIL 2017;
  13. SAMUDERA PASAI SEBAGAI TITIK TOLAK ISLAM DI ASIA TENGGARA, SEBUAH UPAYA MELAWAN PSEUDO SEJARAH 24 APRIL 2017;
  14. EMAS, KAFIR DAN MAUT 20 APRIL 2017;
  15. MENGENAL LEBIH DEKAT POCUT BAREN 5 MEI 2017;
  16. OPERASI PENYERGAPAN BELANDA TERHADAP CUT MEUTIA 7 MEI 2017;
  17. MENGUNJUNGI PAMERAN BATU NISAN ACEH SEBAGAI WARISAN BUDAYA ISLAM DI ASIA TENGGARA 15 MEI 2017;
  18. KESULTANAN ACEH NEGARA BERDAULAT PERTAMA YANG MENGAKUI KEMERDEKAAN REPUBLIK BELANDA DARI KERAJAAN SPANYOL DI TAHUN 1602 18 MEI 2017;
  19. SYARIAT ISLAM SIAPA TAKUT 6 JUNI 2017;
  20. SENJA DI MALAKA 14 JUNI 2017;
  21. KRITIK KEPADA SULTAN ISKANDAR MUDA 4 JULI 2017;
  22. HIKAYAT SUKU MANTE 5 JULI 2017;
  23. TEUKU NYAK MAKAM, PAHLAWAN ACEH TANPA KEPALA 30 JULI 2017;
  24. ASAL MUASAL BUDAYA KOPI DI ACEH 1 AGUSTUS 2017;
  25. MUSIBAH TENGGELAMNYA KMP GURITA 6 AGUSTUS 2017;
  26. PERANG ACEH, KISAH KEGAGALAN SNOUCK HURGRONJE 7 AGUSTUS 2017;
  27. ACEH DI MATA KOLONIALIS 8 AGUSTUS 2017;
  28. MELUKIS SEJARAH 10 AGUSTUS 2017;
  29. NASIHAT-NASIHAT C. SNOUCK HURGRONJE SEMASA KEPEGAWAIANNYA KEPADA PEMERINTAH HINDIA BELANDA 1889-1936 14 AGUSTUS 2017;
  30. ACEH SEPANJANG ABAD 16 AGUSTUS 2017;
  31. PERANG DI JALAN ALLAH 30 AGUSTUS 2017;
  32. ACEH DAERAH MODAL 7 SEPTEMBER 2017;
  33. 59 TAHUN ACEH MERDEKA DI BAWAH PEMERINTAHAN RATU 12 SEPTEMBER 2017;
  34. KERAJAAN ACEH PADA JAMAN SULTAN ISKANDAR MUDA (1609-1636) 13 SEPTEMBER 2017;
  35. PERISTIWA KEMERDEKAAN DI ACEH 14 SEPTEMBER 2017;
  36. PASAI DALAM PERJALANAN SEJARAH 17 SEPTEMBER 2017;
  37. MATA UANG EMAS KERAJAAN-KERAJAAN DI ACEH 19 SEPTEMBER 2017;
  38. ACEH MENDAKWA 21 SEPTEMBER 2017;
  39. MISI MENCARI MAKAM PARA SULTANAH ACEH 6 OKTOBER 2017;
  40. BERZIARAH KE MAKAM SULTANAH MALIKAH NAHRASYIYAH 8 OKTOBER 2017;
  41. EKSPLOITASI SUMBER DAYA ALAM APAKAH BAGUS UNTUK ACEH 15 OKTOBER 2017;
  42. AROMA MEMIKAT DARI DAPUR ACEH 16 OKTOBER 2017;
  43. TARIKH ACEH DAN NUSANTARA 29 OKTOBER 2017;
  44. PEKUBURAN SERDADU BELANDA PEUCUT KHERKHOF DI BANDA ACEH SEBAGAI SAKSI KEDAHSYATAN PERANG ACEH 11 NOVEMBER 2017;
  45. PEMBERONTAKAN KAUM REPUBLIK KASUS DARUL ISLAM ACEH 17 NOVEMBER 2017;
  46. TUANKU HASYIM WALI NANGGROE YANG DILUPAKAN SEJARAH 19 NOVEMBER 2017;
  47. KOPRS MARSOSE SERDADU PRIBUMI PELAYAN RATU BELANDA 8 DESEMBER 2017;
  48. HIKAYAT-HIKAYAT DARI NEGERI ACEH 16 DESEMBER 2017;
  49. LEGENDA GAJAH PUTIH SEBAGAI ASAL NAMA KABUPATEN BENER MERIAH; 12 JANUARI 2018;
  50. SECANGKIR KOPI DARI ACEH; 22 JANUARI 2018;
  51. ACEH PUNGO (ACEH GILA); 8 FEBRUARI 2018;
  52. SIAPAKAH ORANG ACEH SEBENARNYA; 6 APRIL 2018;
  53. ORANG ACEH DALAM SEJARAH SUMATERA; 15 APRIL 2018;
  54. KETIKA IBNU BATTUTA MELAWAT SAMUDERA PASAI; 16 APRIL 2018;
  55. KISAH HIDUP LAKSAMANA MALAHAYATI; 18 APRIL 2018;

Katalog Cerita Pendek:

  1. Sebentuk Harta; 10 Agustus 2008;
  2. Elegi Pagi Hari, Sebuah Cerpen; 13 Agustus 2008;
  3. Keindahan Sang Rembulan; 5 September 2008;
  4. Ketidakagungan Cinta; 10 Oktober 2008;
  5. Tempat Tiada Kembali; 13 Oktober 2008;
  6. Pada Pandangan Pertama; 18 Oktober 2008;
  7. Aku Tak Mengerti Kamu; 24 Oktober 2008;
  8. Mengenang Sebuah Perjalanan Cinta; 3 November 2008;
  9. Selamanya; 14 Desember 2008;
  10. Ode Seorang Bujang; 17 Desember 2008;
  11. Sepucuk Surat Untuk Lisa; 1 Januari 2009;
  12. Wasiat Teruntuk Adinda Malin Kundang; 4 Februari 2009;
  13. Tidak Sedang Mencari Cinta; 23 Februari 2009;
  14. Hanyalah Lelaki Biasa; 6 April 2009;
  15. Wasiat Hang Tuah; 29 Mei 2009;
  16. Ode Seekor Elang; 8 Juni 2009;
  17. Tak Ada Apa Apa; 7 Oktober 2009;
  18. The Last Gentleman; 4 Desember 2009;
  19. Renungan Majnun Seorang Penarik Cukai; 31 Mei 2010
  20. Yang Tak Akan Kembali; 10 Juni 2010;
  21. Kisah Sebelum Sang Pengeran Selesai; 5 Juli 2010;
  22. Penyihir Terakhir; 15 Maret 2011;
  23. Santiago Sang Pelaut; 23 Maret 2012;
  24. Iblis Namec Vs Manusia Saiya; 6 April 2012;
  25. Ashura; 13 Februari 2013;
  26. Selamat Tinggal Andalusia; 10 Maret 2013;
  27. Narsis Yang Berbeda; 28 April 2013;
  28. Istana Kosong; 4 Juni 2013;
  29. Bangsawan Pandir; 10 Juni 2013;
  30. Kematian Bhisma; 15 Juni 2013;
  31. Badai Sejarah; 29 Juli 2013;
  32. Cerita Cinta; 7 Agustus 2013;
  33. Perjalanan; 29 November 2013;
  34. Jaring Kamalanga; 29 Desember 2013;
  35. Lelaki Sungai; 19 Januari 2014;
  36. Dragon Dialog; 13 November 2014;
  37. Persahabatan Kambing Dan Serigala; 19 Desember 2014;
  38. Pesan Kepada Penguasa; 17 Januari 2015;
  39. Bagaimana Mengubah Timah Hitam Menjadi Emas; 11 April 2015;
  40. Setelah Revolusi Selesai; 6 Oktober 2016;
  41. Harlequin Dan Pohon Harapan; 30 Oktober 2016;
  42. Permufakatan Para Burung; 5 Januari 2017;
  43. Kepada Cinta Yang Berumur Seminggu; 13 April 2017
  44. Senja Di Malaka; 14 Juni 2017;
  45. Mengecoh Sang Raja; 17 Oktober 2017;
  46. Wawancara Dengan Sang Iblis; 1 Januari 2018;
  47. Legenda Gajah Putih; 12 Januari 2018;
  48. Genderang Pulang Sang Rajawali; 22 Februari 2018;
Advertisements
Advertisements

About tengkuputeh

Cepat seperti angin // Tekun seperti hujan // Bergairah seperti api // Diam seperti gunung // Misterius seperti laut // Kejam seperti badai // Anggun seperti ngarai // Hening seperti hutan // Dalam seperti lembah // Lembut seperti awan // Tangguh seperti karang // Sederhana seperti debu // Menyelimuti seperti udara // Hangat seperti matahari // Luas seperti angkasa // Berserakan seperti debu //
This entry was posted in Cerita, Cuplikan Sejarah, Kisah-Kisah, Literature and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

93 Responses to SENJA DI MALAKA

  1. Pingback: DUSK IN MALACCA | Tengkuputeh

  2. Pingback: TEUKU NYAK MAKAM, PAHLAWAN ACEH TANPA KEPALA | Tengkuputeh

  3. Pingback: MENYELUSURI JEJAK DARA PORTUGIS DI ACEH | Tengkuputeh

  4. Pingback: TEUKU UMAR PAHLAWAN | Tengkuputeh

  5. Pingback: FILOSOFI GOB | Tengkuputeh

  6. Pingback: KEBENARAN YANG SAMAR | Tengkuputeh

  7. Pingback: ASAL MUASAL BUDAYA KOPI DI ACEH | Tengkuputeh

  8. Pingback: HIKAYAT SUKU MANTE | Tengkuputeh

  9. Pingback: MENGUNJUNGI PAMERAN BATU NISAN ACEH SEBAGAI WARISAN BUDAYA ISLAM DI ASIA TENGGARA | Tengkuputeh

  10. Pingback: KRITIK KEPADA SULTAN ISKANDAR MUDA | Tengkuputeh

  11. Pingback: OPERASI PENYERGAPAN BELANDA TERHADAP CUT MEUTIA | Tengkuputeh

  12. Pingback: EMAS, KAFIR DAN MAUT | Tengkuputeh

  13. Pingback: PARA PENYEBAR KEBOHONGAN | Tengkuputeh

  14. Pingback: MENGUNJUNGI RUMAH PAHLAWAN NASIONAL CUT MEUTIA | Tengkuputeh

  15. Pingback: SAMUDERA PASAI SEBAGAI TITIK TOLAK ISLAM DI ASIA TENGGARA, SEBUAH UPAYA MELAWAN PSEUDO SEJARAH | Tengkuputeh

  16. Pingback: MUSIBAH TENGGELAMNYA KMP GURITA (1996) | Tengkuputeh

  17. Pingback: PERANG CUMBOK SEBUAH REVOLUSI SOSIAL DI ACEH (1946-1947) | Tengkuputeh

  18. Pingback: PEREMPUAN ACEH FULL POWER | Tengkuputeh

  19. Pingback: TSUNAMI | Tengkuputeh

  20. Pingback: PERADABAN TANPA TULISAN | Tengkuputeh

  21. Pingback: SURAT TENGKU CHIK DI TIRO KEPADA RESIDEN VAN LANGEN AGAR TERCAPAI PERDAMAIAN DALAM PERANG ACEH MAKA BELANDA HARUS MEMELUK AGAMA ISLAM DI TAHUN 1885 | Tengkuputeh

  22. Pingback: ACEH DI MATA KOLONIALIS | Tengkuputeh

  23. Pingback: PERANG ACEH KISAH KEGAGALAN SNOUCK HURGRONJE | Tengkuputeh

  24. Pingback: NASIHAT-NASIHAT C. SNOUCK HURGRONJE | Tengkuputeh

  25. Pingback: MELUKIS SEJARAH | Tengkuputeh

  26. Pingback: ACEH SEPANJANG ABAD | Tengkuputeh

  27. Pingback: SEBENTUK HARTA | Tengkuputeh

  28. Pingback: ELEGI PAGI HARI, SEBUAH CERPEN | Tengkuputeh

  29. Pingback: KETIDAKAGUNGAN CINTA | Tengkuputeh

  30. Pingback: SEPUCUK SURAT UNTUK LISA | Tengkuputeh

  31. Pingback: PERANG DI JALAN ALLAH | Tengkuputeh

  32. Pingback: RENUNGAN MAJNUN SEORANG PENARIK CUKAI | Tengkuputeh

  33. Pingback: SELAMAT TINGGAL ANDALUSIA | Tengkuputeh

  34. Pingback: ACEH DAERAH MODAL | Tengkuputeh

  35. Pingback: GAM CANTOI TIADA | Tengkuputeh

  36. Pingback: MENGENAL LEBIH DEKAT POCUT BAREN | Tengkuputeh

  37. Pingback: SYARIAT ISLAM SIAPA TAKUT | Tengkuputeh

  38. Pingback: 59 TAHUN ACEH MERDEKA Dl BAWAH PEMERINTAHAN RATU | Tengkuputeh

  39. Pingback: 59 TAHUN ACEH MERDEKA DI BAWAH PEMERINTAHAN RATU | Tengkuputeh

  40. Pingback: KERAJAAN ACEH JAMAN SULTAN ISKANDAR MUDA (1607-1636) | Tengkuputeh

  41. Pingback: PERISTIWA KEMERDEKAAN DI ACEH | Tengkuputeh

  42. Pingback: PASAI DALAM PERJALANAN SEJARAH | Tengkuputeh

  43. Pingback: KESULTANAN ACEH NEGARA BERDAULAT PERTAMA YANG MENGAKUI KEMERDEKAAN REPUBLIK BELANDA DARI KERAJAAN SPANYOL DI TAHUN 1602 | Tengkuputeh

  44. Pingback: MATA UANG EMAS KERAJAAN-KERAJAAN DI ACEH | Tengkuputeh

  45. Pingback: ATJEH MENDAKWA | Tengkuputeh

  46. Pingback: KEINDAHAN SANG REMBULAN | Tengkuputeh

  47. Pingback: PADA PANDANGAN PERTAMA | Tengkuputeh

  48. Pingback: AKU TAK MENGERTI KAMU | Tengkuputeh

  49. Pingback: PERJALANAN | Tengkuputeh

  50. Pingback: MISI MENCARI MAKAM PARA SULTANAH ACEH | Tengkuputeh

  51. Pingback: BERZIARAH KE MAKAM SULTANAH MALIKAH NAHRASYIYAH | Tengkuputeh

  52. Pingback: EKSPLORASI SUMBER DAYA ALAM APAKAH BAGUS UNTUK ACEH | Tengkuputeh

  53. Pingback: EKSPLOITASI SUMBER DAYA ALAM APAKAH BAGUS UNTUK ACEH | Tengkuputeh

  54. Pingback: AROMA MEMIKAT DARI DAPUR ACEH | Tengkuputeh

  55. Pingback: MENGECOH SANG RAJA | Tengkuputeh

  56. Pingback: TEMPAT TIADA KEMBALI | Tengkuputeh

  57. Pingback: TARIKH ACEH DAN NUSANTARA | Tengkuputeh

  58. Pingback: THE LAST GENTLEMAN | Tengkuputeh

  59. Pingback: PEKUBURAN SERDADU BELANDA PEUCUT KHERKHOF DI BANDA ACEH SEBAGAI SAKSI KEDAHSYATAN PERANG ACEH | Tengkuputeh

  60. Pingback: PEMBERONTAKAN KAUM REPUBLIK KASUS DARUL ISLAM ACEH | Tengkuputeh

  61. Pingback: TAK ADA APA APA | Tengkuputeh

  62. Pingback: TUANKU HASYIM WALI NANGGROE YANG DILUPAKAN SEJARAH | Tengkuputeh

  63. Pingback: SELAMANYA | Tengkuputeh

  64. Pingback: HANYALAH LELAKI BIASA | Tengkuputeh

  65. Pingback: WASIAT HANG TUAH | Tengkuputeh

  66. Pingback: ODE SEORANG BUJANG | Tengkuputeh

  67. Pingback: WASIAT TERUNTUK ADINDA MALIN KUNDANG | Tengkuputeh

  68. Pingback: TIDAK SEDANG MENCARI CINTA | Tengkuputeh

  69. Pingback: KISAH SEBELUM SANG PANGERAN SELESAI | Tengkuputeh

  70. Pingback: KEPADA CINTA YANG BERUMUR SEMINGGU | Tengkuputeh

  71. Pingback: BADAI SEJARAH | Tengkuputeh

  72. Pingback: KORPS MARSOSE, PASUKAN PRIBUMI PELAYAN RATU BELANDA | Tengkuputeh

  73. Pingback: KORPS MARSOSE, SERDADU PRIBUMI PELAYAN RATU BELANDA | Tengkuputeh

  74. Pingback: HIKAYAT-HIKAYAT DARI NEGERI ACEH | Tengkuputeh

  75. Pingback: SANG KATALIS | Tengkuputeh

  76. Pingback: CERITA CINTA | Tengkuputeh

  77. Pingback: LEGENDA GAJAH PUTIH SEBAGAI ASAL NAMA KABUPATEN BENER MERIAH | Tengkuputeh

  78. Pingback: MENGENANG SEBUAH PERJALANAN CINTA | Tengkuputeh

  79. Pingback: YANG TAK AKAN KEMBALI | Tengkuputeh

  80. Pingback: SECANGKIR KOPI DARI ACEH | Tengkuputeh

  81. Pingback: SETELAH REVOLUSI SELESAI | Tengkuputeh

  82. Pingback: SANTIAGO SANG PELAUT | Tengkuputeh

  83. Pingback: ACEH PUNGO (ACEH GILA) | Tengkuputeh

  84. Pingback: GENDERANG PULANG SANG RAJAWALI | Tengkuputeh

  85. Pingback: PERSAHABATAN KAMBING DAN SERIGALA - TengkuputehTengkuputeh

  86. Pingback: PERANG CUMBOK SEBUAH REVOLUSI SOSIAL DI ACEH (1946-1947) - TengkuputehTengkuputeh

  87. Pingback: PERANG DI JALAN ALLAH - TengkuputehTengkuputeh

  88. Pingback: PERANG ACEH KISAH KEGAGALAN SNOUCK HURGRONJE - TengkuputehTengkuputeh

  89. Pingback: GAM CANTOI TIADA - TengkuputehTengkuputeh

  90. Pingback: ORANG ACEH DALAM SEJARAH SUMATERA | TengkuputehTengkuputeh

  91. Pingback: KETIKA IBNU BATTUTA MELAWAT SAMUDERA PASAI | TengkuputehTengkuputeh

  92. Pingback: KISAH HIDUP LAKSAMANA MALAHAYATI | TengkuputehTengkuputeh

  93. Pingback: MENYELUSURI JEJAK DARA PORTUGIS DI ACEH | TengkuputehTengkuputeh

Leave a Reply