DIMANA LETAK ISTANA KERAJAAN ACEH DARUD DONYA

Peta Kraton Aceh versi Belanda 1874

Peta Kraton Aceh versi Belanda tahun 1874; Foto bersumber dari situs nederlandsekrijgsnacht.nl

MEREKONSTRUKSIKAN KEMBALI LETAK ISTANA KERAJAAN ACEH DARUDDONYA

Pada tanggal 24 Januari 1874, Setelah pertempuran besar-besaran antara 12.000 serdadu KNIL dengan persenjataan yang unggul menghadapi asykar Aceh (jumlah tidak tercatat) di depan istana kesultanan Aceh, Belanda melakukan gerakan mengitari lewat belakang atas nasihat Teuku Nek Meraksa (Uleebalang Meraxa) dan akhirnya menduduki istana, yang oleh orang Aceh disebut dengan nama “Dalam”. Ternyata dengan jatuhnya Istana tidak menyebabkan perlawanan rakyat Aceh runtuh dan menyebabkan Belanda sangat murka. Istana Daruddonya sejak hari itu mulai dihancurkan untuk menghapuskan sejarah kesultanan Aceh yang panjang.

Baca juga: Lokasi Istana Kerajaan Aceh Dulu dan Sekarang;

Sebelum dihancurkan Belanda sempat mengabadikan beberapa foto sebagaimana berikut:

Dalam Sultan Aceh (1874) Sisi Depan Barat; arsip KITLV;

Dalam Sultan Aceh (1876) Sisi Depan Utara; arsip KITLV;

Medan depan Dalam Sultan Aceh; arsip KITLV;

Meriam Besar dekat gerbang “Dalam” Sultan Aceh (1874); arsip KITLV;

Pemakaman dekat “Dalam” Sultan Aceh (1874); arsip KITLV;

Pemandangan di gerbang utama Dalam Sultan Aceh (1874); arsip KITLV;

Puing Tembok Istana Sultan Aceh 24 Januari 1874; arsip KITLV;

Tempat kediaman Gubernur Belanda di Kutaraja (1874); arsip KITLV;

Tentara Belanda pada ekspedisi II di Dalam “Kraton” Sultan Aceh. Jenderal Van Swieten (kiri di atas meriam) dan Jenderal G.M. Verspijck (Kanan di atas meriam); arsip KITLV;

Sebenarnya sebelum diluluhlantak oleh pasukan Belanda Istana Daruddonya telah mengalami kemerosotan baik dari segi bentuk dan kemewahan dibandingkan pada masa puncak kejayaan pada abad ke-17 Masehi sebagaimana dicatat oleh para petualang asing. Ketika itu armada laut Aceh memiliki kekuatan dan kewibawaan, perniagaan berkembang dan akhirnya membuat kebudayaan sangat agung, istana Daruddonya menjadi pusat perayaan, pusat segala kebudayaan.

Meriam Besar Milik Kesultanan Aceh yang dirampas Belanda saat Perang Aceh sekarang ada di Bronbeek Museum Arnhem Belanda.

Melalui penghancuran Istana Daruddonya Belanda ingin menghapus identitas orang Aceh, menjadi manusia baru yang tidak kenal siapa nenek moyangnya, tidak kenal asal usulnya dan merasa rendah diri dihadapan mereka. Salah satunya adalah penghancuran makam Sultan Iskandar Muda (Sultan terbesar Aceh) dan mendirikan sebuah bangunan yang kokoh diatasnya sehingga seolah-oleh Sultan Iskandar Muda hanyalah legenda semata, sebagaimana yang mereka lakukan juga kepada Panembahan Senopati (Pendiri Mataram Islam). Tapi Belanda bukanlah satu-satunya bangsa asing yang pernah berhubungan dengan kesultanan Aceh ada banyak bangsa lain yang mencatat kegemilangan kerajaan Aceh.

Sebagai bangsa yang jumawa, Belanda sempat mengabadikan beberapa foto. Bahkan untuk keperluan perang mereka sempat membuat peta, tanpa mereka sadari ini membantu ketika kita ingin merekonstruksi kembali letak istana Daroddonya.

Perbandingan peta Belanda (1874) yang diletakkan di atas peta Google (2020)

Berdasarkan peta yang dibuat oleh Belanda dengan membandingkan dengan peta Google (tahun 2020), kawasan istana Daroddonya diperkirakan memiliki batas berikut:

  • Sebelah Utara bahagian kanan merupakan pertemuan antara Krueng Daroy dan Krueng Aceh;
  • Sebelah Utara bahagian kiri adalah Taman Bustanussalatin (Taman Sari) atau sudut bangunan Bharata sekarang;
  • Sebelah Barat dibatasi dinding melintasi museum Aceh sampai Kandang Meuh dulunya, sekarang kompleks Baperis;
  • Sebelah Timur diperkirakan halaman Gunongan dan Pinto Khob sampai taman Bustanussalatin (Taman Sari) mendekati pintu Masjid Raya Baiturrahman sekarang;
  • Sebelah Selatan adalah meliputi lapangan Neusu sampai pada bahagian ini yang juga terdapat pendopo gubernur Aceh saat ini;

Rekonstruksi kembali letak istana Daroddonya mungkin tidak akan selesai dengan penelitian sederhana ini, dibutuhkan penggalian arkeologis yang lebih mendalam oleh para ahli. Penulis hanya berusaha memberi kunci untuk membukanya. Karena bagaimana pun sejarah adalah sebuah menara pengalaman yang hebat, yang mana waktu ditempatkan di tengah-tengah lahan yang tak berujung dari zaman-zaman yang telah berlalu. Bukan tugas mudah untuk menggapai puncak menara tersebut, dibutuhkan kaki-kaki muda yang kuat sehingga ini dapat dilakukan.

Peta Istana atau Kraton Aceh tahun 1873 arsip Universitas Leiden

Peta Istana atau Kraton Aceh tahun 1873 arsip Universitas Leiden

Satu generasi mungkin telah dan akan berakhir. Ketika kalian nantinya dapat merekonstruksi kembali dengan tepat, maka kalian akan mengerti dan memahami alasan penulis untuk antusias. Daroddonya adalah salah satu mahakarya leluhur kita, jangan lupakan itu, jangan pernah!

Index/Daftar Keputakaan :

  1. Sir R.O. Winstedt; History of Malaya;Singgapura; 1962.
  2. Denys Lombard; Le sultanat d’Atjeh au temps d’Iskandar Muda (1607-1636); Paris; 1967.
  3. Davis (Jhon); A biefe Relation of Master Jhon Davis, chiefe pilot to the Zelanders in their East India Voyage, departing from Middleborough the fifteenth of March, Anno 1598; London; 1625.
  4. Beaulieu (Augustin de); Relation de I’estat present du commerce des Hollandais at des Portugais dans les Indes Orientales; memoires du voyage aux Indes Orientales du General de Beaulieu; Paris; 1664-1666.
  5. Zhang Xie, Dong xi yang kao; Taiwan; 1962.
  6. Mundy (Peter); The Travels of Peter Mundy in England, Western India, Achen, Macao, and The Canton Province, 1634-1637; London; 1919.
  7. Best (Thomas); The Voyage of Best to the East Indies 1612-1614; London; 1934.
  8. Lancaster (Sir James); The Voyage of Sir James Lancaster to Brazil and the East Indies, 1591-1603; London; 1940.
  9. Paul Van ‘T Veer; De Atjeh-Oorlog; Amsterdam; 1979.
  10. Muhammad Said; Aceh Sepanjang Abad; Medan; 1961.
  11. Foto bersumber dari situs kitlv.nl dan nederlandsekrijgsnacht.nl

Artikel-artikel tentang Aceh:

  1. SENJA DI MALAKA 14 JUNI 2017;
  2. KRITIK KEPADA SULTAN ISKANDAR MUDA 4 JULI 2017;
  3. HIKAYAT SUKU MANTE 5 JULI 2017;
  4. TEUKU NYAK MAKAM, PAHLAWAN ACEH TANPA KEPALA 30 JULI 2017;
  5. ASAL MUASAL BUDAYA KOPI DI ACEH 1 AGUSTUS 2017;
  6. MUSIBAH TENGGELAMNYA KMP GURITA 6 AGUSTUS 2017;
  7. PERANG ACEH, KISAH KEGAGALAN SNOUCK HURGRONJE 7 AGUSTUS 2017;
  8. ACEH DI MATA KOLONIALIS 8 AGUSTUS 2017;
  9. MELUKIS SEJARAH 10 AGUSTUS 2017;
  10. NASIHAT-NASIHAT C. SNOUCK HURGRONJE SEMASA KEPEGAWAIANNYA KEPADA PEMERINTAH HINDIA BELANDA 1889-1936 14 AGUSTUS 2017;
  11. ACEH SEPANJANG ABAD 16 AGUSTUS 2017;
  12. PERANG DI JALAN ALLAH 30 AGUSTUS 2017;
  13. ACEH DAERAH MODAL 7 SEPTEMBER 2017;
  14. 59 TAHUN ACEH MERDEKA DI BAWAH PEMERINTAHAN RATU 12 SEPTEMBER 2017;
  15. KERAJAAN ACEH PADA JAMAN SULTAN ISKANDAR MUDA (1609-1636) 13 SEPTEMBER 2017;
  16. PERISTIWA KEMERDEKAAN DI ACEH 14 SEPTEMBER 2017;
  17. PASAI DALAM PERJALANAN SEJARAH 17 SEPTEMBER 2017;
  18. MATA UANG EMAS KERAJAAN-KERAJAAN DI ACEH 19 SEPTEMBER 2017;
  19. ATJEH MENDAKWA,SEBUAH BUKU YANG MENJADI SAKSI SEPAK TERJANG PARTAI KOMUNIS INDONESIA DI ACEH 21 SEPTEMBER 2017;
  20. SEJARAH PARTAI KOMUNIS INDONESIA DI ACEH 21 SEPTEMBER 2017;
  21. MISI MENCARI MAKAM PARA SULTANAH ACEH 6 OKTOBER 2017;
  22. BERZIARAH KE MAKAM SULTANAH MALIKAH NAHRASYIYAH 8 OKTOBER 2017;
  23. EKSPLOITASI SUMBER DAYA ALAM APAKAH BAGUS UNTUK ACEH 15 OKTOBER 2017;
  24. AROMA MEMIKAT DARI DAPUR ACEH 16 OKTOBER 2017;
  25. TARIKH ACEH DAN NUSANTARA 29 OKTOBER 2017;
  26. PEKUBURAN SERDADU BELANDA PEUCUT KHERKHOF DI BANDA ACEH SEBAGAI SAKSI KEDAHSYATAN PERANG ACEH 11 NOVEMBER 2017;
  27. PEMBERONTAKAN KAUM REPUBLIK KASUS DARUL ISLAM ACEH 17 NOVEMBER 2017;
  28. TUANKU HASYIM WALI NANGGROE YANG DILUPAKAN SEJARAH 19 NOVEMBER 2017;
  29. KOPRS MARSOSE SERDADU PRIBUMI PELAYAN RATU BELANDA 8 DESEMBER 2017;
  30. HIKAYAT-HIKAYAT DARI NEGERI ACEH 16 DESEMBER 2017;
  31. LEGENDA GAJAH PUTIH SEBAGAI ASAL NAMA KABUPATEN BENER MERIAH; 12 JANUARI 2018;
  32. SECANGKIR KOPI DARI ACEH; 22 JANUARI 2018;
  33. ACEH PUNGO (ACEH GILA); 8 FEBRUARI 2018;
  34. SIAPAKAH ORANG ACEH SEBENARNYA; 6 APRIL 2018;
  35. ORANG ACEH DALAM SEJARAH SUMATERA; 15 APRIL 2018;
  36. KETIKA IBNU BATTUTA MELAWAT SAMUDERA PASAI; 16 APRIL 2018;
  37. KISAH HIDUP LAKSAMANA MALAHAYATI; 18 APRIL 2018;
  38. PERANAN LEMBAGA TUHA PEUET DALAM MASYARAKAT ACEH PADA MASA LAMPAU; 5 MEI 2018;
  39. MENYINGKAP MAKNA SYAIR KUTINDHIENG SELAKU MANTRA SIHIR ACEH KUNO; 15 MEI 2018;
  40. SEJARAH KERAJAAN LAMURI; 24 JUNI 2018;
  41. KEBIJAKAN POLITIK ISLAM OLEH SNOUCK HURGRONJE SEBAGAI SARAN KEPADA PEMERINTAH HINDIA BELANDA UNTUK MENGHANCURKAN KEKUATAN ISLAM DI INDONESIA; 25 JUNI 2018;
  42. MASA DEPAN POLITIK DUNIA MELAYU; 28 JULI 2018;
  43. EDISI KHUSUS SERI PAHLAWAN NASIONAL PRANGKO 100 TAHUN CUT NYAK DHIEN; 8 AGUSTUS 2018;
  44. MEMOAR PANGLIMA POLEM SEORANG PEJUANG PERINTIS KEMERDEKAAN; 19 SEPTEMBER 2018;
  45. PUTROE PHANG JULUKAN DARI TENGKU KAMALIAH SEORANG PUTRI KESULTANAN PAHANG; 28 SEPTEMBER 2018;
  46. TEUKU NYAK ARIEF SEORANG YANG TULEN BERANI DAN LURUS SEBAGAI RENCONG ACEH DI VOLKSRAAD; 17 OKTOBER 2018;
  47. RINCIAN ISI KANUN MEUKUTA ALAM PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN KESULTANAN ACEH DARUSSALAM YANG DISUSUN PADA MASA PEMERINTAHAN SULTAN ISKANDAR MUDA; 26 OKTOBER 2018;
  48. CATATAN SEJARAH RANTAI BABI ATAU RANTE BUI DALAM TULISAN YANG DISUSUN KOLONIAL BELANDA; 26 OKTOBER 2018;
  49. PASUKAN MERIAM NUKUM SANANY SEBUAH PASAK DARI RUMAH GADANG INDONESIA MERDEKA; 4 NOVEMBER 2018;
  50. PENEMUAN ARCA KEPALA ALALOKITESWARA SEBAGAI JEJAK KEBERADAAN PERADABAN AGAMA BUDHA DI ACEH; 18 NOVEMBER 2018;
  51. REVOLUSI DESEMBER ’45 DI ACEH ATAU PEMBESMIAN PENKHIANAT TANAH AIR; 6 FEBRUARI 2019;
  52. LEBURNJA KERATON ATJEH; 11 MARET 2019;
  53. HADIH MAJA PENGAJARAN SERTA HIBURAN WARISAN LELUHUR; 27 MARET 2019;
  54. HAME ATAU PANTANGAN ORANG ACEH DARI MASA LAMPAU; 19 JUNI 2019;
  55. SINGA ATJEH BIOGRAPHI SERI SULTAN ISKANDAR MUDA; 6 AGUSTUS 2019;
  56. APA SEBAB RAKYAT ACEH SANGGUP BERPERANG PULUHAN TAHUN MELAWAN AGRESSI BELANDA; 17 OKTOBER 2019;
  57. PERBANDINGAN PENGUCAPAN BAHASA ACEH DENGAN BAHASA INDONESIA; 30 DESEMBER 2019;
  58. BERBAGAI BAHASA DAERAH DI ACEH; 30 JANUARI 2020;
  59. LOKASI ISTANA KERAJAAN ACEH DULU DAN SEKARANG; 27 FEBRUARI 2020;

Tentang tengkuputeh

Cepat seperti angin // Tekun seperti hujan // Bergairah seperti api // Diam seperti gunung // Misterius seperti laut // Kejam seperti badai // Anggun seperti ngarai // Hening seperti hutan // Dalam seperti lembah // Lembut seperti awan // Tangguh seperti karang // Sederhana seperti debu // Menyelimuti seperti udara // Hangat seperti matahari // Luas seperti angkasa // Berserakan seperti debu //
Pos ini dipublikasikan di Cuplikan Sejarah, History, Kolom, Mari Berpikir, Opini, Pengembangan diri, Reportase dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

3 Balasan ke DIMANA LETAK ISTANA KERAJAAN ACEH DARUD DONYA

  1. Ping balik: LEGENDA DAN MITOS ASAL USUL PENAMAAN PULAU SABANG, GUNUNG SEULAWAH, PANTAI ALUE NAGA DAN KAWASAN ULEE LHEU | Tengkuputeh

  2. Ping balik: LEGENDA ASAL MULA GUNUNG GEURUTEE | Tengkuputeh

  3. Ping balik: HAMZAH FANSURI PERINTIS SASTRA MELAYU | Tengkuputeh

Leave a Reply

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.