Advertisements
Advertisements

Tengkuputeh

I love words, I have fallen into the joy of writing them
Aceh Sepanjang Abad
Disain sampul oleh : Prof. Hembing Wijayakusuma F.B. Ac. A.

ACEH SEPANJANG ABAD

Buku Aceh Sepanjang Abad terdiri dari dua Jilid

  1. Aceh Sepanjang Abad Jilid Pertama; Cetakan Kedua Direvisi dan Diperlengkap, Mengungkapkan Perkembangan Dari Masa Permulaan Sejarahnya Hingga Kekalahan Belanda April 1873; Penulis H. Mohammad Said; Diterbitkan oleh P.T. Percetakan dan Penerbitan Waspada; Medan; 1981.
  2. Aceh Sepanjang Abad Jilid Kedua; Mengungkapkan dari eskpedisi Belanda kedua ke Aceh sampai keadaan tahun 1945; Penulis H. Mohammad Said; Dicetak oleh P.T. Percetakan Prakarsa Abadi Press; Diterbitkan oleh P.T Harian Waspada; Medan.

Free download Buku Aceh Sepanjang Abad

  1. Mohammad Said – Aceh Sepanjang Abad Jilid 1
  2. Mohammad Said – Aceh Sepanjang Abad Jilid 2

Review Buku Aceh Sepanjang Abad

Aceh Sepanjang Abad Jilid 1 dan 2 Hitam Putih

Bagi para penikmat sejarah Nusantara khususnya Aceh, Maka tidak asing jika mendengar tentang buku “Aceh Sepanjang Abad”. Buku ini merupakan Buah karya dari Mohammad Said, dan merupakan satu-satunya buku sejarah Aceh terlengkap yang sampai saat ini belum ada tandingannya. Sejarah Aceh yang dalam perjalanannya yang memiliki lika-liku sejarah yang sangat panjang dan unik dalam perlawanan terhadap Belanda seakan-akan tidak pernah habis-habisnya untuk dikupas. Ini dikarenakan sejarah Aceh merupakan sejarah yang berhubungan langsung dengan peristiwa sejarah dunia, baik sebelum datangnya Islam maupun setelah Aceh dipengaruhi oleh agama Islam.

Buku ini dijadikan sebagai buku induk sejarah Aceh, dikarenakan isinya yang sangat lengkap dan menceritakan fakta sejarah Aceh yang pernah terjadi mulai abad ke-16 hingga abad ke-19. Menurut Prof. Ali Hajmy, buku Aceh Sepanjang Abad karya H. Mohammad Said ini adalah buku yang paling lengkap membahas sejarah Aceh. Buku yang pertama diterbitkan pada tahun 1961 tersebut mengulas tentang keberadaan Aceh sejak awal Masehi sampai abad ke-19. Buku kedua Mengungkapkan dari eskpedisi Belanda kedua ke sampai keadaan Aceh tahun 1945.

Lukisan Sultan Iskandar Muda

Hal ini dapat dilihat sejak jilid pertama buku Aceh Sepanjang Abad yang mengungkapkan sejarah Aceh sejak zaman pra-sejarah hingga ke Pemerintahan Aceh masa Sultan Mahmudsyah. Bila dibandingkan dengan apa yang ditulis Danys Lombard dalam buku ‘Kerajaan Aceh Zaman Sultan Iskandar Muda’, maka buku “Aceh Sepanjang Abad” ini jauh lebih lengkap. Buku Mr. Lombard hanya mengungkapkan sejarah Aceh dalam periode 1607-1636. Sedangkan buku ini mengulas perjuangan Aceh hingga tahun 1945.

Buku-buku sejarah Aceh ini penting untuk dipelajari kembali oleh generasi sekarang dan yang akan datang dengan lebih memperbanyak kembali literatur-literatur sejarah Aceh termasuk upaya pemerintah mencetak ulang berbagai buku sejarah Aceh yang berkaitan dengan pergolakan bersenjata dengan penjajahan Belanda tempo dulu.

Buku “Aceh Sepanjang Abad”, merupakan buku sejarah terlengkap yang mengungkapkan peristiwa demi peristiwa sejarah Aceh dalam periode klasik hingga peristiwa-peristiwa sejarah Aceh kontemporer, Dengan perjalanan Aceh yang memiliki lika-liku sejarah yang sangat panjang dan unik.

Aceh Sepanjang Abad cetakan tahun 2007

Buku yang pernah dicetak ulang tahun 1980, kemudian terakhir tahun 2007 itu menguraikan tentang pemikiran penulis, Mohammad Said tentang Aceh dari berbagai referensi dan sumber bacaan terbitan lokal dan internasional berbahasa Inggeris dan Belanda. Penulis buku ini sendiri merupakan wartawan legendaris yang memadukan sumber-sumber dari dalam dan bahkan dari luar negeri.

Riwayat Penulis – H. Mohammad Said

Biografi H. Mohammad Said

MOHAMMAD SAID, lahir di Labuhan Bilik, Sumatera Utara di tahun 1905 dari keluarga tani, menempuh Sekolah Rendah dan Normal (Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama zaman penjajahan Belanda), karena keterbatasan biasa untuk melanjutkan sekolah ia belajar dengan giat secara mandiri, seorang otodidak.

Di tahun 1928 berangkat dari desa kelahiran ke Medan dan diterima menjadi anggota redaksi surat kabar harian Tionghoa Melayu “Tjin Po”. Pada 1929 menjadi redaktur I surat kabar “Oetoesan Sumatra”, ia berhenti karena penerbit ingin merevolusionerkan haluan surat kabar dengan menyerahkan pimpinan kepada seorang politikus kiri.

Setelah beberapa tahun menjadi wartawan freelance, ia turut memimpin surat kabar mingguan “Penjebar”, lalu pindah menjadi pemimpin redaksi mingguan “Penjedar”, selanjutnya menerbitkan sendiri dan menjadi pemimpin redaksi mingguan politik populer “Seruan Kita” hingga menjelang Perang Dunia kedua.

Pada Nopember 1943 menjadi pegawai bagian sensor Departemen Kebudayaan pemerintahan sipil militer Jepang di Medan. 30 September 1945 (segera setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia) memimpin surat kabar harian Republikein “Pewarta Deli” yang diawal tahun 1946 terpaksa terhenti akibat mesin pencetaknya dihancurkan oleh pasukan Sekutu yang benci dengan perjuangannya.

Juli 1946 sampai pertengahan 1948 menjadi wakil kantor berita “Antara” untuk memimpin daan membangun cabang-cabangnya di Sumatera. Tanggal 11 Januari 1947 menerbitkan dan memimpin harian Republiken di daerah pendudukan Belanda/Nica Medan bernama “Waspada”, yang terus terbit sejak pemulihan kedaulatan sampai dengan sekarang.

Kegiatan politik:

  1. Agustus 1949 sebagai satu-satunya wartawan Republikein yang ditunjuk oleh pemerintah NRI dari Yogya turut ke Nederland meninjau Konferensi Meja Bundar.
  2. Awal 1950 memimpin Kongres Rakyat se-Sumatera Timur yang menuntut pembubaran negara boneka Belanda, Negara Sumatera Timur “NST”. Sejak itu menjadi aktivis dan ketua umum Partai Nasional Indonesia daerah Sumatera Utara hingga 1956. seterusnya non-aktif.
  3. Tahun 1955. Memenuhi undangan pemerintah Republic Rakyat Cina (RRC) bersama rombongan politisi non-komunis lainnya meninjau Tiongkok.
  4. Tahun 1956. memenuhi undangan pemerintah Arnerika Serikat meninjau negeri itu selama 3 bulan.
  5. Tahun 1957 sampai 1967 memenuhi undangan-undangan meninjau Inggris, Belanda, Jerman, Arnerika Serikat (kedua kali), Mesir (dua kali) dan Saudi Arabia (turut dalam rombongan presiden Sukarno).
  6. Tahun 1966 Ketika Orde Baru berdiri atas rekomendasi PNI Osa Usep menjadi anggota MPRS, hanya setahun karena ia meminta berhenti dengan hormat karena kesibukan lain.

Sebagai sejarawan:

Sejak masa kolonial dan hingga sekarang terus memusatkan perhatisn menulis buku-buku sejarah antara lain :  “Kerajaan Bumi Putera Yang Berdiri Sendiri di Indonesia”, “Deli Dahulu dan Sekarang”, “Perobahan Pemerintahan (Bestuurshervorming”), “Busido” (salinan), “14 Bulan Pendudukan Inggris di Indonesia”, “Sejarah Pers di Sumatera Utara”, “Koeli Kontrak Tempo Doeloe”, “Atjeh Sepanjang Abad” dan beberapa naskah tebal yang belum diterbitkan.

Sebagai tokoh masyarakat:

Memimpin beberapa kali Seminar Masuknya Islam ke Indonesia, yang berlangsung di Medan dan Banda Aceh.

XXX

Artikel-artikel tentang Aceh:

  1. PEREMPUAN ACEH FULL POWER 4 AGUSTUS 2008;
  2. MENYUSURI JEJAK DARA PORTUGIS DI ACEH 6 DESEMBER 2008;
  3. TEUKU UMAR PAHLAWAN 11 FEBRUARI 2011;
  4. FILOSOFI GOB 10 OKTOBER 2011;
  5. KEBENARAN YANG SAMAR 28 FEBRUARI 2013;
  6. GAM CANTOI TIADA 30 MARET 2013;
  7. PERANG CUMBOK SEBUAH REVOLUSI SOSIAL DI ACEH (1946-1947) 18 JUNI 2013;
  8. TSUNAMI 26 DESEMBER 2015;
  9. PERADABAN TANPA TULISAN 25 FEBRUARI 2016;
  10. SURAT TENGKU CHIK DI TIRO KEPADA RESIDEN VAN LANGEN AGAR TERCAPAI PERDAMAIAN DALAM PERANG ACEH MAKA BELANDA HARUS MEMELUK AGAMA ISLAM DI TAHUN 1885 4 NOVEMBER 2016;
  11. PARA PENYEBAR KEBOHONGAN 13 NOVEMBER 2016;
  12. MENGUNJUNGI RUMAH PAHLAWAN NASIONAL CUT MEUTIA 17 APRIL 2017;
  13. SAMUDERA PASAI SEBAGAI TITIK TOLAK ISLAM DI ASIA TENGGARA, SEBUAH UPAYA MELAWAN PSEUDO SEJARAH 24 APRIL 2017;
  14. EMAS, KAFIR DAN MAUT 20 APRIL 2017;
  15. MENGENAL LEBIH DEKAT POCUT BAREN 5 MEI 2017;
  16. OPERASI PENYERGAPAN BELANDA TERHADAP CUT MEUTIA 7 MEI 2017;
  17. MENGUNJUNGI PAMERAN BATU NISAN ACEH SEBAGAI WARISAN BUDAYA ISLAM DI ASIA TENGGARA 15 MEI 2017;
  18. KESULTANAN ACEH NEGARA BERDAULAT PERTAMA YANG MENGAKUI KEMERDEKAAN REPUBLIK BELANDA DARI KERAJAAN SPANYOL DI TAHUN 1602 18 MEI 2017;
  19. SYARIAT ISLAM SIAPA TAKUT 6 JUNI 2017;
  20. SENJA DI MALAKA 14 JUNI 2017;
  21. KRITIK KEPADA SULTAN ISKANDAR MUDA 4 JULI 2017;
  22. HIKAYAT SUKU MANTE 5 JULI 2017;
  23. TEUKU NYAK MAKAM, PAHLAWAN ACEH TANPA KEPALA 30 JULI 2017;
  24. ASAL MUASAL BUDAYA KOPI DI ACEH 1 AGUSTUS 2017;
  25. MUSIBAH TENGGELAMNYA KMP GURITA 6 AGUSTUS 2017;
  26. PERANG ACEH, KISAH KEGAGALAN SNOUCK HURGRONJE 7 AGUSTUS 2017;
  27. ACEH DI MATA KOLONIALIS 8 AGUSTUS 2017;
  28. MELUKIS SEJARAH 10 AGUSTUS 2017;
  29. NASIHAT-NASIHAT C. SNOUCK HURGRONJE SEMASA KEPEGAWAIANNYA KEPADA PEMERINTAH HINDIA BELANDA 1889-1936 14 AGUSTUS 2017;
  30. ACEH SEPANJANG ABAD 16 AGUSTUS 2017;
  31. PERANG DI JALAN ALLAH 30 AGUSTUS 2017;
  32. ACEH DAERAH MODAL 7 SEPTEMBER 2017;
  33. 59 TAHUN ACEH MERDEKA DI BAWAH PEMERINTAHAN RATU 12 SEPTEMBER 2017;
  34. KERAJAAN ACEH PADA JAMAN SULTAN ISKANDAR MUDA (1609-1636) 13 SEPTEMBER 2017;
  35. PERISTIWA KEMERDEKAAN DI ACEH 14 SEPTEMBER 2017;
  36. PASAI DALAM PERJALANAN SEJARAH 17 SEPTEMBER 2017;
  37. MATA UANG EMAS KERAJAAN-KERAJAAN DI ACEH 19 SEPTEMBER 2017;
  38. ACEH MENDAKWA 21 SEPTEMBER 2017;
  39. MISI MENCARI MAKAM PARA SULTANAH ACEH 6 OKTOBER 2017;
  40. BERZIARAH KE MAKAM SULTANAH MALIKAH NAHRASYIYAH 8 OKTOBER 2017;
  41. EKSPLOITASI SUMBER DAYA ALAM APAKAH BAGUS UNTUK ACEH 15 OKTOBER 2017;
  42. AROMA MEMIKAT DARI DAPUR ACEH 16 OKTOBER 2017;
  43. TARIKH ACEH DAN NUSANTARA 29 OKTOBER 2017;
  44. PEKUBURAN SERDADU BELANDA PEUCUT KHERKHOF DI BANDA ACEH SEBAGAI SAKSI KEDAHSYATAN PERANG ACEH 11 NOVEMBER 2017;
  45. PEMBERONTAKAN KAUM REPUBLIK KASUS DARUL ISLAM ACEH 17 NOVEMBER 2017;
  46. TUANKU HASYIM WALI NANGGROE YANG DILUPAKAN SEJARAH 19 NOVEMBER 2017;
  47. KOPRS MARSOSE SERDADU PRIBUMI PELAYAN RATU BELANDA 8 DESEMBER 2017;
  48. HIKAYAT-HIKAYAT DARI NEGERI ACEH 16 DESEMBER 2017;
  49. LEGENDA GAJAH PUTIH SEBAGAI ASAL NAMA KABUPATEN BENER MERIAH; 12 JANUARI 2018;
  50. SECANGKIR KOPI DARI ACEH; 22 JANUARI 2018;
  51. ACEH PUNGO (ACEH GILA); 8 FEBRUARI 2018;
  52. SIAPAKAH ORANG ACEH SEBENARNYA; 6 APRIL 2018;
  53. ORANG ACEH DALAM SEJARAH SUMATERA; 15 APRIL 2018;
  54. KETIKA IBNU BATTUTA MELAWAT SAMUDERA PASAI; 16 APRIL 2018;
  55. KISAH HIDUP LAKSAMANA MALAHAYATI; 18 APRIL 2018;
  56. PERANAN LEMBAGA TUHA PEUET DALAM MASYARAKAT ACEH PADA MASA LAMPAU; 5 MEI 2018;
Advertisements
Advertisements

62 thoughts on “ACEH SEPANJANG ABAD

  1. Assalamualaikum tgk..
    Pat jeut tabloe buku nyan tgk, lon tuan ingin that na buku nyan.
    Teurimeng geunaseh.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: