MENGUNJUNGI RUMAH PAHLAWAN NASIONAL CUT MEUTIA

Lukisan Cut Mutia, Desa Beuringen Pirak, Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara.

MENGUNJUNGI RUMAH PAHLAWAN NASIONAL CUT MEUTIA

Tiga pemuda buncit datang ke jalan Desa Beuringen Pirak, Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara, Sabtu (15/4/2016).  Mereka  memasuki rumah pahlawan nasional Cut Meutia, srikandi Aceh yang namanya kesohor berkat perjuangannya melawan penjajah Belanda tempo dulu.

Sore itu, semilir angin menggoyang pohon pinus yang menjulang di sekitar rumah. Rumah panggung khas Aceh itu menjadi pesona utama. Di bagian depan rumah terdapat prasasti tentang wafatnya Cut Meutia pada 25 Oktober 1910 di Pucok Krueng Keureuto, Aceh Utara. Makamnya juga berada di hujung sungai Keureuto terpaut sekitar 200 kilometer dari rumah itu.

Mereka “berziarah” di rumah Cut Meutia. Di kompleks rumah adat ini, terdapat tiga tempat penyimpanan padi, dan satu lesung penumbuk padi. Selain itu, terdapat pula satu balai rapat dan monumen kegigihan perjuangan Cut Meutia yang dibangun secara permanen.

Sayangnya bagian dalam rumah utama tidak terdapat benda peninggalan Cut Meutia. Rumah itu terdiri dari dua kamar, selebihnya kosong, layaknya ruang tamu dan ruang rapat. Beberapa foto dan susunan keturunan Cut Meutia terlihat kusam di sana. Hanya satu lukisan terbaru berukuran besar di dalam rumah itu. Tidak ada guci, rencong atau senjata tradisional Aceh lainnya yang disimpan di rumah itu.

Tim Tengkuputeh Traveler di rumah Cut Meutia

Menurut mereka seharusnya pemerintah melengkapi koleksi benda bersejarah di rumah itu. Sehingga, daya tarik rumah itu semakin memikat pengunjung. Selain itu, ketangguhan Cut Meutia saat melawan Belanda harus tercermin dari benda yang disimpan di rumah itu.

“Jika tidak pengunjung tak bisa merasakan betapa hebatnya Cut Meutia memimpin pasukan melawan Belanda. Bagi kami, dia srikandi Aceh yang menjadi teladan sepanjang massa,” ujar mereka kompak.

Seorang penjaga rumah itu, Muslem menyebutkan pengelolaan rumah itu di bawah Balai Pelestarian Cagar Budaya Aceh. Juga, berada di bawah Kementerian Pariwisata.

“Saat ini memang sepi tapi biasanya pada saat lebaran pengunjung bisa ribuan.  Akhir pekan adalah puluhan pengunjung,” ujar Muslem.

Dia menyebutkan pengunjung umumnya senang berfoto di kompleks rumah itu. Pasalnya, rumah itu sangat rimbun dengan aneka pohon. Selain itu, bentuknya rumah khas Aceh mulai langka di era modern saat ini.

“Semua bangunan seperti disain dalam rumah, krong (tempat penyimpanan padi), kolam, balai dan lesung itu diadopsi dari kondisi nyata ketika Cut Meutia menempati rumah ini tempo dulu,” tutur Muslem.

Ingin melihat rumah salah satu srikandi terbaik Indonesia, maka berkunjunglah ke rumah adat Cut Meutia.

Tulisan terkait OPERASI PENYERGAPAN BELANDA TERHADAP CUT MEUTIA

Saksikan petualangan mereka di :

Simak pula reportase lainnya :

MENGUNJUNGI PAMERAN BATU NISAN ACEH SEBAGAI WARISAN BUDAYA ISLAM DI ASIA TENGGARA

Artikel lain tentang sejarah Aceh:

  1. PEREMPUAN ACEH FULL POWER 4 AGUSTUS 2008
  2. MENYUSURI JEJAK DARA PORTUGIS DI ACEH 6 DESEMBER 2008
  3. TEUKU UMAR PAHLAWAN 11 FEBRUARI 2011
  4. FILOSOFI GOB 10 OKTOBER 2011
  5. KEBENARAN YANG SAMAR 28 FEBRUARI 2013
  6. GAM CANTOI TIADA 30 MARET 2013
  7. PERANG CUMBOK SEBUAH REVOLUSI SOSIAL DI ACEH (1946-1947) 18 JUNI 2013
  8. TSUNAMI 26 DESEMBER 2015
  9. PERADABAN TANPA TULISAN 25 FEBRUARI 2016
  10. SURAT TENGKU CHIK DI TIRO KEPADA RESIDEN VAN LANGEN AGAR TERCAPAI PERDAMAIAN DALAM PERANG ACEH MAKA BELANDA HARUS MEMELUK AGAMA ISLAM DI TAHUN 1885 4 NOVEMBER 2016
  11. PARA PENYEBAR KEBOHONGAN 13 NOVEMBER 2016
  12. MENGUNJUNGI RUMAH PAHLAWAN NASIONAL CUT MEUTIA 17 APRIL 2017
  13. SAMUDERA PASAI SEBAGAI TITIK TOLAK ISLAM DI ASIA TENGGARA, SEBUAH UPAYA MELAWAN PSEUDO SEJARAH 24 APRIL 2017
  14. EMAS, KAFIR DAN MAUT 20 APRIL 2017
  15. MENGENAL LEBIH DEKAT POCUT BAREN 5 MEI 2017
  16. OPERASI PENYERGAPAN BELANDA TERHADAP CUT MEUTIA 7 MEI 2017
  17. MENGUNJUNGI PAMERAN BATU NISAN ACEH SEBAGAI WARISAN BUDAYA ISLAM DI ASIA TENGGARA 15 MEI 2017
  18. SYARIAT ISLAM SIAPA TAKUT 6 JUNI 2017
  19. KESULTANAN ACEH NEGARA BERDAULAT PERTAMA YANG MENGAKUI KEMERDEKAAN REPUBLIK BELANDA DARI KERAJAAN SPANYOL DI TAHUN 1602 18 MEI 2017
  20. SENJA DI MALAKA 14 JUNI 2017
  21. KRITIK KEPADA SULTAN ISKANDAR MUDA 4 JULI 2017
  22. HIKAYAT SUKU MANTE 5 JULI 2017
  23. TEUKU NYAK MAKAM, PAHLAWAN ACEH TANPA KEPALA 30 JULI 2017
  24. ASAL MUASAL BUDAYA KOPI DI ACEH 1 AGUSTUS 2017
  25. MUSIBAH TENGGELAMNYA KMP GURITA 6 AGUSTUS 2017
  26. PERANG ACEH, KISAH KEGAGALAN SNOUCK HURGRONJE 7 AGUSTUS 2017
  27. ACEH DI MATA KOLONIALIS 8 AGUSTUS 2017
  28. MELUKIS SEJARAH 10 AGUSTUS 2017
  29. NASIHAT-NASIHAT C. SNOUCK HURGRONJE SEMASA KEPEGAWAIANNYA KEPADA PEMERINTAH HINDIA BELANDA 1889-1936 14 AGUSTUS 2017
  30. ACEH SEPANJANG ABAD 16 AGUSTUS 2017
  31. PERANG DI JALAN ALLAH 30 AGUSTUS 2017
  32. ACEH DAERAH MODAL 7 SEPTEMBER 2017
  33. 59 TAHUN ACEH MERDEKA DI BAWAH PEMERINTAHAN RATU 12 SEPTEMBER 2017
  34. KERAJAAN ACEH PADA JAMAN SULTAN ISKANDAR MUDA (1609-1636) 13 SEPTEMBER 2017
  35. PERISTIWA KEMERDEKAAN DI ACEH 14 SEPTEMBER 2017
  36. PASAI DALAM PERJALANAN SEJARAH 17 SEPTEMBER 2017
  37. MATA UANG EMAS KERAJAAN-KERAJAAN DI ACEH 19 SEPTEMBER 2017
  38. ACEH MENDAKWA 21 SEPTEMBER 2017
  39. MISI MENCARI MAKAM PARA SULTANAH ACEH 6 OKTOBER 2017
  40. BERZIARAH KE MAKAM SULTANAH MALIKAH NAHRASYIYAH 8 OKTOBER 2017
Advertisements

About tengkuputeh

Cepat seperti angin // Tekun seperti hujan // Bergairah seperti api // Diam seperti gunung // Misterius seperti laut // Kejam seperti badai // Anggun seperti ngarai // Hening seperti hutan // Dalam seperti lembah // Lembut seperti awan // Tangguh seperti karang // Sederhana seperti debu // Menyelimuti seperti udara // Hangat seperti matahari // Luas seperti angkasa // Berserakan seperti debu //
This entry was posted in Asal Usil, Reportase and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

43 Responses to MENGUNJUNGI RUMAH PAHLAWAN NASIONAL CUT MEUTIA

  1. Pingback: OPERASI PENYERGAPAN BELANDA TERHADAP CUT MEUTIA | Tengkuputeh

  2. Pingback: MENGUNJUNGI PAMERAN BATU NISAN ACEH SEBAGAI WARISAN BUDAYA ISLAM DI ASIA TENGGARA | Tengkuputeh

  3. Pingback: TEUKU NYAK MAKAM, PAHLAWAN ACEH TANPA KEPALA | Tengkuputeh

  4. Pingback: MENYELUSURI JEJAK DARA PORTUGIS DI ACEH | Tengkuputeh

  5. Pingback: TEUKU UMAR PAHLAWAN | Tengkuputeh

  6. Pingback: FILOSOFI GOB | Tengkuputeh

  7. Pingback: KEBENARAN YANG SAMAR | Tengkuputeh

  8. Pingback: PERANG CUMBOK SEBUAH REVOLUSI SOSIAL DI ACEH (1946-1947) | Tengkuputeh

  9. Pingback: ASAL MUASAL BUDAYA KOPI DI ACEH | Tengkuputeh

  10. Pingback: HIKAYAT SUKU MANTE | Tengkuputeh

  11. Pingback: SENJA DI MALAKA | Tengkuputeh

  12. Pingback: KRITIK KEPADA SULTAN ISKANDAR MUDA | Tengkuputeh

  13. Pingback: SAMUDERA PASAI SEBAGAI TITIK TOLAK ISLAM DI ASIA TENGGARA, SEBUAH UPAYA MELAWAN PSEUDO SEJARAH | Tengkuputeh

  14. Pingback: MENGENAL LEBIH DEKAT POCUT BAREN | Tengkuputeh

  15. Pingback: MUSIBAH TENGGELAMNYA KMP GURITA (1996) | Tengkuputeh

  16. Pingback: PEREMPUAN ACEH FULL POWER | Tengkuputeh

  17. Pingback: TSUNAMI | Tengkuputeh

  18. Pingback: PERADABAN TANPA TULISAN | Tengkuputeh

  19. Pingback: ACEH DI MATA KOLONIALIS | Tengkuputeh

  20. Pingback: PERANG ACEH KISAH KEGAGALAN SNOUCK HURGRONJE | Tengkuputeh

  21. Pingback: NASIHAT-NASIHAT C. SNOUCK HURGRONJE | Tengkuputeh

  22. Pingback: MELUKIS SEJARAH | Tengkuputeh

  23. Pingback: ACEH SEPANJANG ABAD | Tengkuputeh

  24. Pingback: SURAT TENGKU CHIK DI TIRO KEPADA RESIDEN VAN LANGEN AGAR TERCAPAI PERDAMAIAN DALAM PERANG ACEH MAKA BELANDA HARUS MEMELUK AGAMA ISLAM DI TAHUN 1885 | Tengkuputeh

  25. Pingback: PARA PENYEBAR KEBOHONGAN | Tengkuputeh

  26. Pingback: PERANG DI JALAN ALLAH | Tengkuputeh

  27. Pingback: ACEH DAERAH MODAL | Tengkuputeh

  28. Pingback: GAM CANTOI TIADA | Tengkuputeh

  29. Pingback: EMAS, KAFIR DAN MAUT | Tengkuputeh

  30. Pingback: SYARIAT ISLAM SIAPA TAKUT | Tengkuputeh

  31. Pingback: 59 TAHUN ACEH MERDEKA Dl BAWAH PEMERINTAHAN RATU | Tengkuputeh

  32. Pingback: 59 TAHUN ACEH MERDEKA DI BAWAH PEMERINTAHAN RATU | Tengkuputeh

  33. Pingback: KERAJAAN ACEH JAMAN SULTAN ISKANDAR MUDA (1607-1636) | Tengkuputeh

  34. Pingback: PERISTIWA KEMERDEKAAN DI ACEH | Tengkuputeh

  35. Pingback: PASAI DALAM PERJALANAN SEJARAH | Tengkuputeh

  36. Pingback: KESULTANAN ACEH NEGARA BERDAULAT PERTAMA YANG MENGAKUI KEMERDEKAAN REPUBLIK BELANDA DARI KERAJAAN SPANYOL DI TAHUN 1602 | Tengkuputeh

  37. Pingback: MATA UANG EMAS KERAJAAN-KERAJAAN DI ACEH | Tengkuputeh

  38. Pingback: ATJEH MENDAKWA | Tengkuputeh

  39. Pingback: MISI MENCARI MAKAM PARA SULTANAH ACEH | Tengkuputeh

  40. Pingback: BERZIARAH KE MAKAM SULTANAH MALIKAH NAHRASYIYAH | Tengkuputeh

  41. Pingback: EKSPLORASI SUMBER DAYA ALAM APAKAH BAGUS UNTUK ACEH | Tengkuputeh

  42. Pingback: EKSPLOITASI SUMBER DAYA ALAM APAKAH BAGUS UNTUK ACEH | Tengkuputeh

  43. Pingback: AROMA MEMIKAT DARI DAPUR ACEH | Tengkuputeh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s