Advertisements

Tengkuputeh

I love words, I have fallen into the joy of writing them

 

Para Penyebar kebohongan adalah Binatang buas yang mengancam dunia adalah kepercayaan diri tanpa tanggungjawab.

PARA PENYEBAR KEBOHONGAN

Tulisan ini didedikasikan teruntuk para penyebar kebohongan (yang menyadari atau tidak), serta mereka yang terganggu karenanya, atau bagi mereka yang tak peduli sekalipun.

Seorang anak gembala mengembalakan dombanya di dekat hutan, awalnya ia merasa murung karena harus sendirian menunggui domba-domba, jauh dari perkampungan. Dia merasa terhibur  dengan memikirkan berbagai macam rencana. Akan terlihat lucu, apabila dia berpura-pura melihat serigala dan berteriak memanggil orang-orang desa datang untuk membantunya.

Ia pun berlari ke arah desa dan berteriak sekeras-kerasnya, “Serigala, serigala! Tolong, ada serigala.” Terik anak gembala tersebut. Seperti yang diduga orang-orang desa meninggalkan pekerjaan mereka dan berlari kearah gembala tersebut untuk membantunya.

Tetapi yang mereka temukan adalah anak gembala yang tertawa terbahak-bahak karena berhasil menipu orang-orang desa itu. Beberapa hari kemudian, anak gembala itu kembali berteriak, “Serigala, serigala!” Kembali orang-orang desa datang menolongnya, tetapi mereka hanya menemukan anak gembala yang terbahak-bahak kembali.

Sampai suatu hari, gerombolan serigala benar-benar datang dan menyambar domba-domba. Dalam ketakutannya, ia berlari ke arah desa dan berteriak, “Serigala! Serigala!” Tetapi walaupun orang-orang desa mendengarnya berteriak, mereka tidak datang membantunya. “Dia tidak akan bisa menipu kita lagi,” kata orang-orang desa itu.

Binatang buas yang mengancam dunia adalah kepercayaan diri tanpa tanggungjawab.

Ketika para serigala itu akhirnya menerkam dan memakan domba-domba, lalu mereka kembali ke dalam hutan, sedang si anak gembala hanya dapat duduk dan menangis dengan penuh sesal. Ini adalah dongeng Jerman, tentang dampak buruk berbohong. Tampaknya, di Jerman dimana negera memiliki ingatan kolektif yang kuat, kisah seperti ini dapat dijadikan pelajaran.

Lain pula di negeri ini, masa orde baru. Ada sebuah cara melembagakan bohong, seorang tahanan mati disiksa, dan aparat akan mengumumkan, si tahanan tewas jatuh tergelincir sabun. Seorang lain yang terbunuh dalam sel disiksa interogator, dan maklumat resmi disiarkan akan mengatakan si mati karena sesal yang besar selama di penjara, telah loncat lewat jendela dari tingkat atas dan terjerembab di pelataran.

Orang yang membaca koran tahu bahwa pengumuman itu tak dapat dipercaya, juga para petugas itu sendiri. Tapi, mereka juga tahu tak seorang pun akan menentang kebohongan itu. Orang yang menentang tak punya tempat menyatakan pendapat. Para pembangkang berada dalam bui atau gelisah di negeri asing.

Vrouw van Teukoe Panglima Polim te Sigli
Vrouw van Teukoe Panglima Polim te Sigli (1903)

Ketika zaman sensor berlalu, kita menghadapi kecanggihan teknologi. Berita dengan mudah menyebar dan diterima masyarakat. Namun kemudahan akses ini kerap disalahgunakan oleh orang-orang tidak bertanggungjawab untuk menyebarkan berita hoax atau palsu demi kepentingan pribadi atau tujuan tertentu. Sementara itu, mereka yang menyokong dan menikmati kebohongan itu terus makan, bersetubuh, bekerja, main bola, piknik, tanpa peduli benar.

Beberapa waktu lalu beredar foto yang menyatakan Cut Nyak Dien sebenarnya berjilbab, namun foto yang digunakan adalah foto istri Panglima Polim yang diambil oleh Belanda beliau menyerah kepada Belanda ditahun 1903.

Kenyataan yang sebenarnya, Belanda tidak memiliki foto Cut Nyak Dien ketika muda, satu-satunya foto yang sempat di dokumentasikan adalah ketika beliau tua, buta dan kalah. Saat beliau menangis dikhianati, diringkus oleh Belanda. Bisa jadi Cut Nyak Dien aslinya adalah mirip pakaiannya dengan istri Panglima Polem, namun menggunakan foto orang lain sebagai propaganda adalah penipuan sejarah. Apapun itu, segala jenis penipuan meski ditujukan dengan tujuan baik adalah SALAH.

Foto setelah penangkapan Cut Nyak Dien (1904)
Foto setelah penangkapan Cut Nyak Dien (1904)

Ironisnya, berbondong-bondonglah orang menjadi corong kebohongan, para penyebar kebohongan ini, sayangnya adalah mereka yang berpendidikan (Guru, dosen, sahabat dll). Tanpa pikir panjang, langsung berbagi. Ada banyak kasus lain, mereka membagikan dengan bangga. Oleh yang mengetahui, mereka ditertawakan, direndahkan. Namun mereka tak peduli, merasa ada di jalan kebenaran. Dapat kita simpulkan mereka yang membagikan file yang salah tersebut adalah, JAHAT (mengetahui kebenaran), atau TOLOL (ditipu).

Binatang buas yang mengancam dunia adalah kepercayaan diri tanpa tanggungjawab.

Kini dusta dan manipulasi dilakukan tanpa peduli itu. Faktor yang baru dalam komunikasi politik yang sarat dusta kini adalah kecepatan. Teknologi, dengan Internet, membuat informasi dan disinformasi bertabrakan dengan langsung, dalam jumlah yang nyaris tak terhitung, menjangkau pendengar dan pembaca di ruang dan waktu yang nyaris tak terbatas. Bagaimana untuk membantah? Bagaimana memverifikasi?

Pernah zaman ini mengharap Internet akan membawa pencerahan. Informasi makin sulit dimonopoli. Ketertutupan akan bocor. Dialog akan berlangsung seru. Yang salah diperhitungkan ialah bahwa media sosial yang hiruk-pikuk kini akhirnya hanya mempertemukan opini-opini yang saling mendukung. Yang salah diperkirakan ialah bahwa dalam banjir bandang informasi kini orang mudah bingung dan dengan cemas cenderung berpegang pada yang sudah siap: dogma, purbasangka yang menetap, dan takhayul modern, yaitu “teori” tentang adanya komplotan di balik semua kejadian.

Tak ada lagi Hakim dan Juri yang memutuskan dengan berwibawa mana yang benar dan yang tidak, mana yang fakta dan mana yang fantasi. Media, komunitas ilmu, peradilan: semua ikut kehilangan otoritas, semua layak diduga terlibat dalam orkestrasi dusta yang luas kini.

Berbeda dengan politik di zaman yang terdahulu. Dulu kebohongan juga disebar dan dikomunikasikan, namun dengan argumen yang mengacu pada kebenaran, meskipun kebenaran yang lemah dan hanya lamat-lamat. Dulu diam-diam masih ada pengharapan bahwa dusta yang diucapkan itu, melalui waktu dan adu pendapat, akhirnya akan bisa diterima siapa saja. Ketika para propagandis Nazi berpedoman bahwa “kebohongan yang terus-menerus diulang akan jadi kebenaran”, orang-orang Hitler itu sebenarnya masih mempedulikan kebenaran, meskipun dengan sikap kurang ajar dan sinis.

Dan agama? Yang tak disadari kini: agama telah mengalami sekularisasi, ketika Tuhan jadi alat antagonisme politik, bukan lagi yang Mahasuci yang tak dapat dijangkau nalar dan kepentingan sepihak. Maka yang dapat kita lakukan hanyalah, bersedih tak lebih.

Seorang manusia (baik) tak dapat menghalalkan tindakannya menyeleweng dengan alasan lawan-lawannya juga berlebih-lebihan. Merupakan tugasnya untuk memasang ukuran moral, untuk membangun jembatan kearah lawan-lawannya.

XXX

Artikel lain tentang sejarah Aceh:

  1. PEREMPUAN ACEH FULL POWER 4 AGUSTUS 2008;
  2. MENYUSURI JEJAK DARA PORTUGIS DI ACEH 6 DESEMBER 2008;
  3. TEUKU UMAR PAHLAWAN 11 FEBRUARI 2011;
  4. FILOSOFI GOB 10 OKTOBER 2011;
  5. KEBENARAN YANG SAMAR 28 FEBRUARI 2013;
  6. GAM CANTOI TIADA 30 MARET 2013;
  7. PERANG CUMBOK SEBUAH REVOLUSI SOSIAL DI ACEH (1946-1947) 18 JUNI 2013;
  8. TSUNAMI 26 DESEMBER 2015;
  9. PERADABAN TANPA TULISAN 25 FEBRUARI 2016;
  10. SURAT TENGKU CHIK DI TIRO KEPADA RESIDEN VAN LANGEN AGAR TERCAPAI PERDAMAIAN DALAM PERANG ACEH MAKA BELANDA HARUS MEMELUK AGAMA ISLAM DI TAHUN 1885 4 NOVEMBER 2016;
  11. PARA PENYEBAR KEBOHONGAN 13 NOVEMBER 2016;
  12. MENGUNJUNGI RUMAH PAHLAWAN NASIONAL CUT MEUTIA 17 APRIL 2017;
  13. SAMUDERA PASAI SEBAGAI TITIK TOLAK ISLAM DI ASIA TENGGARA, SEBUAH UPAYA MELAWAN PSEUDO SEJARAH 24 APRIL 2017;
  14. EMAS, KAFIR DAN MAUT 20 APRIL 2017;
  15. MENGENAL LEBIH DEKAT POCUT BAREN 5 MEI 2017;
  16. OPERASI PENYERGAPAN BELANDA TERHADAP CUT MEUTIA 7 MEI 2017;
  17. MENGUNJUNGI PAMERAN BATU NISAN ACEH SEBAGAI WARISAN BUDAYA ISLAM DI ASIA TENGGARA 15 MEI 2017;
  18. KESULTANAN ACEH NEGARA BERDAULAT PERTAMA YANG MENGAKUI KEMERDEKAAN REPUBLIK BELANDA DARI KERAJAAN SPANYOL DI TAHUN 1602 18 MEI 2017;
  19. SYARIAT ISLAM SIAPA TAKUT 6 JUNI 2017;
  20. SENJA DI MALAKA 14 JUNI 2017;
  21. KRITIK KEPADA SULTAN ISKANDAR MUDA 4 JULI 2017;
  22. HIKAYAT SUKU MANTE 5 JULI 2017;
  23. TEUKU NYAK MAKAM, PAHLAWAN ACEH TANPA KEPALA 30 JULI 2017;
  24. ASAL MUASAL BUDAYA KOPI DI ACEH 1 AGUSTUS 2017;
  25. MUSIBAH TENGGELAMNYA KMP GURITA 6 AGUSTUS 2017;
  26. PERANG ACEH, KISAH KEGAGALAN SNOUCK HURGRONJE 7 AGUSTUS 2017;
  27. ACEH DI MATA KOLONIALIS 8 AGUSTUS 2017;
  28. MELUKIS SEJARAH 10 AGUSTUS 2017;
  29. NASIHAT-NASIHAT C. SNOUCK HURGRONJE SEMASA KEPEGAWAIANNYA KEPADA PEMERINTAH HINDIA BELANDA 1889-1936 14 AGUSTUS 2017;
  30. ACEH SEPANJANG ABAD 16 AGUSTUS 2017;
  31. PERANG DI JALAN ALLAH 30 AGUSTUS 2017;
  32. ACEH DAERAH MODAL 7 SEPTEMBER 2017;
  33. 59 TAHUN ACEH MERDEKA DI BAWAH PEMERINTAHAN RATU 12 SEPTEMBER 2017;
  34. KERAJAAN ACEH PADA JAMAN SULTAN ISKANDAR MUDA (1609-1636) 13 SEPTEMBER 2017;
  35. PERISTIWA KEMERDEKAAN DI ACEH 14 SEPTEMBER 2017;
  36. PASAI DALAM PERJALANAN SEJARAH 17 SEPTEMBER 2017;
  37. MATA UANG EMAS KERAJAAN-KERAJAAN DI ACEH 19 SEPTEMBER 2017;
  38. ACEH MENDAKWA 21 SEPTEMBER 2017;
  39. MISI MENCARI MAKAM PARA SULTANAH ACEH 6 OKTOBER 2017;
  40. BERZIARAH KE MAKAM SULTANAH MALIKAH NAHRASYIYAH 8 OKTOBER 2017;
  41. EKSPLOITASI SUMBER DAYA ALAM APAKAH BAGUS UNTUK ACEH 15 OKTOBER 2017;
  42. AROMA MEMIKAT DARI DAPUR ACEH 16 OKTOBER 2017;
  43. TARIKH ACEH DAN NUSANTARA 29 OKTOBER 2017;
  44. PEKUBURAN SERDADU BELANDA PEUCUT KHERKHOF DI BANDA ACEH SEBAGAI SAKSI KEDAHSYATAN PERANG ACEH 11 NOVEMBER 2017;
  45. PEMBERONTAKAN KAUM REPUBLIK KASUS DARUL ISLAM ACEH 17 NOVEMBER 2017;
  46. TUANKU HASYIM WALI NANGGROE YANG DILUPAKAN SEJARAH 19 NOVEMBER 2017;
  47. KOPRS MARSOSE SERDADU PRIBUMI PELAYAN RATU BELANDA 8 DESEMBER 2017;
  48. HIKAYAT-HIKAYAT DARI NEGERI ACEH 16 DESEMBER 2017;
  49. LEGENDA GAJAH PUTIH SEBAGAI ASAL NAMA KABUPATEN BENER MERIAH; 12 JANUARI 2018;
  50. SECANGKIR KOPI DARI ACEH; 22 JANUARI 2018;
  51. ACEH PUNGO (ACEH GILA); 8 FEBRUARI 2018;
  52. SIAPAKAH ORANG ACEH SEBENARNYA; 6 APRIL 2018;
  53. ORANG ACEH DALAM SEJARAH SUMATERA; 15 APRIL 2018;
  54. KETIKA IBNU BATTUTA MELAWAT SAMUDERA PASAI; 16 APRIL 2018;
  55. KISAH HIDUP LAKSAMANA MALAHAYATI; 18 APRIL 2018;
Advertisements
Advertisements

63 thoughts on “PARA PENYEBAR KEBOHONGAN

Leave a Reply

%d bloggers like this: