PARA PENYEBAR KEBOHONGAN

 

Binatang buas yang mengancam dunia adalah kepercayaan diri tanpa tanggungjawab.

PARA PENYEBAR KEBOHONGAN

Tulisan ini didedikasikan teruntuk para penyebar kebohongan (yang menyadari atau tidak), serta mereka yang terganggu karenanya, atau bagi mereka yang tak peduli sekalipun.

Seorang anak gembala mengembalakan dombanya di dekat hutan, awalnya ia merasa murung karena harus sendirian menunggui domba-domba, jauh dari perkampungan. Dia merasa terhibur  dengan memikirkan berbagai macam rencana. Akan terlihat lucu, apabila dia berpura-pura melihat serigala dan berteriak memanggil orang-orang desa datang untuk membantunya.

Ia pun berlari ke arah desa dan berteriak sekeras-kerasnya, “Serigala, serigala! Tolong, ada serigala.” Terik anak gembala tersebut. Seperti yang diduga orang-orang desa meninggalkan pekerjaan mereka dan berlari kearah gembala tersebut untuk membantunya.

Tetapi yang mereka temukan adalah anak gembala yang tertawa terbahak-bahak karena berhasil menipu orang-orang desa itu. Beberapa hari kemudian, anak gembala itu kembali berteriak, “Serigala, serigala!” Kembali orang-orang desa datang menolongnya, tetapi mereka hanya menemukan anak gembala yang terbahak-bahak kembali.

Sampai suatu hari, gerombolan serigala benar-benar datang dan menyambar domba-domba. Dalam ketakutannya, ia berlari ke arah desa dan berteriak, “Serigala! Serigala!” Tetapi walaupun orang-orang desa mendengarnya berteriak, mereka tidak datang membantunya. “Dia tidak akan bisa menipu kita lagi,” kata orang-orang desa itu.

Binatang buas yang mengancam dunia adalah kepercayaan diri tanpa tanggungjawab.

Ketika para serigala itu akhirnya menerkam dan memakan domba-domba, lalu mereka kembali ke dalam hutan, sedang si anak gembala hanya dapat duduk dan menangis dengan penuh sesal. Ini adalah dongeng Jerman, tentang dampak buruk berbohong. Tampaknya, di Jerman dimana negera memiliki ingatan kolektif yang kuat, kisah seperti ini dapat dijadikan pelajaran.

Lain pula di negeri ini, masa orde baru. Ada sebuah cara melembagakan bohong, seorang tahanan mati disiksa, dan aparat akan mengumumkan, si tahanan tewas jatuh tergelincir sabun. Seorang lain yang terbunuh dalam sel disiksa interogator, dan maklumat resmi disiarkan akan mengatakan si mati karena sesal yang besar selama di penjara, telah loncat lewat jendela dari tingkat atas dan terjerembab di pelataran.

Orang yang membaca koran tahu bahwa pengumuman itu tak dapat dipercaya, juga para petugas itu sendiri. Tapi, mereka juga tahu tak seorang pun akan menentang kebohongan itu. Orang yang menentang tak punya tempat menyatakan pendapat. Para pembangkang berada dalam bui atau gelisah di negeri asing.

Vrouw van Teukoe Panglima Polim te Sigli

Vrouw van Teukoe Panglima Polim te Sigli (1903)

Ketika zaman sensor berlalu, kita menghadapi kecanggihan teknologi. Berita dengan mudah menyebar dan diterima masyarakat. Namun kemudahan akses ini kerap disalahgunakan oleh orang-orang tidak bertanggungjawab untuk menyebarkan berita hoax atau palsu demi kepentingan pribadi atau tujuan tertentu. Sementara itu, mereka yang menyokong dan menikmati kebohongan itu terus makan, bersetubuh, bekerja, main bola, piknik, tanpa peduli benar.

Beberapa waktu lalu beredar foto yang menyatakan Cut Nyak Dien sebenarnya berjilbab, namun foto yang digunakan adalah foto istri Panglima Polim yang diambil oleh Belanda beliau menyerah kepada Belanda ditahun 1903.

Kenyataan yang sebenarnya, Belanda tidak memiliki foto Cut Nyak Dien ketika muda, satu-satunya foto yang sempat di dokumentasikan adalah ketika beliau tua, buta dan kalah. Saat beliau menangis dikhianati, diringkus oleh Belanda. Bisa jadi Cut Nyak Dien aslinya adalah mirip pakaiannya dengan istri Panglima Polem, namun menggunakan foto orang lain sebagai propaganda adalah penipuan sejarah. Apapun itu, segala jenis penipuan meski ditujukan dengan tujuan baik adalah SALAH.

Foto setelah penangkapan Cut Nyak Dien (1904)

Foto setelah penangkapan Cut Nyak Dien (1904)

Ironisnya, berbondong-bondonglah orang menjadi corong kebohongan, para penyebar kebohongan ini, sayangnya adalah mereka yang berpendidikan (Guru, dosen, sahabat dll). Tanpa pikir panjang, langsung berbagi. Ada banyak kasus lain, mereka membagikan dengan bangga. Oleh yang mengetahui, mereka ditertawakan, direndahkan. Namun mereka tak peduli, merasa ada di jalan kebenaran. Dapat kita simpulkan mereka yang membagikan file yang salah tersebut adalah, JAHAT (mengetahui kebenaran), atau TOLOL (ditipu).

Binatang buas yang mengancam dunia adalah kepercayaan diri tanpa tanggungjawab.

Kini dusta dan manipulasi dilakukan tanpa peduli itu. Faktor yang baru dalam komunikasi politik yang sarat dusta kini adalah kecepatan. Teknologi, dengan Internet, membuat informasi dan disinformasi bertabrakan dengan langsung, dalam jumlah yang nyaris tak terhitung, menjangkau pendengar dan pembaca di ruang dan waktu yang nyaris tak terbatas. Bagaimana untuk membantah? Bagaimana memverifikasi?

Pernah zaman ini mengharap Internet akan membawa pencerahan. Informasi makin sulit dimonopoli. Ketertutupan akan bocor. Dialog akan berlangsung seru. Yang salah diperhitungkan ialah bahwa media sosial yang hiruk-pikuk kini akhirnya hanya mempertemukan opini-opini yang saling mendukung. Yang salah diperkirakan ialah bahwa dalam banjir bandang informasi kini orang mudah bingung dan dengan cemas cenderung berpegang pada yang sudah siap: dogma, purbasangka yang menetap, dan takhayul modern, yaitu “teori” tentang adanya komplotan di balik semua kejadian.

Tak ada lagi Hakim dan Juri yang memutuskan dengan berwibawa mana yang benar dan yang tidak, mana yang fakta dan mana yang fantasi. Media, komunitas ilmu, peradilan: semua ikut kehilangan otoritas, semua layak diduga terlibat dalam orkestrasi dusta yang luas kini.

Berbeda dengan politik di zaman yang terdahulu. Dulu kebohongan juga disebar dan dikomunikasikan, namun dengan argumen yang mengacu pada kebenaran, meskipun kebenaran yang lemah dan hanya lamat-lamat. Dulu diam-diam masih ada pengharapan bahwa dusta yang diucapkan itu, melalui waktu dan adu pendapat, akhirnya akan bisa diterima siapa saja. Ketika para propagandis Nazi berpedoman bahwa “kebohongan yang terus-menerus diulang akan jadi kebenaran”, orang-orang Hitler itu sebenarnya masih mempedulikan kebenaran, meskipun dengan sikap kurang ajar dan sinis.

Dan agama? Yang tak disadari kini: agama telah mengalami sekularisasi, ketika Tuhan jadi alat antagonisme politik, bukan lagi yang Mahasuci yang tak dapat dijangkau nalar dan kepentingan sepihak. Maka yang dapat kita lakukan hanyalah, bersedih tak lebih.

Seorang manusia (baik) tak dapat menghalalkan tindakannya menyeleweng dengan alasan lawan-lawannya juga berlebih-lebihan. Merupakan tugasnya untuk memasang ukuran moral, untuk membangun jembatan kearah lawan-lawannya.

XXX

Artikel lain tentang sejarah Aceh:

  1. PEREMPUAN ACEH FULL POWER 4 AGUSTUS 2008;
  2. MENYUSURI JEJAK DARA PORTUGIS DI ACEH 6 DESEMBER 2008;
  3. TEUKU UMAR PAHLAWAN 11 FEBRUARI 2011;
  4. FILOSOFI GOB 10 OKTOBER 2011;
  5. KEBENARAN YANG SAMAR 28 FEBRUARI 2013;
  6. GAM CANTOI TIADA 30 MARET 2013;
  7. PERANG CUMBOK SEBUAH REVOLUSI SOSIAL DI ACEH (1946-1947) 18 JUNI 2013;
  8. TSUNAMI 26 DESEMBER 2015;
  9. PERADABAN TANPA TULISAN 25 FEBRUARI 2016;
  10. SURAT TENGKU CHIK DI TIRO KEPADA RESIDEN VAN LANGEN AGAR TERCAPAI PERDAMAIAN DALAM PERANG ACEH MAKA BELANDA HARUS MEMELUK AGAMA ISLAM DI TAHUN 1885 4 NOVEMBER 2016;
  11. PARA PENYEBAR KEBOHONGAN 13 NOVEMBER 2016;
  12. MENGUNJUNGI RUMAH PAHLAWAN NASIONAL CUT MEUTIA 17 APRIL 2017;
  13. SAMUDERA PASAI SEBAGAI TITIK TOLAK ISLAM DI ASIA TENGGARA, SEBUAH UPAYA MELAWAN PSEUDO SEJARAH 24 APRIL 2017;
  14. EMAS, KAFIR DAN MAUT 20 APRIL 2017;
  15. MENGENAL LEBIH DEKAT POCUT BAREN 5 MEI 2017;
  16. OPERASI PENYERGAPAN BELANDA TERHADAP CUT MEUTIA 7 MEI 2017;
  17. MENGUNJUNGI PAMERAN BATU NISAN ACEH SEBAGAI WARISAN BUDAYA ISLAM DI ASIA TENGGARA 15 MEI 2017;
  18. KESULTANAN ACEH NEGARA BERDAULAT PERTAMA YANG MENGAKUI KEMERDEKAAN REPUBLIK BELANDA DARI KERAJAAN SPANYOL DI TAHUN 1602 18 MEI 2017;
  19. SYARIAT ISLAM SIAPA TAKUT 6 JUNI 2017;
  20. SENJA DI MALAKA 14 JUNI 2017;
  21. KRITIK KEPADA SULTAN ISKANDAR MUDA 4 JULI 2017;
  22. HIKAYAT SUKU MANTE 5 JULI 2017;
  23. TEUKU NYAK MAKAM, PAHLAWAN ACEH TANPA KEPALA 30 JULI 2017;
  24. ASAL MUASAL BUDAYA KOPI DI ACEH 1 AGUSTUS 2017;
  25. MUSIBAH TENGGELAMNYA KMP GURITA 6 AGUSTUS 2017;
  26. PERANG ACEH, KISAH KEGAGALAN SNOUCK HURGRONJE 7 AGUSTUS 2017;
  27. ACEH DI MATA KOLONIALIS 8 AGUSTUS 2017;
  28. MELUKIS SEJARAH 10 AGUSTUS 2017;
  29. NASIHAT-NASIHAT C. SNOUCK HURGRONJE SEMASA KEPEGAWAIANNYA KEPADA PEMERINTAH HINDIA BELANDA 1889-1936 14 AGUSTUS 2017;
  30. ACEH SEPANJANG ABAD 16 AGUSTUS 2017;
  31. PERANG DI JALAN ALLAH 30 AGUSTUS 2017;
  32. ACEH DAERAH MODAL 7 SEPTEMBER 2017;
  33. 59 TAHUN ACEH MERDEKA DI BAWAH PEMERINTAHAN RATU 12 SEPTEMBER 2017;
  34. KERAJAAN ACEH PADA JAMAN SULTAN ISKANDAR MUDA (1609-1636) 13 SEPTEMBER 2017;
  35. PERISTIWA KEMERDEKAAN DI ACEH 14 SEPTEMBER 2017;
  36. PASAI DALAM PERJALANAN SEJARAH 17 SEPTEMBER 2017;
  37. MATA UANG EMAS KERAJAAN-KERAJAAN DI ACEH 19 SEPTEMBER 2017;
  38. ACEH MENDAKWA 21 SEPTEMBER 2017;
  39. MISI MENCARI MAKAM PARA SULTANAH ACEH 6 OKTOBER 2017;
  40. BERZIARAH KE MAKAM SULTANAH MALIKAH NAHRASYIYAH 8 OKTOBER 2017;
  41. EKSPLOITASI SUMBER DAYA ALAM APAKAH BAGUS UNTUK ACEH 15 OKTOBER 2017;
  42. AROMA MEMIKAT DARI DAPUR ACEH 16 OKTOBER 2017;
  43. TARIKH ACEH DAN NUSANTARA 29 OKTOBER 2017;
  44. PEKUBURAN SERDADU BELANDA PEUCUT KHERKHOF DI BANDA ACEH SEBAGAI SAKSI KEDAHSYATAN PERANG ACEH 11 NOVEMBER 2017;
  45. PEMBERONTAKAN KAUM REPUBLIK KASUS DARUL ISLAM ACEH 17 NOVEMBER 2017;
  46. TUANKU HASYIM WALI NANGGROE YANG DILUPAKAN SEJARAH 19 NOVEMBER 2017;
  47. KOPRS MARSOSE SERDADU PRIBUMI PELAYAN RATU BELANDA 8 DESEMBER 2017;
  48. HIKAYAT-HIKAYAT DARI NEGERI ACEH 16 DESEMBER 2017;
  49. LEGENDA GAJAH PUTIH SEBAGAI ASAL NAMA KABUPATEN BENER MERIAH; 12 JANUARI 2018;
  50. SECANGKIR KOPI DARI ACEH; 22 JANUARI 2018;
  51. ACEH PUNGO (ACEH GILA); 8 FEBRUARI 2018;

Tentang tengkuputeh

Cepat seperti angin // Tekun seperti hujan // Bergairah seperti api // Diam seperti gunung // Misterius seperti laut // Kejam seperti badai // Anggun seperti ngarai // Hening seperti hutan // Dalam seperti lembah // Lembut seperti awan // Tangguh seperti karang // Sederhana seperti debu // Menyelimuti seperti udara // Hangat seperti matahari // Luas seperti angkasa // Berserakan seperti debu //
Pos ini dipublikasikan di Cerita, Cuplikan Sejarah, Data dan Fakta, Kisah-Kisah, Kolom, Mari Berpikir, Opini, Pengembangan diri, Reportase dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

126 Balasan ke PARA PENYEBAR KEBOHONGAN

  1. Ping balik: MENCARI JURUS PENANGKAL FITNAH, SEBUAH JURNAL ILMIAH | Tengkuputeh

  2. Ping balik: HOW TO PREVENT HOAX, A SCIENTIFIC JOURNAL | Tengkuputeh

  3. Ping balik: TEUKU NYAK MAKAM, PAHLAWAN ACEH TANPA KEPALA | Tengkuputeh

  4. Ping balik: MENYELUSURI JEJAK DARA PORTUGIS DI ACEH | Tengkuputeh

  5. Ping balik: TEUKU UMAR PAHLAWAN | Tengkuputeh

  6. Ping balik: FILOSOFI GOB | Tengkuputeh

  7. Ping balik: KEBENARAN YANG SAMAR | Tengkuputeh

  8. Ping balik: TSUNAMI | Tengkuputeh

  9. Ping balik: ASAL MUASAL BUDAYA KOPI DI ACEH | Tengkuputeh

  10. Ping balik: HIKAYAT SUKU MANTE | Tengkuputeh

  11. Ping balik: SENJA DI MALAKA | Tengkuputeh

  12. Ping balik: MENGUNJUNGI PAMERAN BATU NISAN ACEH SEBAGAI WARISAN BUDAYA ISLAM DI ASIA TENGGARA | Tengkuputeh

  13. Ping balik: KRITIK KEPADA SULTAN ISKANDAR MUDA | Tengkuputeh

  14. Ping balik: OPERASI PENYERGAPAN BELANDA TERHADAP CUT MEUTIA | Tengkuputeh

  15. Ping balik: MENGUNJUNGI RUMAH PAHLAWAN NASIONAL CUT MEUTIA | Tengkuputeh

  16. Ping balik: SAMUDERA PASAI SEBAGAI TITIK TOLAK ISLAM DI ASIA TENGGARA, SEBUAH UPAYA MELAWAN PSEUDO SEJARAH | Tengkuputeh

  17. Ping balik: MUSIBAH TENGGELAMNYA KMP GURITA (1996) | Tengkuputeh

  18. Ping balik: PERANG CUMBOK SEBUAH REVOLUSI SOSIAL DI ACEH (1946-1947) | Tengkuputeh

  19. Ping balik: PEREMPUAN ACEH FULL POWER | Tengkuputeh

  20. Ping balik: PERADABAN TANPA TULISAN | Tengkuputeh

  21. Ping balik: SURAT TENGKU CHIK DI TIRO KEPADA RESIDEN VAN LANGEN AGAR TERCAPAI PERDAMAIAN DALAM PERANG ACEH MAKA BELANDA HARUS MEMELUK AGAMA ISLAM DI TAHUN 1885 | Tengkuputeh

  22. Ping balik: ACEH DI MATA KOLONIALIS | Tengkuputeh

  23. Ping balik: PERANG ACEH KISAH KEGAGALAN SNOUCK HURGRONJE | Tengkuputeh

  24. Ping balik: NASIHAT-NASIHAT C. SNOUCK HURGRONJE | Tengkuputeh

  25. Ping balik: MELUKIS SEJARAH | Tengkuputeh

  26. Ping balik: ACEH SEPANJANG ABAD | Tengkuputeh

  27. Ping balik: PERANG DI JALAN ALLAH | Tengkuputeh

  28. Ping balik: EMAS, KAFIR DAN MAUT | Tengkuputeh

  29. Ping balik: ACEH DAERAH MODAL | Tengkuputeh

  30. Ping balik: GAM CANTOI TIADA | Tengkuputeh

  31. Ping balik: MENGENAL LEBIH DEKAT POCUT BAREN | Tengkuputeh

  32. Ping balik: SYARIAT ISLAM SIAPA TAKUT | Tengkuputeh

  33. Ping balik: 59 TAHUN ACEH MERDEKA Dl BAWAH PEMERINTAHAN RATU | Tengkuputeh

  34. Ping balik: 59 TAHUN ACEH MERDEKA DI BAWAH PEMERINTAHAN RATU | Tengkuputeh

  35. Ping balik: KERAJAAN ACEH JAMAN SULTAN ISKANDAR MUDA (1607-1636) | Tengkuputeh

  36. Ping balik: PERISTIWA KEMERDEKAAN DI ACEH | Tengkuputeh

  37. Ping balik: PASAI DALAM PERJALANAN SEJARAH | Tengkuputeh

  38. Ping balik: KESULTANAN ACEH NEGARA BERDAULAT PERTAMA YANG MENGAKUI KEMERDEKAAN REPUBLIK BELANDA DARI KERAJAAN SPANYOL DI TAHUN 1602 | Tengkuputeh

  39. Ping balik: MATA UANG EMAS KERAJAAN-KERAJAAN DI ACEH | Tengkuputeh

  40. Ping balik: ATJEH MENDAKWA | Tengkuputeh

  41. Ping balik: MISI MENCARI MAKAM PARA SULTANAH ACEH | Tengkuputeh

  42. Ping balik: BERZIARAH KE MAKAM SULTANAH MALIKAH NAHRASYIYAH | Tengkuputeh

  43. Ping balik: EKSPLORASI SUMBER DAYA ALAM APAKAH BAGUS UNTUK ACEH | Tengkuputeh

  44. Ping balik: EKSPLOITASI SUMBER DAYA ALAM APAKAH BAGUS UNTUK ACEH | Tengkuputeh

  45. Ping balik: AROMA MEMIKAT DARI DAPUR ACEH | Tengkuputeh

  46. Ping balik: TARIKH ACEH DAN NUSANTARA | Tengkuputeh

  47. Ping balik: PEKUBURAN SERDADU BELANDA PEUCUT KHERKHOF DI BANDA ACEH SEBAGAI SAKSI KEDAHSYATAN PERANG ACEH | Tengkuputeh

  48. Ping balik: PEMBERONTAKAN KAUM REPUBLIK KASUS DARUL ISLAM ACEH | Tengkuputeh

  49. Ping balik: TUANKU HASYIM WALI NANGGROE YANG DILUPAKAN SEJARAH | Tengkuputeh

  50. Ping balik: PENGULANGAN SEJARAH | Tengkuputeh

  51. Ping balik: KORPS MARSOSE, PASUKAN PRIBUMI PELAYAN RATU BELANDA | Tengkuputeh

  52. Ping balik: KORPS MARSOSE, SERDADU PRIBUMI PELAYAN RATU BELANDA | Tengkuputeh

  53. Ping balik: HIKAYAT-HIKAYAT DARI NEGERI ACEH | Tengkuputeh

  54. Ping balik: LEGENDA GAJAH PUTIH SEBAGAI ASAL NAMA KABUPATEN BENER MERIAH | Tengkuputeh

  55. Ping balik: SECANGKIR KOPI DARI ACEH | Tengkuputeh

  56. Ping balik: ACEH PUNGO (ACEH GILA) | Tengkuputeh

  57. Ping balik: MELUKIS SEJARAH - TengkuputehTengkuputeh

  58. Ping balik: PERANG ACEH KISAH KEGAGALAN SNOUCK HURGRONJE - TengkuputehTengkuputeh

  59. Ping balik: SENJA DI MALAKA - TengkuputehTengkuputeh

  60. Ping balik: GAM CANTOI TIADA - TengkuputehTengkuputeh

  61. Ping balik: KISAH HIDUP LAKSAMANA MALAHAYATI | TengkuputehTengkuputeh

  62. Ping balik: MENYINGKAP MAKNA SYAIR KUTINDHIENG SELAKU MANTRA SIHIR ACEH KUNO | Tengkuputeh

  63. Ping balik: ATJEH MENDAKWA, SEBUAH BUKU YANG MENJADI SAKSI SEPAK TERJANG PARTAI KOMUNIS INDONESIA DI ACEH | Tengkuputeh

  64. Ping balik: KEBENARAN YANG SAMAR | Tengkuputeh

  65. Ping balik: TEUKU UMAR PAHLAWAN | TengkuputehTengkuputeh

  66. Ping balik: MASA DEPAN POLITIK DUNIA MELAYU | TengkuputehTengkuputeh

  67. Ping balik: EDISI KHUSUS SERI PAHLAWAN NASIONAL PRANGKO 100 TAHUN CUT NYAK DHIEN | TengkuputehTengkuputeh

  68. Ping balik: HIKAYAT SUKU MANTE | TengkuputehTengkuputeh

  69. Ping balik: TEUKU NYAK MAKAM, PAHLAWAN ACEH TANPA KEPALA | TengkuputehTengkuputeh

  70. Ping balik: PUTROE PHANG JULUKAN DARI TENGKU KAMALIAH SEORANG PUTRI KESULTANAN PAHANG | TengkuputehTengkuputeh

  71. Ping balik: KESULTANAN ACEH NEGARA BERDAULAT PERTAMA YANG MENGAKUI KEMERDEKAAN REPUBLIK BELANDA DARI KERAJAAN SPANYOL DI TAHUN 1602 | TengkuputehTengkuputeh

  72. Ping balik: RINCIAN ISI KANUN MEUKUTA ALAM PERATURAN UNDANG-UNDANG KESULTANAN ACEH DARUSSALAM YANG DISUSUN PADA MASA PEMERINTAHAN SULTAN ISKANDAR MUDA | TengkuputehTengkuputeh

  73. Ping balik: CATATAN SEJARAH RANTAI BABI ATAU RANTE BUI DALAM TULISAN YANG DISUSUN KOLONIAL BELANDA | TengkuputehTengkuputeh

  74. Ping balik: 59 TAHUN ACEH MERDEKA DI BAWAH PEMERINTAHAN RATU | TengkuputehTengkuputeh

  75. Ping balik: MATA UANG EMAS KERAJAAN-KERAJAAN DI ACEH | TengkuputehTengkuputeh

  76. Ping balik: PENEMUAN ARCA KEPALA ALALOKITESWARA SEBAGAI JEJAK KEBERADAAN PERADABAN AGAMA BUDHA DI ACEH | TengkuputehTengkuputeh

  77. Ping balik: REVOLUSI DESEMBER 45 DI ACEH ATAU PEMBASMIAN PENGKHIANAT TANAH AIR | Tengkuputeh

  78. Ping balik: PENEMUAN ARCA KEPALA ALALOKITESWARA SEBAGAI JEJAK KEBERADAAN PERADABAN AGAMA BUDHA DI ACEH | Tengkuputeh

  79. Ping balik: CATATAN SEJARAH RANTAI BABI ATAU RANTE BUI DALAM TULISAN YANG DISUSUN KOLONIAL BELANDA | Tengkuputeh

  80. Ping balik: PASUKAN MERIAM NUKUM SANANY SEBUAH PASAK DARI RUMAH GADANG INDONESIA MERDEKA | Tengkuputeh

  81. Ping balik: LEBURNJA KERATON ATJEH | Tengkuputeh

  82. Ping balik: KISAH HIDUP LAKSAMANA MALAHAYATI | Tengkuputeh

  83. Ping balik: PERANAN LEMBAGA TUHA PEUT DALAM MASYARAKAT ACEH PADA MASA LAMPAU | Tengkuputeh

  84. Ping balik: MASA DEPAN POLITIK DUNIA MELAYU | Tengkuputeh

  85. Ping balik: SEJARAH PARTAI KOMUNIS INDONESIA DI ACEH | Tengkuputeh

  86. Ping balik: KEJATUHAN SANG (MANTAN) PEJUANG | Tengkuputeh

  87. Ping balik: KEBIJAKAN POLITIK ISLAM OLEH SNOUCK HURGRONJE SEBAGAI SARAN KEPADA PEMERINTAH HINDIA BELANDA UNTUK MENGHANCURKAN KEKUATAN ISLAM DI INDONESIA | Tengkuputeh

  88. Ping balik: SEJARAH KERAJAAN LAMURI | Tengkuputeh

  89. Ping balik: MEMBELI KEBIJAKSANAAN | Tengkuputeh

  90. Ping balik: SAMUDERA PASAI SEBAGAI TITIK TOLAK ISLAM DI ASIA TENGGARA, SEBUAH UPAYA MELAWAN PSEUDO SEJARAH | Tengkuputeh

  91. Ping balik: BERZIARAH KE MAKAM SULTANAH MALIKAH NAHRASYIYAH | Tengkuputeh

  92. Ping balik: PEMBERONTAKAN KAUM REPUBLIK KASUS DARUL ISLAM ACEH | Tengkuputeh

  93. Ping balik: PERANG CUMBOK SEBUAH REVOLUSI SOSIAL DI ACEH (1946-1947) | Tengkuputeh

  94. Ping balik: PEKUBURAN SERDADU BELANDA PEUCUT KHERKHOF DI BANDA ACEH SEBAGAI SAKSI KEDAHSYATAN PERANG ACEH | Tengkuputeh

  95. Ping balik: RINCIAN ISI KANUN MEUKUTA ALAM PERATURAN UNDANG-UNDANG KESULTANAN ACEH DARUSSALAM YANG DISUSUN PADA MASA PEMERINTAHAN SULTAN ISKANDAR MUDA | Tengkuputeh

  96. Ping balik: MEMOAR PANGLIMA POLEM CATATAN SEORANG PEJUANG PERINTIS KEMERDEKAAN INDONESIA | Tengkuputeh

  97. Ping balik: KETIKA ACEH MENGAKUI KEMERDEKAAN BELANDA | Tengkuputeh

  98. Ping balik: KANUN MEUKUTA ALAM | Tengkuputeh

  99. Ping balik: SURAT TENGKU CHIK DI TIRO | Tengkuputeh

  100. Ping balik: KEBIJAKAN POLITIK ISLAM OLEH SNOUCK HURGRONJE | Tengkuputeh

  101. Ping balik: ARCA ALALOKITESWARA JEJAK BUDHA DI ACEH | Tengkuputeh

  102. Ping balik: LEGENDA GAJAH PUTIH BENER MERIAH | Tengkuputeh

  103. Ping balik: TEUKU NYAK ARIEF RENCONG ACEH DI VOLKSRAAD | Tengkuputeh

  104. Ping balik: PERANAN TUHA PEUT DALAM MASYARAKAT ACEH | Tengkuputeh

  105. Ping balik: KERAJAAN TEUNOM SUATU MASA | Tengkuputeh

  106. Ping balik: EKSPEDISI BELANDA KE GAYO 1904 | Tengkuputeh

  107. Ping balik: ORANG ACEH DALAM SEJARAH SUMATERA | Tengkuputeh

  108. Ping balik: PUTROE PHANG PUTRI PAHANG | Tengkuputeh

  109. Ping balik: EKSPLOITASI SUMBER DAYA ALAM APAKAH BAGUS UNTUK ACEH | Tengkuputeh

  110. Ping balik: TUHA PEUT DALAM MASYARAKAT ACEH | Tengkuputeh

  111. Ping balik: GENERASI YANG HILANG | Tengkuputeh

  112. Ping balik: SULTANAH MALIKAH NAHRASYIYAH | Tengkuputeh

  113. Ping balik: BATU NISAN ACEH SEBAGAI WARISAN BUDAYA ISLAM | Tengkuputeh

  114. Ping balik: MATA UANG EMAS KERAJAAN-KERAJAAN DI ACEH | Tengkuputeh

  115. Ping balik: SAMUDERA PASAI SEBAGAI TITIK TOLAK ISLAM DI ASIA TENGGARA | Tengkuputeh

  116. Ping balik: KETIKA IBNU BATTUTA MELAWAT SAMUDERA PASAI | Tengkuputeh

  117. Ping balik: PENYEBAB KEMUNDURAN PERADABAN ISLAM | Tengkuputeh

  118. Ping balik: TEUKU NYAK MAKAM, PAHLAWAN ACEH TANPA KEPALA | Tengkuputeh

  119. Ping balik: TUANKU HASYIM WALI NANGGROE YANG DILUPAKAN SEJARAH | Tengkuputeh

  120. Ping balik: PERANG ACEH KISAH KEGAGALAN SNOUCK HURGRONJE | Tengkuputeh

  121. Ping balik: MUSIBAH TENGGELAMNYA KMP GURITA (1996) | Tengkuputeh

  122. Ping balik: MENGUNJUNGI RUMAH PAHLAWAN NASIONAL CUT MEUTIA | Tengkuputeh

  123. Ping balik: SANG TIRAN | Tengkuputeh

  124. Ping balik: LAUTAN YANG TERSIA-SIAKAN | Tengkuputeh

  125. Ping balik: KORPS MARSOSE SERDADU PRIBUMI PELAYAN RATU BELANDA | Tengkuputeh

  126. Ping balik: EDISI KHUSUS SERI PAHLAWAN NASIONAL PRANGKO 100 TAHUN CUT NYAK DHIEN | Tengkuputeh

Leave a Reply

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.