PENGULANGAN SEJARAH

Alkisah seorang Kisra Persia memerintahkan kepada sekumpulan ahli sejarah untuk menuliskan sejarah umat manusia dari awal dikenalnya sejarah hingga dengan hari itu.

PENGULANGAN SEJARAH

Alkisah seorang Kisra Persia memerintahkan kepada sekumpulan ahli sejarah untuk menuliskan sejarah umat manusia dari awal dikenalnya sejarah hingga dengan hari itu. Tahun demi tahun berlalu, para ahli sejarah menyelesaikan tulisan mereka. Jumlah tulisannya sebanyak 10 pikulan keledai. Maka Kisra tersebut memerintahkan kepada para ahli sejarah tersebut untuk meringkaskan kembali tulisan tersebut.

Tahun demi tahun berlalu kembali, dan sekali lagi para ahli sejarah menyelesaikan tulisan mereka, kali ini lebih singkat yaitu 100 Juz. Namun dengan pertimbangan bahwa Kisra tersebut telah menua sehingga tidak mampu membaca keseluruhan tulisan maka ia memerintahkan kepada para ahli untuk meringkaskan tulisan itu menjadi lebih pendek.

Maka sekali lagi, para ahli sejarah tersebut meringkaskan tulisan tersebut. Tahun demi tahun kembali berlalu, para ahli sejarah tersebut belum menyelesaikan tulisan tersebut. Hingga akhirnya Kisra tersebut hampir menemui ajalnya, maka ia memanggil salah pemimpin dari para ahli sejarah tersebut untuk menceritakan sejarah umat manusia dalam bentuk yang ringkas sebelum ajalnya menjemput.

Setelah berpikir maka ketua dari para ahli tersebut meringkaskan kepada Kisra tersebut bahwa sejarah umat manusia secara umum adalah sama ; Dilahirkan, Lelah dan kemudian Meninggal. Setelah mendengar kata-kata dari ahli sejarah tersebut maka Kisra tersebut menghembuskan nafasnya yang terakhir.

Kehidupan anak manusia boleh saja dituliskan dengan cara yang berbeda namun siklusnya selalu sama, begitulah kesimpulan yang diambil oleh para ahli sejarah Persia kuno tersebut. Namun benarkah kesimpulan yang diambil oleh mereka?

Terkadang kita merasa telah belajar dari pengalaman orang-orang dimasa lalu, belajar dari kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh orang-orang di masa lalu namun  tanpa sadar kita mengulangi tingkah polah orang-orang sebelum kita.

Kesalahan yang paling mendasar dari sikap manusia. Merasa sudah sempurna, sehingga tidak mau lagi belajar dan menerima kritik sehingga perkembangan ilmu dan jiwa menjadi stagnan. Lihatlah betapa bisa berubahnya manusia dalam hitungan waktu, Soekarno yang pada masa mudanya lurus menegakkan Indonesia Merdeka dan harus rela menjadi tahanan politik pemerintah Kolonial disaat menjadi Presiden malah “memenjarakan” teman-teman seperjuangannya sendiri.

Hubungan Sutan Syahrir dan Presiden Soekarno memburuk sampai akhirnya PSI dibubarkan tahun 1960. Tahun 1962 hingga 1965, Syahrir ditangkap dan dipenjarakan tanpa diadili sampai menderita stroke. dan Akhirnya Syahrir meninggal di Swiss pada tanggal 9 April 1966.

Jerman sebagai negara yang mengalami kerusakan total yang memporakporandakan semua sistemnya setelah Perang Dunia II negara ini mampu bangkit, menata ulang dan membangun kembali potensi dan kemajuan negerinya. Pada akhir Perang Dunia II Jerman terbagi menjadi dua, Jerman Barat dan Jerman Timur. Pada tahun 1990 Jerman bersatu kembali dan secara resmi terbentuklah Republik Federal Jerman, negara Jerman yang sekarang kita kenal.

Korea Selatan sekarang dikenal sebagai Macan Asia, dengan perekonomian mapan dan perusahaan perusahaannya disegani di dunia. Padahal dahulu, Negeri Ginseng ini benar-benar negara miskin.
Majalah Time menyatakan pada tahun 1960, Korea Selatan lebih miskin dari Irak, Liberia, dan Zimbabwe. Mereka baru selesai perang dengan tetangganya — Korea Utara — dan tidak punya sumber daya alam.

Manusia pada dasarnya sering berbuat salah, namun manusia yang terbaik adalah mereka yang mau belajar dari kesalahan untuk menjadi lebih baik, berbagai musibah yang melanda bangsa ini adalah ujian untuk menjadi bangsa yang lebih baik. Bangsa Jepang tidak akan maju apabila tidak “dibom atom” oleh sekutu, Jerman menjadi negara Industri terkuat Eropa setelah dicabik-cabik dua perang dunia.

Korea Selatan menjadi kekuatan Ekonomi Asia setelah Perang Korea yang meninggalkan trauma. Dan banyak lagi contoh yang lain. Berbagai musibah juga sebuah pertanda, ada yang salah didiri kita. Dan mungkin kita harus segera mengubahnya. Pilihannya adalah, belajar dari sejarah atau mengulangi sejarah.

XXX

Simak sebuah fakta sejarah yang pernah dicoba untuk dihilangkan oleh Penjajah Kolonial Belanda bahwa : KESULTANAN ACEH NEGARA BERDAULAT PERTAMA YANG MENGAKUI KEMERDEKAAN REPUBLIK BELANDA DARI KERAJAAN SPANYOL DI TAHUN 1602

XXX

Beberapa opini yang lain:

  1. Bersatulah Bangsaku; 1 Agustus 2008
  2. Melanjutkan Perjuangan; 4 Agustus 2008
  3. Udik Invation; 15 Desember 2008;
  4. Membangun Tradisi Baru; 18 Desember 2008;
  5. Tragedi Andalusia Mungkinkah Berulang; 30 Desember 2008;
  6. Apalah Artinya Sebuah Nama; 13 Juli 2009;
  7. Jangan Melupakan Sejarah; 26 Juli 2009;
  8. Sejarah Syahdu Sebuah Negeri; 16 Agustus 2011;
  9. Penaklukkan Kebudayaan; 30 Desember 2012;
  10. Mereka Yang Bangkit (Kembali); 18 Desember 2013;
  11. Membakar Buku Membunuh Inteletual; 6 Juni 2016;
  12. Para Penyebar Kebohongan; 13 November 2016;
  13. Riwayat Sarung; 9 Januari 2017;
  14. Mencari Jurus Penangkal Fitnah Sebuah Jurnal Ilmiah; 11 Mei 2017;
  15. Memutus Lingkaran Kebencian; 8 Juli 2017;
Advertisements

About tengkuputeh

Cepat seperti angin // Tekun seperti hujan // Bergairah seperti api // Diam seperti gunung // Misterius seperti laut // Kejam seperti badai // Anggun seperti ngarai // Hening seperti hutan // Dalam seperti lembah // Lembut seperti awan // Tangguh seperti karang // Sederhana seperti debu // Menyelimuti seperti udara // Hangat seperti matahari // Luas seperti angkasa // Berserakan seperti debu //
This entry was posted in Cuplikan Sejarah, Kolom, Mari Berpikir, Opini and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

3 Responses to PENGULANGAN SEJARAH

  1. Pingback: HISTORICAL REPETITION | Tengkuputeh

  2. Pingback: POLITIK ABU NAWAS | Tengkuputeh

  3. Pingback: MENGAPA KITA MERASA SENASIB DENGAN PALESTINA | Tengkuputeh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s