PENAKLUKKAN KEBUDAYAAN

Penaklukkan Mongol senantiasa meninggalkan bukit-bukit tengkorak

PENAKLUKKAN KEBUDAYAAN

Menurut Ibn Khaldun “Kebudayaan yang kalah akan mengikuti kebudayaan pemenang” dan tentu saja penaklukkan bangsa Mongol/Tartar terpaksa dikecualikan dari teori ini. Kita bisa melihat bagaimana penakluk Mongol/Tartar yang meluluhlantakkan Baghdad akhirnya memeluk agama Islam melalui Takudar atau lebih terkenal dengan Muhammad Khan dan di lain tempat cucu sang penakluk “Jenghis Khan” yaitu Kubilai Khan memilih mengikuti budaya Cina dan mendirikan Dinasti Yuan.

Kitab Mukkadimah Ibnu Khaldun

Akan tetapi teori Ibn Khaldun tersebut terbukti sahih, sebagai contoh ketika Jerman, Jepang dan Italia (blok Axis) tertaklukkan pada Perang Dunia II. Maka sistem Fasisme hilang dari muka bumi tergantikan oleh sistem Kapitalisme/Liberal dan Komunis yang menjadi pemenang serta yang paling jelas adalah ketika Jerman dipisahkan menjadi dua bagian yaitu Jerman Barat dan Jerman Timur.

Penggulangan pola kembali terjadi ketika Komunisme runtuh diera akhir 1980-an, dimana negara-negara Eropa Timur berlomba meninggalkan sistem Komunis menggantikannya dengan sistem ekonomi yang lebih terbuka dan “lebih demokratis.” Bahkan sekarang Cina dan Vietnam walaupun masih menganut sistem Komunisme “terpaksa” harus meliberalisasi sistem negaranya atas “tekanan globalisasi” dunia Internasional.

Praktis di era sekarang apa yang disebut dengan Demokrasi Liberal sedang pada puncak kejayaannya setelah Fasisme terkubur dan Komunisme tertaklukkan. Apa yang diatasnamakan Demokrasi yang berada dibawah panji-panji Barat Amerika dan sekutunya adalah kebenaran mutlak yang harus diikuti oleh negara lain, dengan sepenuh atau dengan modifikasi.

Presiden Amerika, George W. Bush pernah sesumbar diakhir tahun 2005 dengan penuh percaya diri mengatakan bahwa “Setiap bangsa yang ada yang ada di dunia saat ini sebaiknya menghentikan segala upaya untuk menyaingi kebudayaan Barat” Walaupun keesokan harinya Presiden Rusia, mungkin untuk menjaga gengsi. Vladimir Putin membalas “Kita tidak sama, dan kami tidak bersama kalian”. Akan tetapi dari segiapapun juga, dominasi Barat benar-benar mencengkram dunia saat ini.

Otomatis dan sangat jelas dikemukakan oleh Samuel Hutington dalam Clash of Civilization bahwa yang menjadi ancaman bagi kebudayaan Barat adalah Islam. Dan perbedaan itu menjadi jelas ketika nilai-nilai itu terus berbenturan. Banyak contoh yang terjadi dan penulis rasa tidak perlu dituliskan lagi karena kita semua sudah tahu.

Yang menjadi pertanyaan adalah Beranikah kita mengatakan “Nilai-nilai kalian berbeda dengan nilai-nilai kami dan jangan paksakan kami untuk mengikuti kalian.” Berani dalam tindakan, perkataan dan niat. Dan semoga keberanian itu tidak semakin memudar didiri kita.

Advertisements

About tengkuputeh

Cepat seperti angin // Tekun seperti hujan // Bergairah seperti api // Diam seperti gunung // Misterius seperti laut // Kejam seperti badai // Anggun seperti ngarai // Hening seperti hutan // Dalam seperti lembah // Lembut seperti awan // Tangguh seperti karang // Sederhana seperti debu // Menyelimuti seperti udara // Hangat seperti matahari // Luas seperti angkasa // Berserakan seperti debu //
This entry was posted in Cuplikan Sejarah, Mari Berpikir and tagged , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

5 Responses to PENAKLUKKAN KEBUDAYAAN

  1. Pingback: CONQUEST OF CULTURE | Tengkuputeh

  2. Pingback: PENGULANGAN SEJARAH | Tengkuputeh

  3. Pingback: MEMUTUS LINGKARAN KEBENCIAN | Tengkuputeh

  4. Pingback: SULTAN ABU NAWAS | Tengkuputeh

  5. Pingback: MENGAPA KITA MERASA SENASIB DENGAN PALESTINA | Tengkuputeh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s