PASUKAN MERIAM NUKUM SANANY SEBUAH PASAK DARI RUMAH GADANG INDONESIA MERDEKA

Nukum Sanany dan Rusli Higuchi, seorang bekas tentara Jepang yang memihak Republik Indonesia dengan bergabung ke Pasukan Meriam Nukum Sanany serta ikut dalam pertempuran Medan Area.

PASUKAN MERIAM NUKUM SANANY SEBUAH PASAK DARI RUMAH GADANG INDONESIA MERDEKA

PASUKAN MERIAM NUKUM SANANY Sebuah Pasak dari rumah gadang Indonesia Merdeka; sebagaimana diceritakan kepada penulis, B. WIWOHO; Cetakan Pertama; Bulan Bintang Penerbit dan Penyebar Buku-buku; Jakarta, Indonesia; 1985;

Free download buku PASUKAN MERIAM NUKUM SANANY

Pasukan Meriam Nukum Sanany -1985

PASUKAN MERIAM NUKUM SANANY Sebuah Pasak dari rumah gadang Indonesia Merdeka; sebagaimana diceritakan kepada penulis, B. WIWOHO; Cetakan Pertama; Bulan Bintang Penerbit dan Penyebar Buku-buku; Jakarta, Indonesia; 1985;

Berita menyerahnya Balatentara Kerajaan Jepang kepada Sekutu pada bulan Agustus 1945, menimbulkan berbagai macam spekulasi di kalangan masyarakat Aceh. Ada yang memperkirakan bahwa tentara Chiang Kai Sek akan masuk ke Aceh menggantikan Jepang, ada yang mengharapkan kembali tentara Belanda, dan ada pula yang langsung mengharapkan kemerdekaan Indonesia. Di tengah suasana ketidak-pastian dan penuh spekulasi itulah pemuda Nukum Sanany tampil dengan tegas dan tegar sebagai prajurit, pejuang kemerdekaan Indonesia, yang bersemboyankan “Merdeka atau Mati”. Dengan bekal pendidikan sekolah teknik, gemblengan semangat nasionalisme yang diperolehnya tatkala aktif sebagai kader bangsa di Pandu Surya Wirawan serta pendidikan Angkatan Laut Jepang di Singapura, Nukum Sanany tampil mengacu darah perjuangan para pemuda di sekitarnya, tampil amat mempesona pada zamannya.

“Nukum Sanany membujuk ayahnya untuk menyumbangkan hasil penjualan cengkeh beliau guna dibelikan senjata-senjata perang untuk dipakai mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Bersama rekan-rekan perjuangan menyelami laut, mencari meriam-meriam peninggalan balatentara Jepang dan memperbaikinya kembali. Ia membina sebuah pasukan meriam dan memuntahkan peluru-peluru meriam mereka di arena Perang Kemerdekaan I dan II.”

Pasukan Meriam Nukum Sanany. Foto: Meriam 18PR di tengah sebagian anggota pasukan meriam. Meriam ini tadinya sewaktu ditemukan dalam keadaan rusak, tetapi setelah diperbaiki mampu berfungsicsebagai senjata artileri yang memuntahkan ratusan peluru.

Amran Zamzami sebagai salah seorang saksi mata yang sempat bergaul akrab dengannya di front pertempuran Medan Area, melihat sosok Nukum secara utuh, penuh ketaqwaan, penuh kejujuran, rela berkorban demi perjuangan Kemerdekaan. Dan yang amat menarik kala itu, keuletan dan keberaniannya susah mencari tolok-bandingannya. Sosok utuhnya yang seperti itulah yang mengakibatkan semua orang di sekelilingnya memanggilnya “Kapten Nukum”, walaupun pangkat yang sesungguhnya baru Letnan. Kapten pada waktu itu merupakan pangkat Komandan Pasukan tertinggi di front pertempuran di daerah Aceh dan Sumatera Utara. Demikianlah, nilai sejarah dari buku “Pasukan Meriam Nukum Sanany” ini mungkin subyektif, dan itu pun terjadi di salah satu ujung pulau Sumatera. Tapi sejarah telah mencatat semangat perjuangan Nukum Sanany, yang takkan mungkin bisa diulang kembali. Karena itulah kehadiran buku ini Insya Allah akan menambah khazanah bahan bacaan dan dokumen sejarah perjuangan Bangsa.

Artikel-artikel tentang Aceh:

  1. TSUNAMI 26 DESEMBER 2015;
  2. PERADABAN TANPA TULISAN 25 FEBRUARI 2016;
  3. SURAT TENGKU CHIK DI TIRO KEPADA RESIDEN VAN LANGEN AGAR TERCAPAI PERDAMAIAN DALAM PERANG ACEH MAKA BELANDA HARUS MEMELUK AGAMA ISLAM DI TAHUN 1885 4 NOVEMBER 2016;
  4. PARA PENYEBAR KEBOHONGAN 13 NOVEMBER 2016;
  5. MENGUNJUNGI RUMAH PAHLAWAN NASIONAL CUT MEUTIA 17 APRIL 2017;
  6. SAMUDERA PASAI SEBAGAI TITIK TOLAK ISLAM DI ASIA TENGGARA, SEBUAH UPAYA MELAWAN PSEUDO SEJARAH 24 APRIL 2017;
  7. EMAS, KAFIR DAN MAUT 20 APRIL 2017;
  8. MENGENAL LEBIH DEKAT POCUT BAREN 5 MEI 2017;
  9. OPERASI PENYERGAPAN BELANDA TERHADAP CUT MEUTIA 7 MEI 2017;
  10. MENGUNJUNGI PAMERAN BATU NISAN ACEH SEBAGAI WARISAN BUDAYA ISLAM DI ASIA TENGGARA 15 MEI 2017;
  11. KESULTANAN ACEH NEGARA BERDAULAT PERTAMA YANG MENGAKUI KEMERDEKAAN REPUBLIK BELANDA DARI KERAJAAN SPANYOL DI TAHUN 1602 18 MEI 2017;
  12. SYARIAT ISLAM SIAPA TAKUT 6 JUNI 2017;
  13. SENJA DI MALAKA 14 JUNI 2017;
  14. KRITIK KEPADA SULTAN ISKANDAR MUDA 4 JULI 2017;
  15. HIKAYAT SUKU MANTE 5 JULI 2017;
  16. TEUKU NYAK MAKAM, PAHLAWAN ACEH TANPA KEPALA 30 JULI 2017;
  17. ASAL MUASAL BUDAYA KOPI DI ACEH 1 AGUSTUS 2017;
  18. MUSIBAH TENGGELAMNYA KMP GURITA 6 AGUSTUS 2017;
  19. PERANG ACEH, KISAH KEGAGALAN SNOUCK HURGRONJE 7 AGUSTUS 2017;
  20. ACEH DI MATA KOLONIALIS 8 AGUSTUS 2017;
  21. MELUKIS SEJARAH 10 AGUSTUS 2017;
  22. NASIHAT-NASIHAT C. SNOUCK HURGRONJE SEMASA KEPEGAWAIANNYA KEPADA PEMERINTAH HINDIA BELANDA 1889-1936 14 AGUSTUS 2017;
  23. ACEH SEPANJANG ABAD 16 AGUSTUS 2017;
  24. PERANG DI JALAN ALLAH 30 AGUSTUS 2017;
  25. ACEH DAERAH MODAL 7 SEPTEMBER 2017;
  26. 59 TAHUN ACEH MERDEKA DI BAWAH PEMERINTAHAN RATU 12 SEPTEMBER 2017;
  27. KERAJAAN ACEH PADA JAMAN SULTAN ISKANDAR MUDA (1609-1636) 13 SEPTEMBER 2017;
  28. PERISTIWA KEMERDEKAAN DI ACEH 14 SEPTEMBER 2017;
  29. PASAI DALAM PERJALANAN SEJARAH 17 SEPTEMBER 2017;
  30. MATA UANG EMAS KERAJAAN-KERAJAAN DI ACEH 19 SEPTEMBER 2017;
  31. ATJEH MENDAKWA,SEBUAH BUKU YANG MENJADI SAKSI SEPAK TERJANG PARTAI KOMUNIS INDONESIA DI ACEH 21 SEPTEMBER 2017;
  32. MISI MENCARI MAKAM PARA SULTANAH ACEH 6 OKTOBER 2017;
  33. BERZIARAH KE MAKAM SULTANAH MALIKAH NAHRASYIYAH 8 OKTOBER 2017;
  34. EKSPLOITASI SUMBER DAYA ALAM APAKAH BAGUS UNTUK ACEH 15 OKTOBER 2017;
  35. AROMA MEMIKAT DARI DAPUR ACEH 16 OKTOBER 2017;
  36. TARIKH ACEH DAN NUSANTARA 29 OKTOBER 2017;
  37. PEKUBURAN SERDADU BELANDA PEUCUT KHERKHOF DI BANDA ACEH SEBAGAI SAKSI KEDAHSYATAN PERANG ACEH 11 NOVEMBER 2017;
  38. PEMBERONTAKAN KAUM REPUBLIK KASUS DARUL ISLAM ACEH 17 NOVEMBER 2017;
  39. TUANKU HASYIM WALI NANGGROE YANG DILUPAKAN SEJARAH 19 NOVEMBER 2017;
  40. KOPRS MARSOSE SERDADU PRIBUMI PELAYAN RATU BELANDA 8 DESEMBER 2017;
  41. HIKAYAT-HIKAYAT DARI NEGERI ACEH 16 DESEMBER 2017;
  42. LEGENDA GAJAH PUTIH SEBAGAI ASAL NAMA KABUPATEN BENER MERIAH; 12 JANUARI 2018;
  43. SECANGKIR KOPI DARI ACEH; 22 JANUARI 2018;
  44. ACEH PUNGO (ACEH GILA); 8 FEBRUARI 2018;
  45. SIAPAKAH ORANG ACEH SEBENARNYA; 6 APRIL 2018;
  46. ORANG ACEH DALAM SEJARAH SUMATERA; 15 APRIL 2018;
  47. KETIKA IBNU BATTUTA MELAWAT SAMUDERA PASAI; 16 APRIL 2018;
  48. KISAH HIDUP LAKSAMANA MALAHAYATI; 18 APRIL 2018;
  49. PERANAN LEMBAGA TUHA PEUET DALAM MASYARAKAT ACEH PADA MASA LAMPAU; 5 MEI 2018;
  50. MENYINGKAP MAKNA SYAIR KUTINDHIENG SELAKU MANTRA SIHIR ACEH KUNO; 15 MEI 2018;
  51. SEJARAH KERAJAAN LAMURI; 24 JUNI 2018;
  52. KEBIJAKAN POLITIK ISLAM OLEH SNOUCK HURGRONJE SEBAGAI SARAN KEPADA PEMERINTAH HINDIA BELANDA UNTUK MENGHANCURKAN KEKUATAN ISLAM DI INDONESIA; 25 JUNI 2018;
  53. MASA DEPAN POLITIK DUNIA MELAYU; 28 JULI 2018;
  54. EDISI KHUSUS SERI PAHLAWAN NASIONAL PRANGKO 100 TAHUN CUT NYAK DHIEN; 8 AGUSTUS 2018;
  55. MEMOAR PANGLIMA POLEM SEORANG PEJUANG PERINTIS KEMERDEKAAN; 19 SEPTEMBER 2018;
  56. PUTROE PHANG JULUKAN DARI TENGKU KAMALIAH SEORANG PUTRI KESULTANAN PAHANG; 28 SEPTEMBER 2018;
  57. TEUKU NYAK ARIEF SEORANG YANG TULEN BERANI DAN LURUS SEBAGAI RENCONG ACEH DI VOLKSRAAD; 17 OKTOBER 2018;
  58. RINCIAN ISI KANUN MEUKUTA ALAM PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN KESULTANAN ACEH DARUSSALAM YANG DISUSUN PADA MASA PEMERINTAHAN SULTAN ISKANDAR MUDA; 26 OKTOBER 2018;
  59. CATATAN SEJARAH RANTAI BABI ATAU RANTE BUI DALAM TULISAN YANG DISUSUN KOLONIAL BELANDA; 26 OKTOBER 2018;
Advertisements
Advertisements

About tengkuputeh

Cepat seperti angin // Tekun seperti hujan // Bergairah seperti api // Diam seperti gunung // Misterius seperti laut // Kejam seperti badai // Anggun seperti ngarai // Hening seperti hutan // Dalam seperti lembah // Lembut seperti awan // Tangguh seperti karang // Sederhana seperti debu // Menyelimuti seperti udara // Hangat seperti matahari // Luas seperti angkasa // Berserakan seperti debu //
This entry was posted in Buku, Cuplikan Sejarah, Data dan Fakta, E-Book, Kisah-Kisah, Review and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.