Advertisements
Advertisements

Tengkuputeh

I love words, I have fallen into the joy of writing them

 

Lukisan Sultan Iskandar Muda

KRITIK KEPADA SULTAN ISKANDAR MUDA

Baru-baru ini Abu membaca sebuah pesan dari seorang budayawan, ia menuliskan dengan penuh rasa ingin tahu sekaligus mengharapkan sebuah jawaban dari Abu mengenai sebuah fenomena yang “menganggu” dirinya.

“Saya selalu heran dengan Aceh. Ketika mereka, tua dan muda, yang masih penuh kebanggaan, berbicara tentang kedasyatan Iskandar Muda Yang Agung yang telah membangun suatu kerajaan yang kuat dan makmur, tentang kehebatan generasi nenek dan buyut mereka mempertahankan Aceh sebagai wilayah terakhir dari Republik Indonesia. Suatu kebanggaan dan kerinduan yang wajar dan dapat dimengerti karena itu semua dicatat dalam buku besar sejarah kita. Tetapi ketika mereka diingatkan bahwa semua raja besar Nusantara ini, termasuk Sultan Iskandar Muda dan Sultan Agung, adalah raja-raja yang absolut kekuasaannya, mestinya, juga sewenang-wenang, kok banyak dari mereka naik ampernya. Juga waktu diingatkan bahwa pengorbanan rakyat Aceh mengumpulkan dana lewat obligasi nasional dan sekarang “selewengkan” oleh pemerintah pusat sebaiknya diikhlaskan sebagai salah satu dari sekian banyak rentetan tumbal kemerdekaan. Seperti tumbal rakyat Jawa Barat yang dibunuhi DI, rakyat Jawa Timur yang dibunuhi PKI, rakyat Sulawesi Selatan yang dibunuh Westerling. Kok mereka jadi terheran-heran mendengar argumentasi “tumbal” itu?

Saya juga terheran-heran kalau sejawat saya berkata, “Prinpun, pak. Saya matur Jowo itu masih lebih unggul dari siapapun saja di nuswantoro ini!” Bikin malu komunitas inteletual saja. Lantas saya ingat berbagai perjalanan saya di hampir seluruh kawasan Nusantara. Wah, kalau semangat uber alles daerah itu masih kuat betul, lho. Apalagi dengan kehadiran orang Jawa di mana-mana. Kayaknya semangat uber alles itu semakin menggebu-gebu seperti pernah jelas terlihat di Aceh ketika saya di sana.

Eh, Abu. Salahkah jika saya mengatakan. Yang uber alles itu Cuma Indonesia! Nggak ada uber alles Jowo, uber alles Aceh, uber alles Minangkabau, uber alles Makassar!”

Membaca tulisan itu, Abu juga bingung kenapa dipilih sebagai orang yang diajukan pertanyaan. Sejarawan bukan, budayawan bukan, intelektual jelas bukan. Abu hanya menarik nafas panjang. Mungkin kurang tepat jikalau ia merasa Abu mampu menjawab segala pertanyaan dari kerisauan tersebut. Mungkin lebih banyak orang pintar yang mampu menjelaskan. Kapasitas Abu hanyalah sebagai, Abu pun bingung disini sebagai apa? Tapi Abu merasa kerisauan dan kemurungan beliau kurang tepat. Menurut Abu malahan sekarang generasi muda di Aceh sudah lupa dengan sejarah kebesaran Sultan Iskandar Muda. Paling ya, hanya tahu namanya yang ditabalkan sebagai nama Kodam dan sebuah Universitas swasta. Selebihnya hanya segelintir penikmat sejarah yang jumlahnya sangat kecil. Tidak pernah ada kajian-kajian sejarah yang benar-benar bermutu di Aceh. Entahlah, apa Abu yang benar atau beliau.

Ketika mulai menulis balasan, Abu menulis. “Lho Pak. Yang menguber-uber tales itu sebenarnya itu siapa?”

Simak juga Petualangan Abu lainnya

XXX

Artikel lain tentang sejarah Aceh:

  1. PEREMPUAN ACEH FULL POWER 4 AGUSTUS 2008;
  2. MENYUSURI JEJAK DARA PORTUGIS DI ACEH 6 DESEMBER 2008;
  3. TEUKU UMAR PAHLAWAN 11 FEBRUARI 2011;
  4. FILOSOFI GOB 10 OKTOBER 2011;
  5. KEBENARAN YANG SAMAR 28 FEBRUARI 2013;
  6. GAM CANTOI TIADA 30 MARET 2013;
  7. PERANG CUMBOK SEBUAH REVOLUSI SOSIAL DI ACEH (1946-1947) 18 JUNI 2013;
  8. TSUNAMI 26 DESEMBER 2015;
  9. PERADABAN TANPA TULISAN 25 FEBRUARI 2016;
  10. SURAT TENGKU CHIK DI TIRO KEPADA RESIDEN VAN LANGEN AGAR TERCAPAI PERDAMAIAN DALAM PERANG ACEH MAKA BELANDA HARUS MEMELUK AGAMA ISLAM DI TAHUN 1885 4 NOVEMBER 2016;
  11. PARA PENYEBAR KEBOHONGAN 13 NOVEMBER 2016;
  12. MENGUNJUNGI RUMAH PAHLAWAN NASIONAL CUT MEUTIA 17 APRIL 2017;
  13. SAMUDERA PASAI SEBAGAI TITIK TOLAK ISLAM DI ASIA TENGGARA, SEBUAH UPAYA MELAWAN PSEUDO SEJARAH 24 APRIL 2017;
  14. EMAS, KAFIR DAN MAUT 20 APRIL 2017;
  15. MENGENAL LEBIH DEKAT POCUT BAREN 5 MEI 2017;
  16. OPERASI PENYERGAPAN BELANDA TERHADAP CUT MEUTIA 7 MEI 2017;
  17. MENGUNJUNGI PAMERAN BATU NISAN ACEH SEBAGAI WARISAN BUDAYA ISLAM DI ASIA TENGGARA 15 MEI 2017;
  18. KESULTANAN ACEH NEGARA BERDAULAT PERTAMA YANG MENGAKUI KEMERDEKAAN REPUBLIK BELANDA DARI KERAJAAN SPANYOL DI TAHUN 1602 18 MEI 2017;
  19. SYARIAT ISLAM SIAPA TAKUT 6 JUNI 2017;
  20. SENJA DI MALAKA 14 JUNI 2017;
  21. KRITIK KEPADA SULTAN ISKANDAR MUDA 4 JULI 2017;
  22. HIKAYAT SUKU MANTE 5 JULI 2017;
  23. TEUKU NYAK MAKAM, PAHLAWAN ACEH TANPA KEPALA 30 JULI 2017;
  24. ASAL MUASAL BUDAYA KOPI DI ACEH 1 AGUSTUS 2017;
  25. MUSIBAH TENGGELAMNYA KMP GURITA 6 AGUSTUS 2017;
  26. PERANG ACEH, KISAH KEGAGALAN SNOUCK HURGRONJE 7 AGUSTUS 2017;
  27. ACEH DI MATA KOLONIALIS 8 AGUSTUS 2017;
  28. MELUKIS SEJARAH 10 AGUSTUS 2017;
  29. NASIHAT-NASIHAT C. SNOUCK HURGRONJE SEMASA KEPEGAWAIANNYA KEPADA PEMERINTAH HINDIA BELANDA 1889-1936 14 AGUSTUS 2017;
  30. ACEH SEPANJANG ABAD 16 AGUSTUS 2017;
  31. PERANG DI JALAN ALLAH 30 AGUSTUS 2017;
  32. ACEH DAERAH MODAL 7 SEPTEMBER 2017;
  33. 59 TAHUN ACEH MERDEKA DI BAWAH PEMERINTAHAN RATU 12 SEPTEMBER 2017;
  34. KERAJAAN ACEH PADA JAMAN SULTAN ISKANDAR MUDA (1609-1636) 13 SEPTEMBER 2017;
  35. PERISTIWA KEMERDEKAAN DI ACEH 14 SEPTEMBER 2017;
  36. PASAI DALAM PERJALANAN SEJARAH 17 SEPTEMBER 2017;
  37. MATA UANG EMAS KERAJAAN-KERAJAAN DI ACEH 19 SEPTEMBER 2017;
  38. ACEH MENDAKWA 21 SEPTEMBER 2017;
  39. MISI MENCARI MAKAM PARA SULTANAH ACEH 6 OKTOBER 2017;
  40. BERZIARAH KE MAKAM SULTANAH MALIKAH NAHRASYIYAH 8 OKTOBER 2017;
  41. EKSPLOITASI SUMBER DAYA ALAM APAKAH BAGUS UNTUK ACEH 15 OKTOBER 2017;
  42. AROMA MEMIKAT DARI DAPUR ACEH 16 OKTOBER 2017;
  43. TARIKH ACEH DAN NUSANTARA 29 OKTOBER 2017;
  44. PEKUBURAN SERDADU BELANDA PEUCUT KHERKHOF DI BANDA ACEH SEBAGAI SAKSI KEDAHSYATAN PERANG ACEH 11 NOVEMBER 2017;
  45. PEMBERONTAKAN KAUM REPUBLIK KASUS DARUL ISLAM ACEH 17 NOVEMBER 2017;
  46. TUANKU HASYIM WALI NANGGROE YANG DILUPAKAN SEJARAH 19 NOVEMBER 2017;
  47. KOPRS MARSOSE SERDADU PRIBUMI PELAYAN RATU BELANDA 8 DESEMBER 2017;
  48. HIKAYAT-HIKAYAT DARI NEGERI ACEH 16 DESEMBER 2017;
  49. LEGENDA GAJAH PUTIH SEBAGAI ASAL NAMA KABUPATEN BENER MERIAH; 12 JANUARI 2018;
  50. SECANGKIR KOPI DARI ACEH; 22 JANUARI 2018;
  51. ACEH PUNGO (ACEH GILA); 8 FEBRUARI 2018;
  52. SIAPAKAH ORANG ACEH SEBENARNYA; 6 APRIL 2018;
  53. ORANG ACEH DALAM SEJARAH SUMATERA; 15 APRIL 2018;
  54. KETIKA IBNU BATTUTA MELAWAT SAMUDERA PASAI; 16 APRIL 2018;
  55. KISAH HIDUP LAKSAMANA MALAHAYATI; 18 APRIL 2018;
  56. PERANAN LEMBAGA TUHA PEUET DALAM MASYARAKAT ACEH PADA MASA LAMPAU; 5 MEI 2018;
Advertisements
Advertisements

61 thoughts on “KRITIK KEPADA SULTAN ISKANDAR MUDA

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: