PENAKLUKKAN GAYO (1904)

Ia menceritakan sesuatu, sebuah keadaan, sebuah peristiwa, dari keadaan yang kadang-kadang tidak dia lihat, alami. Sebab bahan penyusunan sejarah sesungguhnya bagaikan kanvas ingatan

MELUKIS SEJARAH

Seorang penulis sejarah yang baik tahu bahwa ia seorang sedang mengambar. Ia menceritakan sesuatu, sebuah keadaan, sebuah peristiwa, dari keadaan yang kadang-kadang tidak dia lihat, alami. Sebab bahan penyusunan sejarah sesungguhnya bagaikan kanvas ingatan.

Ingatan tidak pernah satu dan stabil, ingatan mudah hilang oleh sapuan warna-warna yang muncul kemudian. Seperti sebuah lukisan, ketika ia muncul di hadapan kita, sebenarnya ia dalam proses berubah. Lukisan itu sendiri mungkin tidak terlihat lagi, lecek, lembab atau bahkan berlumut.

Lukisan atau sebuah gambar ternyata memberi persepsi berbeda. Sejarah berbeda dengan matematika yang merupakan ilmu pasti. Ia bernilai karena setiap orang bisa bercerita tentang suatu keadaaan dari berbagai sudut pandang. Sejarah memicu perdebatan, bahkan pertentangan dan disaat yang sama ia mudah untuk dikenang kembali. Maka untuk itu sejarah menjadi bernilai karena ia merupakan bentuk pengakuan akan atas sebuah persepsi bahwa masa lalu sebenarnya tak bisa diberi bentuk yang sudah pasti.

Siapapun yang ingin menengok kembali ke masa lalu, sebenarnya tak pernah sepenuhnya kembali. Seperti kita hanya dapat membayangkan betapa kejam penaklukkan Gayo yang dilakukan oleh Letkol G.C.E van Daalen (8 Februari – 23 Juli 1904) banyak desa yang dibakar, perempuan dan anak-anak dibunuh, merupakan kejahatan perang yang paling kejam dari sejarah kolonialisme Belanda di Indonesia, kita bersedih namun tak hadir disana.

Penaklukkan Benteng Koeta Reh, sebuah operasi dibawah pimpinan Van Daalen di Tanah Gayo. Foto diambil 14 Juni 1904. Bagian dari Perang Aceh (1873-1904)

Kekejaman Belanda di Kampong Likat Tanah Gayo, anak-anak dan perempuan juga di bantai oleh tentara Belanda pimpinan Van Daalen. Perang Aceh (1873-1904)

Seluruh penghuni benteng Koeta Reh di bantai oleh pasukan Belanda pimpinan Van Daalen (Perang Aceh 1873-1904)

Adu domba antara suku Aceh dan suku Gayo oleh Belanda

Sejarah yang terasa pahit, tapi disini pun orang tak bisa sepenuhnya bisa menengok kembali.  Pada tanggal 14 Juni 1904, dengan dikuasainya benteng Kuta Rih setelah perlawanan yang amat berat. Tindakan keras dilakukan dengan membunuh juga 189 orang wanita, dan 59 orang anak-anak. Yang luka-luka sebanyak 51 orang, antaranya 25 orang wanita dan 31 orang anak-anak, yang tertangkap hidup-hidup dua orang wanita dan 61 orang anak-anak. Van Daalen mengumpulkan semua tetua Gayo dan berpidato, saya membayangkan. “Inilah akibat kalian membantu Aceh dalam perang melawan kami (Belanda). Lihatlah ketika kalian dibantai dan dihinakan! Adakah mereka membantu kalian?”

Para tetua Gayo membawa tebu sebagai persembahan kepada Van Daalen sebagai tanda takluk kepada Belanda.

Itu, tentu, sebuah fantasi kolonialisme. Setelah benteng Batee Iliek jatuh, semua pasukan Aceh yang menjaga benteng tersebut dibunuh. Praktis Aceh tidak memiliki tenaga dalam perang panjang menghadapi Belanda, jangankan melindungi Gayo segenap pesisir telah jatuh ke tangan Belanda. Saat itu satu-satunya wilayah merdeka yang belum terjamah Belanda kesanalah Sultan terakhir Muhammad Daudsyah mengungsi sebelum akhirnya ditangkap Belanda.

Gubernur Sipil dan Militer untuk Aceh Jenderal Van Heutz memimpin langsung pertempuran Batee Iliek (1901)

Gubernur Sipil dan Militer untuk Aceh Jenderal Van Heutz memimpin langsung pertempuran Batee Iliek (1901)

Tapi memang kolonialisme membubuhkan luka yang dalam ingatan mereka yang pernah dijajah. Adu domba antara Aceh dan Gayo yang dimunculkan oleh Belanda tersebut masih hidup dalam prasangka anak-anak negeri yang hidup di tanah yang sama meski berbahasa berbeda.

Adu domba merupakan jalan paling murah yang harus dibayar oleh kolonialisme Belanda untuk menaklukkan bangsa-bangsa di Nusantara, berbagai prasangka antar daerah yang diwariskan oleh mereka. Sayangnya itu semua masih hidup di antara kita. Dan ternyata kolonialisme masih meninggal jejaknya meski ia telah lama angkat kaki dari negeri ini.

Mungkin sebaiknya kita harus tahu bahwa, manusia yang hidup sekarang harus mampu melepaskan diri dari dendam masa lalu. Jauh di balik pembantaian atau salam damai, tersembunyi ingatan, yang tak pernah berdiri utuh, bersih, sendirian. Ada luka menganga karena kehilangan, ada yang meluap-luap di hati. Itulah mungkin yang disebut dendam.

Ketika kita melarutkan diri dalam momen “memoria pasionis”. Ingatan yang sedih, maka itu semua dapat berlalu dengan memberikan ampunan. Untuk itulah sejarah diperlukan, tak mudah memang mencari dokumen-dokumen tertulis untuk memahami masa lalu. Sedang masa depan sudah ada di depan kita, bergegas dan tak menunggu.

Kita dapat menghadapi masa depan dengan gagah berani jika kita telah memaafkan masa lalu, dan menjembataninya kepada generasi yang akan datang. Itu sebabnya kita perlu membayangkan sebuah lukisan (sejarah) itu, dalam bentuk yang penuh dengan semangat dan imajinasi, kita bayangkan dia terbang tinggi.

Artikel-artikel tentang Aceh:

  1. PEREMPUAN ACEH FULL POWER 4 AGUSTUS 2008;
  2. MENYUSURI JEJAK DARA PORTUGIS DI ACEH 6 DESEMBER 2008;
  3. TEUKU UMAR PAHLAWAN 11 FEBRUARI 2011;
  4. FILOSOFI GOB 10 OKTOBER 2011;
  5. KEBENARAN YANG SAMAR 28 FEBRUARI 2013;
  6. GAM CANTOI TIADA 30 MARET 2013;
  7. PERANG CUMBOK SEBUAH REVOLUSI SOSIAL DI ACEH (1946-1947) 18 JUNI 2013;
  8. TSUNAMI 26 DESEMBER 2015;
  9. PERADABAN TANPA TULISAN 25 FEBRUARI 2016;
  10. SURAT TENGKU CHIK DI TIRO KEPADA RESIDEN VAN LANGEN AGAR TERCAPAI PERDAMAIAN DALAM PERANG ACEH MAKA BELANDA HARUS MEMELUK AGAMA ISLAM DI TAHUN 1885 4 NOVEMBER 2016;
  11. PARA PENYEBAR KEBOHONGAN 13 NOVEMBER 2016;
  12. MENGUNJUNGI RUMAH PAHLAWAN NASIONAL CUT MEUTIA 17 APRIL 2017;
  13. SAMUDERA PASAI SEBAGAI TITIK TOLAK ISLAM DI ASIA TENGGARA, SEBUAH UPAYA MELAWAN PSEUDO SEJARAH 24 APRIL 2017;
  14. EMAS, KAFIR DAN MAUT 20 APRIL 2017;
  15. MENGENAL LEBIH DEKAT POCUT BAREN 5 MEI 2017;
  16. OPERASI PENYERGAPAN BELANDA TERHADAP CUT MEUTIA 7 MEI 2017;
  17. MENGUNJUNGI PAMERAN BATU NISAN ACEH SEBAGAI WARISAN BUDAYA ISLAM DI ASIA TENGGARA 15 MEI 2017;
  18. KESULTANAN ACEH NEGARA BERDAULAT PERTAMA YANG MENGAKUI KEMERDEKAAN REPUBLIK BELANDA DARI KERAJAAN SPANYOL DI TAHUN 1602 18 MEI 2017;
  19. SYARIAT ISLAM SIAPA TAKUT 6 JUNI 2017;
  20. SENJA DI MALAKA 14 JUNI 2017;
  21. KRITIK KEPADA SULTAN ISKANDAR MUDA 4 JULI 2017;
  22. HIKAYAT SUKU MANTE 5 JULI 2017;
  23. TEUKU NYAK MAKAM, PAHLAWAN ACEH TANPA KEPALA 30 JULI 2017;
  24. ASAL MUASAL BUDAYA KOPI DI ACEH 1 AGUSTUS 2017;
  25. MUSIBAH TENGGELAMNYA KMP GURITA 6 AGUSTUS 2017;
  26. PERANG ACEH, KISAH KEGAGALAN SNOUCK HURGRONJE 7 AGUSTUS 2017;
  27. ACEH DI MATA KOLONIALIS 8 AGUSTUS 2017;
  28. NASIHAT-NASIHAT C. SNOUCK HURGRONJE SEMASA KEPEGAWAIANNYA KEPADA PEMERINTAH HINDIA BELANDA 1889-1936 14 AGUSTUS 2017;
  29. ACEH SEPANJANG ABAD 16 AGUSTUS 2017;
  30. PERANG DI JALAN ALLAH 30 AGUSTUS 2017;
  31. ACEH DAERAH MODAL 7 SEPTEMBER 2017;
  32. 59 TAHUN ACEH MERDEKA DI BAWAH PEMERINTAHAN RATU 12 SEPTEMBER 2017;
  33. KERAJAAN ACEH PADA JAMAN SULTAN ISKANDAR MUDA (1609-1636) 13 SEPTEMBER 2017;
  34. PERISTIWA KEMERDEKAAN DI ACEH 14 SEPTEMBER 2017;
  35. PASAI DALAM PERJALANAN SEJARAH 17 SEPTEMBER 2017;
  36. MATA UANG EMAS KERAJAAN-KERAJAAN DI ACEH 19 SEPTEMBER 2017;
  37. ACEH MENDAKWA 21 SEPTEMBER 2017;
  38. MISI MENCARI MAKAM PARA SULTANAH ACEH 6 OKTOBER 2017;
  39. BERZIARAH KE MAKAM SULTANAH MALIKAH NAHRASYIYAH 8 OKTOBER 2017;
  40. EKSPLOITASI SUMBER DAYA ALAM APAKAH BAGUS UNTUK ACEH 15 OKTOBER 2017;
  41. AROMA MEMIKAT DARI DAPUR ACEH 16 OKTOBER 2017;
  42. TARIKH ACEH DAN NUSANTARA 29 OKTOBER 2017;
  43. PEKUBURAN SERDADU BELANDA PEUCUT KHERKHOF DI BANDA ACEH SEBAGAI SAKSI KEDAHSYATAN PERANG ACEH 11 NOVEMBER 2017;
  44. PEMBERONTAKAN KAUM REPUBLIK KASUS DARUL ISLAM ACEH 17 NOVEMBER 2017;
  45. TUANKU HASYIM WALI NANGGROE YANG DILUPAKAN SEJARAH 19 NOVEMBER 2017;
  46. KOPRS MARSOSE SERDADU PRIBUMI PELAYAN RATU BELANDA 8 DESEMBER 2017;
  47. HIKAYAT-HIKAYAT DARI NEGERI ACEH 16 DESEMBER 2017;
  48. LEGENDA GAJAH PUTIH SEBAGAI ASAL NAMA KABUPATEN BENER MERIAH; 12 JANUARI 2018;
  49. SECANGKIR KOPI DARI ACEH; 22 JANUARI 2018;
  50. ACEH PUNGO (ACEH GILA); 8 FEBRUARI 2018;
  51. SIAPAKAH ORANG ACEH SEBENARNYA; 6 APRIL 2018;
  52. ORANG ACEH DALAM SEJARAH SUMATERA; 15 APRIL 2018;
  53. KETIKA IBNU BATTUTA MELAWAT SAMUDERA PASAI; 16 APRIL 2018;
  54. KISAH HIDUP LAKSAMANA MALAHAYATI; 18 APRIL 2018;
  55. PERANAN LEMBAGA TUHA PEUET DALAM MASYARAKAT ACEH PADA MASA LAMPAU; 5 MEI 2018;
  56. MENYINGKAP MAKNA SYAIR KUTINDHIENG SELAKU MANTRA SIHIR ACEH KUNO; 15 MEI 2018;
  57. SEJARAH KERAJAAN LAMURI; 24 JUNI 2018;
  58. KEBIJAKAN POLITIK ISLAM OLEH SNOUCK HURGRONJE SEBAGAI SARAN KEPADA PEMERINTAH HINDIA BELANDA UNTUK MENGHANCURKAN KEKUATAN ISLAM DI INDONESIA; 25 JUNI 2018;
  59. MASA DEPAN POLITIK DUNIA MELAYU; 28 JULI 2018;

Tentang tengkuputeh

Cepat seperti angin // Tekun seperti hujan // Bergairah seperti api // Diam seperti gunung // Misterius seperti laut // Kejam seperti badai // Anggun seperti ngarai // Hening seperti hutan // Dalam seperti lembah // Lembut seperti awan // Tangguh seperti karang // Sederhana seperti debu // Menyelimuti seperti udara // Hangat seperti matahari // Luas seperti angkasa // Berserakan seperti debu //
Pos ini dipublikasikan di Cuplikan Sejarah, Data dan Fakta, Kisah-Kisah, Kolom, Literature, Mari Berpikir, Opini, Pengembangan diri, Review dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

108 Balasan ke PENAKLUKKAN GAYO (1904)

  1. Ping balik: HOW TO TELL HISTORY | Tengkuputeh

  2. Ping balik: NASIHAT-NASIHAT C. SNOUCK HURGRONJE | Tengkuputeh

  3. Ping balik: PEREMPUAN ACEH FULL POWER | Tengkuputeh

  4. Ping balik: MENYELUSURI JEJAK DARA PORTUGIS DI ACEH | Tengkuputeh

  5. Ping balik: TEUKU UMAR PAHLAWAN | Tengkuputeh

  6. Ping balik: FILOSOFI GOB | Tengkuputeh

  7. Ping balik: KEBENARAN YANG SAMAR | Tengkuputeh

  8. Ping balik: TSUNAMI | Tengkuputeh

  9. Ping balik: ACEH DI MATA KOLONIALIS | Tengkuputeh

  10. Ping balik: MENGUNJUNGI PAMERAN BATU NISAN ACEH SEBAGAI WARISAN BUDAYA ISLAM DI ASIA TENGGARA | Tengkuputeh

  11. Ping balik: ACEH SEPANJANG ABAD | Tengkuputeh

  12. Ping balik: PERANG CUMBOK SEBUAH REVOLUSI SOSIAL DI ACEH (1946-1947) | Tengkuputeh

  13. Ping balik: PERADABAN TANPA TULISAN | Tengkuputeh

  14. Ping balik: SURAT TENGKU CHIK DI TIRO KEPADA RESIDEN VAN LANGEN AGAR TERCAPAI PERDAMAIAN DALAM PERANG ACEH MAKA BELANDA HARUS MEMELUK AGAMA ISLAM DI TAHUN 1885 | Tengkuputeh

  15. Ping balik: ASAL MUASAL BUDAYA KOPI DI ACEH | Tengkuputeh

  16. Ping balik: PERANG DI JALAN ALLAH | Tengkuputeh

  17. Ping balik: MENGENAL LEBIH DEKAT POCUT BAREN | Tengkuputeh

  18. Ping balik: ACEH DAERAH MODAL | Tengkuputeh

  19. Ping balik: GAM CANTOI TIADA | Tengkuputeh

  20. Ping balik: PARA PENYEBAR KEBOHONGAN | Tengkuputeh

  21. Ping balik: OPERASI PENYERGAPAN BELANDA TERHADAP CUT MEUTIA | Tengkuputeh

  22. Ping balik: SAMUDERA PASAI SEBAGAI TITIK TOLAK ISLAM DI ASIA TENGGARA, SEBUAH UPAYA MELAWAN PSEUDO SEJARAH | Tengkuputeh

  23. Ping balik: EMAS, KAFIR DAN MAUT | Tengkuputeh

  24. Ping balik: SYARIAT ISLAM SIAPA TAKUT | Tengkuputeh

  25. Ping balik: SENJA DI MALAKA | Tengkuputeh

  26. Ping balik: 59 TAHUN ACEH MERDEKA Dl BAWAH PEMERINTAHAN RATU | Tengkuputeh

  27. Ping balik: 59 TAHUN ACEH MERDEKA DI BAWAH PEMERINTAHAN RATU | Tengkuputeh

  28. Ping balik: KERAJAAN ACEH JAMAN SULTAN ISKANDAR MUDA (1607-1636) | Tengkuputeh

  29. Ping balik: PERISTIWA KEMERDEKAAN DI ACEH | Tengkuputeh

  30. Ping balik: PASAI DALAM PERJALANAN SEJARAH | Tengkuputeh

  31. Ping balik: TEUKU NYAK MAKAM, PAHLAWAN ACEH TANPA KEPALA | Tengkuputeh

  32. Ping balik: KESULTANAN ACEH NEGARA BERDAULAT PERTAMA YANG MENGAKUI KEMERDEKAAN REPUBLIK BELANDA DARI KERAJAAN SPANYOL DI TAHUN 1602 | Tengkuputeh

  33. Ping balik: MATA UANG EMAS KERAJAAN-KERAJAAN DI ACEH | Tengkuputeh

  34. Ping balik: ATJEH MENDAKWA | Tengkuputeh

  35. Ping balik: MENGUNJUNGI RUMAH PAHLAWAN NASIONAL CUT MEUTIA | Tengkuputeh

  36. Ping balik: MISI MENCARI MAKAM PARA SULTANAH ACEH | Tengkuputeh

  37. Ping balik: BERZIARAH KE MAKAM SULTANAH MALIKAH NAHRASYIYAH | Tengkuputeh

  38. Ping balik: EKSPLORASI SUMBER DAYA ALAM APAKAH BAGUS UNTUK ACEH | Tengkuputeh

  39. Ping balik: EKSPLOITASI SUMBER DAYA ALAM APAKAH BAGUS UNTUK ACEH | Tengkuputeh

  40. Ping balik: AROMA MEMIKAT DARI DAPUR ACEH | Tengkuputeh

  41. Ping balik: MUSIBAH TENGGELAMNYA KMP GURITA (1996) | Tengkuputeh

  42. Ping balik: HIKAYAT SUKU MANTE | Tengkuputeh

  43. Ping balik: TARIKH ACEH DAN NUSANTARA | Tengkuputeh

  44. Ping balik: PEKUBURAN SERDADU BELANDA PEUCUT KHERKHOF DI BANDA ACEH SEBAGAI SAKSI KEDAHSYATAN PERANG ACEH | Tengkuputeh

  45. Ping balik: PEMBERONTAKAN KAUM REPUBLIK KASUS DARUL ISLAM ACEH | Tengkuputeh

  46. Ping balik: TUANKU HASYIM WALI NANGGROE YANG DILUPAKAN SEJARAH | Tengkuputeh

  47. Ping balik: KORPS MARSOSE, PASUKAN PRIBUMI PELAYAN RATU BELANDA | Tengkuputeh

  48. Ping balik: KORPS MARSOSE, SERDADU PRIBUMI PELAYAN RATU BELANDA | Tengkuputeh

  49. Ping balik: PERANG ACEH KISAH KEGAGALAN SNOUCK HURGRONJE | Tengkuputeh

  50. Ping balik: HIKAYAT-HIKAYAT DARI NEGERI ACEH | Tengkuputeh

  51. Ping balik: LEGENDA GAJAH PUTIH SEBAGAI ASAL NAMA KABUPATEN BENER MERIAH | Tengkuputeh

  52. Ping balik: SECANGKIR KOPI DARI ACEH | Tengkuputeh

  53. Ping balik: ACEH PUNGO (ACEH GILA) | Tengkuputeh

  54. Ping balik: HOW TO TELL HISTORY - TengkuputehTengkuputeh

  55. Ping balik: LEGENDA GAJAH PUTIH SEBAGAI ASAL NAMA KABUPATEN BENER MERIAH - TengkuputehTengkuputeh

  56. Ping balik: KESULTANAN ACEH NEGARA BERDAULAT PERTAMA YANG MENGAKUI KEMERDEKAAN REPUBLIK BELANDA DARI KERAJAAN SPANYOL DI TAHUN 1602 - TengkuputehTengkuputeh

  57. Ping balik: PERANAN LEMBAGA TUHA PEUET DALAM MASYARAKAT ACEH PADA MASA LAMPAU | Tengkuputeh

  58. Ping balik: SEJARAH KERAJAAN LAMURI | Tengkuputeh

  59. Ping balik: KEBIJAKAN POLITIK ISLAM OLEH SNOUCK HURGRONJE SEBAGAI SARAN KEPADA PEMERINTAH HINDIA BELANDA UNTUK MENGHANCURKAN KEKUATAN ISLAM DI INDONESIA | Tengkuputeh

  60. Ping balik: KETIKA IBNU BATTUTA MELAWAT SAMUDERA PASAI | Tengkuputeh

  61. Ping balik: EDISI KHUSUS SERI PAHLAWAN NASIONAL PRANGKO 100 TAHUN CUT NYAK DHIEN | TengkuputehTengkuputeh

  62. Ping balik: KRITIK KEPADA SULTAN ISKANDAR MUDA | TengkuputehTengkuputeh

  63. Ping balik: MEMOAR PANGLIMA POLEM CATATAN SEORANG PEJUANG PERINTIS KEMERDEKAAN INDONESIA | TengkuputehTengkuputeh

  64. Ping balik: RINCIAN ISI KANUN MEUKUTA ALAM PERATURAN UNDANG-UNDANG KESULTANAN ACEH DARUSSALAM YANG DISUSUN PADA MASA PEMERINTAHAN SULTAN ISKANDAR MUDA | TengkuputehTengkuputeh

  65. Ping balik: PERISTIWA KEMERDEKAAN DI ACEH | TengkuputehTengkuputeh

  66. Ping balik: PERANG DI JALAN ALLAH | TengkuputehTengkuputeh

  67. Ping balik: HIKAYAT-HIKAYAT DARI NEGERI ACEH | TengkuputehTengkuputeh

  68. Ping balik: PENEMUAN ARCA KEPALA ALALOKITESWARA SEBAGAI JEJAK KEBERADAAN PERADABAN AGAMA BUDHA DI ACEH | TengkuputehTengkuputeh

  69. Ping balik: SAMUDERA PASAI SEBAGAI TITIK TOLAK ISLAM DI ASIA TENGGARA, SEBUAH UPAYA MELAWAN PSEUDO SEJARAH | TengkuputehTengkuputeh

  70. Ping balik: REVOLUSI DESEMBER 45 DI ACEH ATAU PEMBASMIAN PENGKHIANAT TANAH AIR | Tengkuputeh

  71. Ping balik: PENEMUAN ARCA KEPALA ALALOKITESWARA SEBAGAI JEJAK KEBERADAAN PERADABAN AGAMA BUDHA DI ACEH | Tengkuputeh

  72. Ping balik: CATATAN SEJARAH RANTAI BABI ATAU RANTE BUI DALAM TULISAN YANG DISUSUN KOLONIAL BELANDA | Tengkuputeh

  73. Ping balik: PASUKAN MERIAM NUKUM SANANY SEBUAH PASAK DARI RUMAH GADANG INDONESIA MERDEKA | Tengkuputeh

  74. Ping balik: LEBURNJA KERATON ATJEH | Tengkuputeh

  75. Ping balik: MENAFSIR ALAM MEMBACA MASA DEPAN | Tengkuputeh

  76. Ping balik: KISAH HIDUP LAKSAMANA MALAHAYATI | Tengkuputeh

  77. Ping balik: HADIH MAJA PENGAJARAN SERTA HIBURAN WARISAN LELUHUR | Tengkuputeh

  78. Ping balik: PERANAN LEMBAGA TUHA PEUT DALAM MASYARAKAT ACEH PADA MASA LAMPAU | Tengkuputeh

  79. Ping balik: MASA DEPAN POLITIK DUNIA MELAYU | Tengkuputeh

  80. Ping balik: HAME ATAU PANTANGAN ORANG ACEH DARI MASA LAMPAU | Tengkuputeh

  81. Ping balik: NILAI SEORANG MANUSIA | Tengkuputeh

  82. Ping balik: SEJARAH PARTAI KOMUNIS INDONESIA DI ACEH | Tengkuputeh

  83. Ping balik: SAMUDERA PASAI SEBAGAI TITIK TOLAK ISLAM DI ASIA TENGGARA, SEBUAH UPAYA MELAWAN PSEUDO SEJARAH | Tengkuputeh

  84. Ping balik: BERZIARAH KE MAKAM SULTANAH MALIKAH NAHRASYIYAH | Tengkuputeh

  85. Ping balik: PEMBERONTAKAN KAUM REPUBLIK KASUS DARUL ISLAM ACEH | Tengkuputeh

  86. Ping balik: RINCIAN ISI KANUN MEUKUTA ALAM PERATURAN UNDANG-UNDANG KESULTANAN ACEH DARUSSALAM YANG DISUSUN PADA MASA PEMERINTAHAN SULTAN ISKANDAR MUDA | Tengkuputeh

  87. Ping balik: SINGA ATJEH BIOGRAPHI SERI SULTAN ISKANDAR MUDA | Tengkuputeh

  88. Ping balik: APA SEBAB RAKYAT ACEH SANGGUP BERPERANG PULUHAN TAHUN MELAWAN AGRESSI BELANDA | Tengkuputeh

  89. Ping balik: MEMOAR PANGLIMA POLEM CATATAN SEORANG PEJUANG PERINTIS KEMERDEKAAN INDONESIA | Tengkuputeh

  90. Ping balik: KAYA TANPA HARTA | Tengkuputeh

  91. Ping balik: MENYINGKAP MAKNA SYAIR KUTINDHIENG SELAKU MANTRA SIHIR ACEH KUNO | Tengkuputeh

  92. Ping balik: PERBANDINGAN PENGUCAPAN BAHASA ACEH DENGAN BAHASA INDONESIA | Tengkuputeh

  93. Ping balik: BERBAGAI BAHASA DAERAH DI ACEH | Tengkuputeh

  94. Ping balik: LOKASI ISTANA KERAJAAN ACEH DULU DAN SEKARANG | Tengkuputeh

  95. Ping balik: MEREKONSTRUKSIKAN KEMBALI LETAK ISTANA DARUDDONYA | Tengkuputeh

  96. Ping balik: LEGENDA DAN MITOS ASAL USUL PENAMAAN PULAU SABANG, GUNUNG SEULAWAH, PANTAI ALUE NAGA DAN KAWASAN ULEE LHEU | Tengkuputeh

  97. Ping balik: LEGENDA ASAL MULA GUNUNG GEURUTEE | Tengkuputeh

  98. Ping balik: KETIKA ACEH MENGAKUI KEMERDEKAAN BELANDA | Tengkuputeh

  99. Ping balik: KANUN MEUKUTA ALAM | Tengkuputeh

  100. Ping balik: ARCA ALALOKITESWARA JEJAK BUDHA DI ACEH | Tengkuputeh

  101. Ping balik: LEGENDA GAJAH PUTIH BENER MERIAH | Tengkuputeh

  102. Ping balik: TEUKU NYAK ARIEF RENCONG ACEH DI VOLKSRAAD | Tengkuputeh

  103. Ping balik: PERANAN TUHA PEUT DALAM MASYARAKAT ACEH | Tengkuputeh

  104. Ping balik: HAMZAH FANSURI PERINTIS SASTRA MELAYU | Tengkuputeh

  105. Ping balik: GUGURNYA CUT MUTIA | Tengkuputeh

  106. Ping balik: KERAJAAN TEUNOM SUATU MASA | Tengkuputeh

  107. Ping balik: GEREJA PERTAMA DI ACEH | Tengkuputeh

  108. Ping balik: PERISTIWA TERBUNUHNYA TEUKU UMAR | Tengkuputeh

Leave a Reply

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.