ORANG ACEH DALAM SEJARAH SUMATERA

Buku Sejarah Sumatera (History of Sumatra) di tulis oleh William Marsden, F.R.S diterbitkan oleh T. Payne & Son tahun 1811 Masehi.

ORANG ACEH DALAM SEJARAH SUMATERA

Seorang peneliti sekaligus penjelajah asal Inggris bernama William Marsden, memulai pengamatan ke Pulau Sumatera pada tahun 1771. Ia berhasil mengungkapkan hal-hal yang tidak belum terungkap sebelumnya, bukunya, The History of Sumatra merupakan sebuah karya besar pada abad ke-18 yang ditulis berdasarkan riset dan observasi yang sudah tergolong canggih waktu itu.

William Marsden menuliskan kesannya ketika membuka bab 21 tentang Aceh, “Aceh merupakan satu-satunya kerajaan di Sumatera yang pernah mencapai pengaruh politik yang cukup terpandang bagi bangsa barat, sehingga catatan sejarahnya menjadi suatu subjek umum. Namun, kondisinya saat ini sangat berbeda dengan kondisi saat mereka berhasil mencegah kekuatan Portugis menjejakkan kaki di Sumatera dan para pangerannya menerima duta-duta dari seluruh bangsa besar di Eropa.”

Teuku Imuem Lueng Bata (duduk sebelah kanan) dan Teuku Kali Malikon Ade (duduk sebelah kiri) sebagai perutusan perwakilan Kesultanan Aceh Darussalam dalam usaha menjajaki kemungkinan mendapatkan bantuan persenjataan di Pulau Pinang. Foto ini diambil tahun 1858 sebelum pecah Perang Aceh di tahun 1873.

Marsden disatu sisi mengakui kegemilangan sejarah masa lampau Aceh, namun disatu disisi juga mengamati bahwa pada akhir abad ke-18, Kesultanan Aceh Darussalam mengalami penurunan kekuatan, pengaruh, dan sinarnya telah meredup.

Typical Orang Aceh (laki-laki) di akhir abad ke-19 Masehi.

Typical Orang Aceh (Perempuan) pada akhir abad ke-19 Masehi.

Mengenai penduduk Aceh, Marsden menulis; “Karakteristik fisik orang Aceh sangat berbeda dengan orang Sumatera lainnya. Mereka biasanya lebih tinggi, lebih kekar, dan kulitnya lebih gelap. Bukan berarti mereka mewakili karakteristik fisik penduduk asli, tapi berdasarkan berbagai alasan, dapat diasumsikan merupakan percampuran antara orang Batak dan orang Melayu dengan orang chulia, yaitu orang-orang yang mereka sebut sebagai bangsa dari India barat (Pakistan sekarang-penulis) yang sudah sejak dulu sering mengunjungi pelabuhan-pelabuhan Aceh.

Dari segi wataknya, mereka lebih aktif dan giat daripada beberapa penduduk negeri lainnya. Mereka lebih bijaksana, memiliki pengetahuan tentang negeri-negeri lainnya, dan sebagai pedagang mereka bertransaksi pada prinsip-prinsip yang lebih luas dan liberal. Namun, pengamatan terhadap prinsip-prinsip tersebut lebih banyak dilakukan terhadap para pedagang yang berada jauh dari ibu kota dan terhadap tulisan-tulisan mereka daripada pengamatan yang dilakukan di Aceh yang berdasarkan watak dan contoh tindakan raja yang sedang berkuasa seringkali berpikiran sempit, memeras dan, menindas.

Dua orang Aceh, pawang badak (kiri) dan pawang harimau (kanan).

Bahasa mereka merupakan salah satu dialek yang umum digunakan di kepulauan timur dan kemiripannya dengan bahasa Batak dapat dilihat pada tabel perbandingannya. Namun, mereka tetap menggunakan aksara Melayu.

Sejak masa kanak-kanak, rakyat Aceh sudah diberi pelajaran-pelajaran agama. Sebagaimana gambar pada akhir abad ke-19 Masehi ini memperlihatkan sekelompok anak bersama guru mengaji membaca Al-Qur’an.

Dalam segi agama, mereka menganut agama Islam dan memiliki banyak ulama. Mereka banyak berinteraksi dengan orang-orang asing yang juga beragama Islam. Bentuk peribadatan dan upacara-upacaranya dijalankan dengan cukup ketat pada aturan.”

Terlepas dari beberapa gambaran baik tentang Kesultanan Aceh, sebagaimana para penjelajah Eropa yang lain, Marsden menarik kesimpulan yang sama, bahwa Aceh merupakan salah satu negeri yang paling tidak jujur dan mengerikan di kawasan timur terutama ketika berhadapan dengan kekuatan-kekuatan Eropa di Asia Tenggara yaitu Inggris, Belanda, Portugis, Spanyol bahkan Perancis.

Artikel-artikel tentang Aceh:

  1. PEREMPUAN ACEH FULL POWER 4 AGUSTUS 2008;
  2. MENYUSURI JEJAK DARA PORTUGIS DI ACEH 6 DESEMBER 2008;
  3. TEUKU UMAR PAHLAWAN 11 FEBRUARI 2011;
  4. FILOSOFI GOB 10 OKTOBER 2011;
  5. KEBENARAN YANG SAMAR 28 FEBRUARI 2013;
  6. GAM CANTOI TIADA 30 MARET 2013;
  7. PERANG CUMBOK SEBUAH REVOLUSI SOSIAL DI ACEH (1946-1947) 18 JUNI 2013;
  8. TSUNAMI 26 DESEMBER 2015;
  9. PERADABAN TANPA TULISAN 25 FEBRUARI 2016;
  10. SURAT TENGKU CHIK DI TIRO KEPADA RESIDEN VAN LANGEN AGAR TERCAPAI PERDAMAIAN DALAM PERANG ACEH MAKA BELANDA HARUS MEMELUK AGAMA ISLAM DI TAHUN 1885 4 NOVEMBER 2016;
  11. PARA PENYEBAR KEBOHONGAN 13 NOVEMBER 2016;
  12. MENGUNJUNGI RUMAH PAHLAWAN NASIONAL CUT MEUTIA 17 APRIL 2017;
  13. SAMUDERA PASAI SEBAGAI TITIK TOLAK ISLAM DI ASIA TENGGARA, SEBUAH UPAYA MELAWAN PSEUDO SEJARAH 24 APRIL 2017;
  14. EMAS, KAFIR DAN MAUT 20 APRIL 2017;
  15. MENGENAL LEBIH DEKAT POCUT BAREN 5 MEI 2017;
  16. OPERASI PENYERGAPAN BELANDA TERHADAP CUT MEUTIA 7 MEI 2017;
  17. MENGUNJUNGI PAMERAN BATU NISAN ACEH SEBAGAI WARISAN BUDAYA ISLAM DI ASIA TENGGARA 15 MEI 2017;
  18. KESULTANAN ACEH NEGARA BERDAULAT PERTAMA YANG MENGAKUI KEMERDEKAAN REPUBLIK BELANDA DARI KERAJAAN SPANYOL DI TAHUN 1602 18 MEI 2017;
  19. SYARIAT ISLAM SIAPA TAKUT 6 JUNI 2017;
  20. SENJA DI MALAKA 14 JUNI 2017;
  21. KRITIK KEPADA SULTAN ISKANDAR MUDA 4 JULI 2017;
  22. HIKAYAT SUKU MANTE 5 JULI 2017;
  23. TEUKU NYAK MAKAM, PAHLAWAN ACEH TANPA KEPALA 30 JULI 2017;
  24. ASAL MUASAL BUDAYA KOPI DI ACEH 1 AGUSTUS 2017;
  25. MUSIBAH TENGGELAMNYA KMP GURITA 6 AGUSTUS 2017;
  26. PERANG ACEH, KISAH KEGAGALAN SNOUCK HURGRONJE 7 AGUSTUS 2017;
  27. ACEH DI MATA KOLONIALIS 8 AGUSTUS 2017;
  28. MELUKIS SEJARAH 10 AGUSTUS 2017;
  29. NASIHAT-NASIHAT C. SNOUCK HURGRONJE SEMASA KEPEGAWAIANNYA KEPADA PEMERINTAH HINDIA BELANDA 1889-1936 14 AGUSTUS 2017;
  30. ACEH SEPANJANG ABAD 16 AGUSTUS 2017;
  31. PERANG DI JALAN ALLAH 30 AGUSTUS 2017;
  32. ACEH DAERAH MODAL 7 SEPTEMBER 2017;
  33. 59 TAHUN ACEH MERDEKA DI BAWAH PEMERINTAHAN RATU 12 SEPTEMBER 2017;
  34. KERAJAAN ACEH PADA JAMAN SULTAN ISKANDAR MUDA (1609-1636) 13 SEPTEMBER 2017;
  35. PERISTIWA KEMERDEKAAN DI ACEH 14 SEPTEMBER 2017;
  36. PASAI DALAM PERJALANAN SEJARAH 17 SEPTEMBER 2017;
  37. MATA UANG EMAS KERAJAAN-KERAJAAN DI ACEH 19 SEPTEMBER 2017;
  38. ATJEH MENDAKWA,SEBUAH BUKU YANG MENJADI SAKSI SEPAK TERJANG PARTAI KOMUNIS INDONESIA DI ACEH 21 SEPTEMBER 2017;
  39. MISI MENCARI MAKAM PARA SULTANAH ACEH 6 OKTOBER 2017;
  40. BERZIARAH KE MAKAM SULTANAH MALIKAH NAHRASYIYAH 8 OKTOBER 2017;
  41. EKSPLOITASI SUMBER DAYA ALAM APAKAH BAGUS UNTUK ACEH 15 OKTOBER 2017;
  42. AROMA MEMIKAT DARI DAPUR ACEH 16 OKTOBER 2017;
  43. TARIKH ACEH DAN NUSANTARA 29 OKTOBER 2017;
  44. PEKUBURAN SERDADU BELANDA PEUCUT KHERKHOF DI BANDA ACEH SEBAGAI SAKSI KEDAHSYATAN PERANG ACEH 11 NOVEMBER 2017;
  45. PEMBERONTAKAN KAUM REPUBLIK KASUS DARUL ISLAM ACEH 17 NOVEMBER 2017;
  46. TUANKU HASYIM WALI NANGGROE YANG DILUPAKAN SEJARAH 19 NOVEMBER 2017;
  47. KOPRS MARSOSE SERDADU PRIBUMI PELAYAN RATU BELANDA 8 DESEMBER 2017;
  48. HIKAYAT-HIKAYAT DARI NEGERI ACEH 16 DESEMBER 2017;
  49. LEGENDA GAJAH PUTIH SEBAGAI ASAL NAMA KABUPATEN BENER MERIAH; 12 JANUARI 2018;
  50. SECANGKIR KOPI DARI ACEH; 22 JANUARI 2018;
  51. ACEH PUNGO (ACEH GILA); 8 FEBRUARI 2018;
  52. SIAPAKAH ORANG ACEH SEBENARNYA; 6 APRIL 2018;
  53. KETIKA IBNU BATTUTA MELAWAT SAMUDERA PASAI; 16 APRIL 2018;
  54. KISAH HIDUP LAKSAMANA MALAHAYATI; 18 APRIL 2018;
  55. PERANAN LEMBAGA TUHA PEUET DALAM MASYARAKAT ACEH PADA MASA LAMPAU; 5 MEI 2018;
  56. MENYINGKAP MAKNA SYAIR KUTINDHIENG SELAKU MANTRA SIHIR ACEH KUNO; 15 MEI 2018;
  57. SEJARAH KERAJAAN LAMURI; 24 JUNI 2018;
  58. KEBIJAKAN POLITIK ISLAM OLEH SNOUCK HURGRONJE SEBAGAI SARAN KEPADA PEMERINTAH HINDIA BELANDA UNTUK MENGHANCURKAN KEKUATAN ISLAM DI INDONESIA; 25 JUNI 2018;
  59. MASA DEPAN POLITIK DUNIA MELAYU; 28 JULI 2018;
Advertisements
Advertisements

About tengkuputeh

Cepat seperti angin // Tekun seperti hujan // Bergairah seperti api // Diam seperti gunung // Misterius seperti laut // Kejam seperti badai // Anggun seperti ngarai // Hening seperti hutan // Dalam seperti lembah // Lembut seperti awan // Tangguh seperti karang // Sederhana seperti debu // Menyelimuti seperti udara // Hangat seperti matahari // Luas seperti angkasa // Berserakan seperti debu //
This entry was posted in Buku, Cuplikan Sejarah, Data dan Fakta, Kisah-Kisah, Kolom, Mari Berpikir, Opini, Reportase and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

16 Responses to ORANG ACEH DALAM SEJARAH SUMATERA

  1. Pingback: KISAH HIDUP LAKSAMANA MALAHAYATI | TengkuputehTengkuputeh

  2. Pingback: TEUKU UMAR PAHLAWAN | Tengkuputeh

  3. Pingback: ATJEH MENDAKWA, SEBUAH BUKU YANG MENJADI SAKSI SEPAK TERJANG PARTAI KOMUNIS INDONESIA DI ACEH | Tengkuputeh

  4. Pingback: BERZIARAH KE MAKAM SULTANAH MALIKAH NAHRASYIYAH | Tengkuputeh

  5. Pingback: SEJARAH KERAJAAN LAMURI | Tengkuputeh

  6. Pingback: HIKAYAT SUKU MANTE | Tengkuputeh

  7. Pingback: PARA PENYEBAR KEBOHONGAN | TengkuputehTengkuputeh

  8. Pingback: PEREMPUAN ACEH FULL POWER | TengkuputehTengkuputeh

  9. Pingback: KETIKA IBNU BATTUTA MELAWAT SAMUDERA PASAI | TengkuputehTengkuputeh

  10. Pingback: ACEHNESE IN SUMATRAN HISTORY | TengkuputehTengkuputeh

  11. Pingback: GAM CANTOI TIADA | TengkuputehTengkuputeh

  12. Pingback: TEUKU NYAK ARIEF SEORANG YANG TULEN BERANI DAN LURUS SEBAGAI RENCONG ACEH DI VOLKSRAAD | TengkuputehTengkuputeh

  13. Pingback: 59 TAHUN ACEH MERDEKA DI BAWAH PEMERINTAHAN RATU | TengkuputehTengkuputeh

  14. Pingback: RINCIAN ISI KANUN MEUKUTA ALAM PERATURAN UNDANG-UNDANG KESULTANAN ACEH DARUSSALAM YANG DISUSUN PADA MASA PEMERINTAHAN SULTAN ISKANDAR MUDA | TengkuputehTengkuputeh

  15. Pingback: PENEMUAN ARCA KEPALA ALALOKITESWARA SEBAGAI JEJAK KEBERADAAN PERADABAN AGAMA BUDHA DI ACEH | TengkuputehTengkuputeh

  16. Pingback: SAMUDERA PASAI SEBAGAI TITIK TOLAK ISLAM DI ASIA TENGGARA, SEBUAH UPAYA MELAWAN PSEUDO SEJARAH | TengkuputehTengkuputeh

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.