HIKAYAT-HIKAYAT DARI NEGERI ACEH

Rumah Adat Aceh

HIKAYAT-HIKAYAT DARI NEGERI ACEH

Tulisan dan lisan

Kesusasteraan Aceh dapat kita artikan sebagai semua yang telah dikarang (awalnya) dengan bahasa Aceh. Mengapa disebut dikarang? Karena ada perbedaan antara apa yang diabadikan dengan tulisan maupun tidak. Di masa lalu, hikayat diceritakan berdasarkan cerita mulut ke mulut dari generasi ke generasi.

Dua karya heroik Aceh terkemuka di masa lalu (Malem Dagang dan Pocut Muhammad) membahas tentang fakta sejarah dan legenda Aceh pada masa kejayaan Kesultanan Aceh Darussalam bahkan pada masa Belanda menyerang Aceh dikenal dalam bentuk tertulis. Kemudian kisah-kisah perang melawan Belanda sendiri, misalnya Hikayat Perang Kumpeni sangat sedikit ditemukan tertulis, dan bahkan dikarang secara bertahap oleh orang yang tidak bisa baca tulis yaitu Abdulkarim yang dikenal sebagai Dokarem.

Karya kesusateraan Aceh lain, pantun misalnya yang sering ditampilkan dalam rateb dan kenduri hanya disebarluaskan secara lisan, meskipun demikian pantun-pantun lisan ini lebih punya arti dalam kaitan dengan aspek intelektual kehidupan orang Aceh.

Pada masa lalu, karya Aceh yang tertulis lebih terjaga dari kemungkinan perubahan dibanding yang lisan. Karena berupa tulisan tangan, setiap orang yang menyalin karangan boleh merasa berhak mengubah aslinya, tapi jika sang penulis tidak melakukan itu menurut selera dan idenya, maka ia dianggap kurang pintar dan tidak berbakat sastra.

Prosa Aceh digunakan sebagai pengantar tidur bagi anak untuk didendangkan, bagi para dewasa untuk mengatasi rasa bosan dalam pertemuan-pertemuan masyarakat.

Cerita-cerita dari Negeri Aceh

Sehari-hari dikenal dengan istilah Haba (Bahasa Indonesia:Kabar), istilah ini juga digunakan untuk cerita para orang tua mengenai masa lampau, atau tradisi untuk menghormati sejarah masa lampau, secara umum pada semua perkembangan dan peristiwa. Setiap tokoh Aceh yang bijaksana dan arif di masa lalu pasti menyimpan sejumlah haba jameun (kabar purba), yang pada kesempatan tertentu diceritakan kepada para pendengarnya  dengan penuh hormat. Meskipun cerita serius serupa juga diberi nama yang sama dengan dongeng anak-anak, keduanya tetap terpisah secara tegas dalam benak orang-orang Aceh.

Sifat fabel dan dongeng Aceh

Fabel dan dongeng Aceh sangat bernilai, bahasanya mirip percakapan sehari-hari dibandingkan dengan syair-syair berirama yang merupakan bagian terbesar dari sastra tertulis. Isinya juga sangat menarik.

Beberapa Haba tak lebih dari reproduksi syair romansa tertentu dalam bentuk prosa, sejumlah besar satu sama lain juga dapat ditemukan dalam kesusasteraan Aceh maupun kesusasteraan Melayu.

Dalam Haba-haba berbahasa Aceh, orang juga dapat menemukan cerita rakyat pribumi yang memancing orang untuk melakukan perbandingan dengan cerita sejenis di kalangan suku bangsa di Indonesia.

Di samping hikayat-hikayat tentang negeri Aceh sendiri, hikayat-hikayat di negeri Aceh memiliki perbedaan tentang cara penyebarannya dengan wilayah lain di Nusantara, karena orang-orang Aceh baik kanak-kanak maupun dewasa menyukai cerita, siapapun yang mampu berhikayat di kampungnya akan dianggap sebagai seseorang yang terpandang, dan diharapkan kehadirannya dalam acara kemasyarakatan. Sedang mengenai apa yang diceritakan terdapat persamaan yang jelas dalam subjek pokoknya, dalam hal ini walaupun seolah nyaris tidak ada kemungkinan saling pinjam meminjam, paling tidak sejak abad ke-19 ada banyak materi yang sama diperoleh dari berbagai suku di India, tentu dengan menyesuaikan dengan selera pencerita dan kearifan lokal setempat.

Risalah Hikayat Asli Aceh

Adapun puisi-puisi heroik bahasa Aceh yang murni Aceh baik dalam bentuk, subjek maupun asal muasalnya antara lain adalah “Hikayat Perang Sabil” oleh Teungku Chik Di Tiro ataupun “Tadkirat ar-radikin” (Peringatan bagi pemalas) oleh Teungku Chik Kutakarang dan yang sejenis dapat dipandang sebagai literature agama dan pendidikan. Watak cerita seperti ini adalah asli Aceh. Seruan-seruan termaktub di dalamnya dengan kutipan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang memberikan penjelasan bahwa Perang Sabil mengusir penjajah Belanda merupakan kewajiban dan memperoleh ganjaran berupa surga yang tak ternilai harganya.

Free Download berbagai hikayat dari negeri Aceh

Pada tanggal 26 Desember 2004 terjadi Tsunami terdahsyat sepanjang catatan sejarah manusia yang menelan korban 200.000 jiwa. Disamping itu berbagai arsip dan naskah kuno yang tersimpan di berbagai museum di Aceh musnah.

Ketika referensi tentang Aceh musnah, generasi Aceh kedepan akan kehilangan pengetahuan tentang sejarah dan kebudayaan tentang negerinya. Beruntung pernah ada situs http://www.acehbooks.org/ yang dibiayai oleh Menteri Pendidikan Belanda, dikelola oleh KITLV (Koninklijk Instituut voor Taal-, Land-en Volkenkunde) di Leiden. KITLV tersebut menyedikan sebagian besar literatur tentang Aceh secara digital untuk diserahkan kepada masyarakat Aceh. Proyek tersebut terutama untuk proses digitalisasi sejumlah literatur tentang Aceh diawasi oleh Perpustakaan Kerajaan di Den Haag.

Karena beberapa dokumen tidak memiliki hak cipta maka akhirnya situs itu akhirnya menutup sebagian akses terhadap sebagian besar buku yang bisa diakses. Kebetulan penulis sempat mengunduh sebagian buku yang ada disitu. Atas dasar panggilan hati maka penulis membagikan beberapa hikayat yang sempat terdokumentasi kepada segenap pembaca.

Berikut hikayat-hikayat dari negeri Aceh yang dapat di download disini:

  1. Hikayat Banun Setia; Cetakan kedua; 1958; Hikajat Banun Setia 1950
  2. Hikajat Soeltan Atjeh Marhoem (Soeltan Iskandar Muda); T. Mohammad Sabil; Balai Poestaka; 1932; Hikajat Seoltan Atjeh Marhoem diMelajoekan -1932- T. Mohammad Sabil
  3. Hikayat Putroe Meulue; Drs. Jauhari Ishak; PT. Meudanghara Putra; Jakarta 1984; Cetakan Pertama; Hikayat – Putroe Meulue
  4. Hikayat Armada Aceh Di Laut Merah; Andy Wasis; Departemen Pendidikan dan Kebudayaan; Tahun Anggaran 1987/1988; Hikayat – Armada Aceh Di Laut Merah
  5. Hikayat Nama Manggeng Dan Seorang Pangeran; Muhd. Yacob; Balai Pustaka; 1989; Hikayat – Asal Nama Manggeng
  6. Hikayat Batu Belah Batu Bertangkup; Drs. Y.B. Suparlan; Kanisius; 1994; Hikayat – Batu Belah Batu Betangkup
  7. Hikayat Malahayati Singa Betina Dari Aceh; Adi Pewara; Karya Anda; 1991; Hikayat – Malahayati
  8. Hikayat Merah Silu; Andi Wasis; CV. Sarana Jaya; Cetakan Pertama; 1983; Hikayat – Meurah Silu
  9. Hikayat Putroe Lindong Buleuen; Drs. Jauhari Ishak; Meudanghara Putra; 1984; Hikayat – Putroe Lindong Buleuen
  10. Hikayat Banta Amat Ngon Nahuda Seukeum; Drs. Ramli Harun; Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan; 1985; Hikayat Banta Amat Ngon Nahuda Seukeuem 1-1985-Ramli Harun
  11. Hikayat Eelia Tujoh; Drs. Ramli Harun; Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan; 1981; Hikayat Eelia Tujoh -1981- Ramli Harun
  12. Hikayat Harap Binasa; Teungku Abdullah; Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan; 1982; Hikayat Harap Binasa -1982- Teungku Abdullah
  13. Hikayat Sultan Aceh Iskandar Muda; Ramli Harun; Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan; 1985; Hikayat Iskandar Muda -1985- Ramli Harun
  14. Hikayat Nabi Ibrahim; Ramli Harun; Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan; 1985; Hikayat Nabi Ibrahim -1985-Ramli Harun
  15. Hikayat Nabi Jusuf; Ishak Peutua Gam; Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan; 1983; Hikayat Nabi Jusuf-1983- Ramli Harun
  16. Hikayat Nabi Musa; Ramli Harun; Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan; 1981; Hikayat Nabi Musa -1981-Ramli Harun
  17. Hikayat Nubeut; Ramli Harun; Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan; 1984; Hikayat Nubuet -1984- Ramli Harun
  18. Hikayat Nun Parisi; Anzib; Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan; 1981; Hikayat Nun Parisi -1981- Anzib
  19. Hikayat Perang Aceh; Ramli Harun; Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan; 1982; Hikayat Perang Aceh-1982- Ramli Harun
  20. Hikayat Peureudan Ali Jilid 1; Teungku Pakeh; Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan; 1984; Hikayat Peureudan Ali 1 -1984- Ramli Harun
  21. Hikayat Peureudan Ali Jilid 2; Teungku Pakeh; Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan; 1984; Hikayat Peureudan Ali 2 -1984- Ramli Harun
  22. Hikayat Pocut Muhammad; Ramli Harun; Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan; 1981; Hikayat Pocut Muhammad -1981- Ramli Harun
  23. Hikayat Prang Cut Ali; Ramli Harun; Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan; 1982; Hikayat Prang Cut Ali -1982- Ramli Harun
  24. Hikayat Putroe Hijoe; Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan; 1988; Hikayat Putroe Hijoe
  25. Hikayat Raja Bada; Ramli Harun; Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan; 1982; Hikayat Raja Bada-1982- Ramli Harun
  26. Hikayat Ranto Ngon Hikayat Teungku di Meukek; Leube Isa dan Tengku Malem; Hikayat Ranto Ngon Hikayat Teungku di Meukek -1983- Ramli HarunDepartemen Pendidikan Dan Kebudayaan; 1983;
  27. Hikayat Sariman Budi; Anzib; Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan; 1983; Hikayat Sariman Budi -1983- Anzib
  28. Hikayat Tajul Muluk Jilid I; Ramli Harun; Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan; 1982; Hikayat Tajul Muluk I -1982- Ramli Harun
  29. Hikayat Tajul Muluk Jilid II; Ramli Harun; Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan; 1982; Hikayat Tajul Muluk II-1982- Ramli Harun
  30. Hikayat Usman Basyah Jilid I; Ramli Harun; Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan; 1983; Hikayat Usman Basyah 1-1983- Ramli Harun
  31. Hikayat Usman Basyah Jilid II; Ramli Harun; Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan; 1983; Hikayat Usman Basyah 2-1983- Ramli Harun

Cara mengunduh e-book:

  1. Klik tautan tersebut kemudian akan terbuka laman baru;
  2. kemudian tautan nama buku;
  3. Lalu dibuka dengan browser;
  4. Setelah selesai terbuka simpan dikomputer/gawai anda;

Apabila ada tautan e-book yang tidak bisa dibuka, kami berharap segera dikabari dan kami akan berupaya agar tautan yang rusak dapat segera diperbaiki, terima kasih dan selamat membaca.

XXX

Artikel-artikel tentang Aceh:

  1. PEREMPUAN ACEH FULL POWER 4 AGUSTUS 2008;
  2. MENYUSURI JEJAK DARA PORTUGIS DI ACEH 6 DESEMBER 2008;
  3. TEUKU UMAR PAHLAWAN 11 FEBRUARI 2011;
  4. FILOSOFI GOB 10 OKTOBER 2011;
  5. KEBENARAN YANG SAMAR 28 FEBRUARI 2013;
  6. GAM CANTOI TIADA 30 MARET 2013;
  7. PERANG CUMBOK SEBUAH REVOLUSI SOSIAL DI ACEH (1946-1947) 18 JUNI 2013;
  8. TSUNAMI 26 DESEMBER 2015;
  9. PERADABAN TANPA TULISAN 25 FEBRUARI 2016;
  10. SURAT TENGKU CHIK DI TIRO KEPADA RESIDEN VAN LANGEN AGAR TERCAPAI PERDAMAIAN DALAM PERANG ACEH MAKA BELANDA HARUS MEMELUK AGAMA ISLAM DI TAHUN 1885 4 NOVEMBER 2016;
  11. PARA PENYEBAR KEBOHONGAN 13 NOVEMBER 2016;
  12. MENGUNJUNGI RUMAH PAHLAWAN NASIONAL CUT MEUTIA 17 APRIL 2017;
  13. SAMUDERA PASAI SEBAGAI TITIK TOLAK ISLAM DI ASIA TENGGARA, SEBUAH UPAYA MELAWAN PSEUDO SEJARAH 24 APRIL 2017;
  14. EMAS, KAFIR DAN MAUT 20 APRIL 2017;
  15. MENGENAL LEBIH DEKAT POCUT BAREN 5 MEI 2017;
  16. OPERASI PENYERGAPAN BELANDA TERHADAP CUT MEUTIA 7 MEI 2017;
  17. MENGUNJUNGI PAMERAN BATU NISAN ACEH SEBAGAI WARISAN BUDAYA ISLAM DI ASIA TENGGARA 15 MEI 2017;
  18. KESULTANAN ACEH NEGARA BERDAULAT PERTAMA YANG MENGAKUI KEMERDEKAAN REPUBLIK BELANDA DARI KERAJAAN SPANYOL DI TAHUN 1602 18 MEI 2017;
  19. SYARIAT ISLAM SIAPA TAKUT 6 JUNI 2017;
  20. SENJA DI MALAKA 14 JUNI 2017;
  21. KRITIK KEPADA SULTAN ISKANDAR MUDA 4 JULI 2017;
  22. HIKAYAT SUKU MANTE 5 JULI 2017;
  23. TEUKU NYAK MAKAM, PAHLAWAN ACEH TANPA KEPALA 30 JULI 2017;
  24. ASAL MUASAL BUDAYA KOPI DI ACEH 1 AGUSTUS 2017;
  25. MUSIBAH TENGGELAMNYA KMP GURITA 6 AGUSTUS 2017;
  26. PERANG ACEH, KISAH KEGAGALAN SNOUCK HURGRONJE 7 AGUSTUS 2017;
  27. ACEH DI MATA KOLONIALIS 8 AGUSTUS 2017;
  28. MELUKIS SEJARAH 10 AGUSTUS 2017;
  29. NASIHAT-NASIHAT C. SNOUCK HURGRONJE SEMASA KEPEGAWAIANNYA KEPADA PEMERINTAH HINDIA BELANDA 1889-1936 14 AGUSTUS 2017;
  30. ACEH SEPANJANG ABAD 16 AGUSTUS 2017;
  31. PERANG DI JALAN ALLAH 30 AGUSTUS 2017;
  32. ACEH DAERAH MODAL 7 SEPTEMBER 2017;
  33. 59 TAHUN ACEH MERDEKA DI BAWAH PEMERINTAHAN RATU 12 SEPTEMBER 2017;
  34. KERAJAAN ACEH PADA JAMAN SULTAN ISKANDAR MUDA (1609-1636) 13 SEPTEMBER 2017;
  35. PERISTIWA KEMERDEKAAN DI ACEH 14 SEPTEMBER 2017;
  36. PASAI DALAM PERJALANAN SEJARAH 17 SEPTEMBER 2017;
  37. MATA UANG EMAS KERAJAAN-KERAJAAN DI ACEH 19 SEPTEMBER 2017;
  38. ACEH MENDAKWA 21 SEPTEMBER 2017;
  39. MISI MENCARI MAKAM PARA SULTANAH ACEH 6 OKTOBER 2017;
  40. BERZIARAH KE MAKAM SULTANAH MALIKAH NAHRASYIYAH 8 OKTOBER 2017;
  41. EKSPLOITASI SUMBER DAYA ALAM APAKAH BAGUS UNTUK ACEH 15 OKTOBER 2017;
  42. AROMA MEMIKAT DARI DAPUR ACEH 16 OKTOBER 2017;
  43. TARIKH ACEH DAN NUSANTARA 29 OKTOBER 2017;
  44. PEKUBURAN SERDADU BELANDA PEUCUT KHERKHOF DI BANDA ACEH SEBAGAI SAKSI KEDAHSYATAN PERANG ACEH 11 NOVEMBER 2017;
  45. PEMBERONTAKAN KAUM REPUBLIK KASUS DARUL ISLAM ACEH 17 NOVEMBER 2017;
  46. TUANKU HASYIM WALI NANGGROE YANG DILUPAKAN SEJARAH 19 NOVEMBER 2017;
  47. KOPRS MARSOSE SERDADU PRIBUMI PELAYAN RATU BELANDA 8 DESEMBER 2017;
  48. HIKAYAT-HIKAYAT DARI NEGERI ACEH 16 DESEMBER 2017;
  49. LEGENDA GAJAH PUTIH SEBAGAI ASAL NAMA KABUPATEN BENER MERIAH; 12 JANUARI 2018;
Advertisements

About tengkuputeh

Cepat seperti angin // Tekun seperti hujan // Bergairah seperti api // Diam seperti gunung // Misterius seperti laut // Kejam seperti badai // Anggun seperti ngarai // Hening seperti hutan // Dalam seperti lembah // Lembut seperti awan // Tangguh seperti karang // Sederhana seperti debu // Menyelimuti seperti udara // Hangat seperti matahari // Luas seperti angkasa // Berserakan seperti debu //
This entry was posted in Buku, Download, E-Book, Kisah-Kisah, Review and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

16 Responses to HIKAYAT-HIKAYAT DARI NEGERI ACEH

  1. Pingback: PEREMPUAN ACEH FULL POWER | Tengkuputeh

  2. Pingback: MENYELUSURI JEJAK DARA PORTUGIS DI ACEH | Tengkuputeh

  3. Pingback: TEUKU UMAR PAHLAWAN | Tengkuputeh

  4. Pingback: FILOSOFI GOB | Tengkuputeh

  5. Pingback: KEBENARAN YANG SAMAR | Tengkuputeh

  6. Pingback: GAM CANTOI TIADA | Tengkuputeh

  7. Pingback: PEKUBURAN SERDADU BELANDA PEUCUT KHERKHOF DI BANDA ACEH SEBAGAI SAKSI KEDAHSYATAN PERANG ACEH | Tengkuputeh

  8. Pingback: PERADABAN TANPA TULISAN | Tengkuputeh

  9. Pingback: SURAT TENGKU CHIK DI TIRO KEPADA RESIDEN VAN LANGEN AGAR TERCAPAI PERDAMAIAN DALAM PERANG ACEH MAKA BELANDA HARUS MEMELUK AGAMA ISLAM DI TAHUN 1885 | Tengkuputeh

  10. Pingback: PARA PENYEBAR KEBOHONGAN | Tengkuputeh

  11. Pingback: MENGUNJUNGI RUMAH PAHLAWAN NASIONAL CUT MEUTIA | Tengkuputeh

  12. Pingback: SAMUDERA PASAI SEBAGAI TITIK TOLAK ISLAM DI ASIA TENGGARA, SEBUAH UPAYA MELAWAN PSEUDO SEJARAH | Tengkuputeh

  13. Pingback: EMAS, KAFIR DAN MAUT | Tengkuputeh

  14. Pingback: MENGENAL LEBIH DEKAT POCUT BAREN | Tengkuputeh

  15. Pingback: LEGENDA GAJAH PUTIH SEBAGAI ASAL NAMA KABUPATEN BENER MERIAH | Tengkuputeh

  16. Pingback: SECANGKIR KOPI DARI ACEH | Tengkuputeh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s