Advertisements

Tengkuputeh

I love words, I have fallen into the joy of writing them

MENYINGKAP MAKNA SYAIR KUTINDHIENG SELAKU MANTRA SIHIR ACEH KUNO

Syair kutindhieng terdengar begitu etnik dan misterius ketika dinyanyikan dalam bentuk lagu, pengucapan sudah tidak dikenali lagi oleh orang Aceh zaman sekarang. Ada yang mengatakan mantra kutindhieng adalah salah satu mantra penjinak harimau. Jadi sebenarnya apakah makna syair Kutindhieng?

Lirik Kutindhieng sendiri dipercaya berasal dari bahasa Aceh kuno, beberapa kata telah punah dan tidak diketahui lagi maknanya. Konon kabarnya berisikan mantra untuk memanggil rimueng aulia (harimau aulia). Generasi sekarang hanya mengetahui bahwa jika dinyanyikan lirik tersebut sangat enak didengarkan saja.

Secara etimologis (asal kata) Kutindhieng berarti menimang. Menimang sendiri layaknya ibu yang menggendong bayinya dan membuai dengan pelan seraya menyanyikan lagu pengantar tidur.

Menurut para orang tua, syair Kutindhieng yang asli tidak seperti sebagaimana kita dengarkan saat ini, mantra ini sama sekali berbeda. Penulisnya menyarikan kembali dari catatan purba, ia mengartikan sendiri beberapa kata yang ia kenal dalam bahasa sekarang serta menuliskan kembali beberapa kata yang tidak ia pahami.

Syair ini sendiri dipercaya sudah ada di Aceh masa pra-Islam, sehingga dianggap sebagai mantra hitam. Sebuah mantra dari kepercayaan lama sebelum agama-agama besar datang ke Aceh.

Berdasarkan bentuk dan cirinya bahkan mantra Kutindhieng ini berasal dari masa pra-animisme ketika manusia mempercayai bahwa adanya sebuah kekuatan sakti didalam sebuah gejala peristiwa, seperti Guntur. Atau bahwa binatang-binatang luar biasa seperti harimau dianggap memiliki kesaktian, dianggap memiliki kekuatan yang dapat membawa kabaikan ataupun keburukan.

Kepercayaan terhadap kekuatan baik ini secara umum ada diberbagai bangsa Melanesia di sebut mana (Tuah dalam bahasa Melayu), sarana untuk menyampaikannya adalah syair dalam bentuk mantra.

Anagram Syair Mantra Kutindhieng

Mantra adalah bunyi, suku kata, kata-kata, atau sekumpulan kata-kata yang dianggap mampu “menciptakan perubahan”. Mantra adalah sebuah puisi kuno, keberadaannya pada masyarakat Melayu kuno secara fungsi bukanlah sebagai karya sastra, melainkan berkaitan dengan adat dan kepercayaan yang dianggap memiliki kekuatan gaib.

Mantra Kutindhieng:

He tujan lahe
Hidhieng alah hala hai dieng
wa jala e hala e hala

Kutidhieng laha dhieng bet
Kutidhieng laha dhieng bet lah hem bet
bet la tidhieng la hem bet bet la tidhieng

Lam puteh kahyangan lam puteh kahyangan. Aulia
Rimueng Aulia Aulia. Rimueng Aulia
Hai yang bule jagad Hai yang bule jagad. Aulia
Rimueng Aulia. Aulia. Rimueng Aulia.

Makna dari syair Kutindhieng:

Wahai kekuatan bangkitlah (lahirlah)
Kekuatan yang suci bersemayamlah (masuklah)
Dan jadilah perkasa, jadilah perkasa

Dalam timang-timang kekuatan bersemayam (menyatu)
Dalam timang-timang kekuatan bersemayam (menyatu) bangunlah
Bangkitlah kekuatan bersemayam bangkitlah bersemayam (menyatulah)

Dalam putih (restu) khayangan (langit). Aulia (Orang Suci)
Harimau sakti, orang suci (perwujudan) harimau sakti
Wahai (Harimau) putih, wahai (Harimau) putih. (Jadilah) orang sakti
Harimau sakti, orang suci (perwujudan) harimau sakti

Orang Aceh (atau cikal-bakal) pada masa pra-Islam, pra-animisme menciptakan mantra sihir (hitam), tentu sangat menyenangkan jika itu benar-benar terjadi dengan lancar. Sayangnya, tidak demikian dan sejarah berjalan.

Artikel-artikel tentang Aceh:

  1. PEREMPUAN ACEH FULL POWER 4 AGUSTUS 2008;
  2. MENYUSURI JEJAK DARA PORTUGIS DI ACEH 6 DESEMBER 2008;
  3. TEUKU UMAR PAHLAWAN 11 FEBRUARI 2011;
  4. FILOSOFI GOB 10 OKTOBER 2011;
  5. KEBENARAN YANG SAMAR 28 FEBRUARI 2013;
  6. GAM CANTOI TIADA 30 MARET 2013;
  7. PERANG CUMBOK SEBUAH REVOLUSI SOSIAL DI ACEH (1946-1947) 18 JUNI 2013;
  8. TSUNAMI 26 DESEMBER 2015;
  9. PERADABAN TANPA TULISAN 25 FEBRUARI 2016;
  10. SURAT TENGKU CHIK DI TIRO KEPADA RESIDEN VAN LANGEN AGAR TERCAPAI PERDAMAIAN DALAM PERANG ACEH MAKA BELANDA HARUS MEMELUK AGAMA ISLAM DI TAHUN 1885 4 NOVEMBER 2016;
  11. PARA PENYEBAR KEBOHONGAN 13 NOVEMBER 2016;
  12. MENGUNJUNGI RUMAH PAHLAWAN NASIONAL CUT MEUTIA 17 APRIL 2017;
  13. SAMUDERA PASAI SEBAGAI TITIK TOLAK ISLAM DI ASIA TENGGARA, SEBUAH UPAYA MELAWAN PSEUDO SEJARAH 24 APRIL 2017;
  14. EMAS, KAFIR DAN MAUT 20 APRIL 2017;
  15. MENGENAL LEBIH DEKAT POCUT BAREN 5 MEI 2017;
  16. OPERASI PENYERGAPAN BELANDA TERHADAP CUT MEUTIA 7 MEI 2017;
  17. MENGUNJUNGI PAMERAN BATU NISAN ACEH SEBAGAI WARISAN BUDAYA ISLAM DI ASIA TENGGARA 15 MEI 2017;
  18. KESULTANAN ACEH NEGARA BERDAULAT PERTAMA YANG MENGAKUI KEMERDEKAAN REPUBLIK BELANDA DARI KERAJAAN SPANYOL DI TAHUN 1602 18 MEI 2017;
  19. SYARIAT ISLAM SIAPA TAKUT 6 JUNI 2017;
  20. SENJA DI MALAKA 14 JUNI 2017;
  21. KRITIK KEPADA SULTAN ISKANDAR MUDA 4 JULI 2017;
  22. HIKAYAT SUKU MANTE 5 JULI 2017;
  23. TEUKU NYAK MAKAM, PAHLAWAN ACEH TANPA KEPALA 30 JULI 2017;
  24. ASAL MUASAL BUDAYA KOPI DI ACEH 1 AGUSTUS 2017;
  25. MUSIBAH TENGGELAMNYA KMP GURITA 6 AGUSTUS 2017;
  26. PERANG ACEH, KISAH KEGAGALAN SNOUCK HURGRONJE 7 AGUSTUS 2017;
  27. ACEH DI MATA KOLONIALIS 8 AGUSTUS 2017;
  28. MELUKIS SEJARAH 10 AGUSTUS 2017;
  29. NASIHAT-NASIHAT C. SNOUCK HURGRONJE SEMASA KEPEGAWAIANNYA KEPADA PEMERINTAH HINDIA BELANDA 1889-1936 14 AGUSTUS 2017;
  30. ACEH SEPANJANG ABAD 16 AGUSTUS 2017;
  31. PERANG DI JALAN ALLAH 30 AGUSTUS 2017;
  32. ACEH DAERAH MODAL 7 SEPTEMBER 2017;
  33. 59 TAHUN ACEH MERDEKA DI BAWAH PEMERINTAHAN RATU 12 SEPTEMBER 2017;
  34. KERAJAAN ACEH PADA JAMAN SULTAN ISKANDAR MUDA (1609-1636) 13 SEPTEMBER 2017;
  35. PERISTIWA KEMERDEKAAN DI ACEH 14 SEPTEMBER 2017;
  36. PASAI DALAM PERJALANAN SEJARAH 17 SEPTEMBER 2017;
  37. MATA UANG EMAS KERAJAAN-KERAJAAN DI ACEH 19 SEPTEMBER 2017;
  38. ATJEH MENDAKWA,SEBUAH BUKU YANG MENJADI SAKSI SEPAK TERJANG PARTAI KOMUNIS INDONESIA DI ACEH 21 SEPTEMBER 2017;
  39. MISI MENCARI MAKAM PARA SULTANAH ACEH 6 OKTOBER 2017;
  40. BERZIARAH KE MAKAM SULTANAH MALIKAH NAHRASYIYAH 8 OKTOBER 2017;
  41. EKSPLOITASI SUMBER DAYA ALAM APAKAH BAGUS UNTUK ACEH 15 OKTOBER 2017;
  42. AROMA MEMIKAT DARI DAPUR ACEH 16 OKTOBER 2017;
  43. TARIKH ACEH DAN NUSANTARA 29 OKTOBER 2017;
  44. PEKUBURAN SERDADU BELANDA PEUCUT KHERKHOF DI BANDA ACEH SEBAGAI SAKSI KEDAHSYATAN PERANG ACEH 11 NOVEMBER 2017;
  45. PEMBERONTAKAN KAUM REPUBLIK KASUS DARUL ISLAM ACEH 17 NOVEMBER 2017;
  46. TUANKU HASYIM WALI NANGGROE YANG DILUPAKAN SEJARAH 19 NOVEMBER 2017;
  47. KOPRS MARSOSE SERDADU PRIBUMI PELAYAN RATU BELANDA 8 DESEMBER 2017;
  48. HIKAYAT-HIKAYAT DARI NEGERI ACEH 16 DESEMBER 2017;
  49. LEGENDA GAJAH PUTIH SEBAGAI ASAL NAMA KABUPATEN BENER MERIAH; 12 JANUARI 2018;
  50. SECANGKIR KOPI DARI ACEH; 22 JANUARI 2018;
  51. ACEH PUNGO (ACEH GILA); 8 FEBRUARI 2018;
  52. SIAPAKAH ORANG ACEH SEBENARNYA; 6 APRIL 2018;
  53. ORANG ACEH DALAM SEJARAH SUMATERA; 15 APRIL 2018;
  54. KETIKA IBNU BATTUTA MELAWAT SAMUDERA PASAI; 16 APRIL 2018;
  55. KISAH HIDUP LAKSAMANA MALAHAYATI; 18 APRIL 2018;
  56. PERANAN LEMBAGA TUHA PEUET DALAM MASYARAKAT ACEH PADA MASA LAMPAU; 5 MEI 2018;
  57. MENYINGKAP MAKNA SYAIR KUTINDHIENG SELAKU MANTRA SIHIR ACEH KUNO; 15 MEI 2018;
Advertisements
Advertisements

Leave a Reply

%d bloggers like this: