EDISI KHUSUS SERI PAHLAWAN NASIONAL PRANGKO 100 TAHUN CUT NYAK DHIEN

Ada dua perangko bernominal Rp 1.500 yang diterbitkan. Masing-masing bergambar Cut Nyak Dhien, dan rumah Cut Nyak Dhien. Selain perangko, diterbitkan pula sampul hari pertama seharga Rp 5.000.

EDISI KHUSUS SERI PAHLAWAN NASIONAL PRANGKO 100 TAHUN CUT NYAK DHIEN

Edisi khusus seri pahlawan nasional prangko 100 tahun Cut Nyak Dhien diterbitkan dalam rangka mengenang meninggalnya pejuang wanita Aceh yang gagah berani tersebut pada tahun 1908. Pahlawan wanita ini meninggal dalam pengasingan di Sumedang, Jawa Barat sebagai ibu Perbu yang berarti Ratu karena identitas yang sebenarnya dirahasiakan oleh pemerintah colonial Belanda. Warga setempat mengenal Ibu Perbu sebagai seorang guru mengaji yang santun dan telah berusia lanjut di kalangan kaum ibu dan anak-anak. Jati diri Ibu Perbu baru terungkap pada tahun 1960. Informasi berasal dari surat resmi Hindia Belanda tulisan Kolonial Verslag yang menyatakan bahwa Cut Nyak Dhien, pemimpin pejuang Aceh telah diaingkan ke Sumedang.

Edisi Perangko 100 Tahun Cut Nyak Dhien Wafat (2008).

Prangko 100 Tahun Cut Nyak Dhien emisi tahun 2008; 1 Set (20 lembar).

Sebelumnya pemerintah Republik Indonesia pernah mengeluarkan Prangko Cut Nyak Dhoen dalam ejaan lama Tjoet Nja Dhien tahun 1969

Cut Nyak Dhien dilahirkan pada tahun 1848 di kampong Lam Padang Peukan Bada, wilayah VI mukim, Aceh Besar sebagai sebagai putri bangsawan yang berdarah pahlawan, Tuanku Nanta Setia. Sebagaimana lazimnya putri Aceh, Cut Nyak Dhien sejak kecil memperoleh pendidikan, khususnya agama yang diberikan baik oleh orang tua maupun guru agama. Pada usia 12 tahun, dia dijodohkan dengan anak saudara laki-laki dari pihak ibunya yang bernama Teuku Ibrahim Lamnga.

Baca juga : PEREMPUAN ACEH FULL POWER

Agresi Belanda pada tahun 1897 telah menggerakan seluruh rakyat Aceh termasuk Teuku Ibrahim Lamnga untuk berjuang mengusur kaum kolonial. Dalam suatu pertempuran di lembah Beurandeun Glee Tarom pada 1878. Teuku Ibrahim Lamga dan beberapa pengikutnya gugur. Kematian sang suami semakin mendorong semangat juang Cut Nyak Dhien untuk turun langsung ke medan perang. Setelah dua tahun menjanda, ia menikah kembali dengan Teuku Umar yang merupakan sepupunya dari pihak ayah. Pasangan suami istru ini kemudia melanjutkan perjuangan melawan penguasa Belanda. Pada tahun 1899 Teuku Umar gugur dalam pertempuran di daerah Suak Ribee, Ujong Kalak Meulaboh. Cut Nyak Dhien meneruskan perlawanan bersama para pengikutnya dengan bergerilya dari hutan ke hutan. Kerentaan serta penyakit encok dan rabun yang melemahkan tubuhnya tidak menyurutkan semangatnya untuk terus berjuang dengan kondisi pasukan yang semakin lemah serta perbekalan yang kurang. Karena pengkhianatan Pang Laot, Cut Nyak Dhien akhirnya ditangkap oleh Belanda pada tahun 1905 kemudian diasingkan ke Sumedang pada tahun 1907. Cut Nyak Dhien tutup usia pada 1908.

Foto Cut Nyak Dhien ditangkap bertahun 1905 itu tersimpan di KITLV, Leiden, Belanda. Foto itu diambil oleh komandan marsose, atau pasukan khusus Belanda, Letnan van Vuren.

Makam Cut Nyak Dhien di Sumedang.

PT. Pos Indonesia dalam rangka mengenang 100 tahun meninggalnya seorang pahlawan, pejuang wanita yang gagah berani berasal dari Aceh pada tahun 1908. Pejuang wanita ini meninggal dalam pengasingannya, sebuah akhir di tanah sepi di Sumedang, Jawa Barat. Jauh dari tanah kelahirannya, jauh dari keluarganya, renta, tua, rabun dan menderita encok, sendiri dan jauh dari orang-orang yang mencintai dan dicintai dirinya. Prangko ini diterbitkan sebagai penghormatan kepada seorang wanita agung, atas penderitaan dan ketabahannya menjalani hari-hari akhir yang dihiasi oleh kesenyapan dan sepi.

Leaflet penjelasan prangko 100 tahun Cut Nyak Dhien oleh PT. Pos Indonesia

Artikel lain tentang Aceh:

  1. MENYUSURI JEJAK DARA PORTUGIS DI ACEH 6 DESEMBER 2008;
  2. TEUKU UMAR PAHLAWAN 11 FEBRUARI 2011;
  3. FILOSOFI GOB 10 OKTOBER 2011;
  4. KEBENARAN YANG SAMAR 28 FEBRUARI 2013;
  5. GAM CANTOI TIADA 30 MARET 2013;
  6. PERANG CUMBOK SEBUAH REVOLUSI SOSIAL DI ACEH (1946-1947) 18 JUNI 2013;
  7. TSUNAMI 26 DESEMBER 2015;
  8. PERADABAN TANPA TULISAN 25 FEBRUARI 2016;
  9. SURAT TENGKU CHIK DI TIRO KEPADA RESIDEN VAN LANGEN AGAR TERCAPAI PERDAMAIAN DALAM PERANG ACEH MAKA BELANDA HARUS MEMELUK AGAMA ISLAM DI TAHUN 1885 4 NOVEMBER 2016;
  10. PARA PENYEBAR KEBOHONGAN 13 NOVEMBER 2016;
  11. MENGUNJUNGI RUMAH PAHLAWAN NASIONAL CUT MEUTIA 17 APRIL 2017;
  12. SAMUDERA PASAI SEBAGAI TITIK TOLAK ISLAM DI ASIA TENGGARA, SEBUAH UPAYA MELAWAN PSEUDO SEJARAH 24 APRIL 2017;
  13. EMAS, KAFIR DAN MAUT 20 APRIL 2017;
  14. MENGENAL LEBIH DEKAT POCUT BAREN 5 MEI 2017;
  15. OPERASI PENYERGAPAN BELANDA TERHADAP CUT MEUTIA 7 MEI 2017;
  16. MENGUNJUNGI PAMERAN BATU NISAN ACEH SEBAGAI WARISAN BUDAYA ISLAM DI ASIA TENGGARA 15 MEI 2017;
  17. KESULTANAN ACEH NEGARA BERDAULAT PERTAMA YANG MENGAKUI KEMERDEKAAN REPUBLIK BELANDA DARI KERAJAAN SPANYOL DI TAHUN 1602 18 MEI 2017;
  18. SYARIAT ISLAM SIAPA TAKUT 6 JUNI 2017;
  19. SENJA DI MALAKA 14 JUNI 2017;
  20. KRITIK KEPADA SULTAN ISKANDAR MUDA 4 JULI 2017;
  21. HIKAYAT SUKU MANTE 5 JULI 2017;
  22. TEUKU NYAK MAKAM, PAHLAWAN ACEH TANPA KEPALA 30 JULI 2017;
  23. ASAL MUASAL BUDAYA KOPI DI ACEH 1 AGUSTUS 2017;
  24. MUSIBAH TENGGELAMNYA KMP GURITA 6 AGUSTUS 2017;
  25. PERANG ACEH, KISAH KEGAGALAN SNOUCK HURGRONJE 7 AGUSTUS 2017;
  26. ACEH DI MATA KOLONIALIS 8 AGUSTUS 2017;
  27. MELUKIS SEJARAH 10 AGUSTUS 2017;
  28. NASIHAT-NASIHAT C. SNOUCK HURGRONJE SEMASA KEPEGAWAIANNYA KEPADA PEMERINTAH HINDIA BELANDA 1889-1936 14 AGUSTUS 2017;
  29. ACEH SEPANJANG ABAD 16 AGUSTUS 2017;
  30. PERANG DI JALAN ALLAH 30 AGUSTUS 2017;
  31. ACEH DAERAH MODAL 7 SEPTEMBER 2017;
  32. 59 TAHUN ACEH MERDEKA DI BAWAH PEMERINTAHAN RATU 12 SEPTEMBER 2017;
  33. KERAJAAN ACEH PADA JAMAN SULTAN ISKANDAR MUDA (1609-1636) 13 SEPTEMBER 2017;
  34. PERISTIWA KEMERDEKAAN DI ACEH 14 SEPTEMBER 2017;
  35. PASAI DALAM PERJALANAN SEJARAH 17 SEPTEMBER 2017;
  36. MATA UANG EMAS KERAJAAN-KERAJAAN DI ACEH 19 SEPTEMBER 2017;
  37. ATJEH MENDAKWA,SEBUAH BUKU YANG MENJADI SAKSI SEPAK TERJANG PARTAI KOMUNIS INDONESIA DI ACEH 21 SEPTEMBER 2017;
  38. MISI MENCARI MAKAM PARA SULTANAH ACEH 6 OKTOBER 2017;
  39. BERZIARAH KE MAKAM SULTANAH MALIKAH NAHRASYIYAH 8 OKTOBER 2017;
  40. EKSPLOITASI SUMBER DAYA ALAM APAKAH BAGUS UNTUK ACEH 15 OKTOBER 2017;
  41. AROMA MEMIKAT DARI DAPUR ACEH 16 OKTOBER 2017;
  42. TARIKH ACEH DAN NUSANTARA 29 OKTOBER 2017;
  43. PEKUBURAN SERDADU BELANDA PEUCUT KHERKHOF DI BANDA ACEH SEBAGAI SAKSI KEDAHSYATAN PERANG ACEH 11 NOVEMBER 2017;
  44. PEMBERONTAKAN KAUM REPUBLIK KASUS DARUL ISLAM ACEH 17 NOVEMBER 2017;
  45. TUANKU HASYIM WALI NANGGROE YANG DILUPAKAN SEJARAH 19 NOVEMBER 2017;
  46. KOPRS MARSOSE SERDADU PRIBUMI PELAYAN RATU BELANDA 8 DESEMBER 2017;
  47. HIKAYAT-HIKAYAT DARI NEGERI ACEH 16 DESEMBER 2017;
  48. LEGENDA GAJAH PUTIH SEBAGAI ASAL NAMA KABUPATEN BENER MERIAH; 12 JANUARI 2018;
  49. SECANGKIR KOPI DARI ACEH; 22 JANUARI 2018;
  50. ACEH PUNGO (ACEH GILA); 8 FEBRUARI 2018;
  51. SIAPAKAH ORANG ACEH SEBENARNYA; 6 APRIL 2018;
  52. ORANG ACEH DALAM SEJARAH SUMATERA; 15 APRIL 2018;
  53. KETIKA IBNU BATTUTA MELAWAT SAMUDERA PASAI; 16 APRIL 2018;
  54. KISAH HIDUP LAKSAMANA MALAHAYATI; 18 APRIL 2018;
  55. PERANAN LEMBAGA TUHA PEUET DALAM MASYARAKAT ACEH PADA MASA LAMPAU; 5 MEI 2018;
  56. MENYINGKAP MAKNA SYAIR KUTINDHIENG SELAKU MANTRA SIHIR ACEH KUNO; 15 MEI 2018;
  57. SEJARAH KERAJAAN LAMURI; 24 JUNI 2018;
  58. KEBIJAKAN POLITIK ISLAM OLEH SNOUCK HURGRONJE SEBAGAI SARAN KEPADA PEMERINTAH HINDIA BELANDA UNTUK MENGHANCURKAN KEKUATAN ISLAM DI INDONESIA; 25 JUNI 2018;
  59. MASA DEPAN POLITIK DUNIA MELAYU; 28 JULI 2018;
Advertisements
Advertisements

About tengkuputeh

Cepat seperti angin // Tekun seperti hujan // Bergairah seperti api // Diam seperti gunung // Misterius seperti laut // Kejam seperti badai // Anggun seperti ngarai // Hening seperti hutan // Dalam seperti lembah // Lembut seperti awan // Tangguh seperti karang // Sederhana seperti debu // Menyelimuti seperti udara // Hangat seperti matahari // Luas seperti angkasa // Berserakan seperti debu //
This entry was posted in Cuplikan Sejarah, Data dan Fakta, Kisah-Kisah, Reportase and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.