SUNGAI KESETARAAN

Jembatan Krueng Sabee

SUNGAI KESETARAAN

Air sungai mengalir pelan, gelombangnya menapis leluhur

Benar atau salah, keberhasilan dan kegagalan semua sirna dalam sekejap

Pegunungan hijau itu masih ada, beberapa kali gelombang laut menerjang daratan

Matahari senja tetap memerah sebagaimana ribuan tahun sudah

Tidakkah engkau ingin melihat sungai mengalir menjelang lautan?

Jika ingin menatap lebih jauh, naiklah selantai lebih tinggi

Air dari langit berhambur ke bumi, berarak pelan dari hulu ke hilir

Jika ia tiba ke samudera, walau setetes apakah akan mengulang?

Disini matahari tenggelam di taufah bagian barat

Arus waktu seperti lazimnya, aku melihat diriku di cermin

Rambut yang dahulu hitam seluruh telah memutih

Kejayaan selalu diikuti kejatuhan

Kehidupan manusia terus berjalan maju, tak pernah kembali ke masa lalu

Aku yang lahir dipinggir sungai belum mambawa kebajikan

Sungai ini menjadi saksi hidupku

Peradaban muncul silih berganti, disini waktu terkunci

Krueng Sabee, 12 Dzulhijjah 1447 Hijriah (bertepatan 29 Mei 2026)

Unknown's avatar

About tengkuputeh

Cepat seperti angin // Tekun seperti hujan // Bergairah seperti api // Diam seperti gunung // Misterius seperti laut // Kejam seperti badai // Anggun seperti ngarai // Hening seperti hutan // Dalam seperti lembah // Lembut seperti awan // Tangguh seperti karang // Sederhana seperti debu // Menyelimuti seperti udara // Hangat seperti matahari // Luas seperti angkasa // Berserakan seperti debu //
This entry was posted in Mari Berpikir, Puisiku and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.