REVOLUSI DESEMBER 45 DI ACEH ATAU PEMBASMIAN PENGKHIANAT TANAH AIR

Prelude Revolusi Sosial dan Pembasmian Kaum Uleebalang

Revolusi Desember 1945 adalah perang saudara yang terjadi di Aceh antara pihak Uleebalang dan pendukungnnya dengan PUSA (Persatuan Ulama Seluruh Aceh) dan pendukungnya. Dalam sejarah Aceh inilah kali pertama orang Aceh membunuh orang Aceh. Sebuah catatan sejarah kelam yang seolah hapus dari ingatan orang-orang Aceh masa kini.

Baca juga tulisan terkait: Perang Cumbok Sebuah Revolusi Sosial Di Aceh (1946-1947);

Tentu ada kisah-kisah menyakitkan disini, yang teramat pedih. Pemerintah Republik Indonesia Daerah Aceh pada tahun 1948 (atau sesudahnya) merasa perlu mengeluarkan sebuah buku/buklet yang menceritakan kejadian tersebut dengan judul “REVOLUSI DESEMBER ’45 DI ATJEH atau Pembasmian Pengchianat Tanah Air) yang dapat diunduh di REVOLUSI DESEMBER ’45 DI ATJEH

Berikut resensi buku tersebut yang disusun oleh penulis.

Sebelum Belanda menyerang Kesultanan Aceh terlebih dahulu membuat perhubungan rahasia dengan Uleebalang dan menjanjikan kepada mereka akan diakui sebagai raja turun-terumurun di daerahnya. Ketika Sultan bersama Panglima Polem, Tengku Chik di Tiro mati-matian bertempur melawan Belanda, kaum pengkhianat menandatangani “Korte Verklaring” yang berisi pengakuan kedaulatan Belanda atas Aceh yang terdiri dari 6 Pasal, pengakuan terhadap bendera Belanda dan tidak membantu pejuang Aceh. Pada tahun 1898 diperbaharui dengan “Korte Atjeh Verklaring” dengan tambahan musuh Belanda adalah musuh Uleebalang. Lalu diperbaharui lagi dengan nama “Uniform Model Korte Verklaring” yang dalam perjanjian tersebut Belanda mengakui para pengkhianat sebagai raja “vorst” dalam daerahnya dan pada tahun 1915 dan seterusnya ditukar dengan kalimat “Zelfbestuurder”. Ketika Belanda memenangkan perang para pengkhianat ini semakin merajalela dan dibenci rakyat sebab mereka berbuat sekehendaknya dengan tiada mengindahkan hukum.

Buku REVOLUSI DESEMBER ’45 DI ATJEH atau Pembasmian Pengchianat Tanah Air: Dikeluarkan oleh PEMERINTAH R.I DAERAH ATJEH Tahun 1948.

Ketika Perang Pasifik pecah rakyat memberontak kepada Belanda sampai saat paling akhir mereka tetap berdiri dipihak Belanda. Ketika Jepang masuk dan berkuasa rakyat awalnya menyangka akan terlepas dari kekuasaan mereka tapi ternyata Jepang berpendapat dan berpendirian mereka sudah “par excellence” buat dipergunakan sebagai alat penjajahan. Ketika Jepang menyerah tanpa syarat pada sekutu pada tahun 1945 dan sampai berita proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia ke Aceh terjadi pertentangan antara rakyat dan pemimpin rakyat yang menyambut gembira dan menyusun barisan untuk mempertahankan kemerdekaan tetapi pihak Uleebalang menyusun tenaganya buat menyambut kembali penjajah Belanda.

Pertentangan politik ini akhirnya pecah dan pada bukan Desember  1945 terjadilah Revolusi Sosial yang awalnya terjadi di daerah Pidie kemudian menyebar keseluruh Aceh antara lain Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Besar dan Aceh Barat sehingga dengan demikian Ancien Regime telah ditumbangkan seluruhnya.

Epilog: Sejarah Perang Saudara di Aceh Sebagai Bahan Renungan

Ini adalah Perang Saudara yang sangat menggetarkan, tragedi penuh amarah dan melukiskan kebencian yang mungkin tidak dapat dirangkum secara utuh oleh buku kecil ini. Sebuah sejarah kelam di Aceh yang sampai hari ini masih terasa dalam sakitnya, mungkin buku ini tidak mampu memberikan jawaban yang akhir tentang kejadian di hari-hari itu. Tapi dari buku ini kita dapat belajar bahwa sejarah harus memiliki benih yang baik dan berkualitas sehingga dapat berfungsi sebagai pelajaran bagi kita generasi yang hadir belakangan agar dapat belajar dari kesalahan-kesalahan maupun kebaikan-kebaikan para pendahulu kita, orang tua kita agar menjadi orang-orang yang lebih bijaksana.

Artikel-artikel tentang Aceh:

  1. SURAT TENGKU CHIK DI TIRO KEPADA RESIDEN VAN LANGEN AGAR TERCAPAI PERDAMAIAN DALAM PERANG ACEH MAKA BELANDA HARUS MEMELUK AGAMA ISLAM DI TAHUN 1885 4 NOVEMBER 2016;
  2. PARA PENYEBAR KEBOHONGAN 13 NOVEMBER 2016;
  3. MENGUNJUNGI RUMAH PAHLAWAN NASIONAL CUT MEUTIA 17 APRIL 2017;
  4. SAMUDERA PASAI SEBAGAI TITIK TOLAK ISLAM DI ASIA TENGGARA, SEBUAH UPAYA MELAWAN PSEUDO SEJARAH 24 APRIL 2017;
  5. EMAS, KAFIR DAN MAUT 20 APRIL 2017;
  6. MENGENAL LEBIH DEKAT POCUT BAREN 5 MEI 2017;
  7. OPERASI PENYERGAPAN BELANDA TERHADAP CUT MEUTIA 7 MEI 2017;
  8. MENGUNJUNGI PAMERAN BATU NISAN ACEH SEBAGAI WARISAN BUDAYA ISLAM DI ASIA TENGGARA 15 MEI 2017;
  9. KESULTANAN ACEH NEGARA BERDAULAT PERTAMA YANG MENGAKUI KEMERDEKAAN REPUBLIK BELANDA DARI KERAJAAN SPANYOL DI TAHUN 1602 18 MEI 2017;
  10. SYARIAT ISLAM SIAPA TAKUT 6 JUNI 2017;
  11. SENJA DI MALAKA 14 JUNI 2017;
  12. KRITIK KEPADA SULTAN ISKANDAR MUDA 4 JULI 2017;
  13. HIKAYAT SUKU MANTE 5 JULI 2017;
  14. TEUKU NYAK MAKAM, PAHLAWAN ACEH TANPA KEPALA 30 JULI 2017;
  15. ASAL MUASAL BUDAYA KOPI DI ACEH 1 AGUSTUS 2017;
  16. MUSIBAH TENGGELAMNYA KMP GURITA 6 AGUSTUS 2017;
  17. PERANG ACEH, KISAH KEGAGALAN SNOUCK HURGRONJE 7 AGUSTUS 2017;
  18. ACEH DI MATA KOLONIALIS 8 AGUSTUS 2017;
  19. MELUKIS SEJARAH 10 AGUSTUS 2017;
  20. NASIHAT-NASIHAT C. SNOUCK HURGRONJE SEMASA KEPEGAWAIANNYA KEPADA PEMERINTAH HINDIA BELANDA 1889-1936 14 AGUSTUS 2017;
  21. ACEH SEPANJANG ABAD 16 AGUSTUS 2017;
  22. PERANG DI JALAN ALLAH 30 AGUSTUS 2017;
  23. ACEH DAERAH MODAL 7 SEPTEMBER 2017;
  24. 59 TAHUN ACEH MERDEKA DI BAWAH PEMERINTAHAN RATU 12 SEPTEMBER 2017;
  25. KERAJAAN ACEH PADA JAMAN SULTAN ISKANDAR MUDA (1609-1636) 13 SEPTEMBER 2017;
  26. PERISTIWA KEMERDEKAAN DI ACEH 14 SEPTEMBER 2017;
  27. PASAI DALAM PERJALANAN SEJARAH 17 SEPTEMBER 2017;
  28. MATA UANG EMAS KERAJAAN-KERAJAAN DI ACEH 19 SEPTEMBER 2017;
  29. ATJEH MENDAKWA,SEBUAH BUKU YANG MENJADI SAKSI SEPAK TERJANG PARTAI KOMUNIS INDONESIA DI ACEH 21 SEPTEMBER 2017;
  30. MISI MENCARI MAKAM PARA SULTANAH ACEH 6 OKTOBER 2017;
  31. BERZIARAH KE MAKAM SULTANAH MALIKAH NAHRASYIYAH 8 OKTOBER 2017;
  32. EKSPLOITASI SUMBER DAYA ALAM APAKAH BAGUS UNTUK ACEH 15 OKTOBER 2017;
  33. AROMA MEMIKAT DARI DAPUR ACEH 16 OKTOBER 2017;
  34. TARIKH ACEH DAN NUSANTARA 29 OKTOBER 2017;
  35. PEKUBURAN SERDADU BELANDA PEUCUT KHERKHOF DI BANDA ACEH SEBAGAI SAKSI KEDAHSYATAN PERANG ACEH 11 NOVEMBER 2017;
  36. PEMBERONTAKAN KAUM REPUBLIK KASUS DARUL ISLAM ACEH 17 NOVEMBER 2017;
  37. TUANKU HASYIM WALI NANGGROE YANG DILUPAKAN SEJARAH 19 NOVEMBER 2017;
  38. KOPRS MARSOSE SERDADU PRIBUMI PELAYAN RATU BELANDA 8 DESEMBER 2017;
  39. HIKAYAT-HIKAYAT DARI NEGERI ACEH 16 DESEMBER 2017;
  40. LEGENDA GAJAH PUTIH SEBAGAI ASAL NAMA KABUPATEN BENER MERIAH; 12 JANUARI 2018;
  41. SECANGKIR KOPI DARI ACEH; 22 JANUARI 2018;
  42. ACEH PUNGO (ACEH GILA); 8 FEBRUARI 2018;
  43. SIAPAKAH ORANG ACEH SEBENARNYA; 6 APRIL 2018;
  44. ORANG ACEH DALAM SEJARAH SUMATERA; 15 APRIL 2018;
  45. KETIKA IBNU BATTUTA MELAWAT SAMUDERA PASAI; 16 APRIL 2018;
  46. KISAH HIDUP LAKSAMANA MALAHAYATI; 18 APRIL 2018;
  47. PERANAN LEMBAGA TUHA PEUET DALAM MASYARAKAT ACEH PADA MASA LAMPAU; 5 MEI 2018;
  48. MENYINGKAP MAKNA SYAIR KUTINDHIENG SELAKU MANTRA SIHIR ACEH KUNO; 15 MEI 2018;
  49. SEJARAH KERAJAAN LAMURI; 24 JUNI 2018;
  50. KEBIJAKAN POLITIK ISLAM OLEH SNOUCK HURGRONJE SEBAGAI SARAN KEPADA PEMERINTAH HINDIA BELANDA UNTUK MENGHANCURKAN KEKUATAN ISLAM DI INDONESIA; 25 JUNI 2018;
  51. MASA DEPAN POLITIK DUNIA MELAYU; 28 JULI 2018;
  52. EDISI KHUSUS SERI PAHLAWAN NASIONAL PRANGKO 100 TAHUN CUT NYAK DHIEN; 8 AGUSTUS 2018;
  53. MEMOAR PANGLIMA POLEM SEORANG PEJUANG PERINTIS KEMERDEKAAN; 19 SEPTEMBER 2018;
  54. PUTROE PHANG JULUKAN DARI TENGKU KAMALIAH SEORANG PUTRI KESULTANAN PAHANG; 28 SEPTEMBER 2018;
  55. TEUKU NYAK ARIEF SEORANG YANG TULEN BERANI DAN LURUS SEBAGAI RENCONG ACEH DI VOLKSRAAD; 17 OKTOBER 2018;
  56. RINCIAN ISI KANUN MEUKUTA ALAM PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN KESULTANAN ACEH DARUSSALAM YANG DISUSUN PADA MASA PEMERINTAHAN SULTAN ISKANDAR MUDA; 26 OKTOBER 2018;
  57. CATATAN SEJARAH RANTAI BABI ATAU RANTE BUI DALAM TULISAN YANG DISUSUN KOLONIAL BELANDA; 26 OKTOBER 2018;
  58. PASUKAN MERIAM NUKUM SANANY SEBUAH PASAK DARI RUMAH GADANG INDONESIA MERDEKA; 4 NOVEMBER 2018;
  59. PENEMUAN ARCA KEPALA ALALOKITESWARA SEBAGAI JEJAK KEBERADAAN PERADABAN AGAMA BUDHA DI ACEH; 18 NOVEMBER 2018;

About tengkuputeh

Cepat seperti angin // Tekun seperti hujan // Bergairah seperti api // Diam seperti gunung // Misterius seperti laut // Kejam seperti badai // Anggun seperti ngarai // Hening seperti hutan // Dalam seperti lembah // Lembut seperti awan // Tangguh seperti karang // Sederhana seperti debu // Menyelimuti seperti udara // Hangat seperti matahari // Luas seperti angkasa // Berserakan seperti debu //
This entry was posted in Buku, Cuplikan Sejarah, Download, E-Book, Kolom, Mari Berpikir, Opini, Reportase, Review and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

7 Responses to REVOLUSI DESEMBER 45 DI ACEH ATAU PEMBASMIAN PENGKHIANAT TANAH AIR

  1. Mirza says:

    Got….

  2. Pingback: LEBURNJA KERATON ATJEH | Tengkuputeh

  3. Pingback: HADIH MAJA PENGAJARAN SERTA HIBURAN WARISAN LELUHUR | Tengkuputeh

  4. Pingback: HAME ATAU PANTANGAN ORANG ACEH DARI MASA LAMPAU | Tengkuputeh

  5. Pingback: SINGA ATJEH BIOGRAPHI SERI SULTAN ISKANDAR MUDA | Tengkuputeh

  6. Pingback: BUKU-BUKU SEJARAH ACEH (PDF) – "MENARA MEMBARA"

  7. Pingback: APA SEBAB RAKYAT ACEH SANGGUP BERPERANG PULUHAN TAHUN MELAWAN AGRESSI BELANDA | Tengkuputeh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.