JIKA HARI INI ADALAH KEMARIN

Hari ini adalah kemarin

Setiap manusia memiliki hal penting dalam batinnya, itu berupa: Kebaikan, kebenaran, rasa hormat, kebijaksanaan dan keyakinan. Kebijaksanaan bertambah seiring dengan waktu, seiring bertambahnya usia kita bertambah dewasa. Benarkah begitu? Mungkin bisa salah karena ruang dan waktu menyimpan tipu daya bagi mereka yang matanya belum terbuka. Seperti halnya ada kemungkinan bahwa hari ini adalah kemarin, dan ternyata besok (telah) datang tapi kita masih terpaku pada hari ini.

11 Year Anniversary Achievement

11 Year Anniversary Achievement

18 Februari 2008, sebelas tahun lalu dari sekarang. Ada kesulitan mengingat apa yang mendasari menulis disini, dan ternyata hari itu (telah) terlewat lama, kemudian ingatan dan waktu meninggalkannya meskipun semua ini lahir dari sejarah, bukan dari ketiadaan, ternyata kenyataan masa lalu itu sudah tak terjangkau lagi.

Bilangan tahun berjalan dengan cepat. Akh, sudah tak ingat lagi hitungan hari-hari yang berlalu, entah mengapa kita cenderung mudah melupakan hal-hal bahagia dan tertawa, lebih mengingat hal-hal yang membawa luka, tapi cedera seperti ini pun bisa disembuhkan, tak harus membuat hati dirundung kegelapan, justru seharusnya mengajarkan kebijaksanaan.

Seorang tua pernah berkata kepada. “Terkadang usia panjang (bisa) menjadi kutukan, ketika orang-orang yang kita kenali wataknya, perangainya, tawa dan tangisnya telah meninggalkan kita. Sedang orang-orang baru terus bermunculan tapi ternyata (Kita) tak siap menghadapai polah perangai yang serba baru itu.”

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan usia tua. Ketika rambut telah kehilangan pigmen, ketika gigi-gigi mulai rapuh dan keriput muncul disana-sini. Mungkin batin belum siap tentang ingatan yang masih tertinggal di sana. Tak semua orang berdaya mengelola masa lalu dan berkata “Aku adalah wajah masa lalu. Aku tak berani menghadapi perubahan.”

Ranting-ranting yang patah

Perjalanan hidup mentakdirkan kita mengalami berbagai kejadian-kejadian, termasuk ujian untuk bertemu kembali dengan ingatan diri sendiri di masa lalu. Mengenang wajah-wajah mereka yang terluka dengan teruk, kecewa sangat akan laku dahulunya. Dan ternyata tak ada yang bisa kita perbuat pada apa yang terjadi di masa lalu. Kita tahu dan paham bahwa sejarah tak mengenal kata, “seandainya.” Tiada dan tak akan pernah.

Maka sungguh seharusnya tiada yang patut terlalu dirayakan ketika usia bertambah. Sesungguhnya neraca usia telah berkurang di Lauhul Mahfudz. Bahkan sejak semula harus sudah pasrah akan nasib yang menanti sehubungan dosa-dosa di masa lalu.

Manusia-manusia berbeda, beberapa orang dilahirkan di dekat sungai, sebagian lainnya tersambar tsunami, sebagian menjual minyak tanah, sebagian mendengarkan radio, sebagian seniman, sebagian berenang, sebagian lagi menjual pulsa, sebagian tahu tentang Shakespeare, sebagian menjadi ibu, dan sebagian orang menari.

Entah esok, besok belum pasti. Hari ini adalah kemarin, hanya itu waktu yang kita miliki. Keanggunan masa lalu itu pun perlahan-lahan meruluh menjadi lusuh. Jendela-jendela kamar ini berembun dan udaranya berat karena asap rokok.

Bait al-Hikmah. Dini hari 20 Februari 2018.

Tentang tengkuputeh

Cepat seperti angin // Tekun seperti hujan // Bergairah seperti api // Diam seperti gunung // Misterius seperti laut // Kejam seperti badai // Anggun seperti ngarai // Hening seperti hutan // Dalam seperti lembah // Lembut seperti awan // Tangguh seperti karang // Sederhana seperti debu // Menyelimuti seperti udara // Hangat seperti matahari // Luas seperti angkasa // Berserakan seperti debu //
Pos ini dipublikasikan di Kisah-Kisah, Kolom, Literature, Mari Berpikir, Puisiku dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

6 Balasan ke JIKA HARI INI ADALAH KEMARIN

  1. Ping balik: PERJALANAN YANG LUAR BIASA | Tengkuputeh

  2. Ping balik: SUNYI | Tengkuputeh

  3. Ping balik: MENGUNCI MALAM | Tengkuputeh

  4. Ping balik: APA ARTI MASA DEPAN | Tengkuputeh

  5. Ping balik: POHON KEKEKALAN | Tengkuputeh

  6. Ping balik: PERAHU BAA MENCAPAI ALIF | Tengkuputeh

Leave a Reply

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.