APA ARTI MASA DEPAN

Ingatan seperti sebuah samudera, di balik badai dan gelombang, ada kenangan yang memilih berdamai

Ingatan seperti sebuah samudera, di balik badai dan gelombang, ada kenangan yang memilih berdamai

APA ARTI MASA DEPAN

“Apalah artinya diri kita ini?” Ujarku pada petang hari duduk di bawah pohon pinus yang rindang beralaskan pasir memandang pasir pantai dan lautan membiru di mana ombak kecilnya sedang bergelut dengan sinar matahari yang hendak turun mandi.

“Apa maknanya?” Tanyaku sambil menunjuk sebuah biduk nelayan memasuki teluk, sebuah pemandangan yang nikmat menikmati keindahan pantai yang amat mempesona.

“Diri kita tidak ada.” Aku berfilsafat, “yang ada hanyalah Zat Yang Maha Suci, Yang Maha Kuasa, Yang Maha Esa. Kita ini hanyalah pancaran dari kekuasaannya, yang sewaktu-waktu bisa fana kembali ke asalnya.

Aku berhenti sejenak melihat biduk nelayan yang semakin mendekati pantai, di mana dalam saat membisu itu, aku memahami bahwa manusia telah datang dan berganti selama ribuan tahun, pantai ini tetap sama. Pasir putihnya telah lama ada, lautan telah dahulu ada disini. Pergantian perbatasan, kekuasaan telah berubah berkali-kali.

Semakin tidak terasa ketidakhadiran diri kita. Apalah artinya diri kita yang sekecil ini dibandingkan dengan para pahlawan yang pernah hidup, atau bahkan di tahun-tahun dan abad-abad mendatang, manusia-manusia baru yang nanti akan mengarungi samudera luas itu ke segala pulau-pulau di kawasan rantau.

“Kita adalah jari-jari dari roda besar yang berputar itu.” Aku berdiri memandangi, merenungi ombak kecil memecah di pantai, sendu dalam pancaran sinar matahari yang akan dipeluk senja.

“Apakah di tahun-tahun mendatang Allah akan memberikan kesempatan untuk menyaksikan pemandangan seperti ini lagi?” Tanyaku, dengan pertanyaan sebuah percakapan tak terlarai tumbuh, tafsir tak akan berakhir.

“Insya Allah.” Aku tidak melanjutkan lagi, andai aku bisa mengetahui masa depan, tapi sayangnya aku tidak pernah tahu. Akan ada masa aku berhenti, dan semua yang ada akan hilang.

Ingatan seperti sebuah samudera, di balik badai dan gelombang, ada kenangan yang memilih berdamai. Aku menyambut kesendirianku, ketidakhadiran suara-suara, termasuk suara sendiri. Alunan suara desir-desir air di tepi pantai yang untuk sementara bisa menghapuskan rasa takutku menghadapi masa depan.

Banda Aceh, 10 Juli 2020

KATALOG OASE

  1. Meniti Jalan Yang Lurus; 22 Maret 2017;
  2. Nasib Para Pion; 23 September 2017;
  3. Pohon Kekekalan; 4 November 2017;
  4. Renungan Malam; 19 November 2017;
  5. Manusia Semesta; 21 November 2017;
  6. Sebuah Kotak Hitam; 21 November 2017;
  7. Secangkir Kopi Dari Aceh; 22 Januari 2018;
  8. Genderang Pulang Sang Rajawali; 22 Februari 2018;
  9. Bacalah Ini Disaat Engkau Merasa Kalah; 28 Maret 2018;
  10. Dengarlah Suara Kematian; 15 Juli 2018;
  11. Agar Hidup Lebih Terasa Hidup; 18 Oktober 2018;
  12. Telatah Yang Patah-Patah Menuju Makrifat; 11 Desember 2018;
  13. Laut Dan Senja; 10 Januari 2019;
  14. Jika Hari Ini Adalah Kemarin; 20 Februari 2019;
  15. Jangan Mencintai Lautan; 3 April 2019;
  16. Syair Perahu oleh Hamzah Fansuri; 3 April 2019;
  17. Seorang Tanpa Nama Tanpa Gelar; 15 Mei 2019;
  18. Membaca Angin Menghindari Badai; 28 September 2019;
  19. Perjalanan Yang Luar Biasa; 4 Desember 2019;
  20. Sunyi; 19 Maret 2020;

Tentang tengkuputeh

Cepat seperti angin // Tekun seperti hujan // Bergairah seperti api // Diam seperti gunung // Misterius seperti laut // Kejam seperti badai // Anggun seperti ngarai // Hening seperti hutan // Dalam seperti lembah // Lembut seperti awan // Tangguh seperti karang // Sederhana seperti debu // Menyelimuti seperti udara // Hangat seperti matahari // Luas seperti angkasa // Berserakan seperti debu //
Pos ini dipublikasikan di Kolom, Pengembangan diri, Puisiku dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Leave a Reply

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.