AGAR HIDUP LEBIH TERASA HIDUP

Agar hidup lebih hidup, seekor harimau (berbentuk lukisan) keluar dari piguranya.

AGAR HIDUP LEBIH TERASA HIDUP

Agar hidup lebih hidup, seharusnya kita tak perlu mempertakuti kematian, akan tetapi selayaknya yang kita takuti adalah tidak pernah berusaha memulai hidup. Ketika mati maka kita sampai pada sebuah titik konstan, stabil dan henti. Hidup bukanlah sesuatu yang ajeg, rapi jali dan nyaman. Tentu ada terpaan gelombang naik turun. Jika kehidupanmu dipenuhi pasang surut, itu artinya engkau hidup.

Memutar dan berputar, memperoleh cinta dan akhirnya kehilangan, tersenyum bahagia atau air mata kesedihan, dalam keberhasilan maupun kegagalan. Kita semua pernah mengalami saat tertinggi dipuncak, tapi mungkin tak lama kemudian kita bisa saja berada pada titik terendah. Kehidupan dapat diibaratkan perjalanan kereta di pegunungan. Awalnya berjalan pelan, dijejali oleh berbagai kemungkinan yang harus dihadapi. Anehnya membawa naik untuk bangkit segera lagi setelah jatuh.

Kita bisa tertawa sampai kita terluka, mungkin juga pernah didalam hati kita menangis tanpa ingin diketahui siapapun, atau diam-diam pernah pula berharap ada hal yang ingin kita akhiri, dan segalanya usai. Tapi sayangnya kemalangan itu terus berlanjut.

Entah mengapa, kebanyakan dari kita berpikir bahwa keberhasilan itu sebanding dengan garis lurus keatas, sebenarnya tidak pernah ada kejadian yang seperti itu. Setiap orang yang kita kagumi sekalipun sebenarnya juga pernah merasakan naik dan turun dalam hidupnya.

Tahukah kamu? Setiap 7 sampai 15 tahun tubuh kita telah mengantikan seluruh sel-selnya. Bagian tubuh yang bekerja paling keras, adalah organ yang paling cepat berubah. Kamu bisa tak sadar seluruh permukaan kulit setiap 2 sampai 4 minggu telah tergantikan dengan yang baru. Sel-sel darah kita telah tergantikan setengahnya setiap tahun, bahkan hati kita telah memperbaharui setidaknya sekali setiap beberapa tahunnya.

Alam semesta selalu dalam keadaan berubah. Kita selalu berubah, tapi mengapa kita ingin segalanya tetap sama? Duduk dalam zona nyaman dan tak menyadari jika sebuah hidup yang datar justru kita telah mati. Kehidupan nyata adalah pasang surut, karena kematian adalah sebuah garis datar. Setiap kali jika direnungi hal tersebut, maka selayaknya kita berusaha mengingat bahwa hidup itu selayaknya dinamis karena berhenti adalah kematian.

Dalam perjalanan hidup kita semua pasti pernah melewati senang dan sedih, tapi ingatlah selalu ada hari yang cerah setelah hujan deras. Akan ada kehilangan dan kebahagiaan, tapi selalu kita harus segera belajar untuk beranjak maju, dan maju lagi.

Jangan menghakimi kejadiannya, jangan coba menunda karena itu akan tetap berjalan. Besok pagi jika kau merasa sehat, maka kau lebih bahagia dari pada sejuta orang yang tidak bertahan hidup minggu ini. Ketika ada makanan ada dalam kulkasmu, sepatu di kakimu, pakaian di badan, sebuah tempat tidur yang nyaman, dan atap rumah untuk meneduhkan kepalamu maka kamu lebih kaya daripada 75 persen penduduk bumi. Dan jika kamu memiliki rekening di bank, uang di dompet, koin di celengan maka sesungguhnya kamu sebenarnya ada di 8 persen penduduk bumi terkaya.

Kita tidak akan pernah bisa menghindari fase naik dan turun dalam hidup, tapi mungkin kita bisa mengubah pola pandang dalam melihatnya. Karena ketika kita mengubah cara melihat sesuatu, maka apa yang kita lihat berubah. Di dalam sejarah, di luar surga, manusia harus siap kecewa, tapi kita bisa belajar mensyukuri apa yang fana.

Agar hidup lebih hidup, tetaplah hidup!

Beberapa artikel sejuk yang menyegarkan:

  1. Menjadi Seseorang; 27 Januari 2009;
  2. Duhai Diriku Mengapa Engkau Bersedih; 13 Mei 2009;
  3. Perjalanan ini; 18 Agustus 2009;
  4. Manusia; 18 Maret 2010;
  5. Pada Akhirnya Kita (Juga) Tak Paham; 19 Februari 2012;
  6. Cerita (Belum) Selesai; 29 Maret 2012;
  7. Musafir; 9 September 2012;
  8. Cinta Sebesar Cinta; 10 Mei 2014;
  9. Akhlak; 13 Agustus 2015;
  10. Belajar; 19 November 2015;
  11. Dimana Ada Cinta Disana Tuhan Ada; 7 September 2016;
  12. Kesucian; 26 Oktober 2016;
  13. Muhasabah; 5 Februari 2017;
  14. Pohon Kekekalan; 4 November 2017;
  15. Bacalah Ini Disaat Engkau Merasa Kalah; 28 Maret 2018;
Advertisements
Advertisements

About tengkuputeh

Cepat seperti angin // Tekun seperti hujan // Bergairah seperti api // Diam seperti gunung // Misterius seperti laut // Kejam seperti badai // Anggun seperti ngarai // Hening seperti hutan // Dalam seperti lembah // Lembut seperti awan // Tangguh seperti karang // Sederhana seperti debu // Menyelimuti seperti udara // Hangat seperti matahari // Luas seperti angkasa // Berserakan seperti debu //
This entry was posted in Kolom, Pengembangan diri and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.