BACALAH INI DISAAT ENGKAU MERASA KALAH

Sebelum engkau merasa kalah bacalah ini. Jangan biarkan siapapun mengacaukan hidupmu dengan apa yang telah mereka capai diusia mereka. 

BACALAH INI DISAAT ENGKAU MERASA KALAH

Mungkin kau pernah berpikir, bahwa pada hari engkau mulai memasuki sekolah menengah atas adalah hari dimana kau memulai perjalanan hidupmu, sebuah awal mula yang paling menentukan bagaimana hidupmu kelak. Sukses atau tidak? Bahwa masa-masa sekolah itu adalah saat paling menentukan dalam perjalanan hidupmu.

Maka engkaupun menaruh harapan, dalam dua tahun bersekolah engkau berkeinginan menjadi yang terbaik dikelasmu. Dalam tiga tahun engkau bercita-cita telah melangkah meninggalkan kotamu untuk melanjutkan ke universitas terbaik yang engkau pilih. Lima tahun kemudian setelah lulus kuliah engkau harusnya telah memulai karirmu yang gemilang. Mungkin kamu akan bekerja pada perusahaan terbaik yang jaringannya tersebar diseluruh dunia.

Kamu kemudian akan segera menikah, membangun sebuah rumah dan sepuluh tahun kemudian kamu akan mendapati hidupmu sesuai dengan apa yang telah engkau rencanakan dimasa muda. Dan kau telah menemukan jalan kegemilangan.

Benarkah begitu?

Mungkin pendekatan seperti ini adalah impian semua orang. Tapi kita tahu, ada mereka yang telah lulus universitas diusia 22 tapi tidak menemukan pekerjaan sampai bahkan sampai berumur 27 tahun lebih. Namun ada orang yang lulus kuliah diumur 25, kemudian mereka langsung menemukan pekerjaan segera.

Ada pula orang yang tak pernah berkuliah tapi langsung terjun ke bidang yang mereka cintai diusia 18 tahun. Atau ada juga orang diusia 25 lulus kuliah dan langsung menghasilkan uang namun membenci pekerjaan mereka. Atau kita mengenal orang-orang dimana mereka yang merasa yakin akan cita-cita saat berumur 16, tapi kemudian oleh keadaan terpaksa mengubah pilihan hidupnya ketika berusia 25 tahun.

Kita tahu ada banyak orang harus melalui bertahun-tahun yang panjang untuk menemukan tujuan hidupnya. Sebagaimana orang-orang yang telah menikah 8-10 tahun sampai akhirnya mendapatkan keturunan, sedang ditempat lain ada banyak bayi yang dibuang sesaat setelah mereka dilahirkan, karena mereka tidak diinginkan oleh orang tua mereka.

Kehidupan juga membuat kita melihat ada yang telah menikah dengan seseorang tapi sebenarnya mencintai orang lain, sebagaimana kita menyaksikan ada pasangan yang sangat saling mencintai namun mereka tak bisa bersama.

Mungkin kita bisa menarik kesimpulan, apapun yang terjadi dalam hidup adalah tergantung waktumu, setiap orang memiliki masanya. Kita mungkin melihat ada teman-teman telah jauh lebih sukses, atau menyaksikan beberapa teman telah tertinggal. Tapi sebenarnya semua orang  memiliki ketepatan waktu masing-masing.

Mereka memiliki waktu dan masanya masing-masing, begitu pula denganmu, maka sabarlah. Menyelesaikan kuliah di usia 27, bagaimana pun masih merupakan sebuah pencapaian yang baik. Tidak menikah sampai umur 30, tapi masih tetap bahagia adalah masih sebuah keindahan.

Memulai sebuah keluarga setelah umur 35 adalah masih mungkin, atau bahkan membeli rumah di usia 45 masih hebat. Sebelum engkau merasa kalah, jangan biarkan siapapun  mengacaukan hidupmu dengan apa yang telah mereka capai diusia mereka. Karena tidak semua yang dihitung bisa diperhitungkan, dan tidak semua yang telah diperhitungkan itu benar-benar dihitung.

Hal yang paling penting dalam hidup, ketika kamu menciptakan atau menjadikan sesuatu yang benar-benar berarti, sebagai tujuan hidupmu, dan kemudian mempelajarinya. Jika itu memberikan efek dan perbedaan untuk membuat orang lain lebih baik dalam hidup mereka. Maka itulah kesuksesaan yang sejati, jika itu dapat engkau capai.

Advertisements
Advertisements

About tengkuputeh

Cepat seperti angin // Tekun seperti hujan // Bergairah seperti api // Diam seperti gunung // Misterius seperti laut // Kejam seperti badai // Anggun seperti ngarai // Hening seperti hutan // Dalam seperti lembah // Lembut seperti awan // Tangguh seperti karang // Sederhana seperti debu // Menyelimuti seperti udara // Hangat seperti matahari // Luas seperti angkasa // Berserakan seperti debu //
This entry was posted in Cerita, Kisah-Kisah, Kolom, Mari Berpikir, Pengembangan diri and tagged , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to BACALAH INI DISAAT ENGKAU MERASA KALAH

  1. Jon Slow says:

    Mantap kali pun

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.