KOMUNISME DALAM PERSPEKTIF MUSLIM

Iklan kampanye Pemilu di Indonesia tahun 1955. Saling serang antara Masyumi dengan PKI.
Sumber dari Mingguan Hikmah (Masyumi) dan Harian Rakjat (PKI).

KOMUNISME DALAM PERSPEKTIF MUSLIM

Awal Mula Kemunculan Sekulerisme

Sekulerisme datang dari Eropa, bangsa Indonesia sangat berhubungan erat dengan Barat selama berabad masa penjajahan. Sekarang setelah penjajahan berakhir kita tetap dibawah pengaruh Barat dari segi ilmu pengetahuan modern dan teknologi , ditambah dengan derasnya investasi asing serta penetrasi ekonomi, maka diinginkan atau tidak sekulerisme memiliki peluang besar untuk meresap dalam jiwa kita, baik sadar maupun tidak.

Landasan filosofis dari sekulerisme adalah keyakinan bahwa manusia semata-mata menggunakan akal dan pikirannya untuk mengatur masyarakat. Pikiran dan akal dianggap cukup menjadikan manusia dan masyarakat mencapai kebahagiaan di dunia. Segala sesuatu dapat diatur dan dicapai dengan perundang-undangan, yuridis atau administrasi dengan tidak memerlukan dasar rohaniah.

Sekularisme timbul awalnya di Eropa setelah Revolusi Perancis (1789), yang tahap-tahapnya terjadi bentrokan antara gereja pada abad pertengahan yang ingin menguasai bidang keduniawian dengan para pemimpin dan pemikir.

Penyerbuan Penjara Bastile oleh rakyat mengawali Revolusi Perancis (14 Juli 1789).

Ketika Kaisar Constantine memeluk agama Kristen (327), Eropa menjadi negara Kristen. Akan tetapi banyak ahli sejarah mengatakan justru pada saat itu pula agama Kristen mulai kehilangan kekuatannya, karena banyak para pembesar Romawi yang masuk agama Kristen sedangkan hati mereka benci dan tujuan mereka tak lain memelihara kedudukan mereka, sehingga agama Kristen dan Paganisme Romawi bercampur aduk.

John Stuart Mill (1806-1873) dalam bukunya On Liberty mengatakan : “Pada zaman Romawi tiap-tiap orang merasakan adanya kewajiban dalam bernegara, akan tetapi hal ini tidak terdapat dalam agama Kristen. Kata-kata, bahwa penguasa yang mengangkat seseorang dalam suatu jabatan, padahal ada orang yang lebih cakap dan jujur, maka penguasa itu telah berdosa terhadap Negara dan Tuhan. Kata-kata tersebut hanya terdapat pada Al-Quran (dan Hadist) dan bukan dalam perjanjian baru. Ajaran-ajaran etika tentang kewajiban terhadap umat datangnya dari filsafat Yunani, dan ajaran-ajaran Romawi, bukan ajaran Masehi. Begitu pula juga etika pribadi tentang keluhuran jiwa, ketinggian budi, ini semua datangnya dari pendidikan di luar Gereja, karena dalam Gereja yang ada hanya ajaran untuk tunduk dan menyerah.”

Revolusi Perancis ditandai dengan pemenggalan Raja, para bangsawan dan para agamawan dengan pisau Guillotine

Disamping itu, kehidupan para pembesar agama yang mengumpulkan harta benda dan kekayaan, tanah-tanah dan rumah-rumah telah dirasakan pedih oleh rakyat Eropa, sehingga kita mengetahui dalam sejarah dua slogan dalam revolusi. Revolusi Perancis: “Gantung Raja yang terakhir dengan usus pendeta terakhir.” Sedang dalam Revolusi Oktober (Rusia) Lenin maju dengan slogan:  “Agama adalah candu bagi rakyat.”

Akibatnya orang-orang Perancis khususnya Voltaire (1694-1778) memuja akal sebagai sesuatu yang mutlak, iman dan rasa keagamaan bertambah kosong dan suram sehingga menjadi seorang atheis menjadi sebuah kebanggaan.

Dalam alam pikiran, Eropa baru yang modern muncul seorang filosof Rene Descartes (1596-1650) di Perancis yang bersikap rasionalis dan Francis Bacon (1561-1626) di Inggris dengan metode eksperimental. Kedua orang itu mencoba menciptakan jalan kearah menciptakan kebahagiaan bagi rakyat. Puncak pengaruh dua pemikir tersebut muncullah August Compte (1778-1857) di Perancis dengan pemikiran positivisme yang menganggap periode teknik dalam sejarah manusia adalah periode tertinggi sedang tingkatan keagamaan merupakan tingkatan terendah dan tingkatan metafisik merupakan tingkatan kedua.

Pada abad ke-19, Barat semakin jauh dari agama. Ludwig Feurbach (1804-1872) murid Compte kemudian menjadi penghubung antara Hegel (1770-1831) dengan Karl Marx (1818-1883). Dalam perkembangan Eropa, terdapat tiga nama penting yaitu : Charles Darwin (1809-1882), Karl Marx (1818-1883) dan Sigmund Freud (1856-1939).

Darwin menggambarkan manusia berasal dari binatang rendah, berevolusi, berkembang menjadi manusia. Freud memberi tafsiran bahwa pendorong manusia berkembang dalam pikiran dan fisik adalah naluri sex. Dan Marx mengatakan bahwa tujuan manusia adalah berkembang dalam kepuasan material, ekonomi adalah dasar dari pikiran, kebudayaan dan moralitas.

Terakhir, munculnya pragmatism yang dikembangkan John Dewey di Amerika Serikat yang pokok pikirannya mengatakan bahwa yang paling berfaedah untuk kehidupan duniawi adalah materil.

Sejak abad ke-19 mungkin di Eropa dan Amerika, agama Kristen masih tetap berpengaruh di masyarakat. Beragam partai politik dengan nama Kristen protestan atau katolik seperti di Belanda, Belgia, Perancis, Italia dan Jerman. Juga organisasi misionaris yang menjadi penyebar agama Kristen keseluruh dunia dibekali keuangan berlimpah. Abul Hasan al Nadawy seorang pemikir dari India mengatakan: “Segala yang ada hanyalah sisa-sisa lembaga gereja dan bukan ajaran yang terdapat dalam perjanjian lama dan perjanjian baru.”

Jika kita selidiki sejarah benua Eropa maka menjadi jelas bagi kita bahwa dasar dari kebudayaan Barat adalah sekularisme, kepercayaan mutlak pada akal. Akibatnya adalah profanisasi berbagai bidang kehidupan, yang bersifat ekonomi, masyarakat, Negara atau keluarga. Manusia telah dijadikan sebagai yang menguasai segalanya. Orang-orang berbicara mengenai hak tapi tidak membicarakan kewajiban manusia. Dengan begitu timbullah individualis, yang kemudian terjadi kerap kepentingannya bentrok dengan masyarakat.

Ekonomi adalah untuk mencari keuntungan, apakah bertentangan dengan nilai-nilai moral adalah soal lain. Hubungan antara pria dan wanita dasarnya adalah rasa suka sama suka, tidak ada aturan tegas. Moral selalu dalam perkembangan, yang baik pada suatu masa menjadi tidak baik pada masa lain, begitupula sebaliknya.

Dalam bernegara, dianut secara praktek walau secara resmi tidak diakui adalah berpolitik ala Machiavelli (1469-1527), memecah belah agar berkuasa. Kekuasaan adalah tujuan tertinggi, agama adalah kebudayaan. Suatu kebudayaan adalah suatu hal yang timbul dalam tiap masyarakat seperti dikatakan Durkheim, tidak memiliki sifat mutlak atau ultima.

Sekulerisme dalam filsafat, kekosongan dalam kehidupan keagamaan disertai dengan kapitalisme ekonomi, sehingga muncul reaksi. Dalam bentuk Komunisme.

Kelahiran Komunisme

Kemunculan komunisme karena tidak ada keadilan dalam masyarakat yang diakibatkan kekejaman penguasa dan hartawan. Penganjurnya bukanlah kaum buruh, bodoh melainkan orang pandai serta pengusaha yang ingin keadilan dan membela kaum buruh, tetapi mereka tidak pernah menikmati cahaya Al-quran.

Eksploitasi Para Buruh oleh Para pemilik modal (Kapitalisme) melahirkan Komunisme

Marxisme terdiri dari 3 unsur :

  1. Filsafat Dialektik yang diambil dari Hegel akan tetapi dimodifikasi menjadi Dialektikal Materialisme, sehingga muncul apa yang dinamakan “Historical Materialism” atau Materialisme Sejarah;
  2. Sistem ekonomi tertentu, diantaranya bagian-bagian yang terpenting adalah gagasan nilai yang terdapat dalam kerja, dalam ekonomi liberal dinamakan nilai keuntungan (surplus value);
  3. Ketatanegaraan dan revolusi.

Unsur pertama adanya dialektik memang pada umumnya benar, walaupun contoh dialektik Hegel bahwa feodalisme dilawan oleh kapitalisme kemudian menjadi sosialisme adalah contoh yang arbitraire. Materialisme menjadi sangat penting dalam Marxisme, yang ada adalah yang nyata. Benda adalah wujud yang lebih dahulu, barulah pikiran kita terhadap benda tersebut.

Adapun mengenai Hictorical Materialism dapat dijelaskan dengan dua premis;

  1. Sebab-sebab ekonomi sangat penting dan fundamental;
  2. Sebab-sebab tersebut menjalankan peranannya menurut principle dialectic.

Marxisme menerangkan gagasan yang pertama dengan menyatakan faktor produksi serta hubungan sosial yang timbul sebagai akibatnya merupakan substructure (onder bow) yang pokok. Segala manifestasi jiwa manusia dalam beragama, bahkan kebudayaan hanya merupakan substructure nomor dua. Dengan kata lain, jiwa dan manifestasinya ditentukan oleh Faktor Ekonomi.

Dasar filsafat Marxisme tentu saja bertentangan dengan Islam, tapi telah menunjukkan suatu gejala yang riil. Bangsa yang lemah ekonominya membiarkan berbagai pengaruh kebudayaan, agama, memasukinya sehingga suatu waktu mendapat Negara tersebut kehilangan kekuatan batinnya. Adapun mengenai unsur ekonomi, nilai yang terdapat pada kerja, telah terbukti banyak kesalahannya hanya merupakan propaganda untuk mempengaruhi kaum buruh. Yang paling berbahaya adalah unsur ketiga yaitu teori tentang Negara dan revolusi. Kaum komunis adalah sebuah mesin bagi suatu lapisan masyarakat untuk menindas lapisan yang lain.

Untuk mencapai kekuasaan mereka memakai segala upaya termasuk kekerasan dan kekejaman. Memang Engels berkata ia menolak tiap-tiap dogma moral yang bersifat abadi (eternal), mutlak (ultimate), karena moral adalah suatu hasil dari tingkatan ekonomi pada suatu masa.

Pada masa perang dingin, liberalisme dan komunisme merupakan dua kekuatan besar yang berhadapan dan saling mencari kelemahan satu sama lain. Akan tetapi perbedaan mereka sebenarnya hanya terletak dalam dua hal :

  1. Sistem sekuler liberal menjalankan pemerintahan dengan demokratis disatu sisi sedang sistem komunis menekan kebebasan berbicara dan berpikir;
  2. Sistem sekuler liberal mencari keuntungan sebesar-besarnya dan sistem komunis untuk memenuhi hajat masyarakat dengan tidak peduli dengan keinginan perseorangan.

Komunisme telah runtuh dimana-mana, Uni Soviet sebagai pimpinan telah bubar. Sedang China sudah membuka diri dalam sstem ekonomi. Dan masyarakat tanpa kelas belum dan tak akan pernah tercapai. Disisi lain, sistem sekuler liberal dengan sistem demokratis yang kita hargai dan tiru untuk mengambil contoh kebaikan yang dimiliki dalam keadaan rohani, dan tata cara hidup sangat labil. Individualisme dan materialisme mendorong manusia untuk mengukur sesama dengan harta yang dimiliki. Semua itu menimbulkan jurang pemisah antara si kaya dan si miskin, yang berpunya dan tidak punya dan akhirnya terjadi adalah penimbunan kekayaan ditangan sebuah kelompok kecil.

Muslim Indonesia dalam perkembangan zaman

Kita bangsa Indonesia merasa sangat bahagia memiliki Islam, agama yang diturunkan Allah S.W.T kepada manusia sebagai pegangan hidup. Sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Muhammad S.A.W tidak hanya mengatur hubungan manusia dan Allah semata (Vertikal), tetapi juga mengatur hubungan antar manusia bahkan antar bangsa (Horizontal).

Dalam bersikap kepada sesama manusia seorang muslim harus menjunjung akhlak mulia dengan saling menghargai, dalam hubungan ekonomi seorang muslim juga seharusnya menjadi pribadi yang tidak serakah. Zakat adalah sebuah revolusi sosial dengan memberikan sebahagian harta secara sukarela terhadap mereka yang tidak punya. Arti ibadah selain hubungan antara manusia dan Tuhan, tetapi juga terkait dengan ibadah yang juga ada sangkut paut dengan masyarakat.

Musyawarah dengan tujuan mencari kebenaran dan kemaslahatan bukan dengan paksaan atau tekanan atau cara-cara lain yang bertentangan dengan kemerdekan berpikir.

Dengan petunjuk Islam, kita membangun tanah air kita sebaik-baiknya, untuk kepentingan semua. Dengan agama kita dapat mempertahankan diri kita sebagai bangsa dan tanah air kita sebagai sebuah kediaman yang dianugerahkan Allah S.W.T kepada kita semua.

XXX

Baca juga: Sepak Terjang Partai Komunis Indonesia Di Aceh;

Advertisements

About tengkuputeh

Cepat seperti angin // Tekun seperti hujan // Bergairah seperti api // Diam seperti gunung // Misterius seperti laut // Kejam seperti badai // Anggun seperti ngarai // Hening seperti hutan // Dalam seperti lembah // Lembut seperti awan // Tangguh seperti karang // Sederhana seperti debu // Menyelimuti seperti udara // Hangat seperti matahari // Luas seperti angkasa // Berserakan seperti debu //
This entry was posted in Cuplikan Sejarah, Kolom, Mari Berpikir, Opini and tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to KOMUNISME DALAM PERSPEKTIF MUSLIM

  1. Pingback: ATJEH MENDAKWA | Tengkuputeh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s