MUHASABAH

After thousands of days here. There are views that can not be seen again, there are those who will never be found again, after a lot of things happen how can we remember all the mistakes I’ve ever done?

MUHASABAH

Jika kau masih menyimpan buku tulis dari kelas-kelasmu dari tahun-tahun sebelum sekarang, atau catatan-catatan lama lainnya. Kalau membolak-balik halamannya, kita sering merasa heran bagaimana kita berubah dalam waktu yang singkat sejak tulisan itu dibuat. Mungkin heran melihat apa-apa yang keliru dalam tulisan itu, tapi juga mungkin heran oleh hal-hal bagus yang pernah kau tuliskan. Sejarah dunia telah berubah, begitupun aku, kamu dan kita.

Kita hanya memiliki satu kesempatan untuk hidup, mungkin aku tak mau mempercayakan masa depan pada yang bukan ahlinya, tapi manusia mana yang ahli menghadapi masa depan.

Banyak yang berubah sejak kita telah melihat sisi-sisi dunia.

Setelah ribuan hari di sini. Ada pemandangan yang tak akan bisa terlihat lagi, ada orang-orang yang tak akan pernah ditemui lagi, setelah banyak hal yang terjadi bagaimana bisa kita mengingat semua kesalahan yang pernah diperbuat?

Malam ini, dalam muhasabah ini, bersama catatan-catatan yang pernah aku buat. Aku menyadari dengan ego yang begitu tinggi, aku membuat sayap buatan, dan ketika terjatuh, melukai orang lain. Aku bersedih terhadap kesalahan yang kuperbuat, dan kesalahan yang terjadi akibat aku tak berbuat.

Aku tak berharap layak engkau maafkan, bagaimana bisa aku menang melawan diriku sendiri?

Kuletakkan tali kendali hatiku ditangan-MU, meski aku (bisa) salah. Apapun yang Kau katakan untuk dimasak, ternyata aku nyatakan untuk dibakar. Pada akhirnya, aku hanya seorang manusia yang memiliki dua tangan dan kaki, dua telinga dan pemahaman, dua mata dan mulut.

Entahlah, mungkin alam memberikan jawaban, atau malah menambah pertanyaan.

Jika engkau melihat lautan sedari dekat, jutaan gelembung air kecil berkilauan putih, yang muncul dan menghilang seiring ombak. Selalu ada gelembung baru yang timbul dan dan menghilang dalam irama teratur gerak gelombang. Setelah terbawa oleh puncak gelombang selama sebentar saja. Kita adalah masing-masing tidak lebih dari sekedar kilauan, setetes renik di atas gelombang waktu yang bergerak di bawah sana menuju masa depan yang tak tentu dan berkabut. Kita muncul di dunia hanyalah sebentar untuk kemudian menghilang. Kita tak nampak dalam arus waktu yang besar itu. Selalu ada orang baru dan lebih baru lagi. Apa yang kita namakan nasib, tak lain adalah perjuangan kita dalam kerumunan tetes yang naik dan turun bersama ombak. Akan tetapi kemunculan sebentar tersebut patut kita manfaatkan. Agar kemunculan kita tak sia-sia, tak pernah

*) Muhasabah berasal dari akar kata bahasa Arab, hasiba yahsabu hisab, yang artinya secara etimologis adalah melakukan perhitungan. Dalam terminology, makna defenisi muhasabah adalah sebuah upaya evaluasi diri terhadap kebaikan dan keburukan dalam semua aspek

Beberapa renungan lainnya:

  1. Akhlak; 13 Agustus 2015;
  2. Hijrah; 14 Oktober 2015;
  3. Tua; 22 Oktober 2015;
  4. Arif; 27 Oktober 2015;
  5. Serakah; 7 November 2015;
  6. Passion; 8 November 2015;
  7. Alim; 15 November 2015;
  8. Belajar; 19 November 2015;
  9. Tsunami; 26 Desember 2015;
  10. Tanda Pedang Yang (Akan) Patah; 29 Februari 2016;
  11. Gluttonous; 5 Juni 2016;
  12. Hoki; 17 Juli 2016;
  13. Dimana Ada Cinta Disana Tuhan Ada; 7 September 2016;
  14. Kesucian; 26 Oktober 2016;
  15. Harlequin Dan Pohon Harapan; 30 Oktober 2016;

Tentang tengkuputeh

Cepat seperti angin // Tekun seperti hujan // Bergairah seperti api // Diam seperti gunung // Misterius seperti laut // Kejam seperti badai // Anggun seperti ngarai // Hening seperti hutan // Dalam seperti lembah // Lembut seperti awan // Tangguh seperti karang // Sederhana seperti debu // Menyelimuti seperti udara // Hangat seperti matahari // Luas seperti angkasa // Berserakan seperti debu //
Pos ini dipublikasikan di Cerita, Kisah-Kisah, Kolom, Pengembangan diri dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

6 Balasan ke MUHASABAH

  1. Ping balik: SELF EVALUATION | Tengkuputeh

  2. Ping balik: MENCARI BELERANG MERAH | Tengkuputeh

  3. Ping balik: TEORI KEMUNGKINAN | Tengkuputeh

  4. Ping balik: MENCARI BELERANG MERAH - TengkuputehTengkuputeh

  5. Ping balik: AGAR HIDUP LEBIH TERASA HIDUP | TengkuputehTengkuputeh

  6. Ping balik: AGAR HIDUP LEBIH TERASA HIDUP | Tengkuputeh

Leave a Reply

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.