APA SEBAB RAKYAT ACEH SANGGUP BERPERANG PULUHAN TAHUN MELAWAN AGRESSI BELANDA

Apa Sebab Rakyat Aceh Sanggup Berperang Puluhan Tahun Melawan Agressi Belanda; Penulis A. Hasjmy; Penerbit Bulan Bintang; Cetakan Pertama; Tahun 1977; Jakarta.

Apa Sebab Rakyat Aceh Sanggup Berperang Puluhan Tahun Melawan Agressi Belanda

Apa Sebab Rakyat Aceh Sanggup Berperang Puluhan Tahun Melawan Agressi Belanda; Penulis A. Hasjmy; Penerbit Bulan Bintang; Cetakan Pertama; Tahun 1977; Jakarta.

Free download buku Apa Sebab Rakyat Aceh Sanggup Berperang Puluhan Tahun Melawan Agressi Belanda

Apa Sebab Rakyat Aceh Sanggup Berperang Puluhan Tahun Melawan Agressi Belanda – A.Hasjmy

Hikayat Prang Sabi  Menjiwai Perang Aceh Melawan Belanda

Hikayat Prang Sabi sebagai media dakwah yang sanggup membangkitkan semangat perang dan jihad fi Sabilil-lah untuk melawan serdadu-serdadu kolonial Belanda, dipandang oleh pimpinan tentara dan pemerintahan militer Hindia Belanda sebagai senjata yang sangat berbahaya, sehingga dilarang membaca, menyimpan dan mengedarkannya.

Akan tetapi di mata sarjana dan sastrawan Belanda Hikayat Prang Sabi  menarik perhatian untuk diteliti dan dipelajari, terutama mereka yang ahli bahasa Aceh, termasuk Snouck Hurgronje (1857-1936) karena dianggap sanggup membangkitkan keberanian yang luar biasa dari hati rakyat Aceh.

Operasi Pasukan Marsose di Mukim XXII (Perang Aceh 1873-1904) Salah satu perlawanan tergigih dan terlama terhadap kolonisasi Belanda di Indonesia

Nilai sastra Hikayat Prang Sabi  sebagai sebuah karya sastra perang menarik sejumlah sastrawan Belanda. Salah satunya H.T. Damste, yang pernah menjadi controleur di Idi Aceh Timur, menerjemahkannya ke dalam bahasa Belanda, yang disiarkan dalam Bijdragen Tot de Taal – Land – en Volkenkunde van Nederlandsch – Indie Deel 84, yang diterbitkan di negeri Belanda oleh Het Koninklijk Instituut voor de Taal – Land – en Volkenkunde van Nederlandsch – Indie. Sehingga menjadi bacaan wajib bagi para mahasiswa Fakultas Sastra Jurusan Sastra Aceh di Belanda.

Review buku Apa Sebab Rakyat Aceh Sanggup Berperang Puluhan Tahun Melawan Agressi Belanda

Sistematika buku ini terlebih dahulu menampikan latar belakang terciptanya Hikayat Prang Sabi, peranan ulama dalam Perang Aceh, dan analisa mengapa hikayat ini sebagai karya sastra sangat berhasil kemudian menguraikan inti Hikayat Prang Sabi yang terdiri dari : Kisal Ainul Mardliyah, Pasukan Gajah. Said Salmy dan Budak Mati hidup kembali.

Hikayat Prang Sabi seluruhnya disusun dalam bentuk puisi (berbahasa Aceh), ketika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia masih terdengar sangat indah (meski pun teramat sukar membawa perasaan halus yang terkandung di dalamnya), karena puisi aslinya memiliki nilai seni yang sempurna pada zamannya.

Hikayat Prang Sabi, sebagian besar kandungan isinya berintikan ajaran-ajaran yang terkandung dalam Al Qur’an yang dipuisikan. Naskah aslinya tertulis dengan huruf Arab sebagaimana naskah-naskah lama berbahasa Aceh. Pada masa itu semua rakyat Aceh lazimnya pandai membaca atau menulis huruf Arab.

Teungku Chik Pante Kulu, dilahirkan 1836 M / 1251 H di Gampong Pante Kulu, Kemukiman Titeue, Pidie.

Hikayat Prang Sabi ditulis oleh Teungku Chik Pante Kulu, dilahirkan 1836 M / 1251 H di Gampong Pante Kulu, Kemukiman Titeue, Pidie. Pada saat perang Aceh pecah, 1873 M. Ia sedang berada di Tanah Suci. Pada tahun 1881 M. Ia pulang ke Aceh, dalam perjalanan pulang, di atas kapal antara Jeddah dengan Penang, ia berhasil mengarang sebuah karya sastra yang sangat besar sumbangannya untuk membangkitkan semangat jihad melawan Belanda, Hikayat Prang Sabi.

Hikayat Prang Sabi sebagai penyemangat semangat Jihad orang-orang Aceh

Berdasarkan kenyataan sejarah Hikayat Prang Sabi benar-benar menjiwai perang Aceh lawan Belanda selama puluhan tahun, benar-benar telah membuat rakyat Aceh menjadi “Muslim Sejati” yang tidak takut mati. Telah melahirkan pahlawan-pahlawan yang tidak ingin pulang dari medan perang; benar-benar telah menjadikan Aceh sebagai neraka bagi tentara Belanda sepanjang sejarah penjajahan di Indonesia.

Pasukan Aceh memberikan perlawanan yang gigih dengan membendung arus penyebrangan tentara Belanda. Tentara Belanda terus maju menerobos pertahanan Aceh dengan alatnya yang lengkap dan serba modern. Dalam terobosan-terobosan ini terjadilah perang tanding, seorang melawan seorang dimana prajurit Aceh maju dengan kelewang yang sukar bagi Belanda menghadapinya dalam jarak dekat. Namun dengan keunggulan persenjataan dan keahlian pasukan Belanda terus maju.

Pengaruh Hikayat Prang Sabi dalam membangkitkan semangat perang, sehingga menyebabkan tentara Hindia Belanda banyak yang terbunuh dan ketakutan. Seorang tentara, wartawan perang sekaligus pengarang Belanda, H.C. Zentgraaf menulis: “… menig jong man deersteschreden op het oorslogpad onder den machtigen indruk dier lectuur op zijn emotioneele ziel … zeer gevaarlijke lectuur…” Artinya: … Para pemuda meletakkan langkah pertamanya di medan perang atas pengaruh yang sangat besar dari karya-sastra ini (Hikayat Prang Sabi), menyentuh perasaan mereka yang mudah tersinggung… karya-sastra yang sangat berbahaya…

XXX

Jangan katakan mati

Mujahid tewas di medan perang,

Dia hidup abadi,

Bermandikan rahmat Tuhan.

 

Jangan dianggap mati,

Mesti nyatanya demikian,

Jangan ragukan kekasih hati,

Ada firman Tuhan

 

Jangan sebutkan mati,

Meski nyawa sudah tiada,

Dia hidup di sisi Illahi.

Senantiasa bersukaria.

 

(Salah satu syair dalam Hikayat Prang Sabi)

Artikel-artikel tentang Aceh:

  1. OPERASI PENYERGAPAN BELANDA TERHADAP CUT MEUTIA 7 MEI 2017;
  2. MENGUNJUNGI PAMERAN BATU NISAN ACEH SEBAGAI WARISAN BUDAYA ISLAM DI ASIA TENGGARA 15 MEI 2017;
  3. KESULTANAN ACEH NEGARA BERDAULAT PERTAMA YANG MENGAKUI KEMERDEKAAN REPUBLIK BELANDA DARI KERAJAAN SPANYOL DI TAHUN 1602 18 MEI 2017;
  4. SYARIAT ISLAM SIAPA TAKUT 6 JUNI 2017;
  5. SENJA DI MALAKA 14 JUNI 2017;
  6. KRITIK KEPADA SULTAN ISKANDAR MUDA 4 JULI 2017;
  7. HIKAYAT SUKU MANTE 5 JULI 2017;
  8. TEUKU NYAK MAKAM, PAHLAWAN ACEH TANPA KEPALA 30 JULI 2017;
  9. ASAL MUASAL BUDAYA KOPI DI ACEH 1 AGUSTUS 2017;
  10. MUSIBAH TENGGELAMNYA KMP GURITA 6 AGUSTUS 2017;
  11. PERANG ACEH, KISAH KEGAGALAN SNOUCK HURGRONJE 7 AGUSTUS 2017;
  12. ACEH DI MATA KOLONIALIS 8 AGUSTUS 2017;
  13. MELUKIS SEJARAH 10 AGUSTUS 2017;
  14. NASIHAT-NASIHAT C. SNOUCK HURGRONJE SEMASA KEPEGAWAIANNYA KEPADA PEMERINTAH HINDIA BELANDA 1889-1936 14 AGUSTUS 2017;
  15. ACEH SEPANJANG ABAD 16 AGUSTUS 2017;
  16. PERANG DI JALAN ALLAH 30 AGUSTUS 2017;
  17. ACEH DAERAH MODAL 7 SEPTEMBER 2017;
  18. 59 TAHUN ACEH MERDEKA DI BAWAH PEMERINTAHAN RATU 12 SEPTEMBER 2017;
  19. KERAJAAN ACEH PADA JAMAN SULTAN ISKANDAR MUDA (1609-1636) 13 SEPTEMBER 2017;
  20. PERISTIWA KEMERDEKAAN DI ACEH 14 SEPTEMBER 2017;
  21. PASAI DALAM PERJALANAN SEJARAH 17 SEPTEMBER 2017;
  22. MATA UANG EMAS KERAJAAN-KERAJAAN DI ACEH 19 SEPTEMBER 2017;
  23. ATJEH MENDAKWA,SEBUAH BUKU YANG MENJADI SAKSI SEPAK TERJANG PARTAI KOMUNIS INDONESIA DI ACEH 21 SEPTEMBER 2017;
  24. SEJARAH PARTAI KOMUNIS INDONESIA DI ACEH 21 SEPTEMBER 2017;
  25. MISI MENCARI MAKAM PARA SULTANAH ACEH 6 OKTOBER 2017;
  26. BERZIARAH KE MAKAM SULTANAH MALIKAH NAHRASYIYAH 8 OKTOBER 2017;
  27. EKSPLOITASI SUMBER DAYA ALAM APAKAH BAGUS UNTUK ACEH 15 OKTOBER 2017;
  28. AROMA MEMIKAT DARI DAPUR ACEH 16 OKTOBER 2017;
  29. TARIKH ACEH DAN NUSANTARA 29 OKTOBER 2017;
  30. PEKUBURAN SERDADU BELANDA PEUCUT KHERKHOF DI BANDA ACEH SEBAGAI SAKSI KEDAHSYATAN PERANG ACEH 11 NOVEMBER 2017;
  31. PEMBERONTAKAN KAUM REPUBLIK KASUS DARUL ISLAM ACEH 17 NOVEMBER 2017;
  32. TUANKU HASYIM WALI NANGGROE YANG DILUPAKAN SEJARAH 19 NOVEMBER 2017;
  33. KOPRS MARSOSE SERDADU PRIBUMI PELAYAN RATU BELANDA 8 DESEMBER 2017;
  34. HIKAYAT-HIKAYAT DARI NEGERI ACEH 16 DESEMBER 2017;
  35. LEGENDA GAJAH PUTIH SEBAGAI ASAL NAMA KABUPATEN BENER MERIAH; 12 JANUARI 2018;
  36. SECANGKIR KOPI DARI ACEH; 22 JANUARI 2018;
  37. ACEH PUNGO (ACEH GILA); 8 FEBRUARI 2018;
  38. SIAPAKAH ORANG ACEH SEBENARNYA; 6 APRIL 2018;
  39. ORANG ACEH DALAM SEJARAH SUMATERA; 15 APRIL 2018;
  40. KETIKA IBNU BATTUTA MELAWAT SAMUDERA PASAI; 16 APRIL 2018;
  41. KISAH HIDUP LAKSAMANA MALAHAYATI; 18 APRIL 2018;
  42. PERANAN LEMBAGA TUHA PEUET DALAM MASYARAKAT ACEH PADA MASA LAMPAU; 5 MEI 2018;
  43. MENYINGKAP MAKNA SYAIR KUTINDHIENG SELAKU MANTRA SIHIR ACEH KUNO; 15 MEI 2018;
  44. SEJARAH KERAJAAN LAMURI; 24 JUNI 2018;
  45. KEBIJAKAN POLITIK ISLAM OLEH SNOUCK HURGRONJE SEBAGAI SARAN KEPADA PEMERINTAH HINDIA BELANDA UNTUK MENGHANCURKAN KEKUATAN ISLAM DI INDONESIA; 25 JUNI 2018;
  46. MASA DEPAN POLITIK DUNIA MELAYU; 28 JULI 2018;
  47. EDISI KHUSUS SERI PAHLAWAN NASIONAL PRANGKO 100 TAHUN CUT NYAK DHIEN; 8 AGUSTUS 2018;
  48. MEMOAR PANGLIMA POLEM SEORANG PEJUANG PERINTIS KEMERDEKAAN; 19 SEPTEMBER 2018;
  49. PUTROE PHANG JULUKAN DARI TENGKU KAMALIAH SEORANG PUTRI KESULTANAN PAHANG; 28 SEPTEMBER 2018;
  50. TEUKU NYAK ARIEF SEORANG YANG TULEN BERANI DAN LURUS SEBAGAI RENCONG ACEH DI VOLKSRAAD; 17 OKTOBER 2018;
  51. RINCIAN ISI KANUN MEUKUTA ALAM PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN KESULTANAN ACEH DARUSSALAM YANG DISUSUN PADA MASA PEMERINTAHAN SULTAN ISKANDAR MUDA; 26 OKTOBER 2018;
  52. CATATAN SEJARAH RANTAI BABI ATAU RANTE BUI DALAM TULISAN YANG DISUSUN KOLONIAL BELANDA; 26 OKTOBER 2018;
  53. PASUKAN MERIAM NUKUM SANANY SEBUAH PASAK DARI RUMAH GADANG INDONESIA MERDEKA; 4 NOVEMBER 2018;
  54. PENEMUAN ARCA KEPALA ALALOKITESWARA SEBAGAI JEJAK KEBERADAAN PERADABAN AGAMA BUDHA DI ACEH; 18 NOVEMBER 2018;
  55. REVOLUSI DESEMBER ’45 DI ACEH ATAU PEMBESMIAN PENKHIANAT TANAH AIR; 6 FEBRUARI 2019;
  56. LEBURNJA KERATON ATJEH; 11 MARET 2019;
  57. HADIH MAJA PENGAJARAN SERTA HIBURAN WARISAN LELUHUR; 27 MARET 2019;
  58. HAME ATAU PANTANGAN ORANG ACEH DARI MASA LAMPAU; 19 JUNI 2019;
  59. SINGA ATJEH BIOGRAPHI SERI SULTAN ISKANDAR MUDA; 6 AGUSTUS 2019;
Advertisements

About tengkuputeh

Cepat seperti angin // Tekun seperti hujan // Bergairah seperti api // Diam seperti gunung // Misterius seperti laut // Kejam seperti badai // Anggun seperti ngarai // Hening seperti hutan // Dalam seperti lembah // Lembut seperti awan // Tangguh seperti karang // Sederhana seperti debu // Menyelimuti seperti udara // Hangat seperti matahari // Luas seperti angkasa // Berserakan seperti debu //
This entry was posted in Buku, Cuplikan Sejarah, Data dan Fakta, E-Book, History, Kisah-Kisah, Kolom, Reportase, Review and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to APA SEBAB RAKYAT ACEH SANGGUP BERPERANG PULUHAN TAHUN MELAWAN AGRESSI BELANDA

  1. wsfnra says:

    Assalammualaikum wb.
    Salam solidaritas dan terimakasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.