EKSPLOITASI SUMBER DAYA ALAM APAKAH BAGUS UNTUK ACEH

Peta Aceh Sumatera dan Semenajung Melayu Arsip Kekhalifahan Turki Usmani

Peta Aceh Sumatera dan Semenajung Melayu Arsip Kekhalifahan Turki Usmani

EKSPLOITASI SUMBER DAYA ALAM APAKAH BAGUS UNTUK ACEH

Haruskah Aceh yang sejak tahun 1200 Masehi sudah menjadi pusat perdagangan dunia menjadi teronggok di sudut Nusantara. Zaman berganti, kota-kota yang dulunya adalah pusat peradaban tempat berkumpulnya segala bangsa, kini terlupakan, terkurung di dalam garis batas-batas baru yang tenggelam dalam warna-warni peta dunia.

Pedagang Utsmaniah berteriak ke galangan kapal, saat pedagang Aceh bergegas bolak-balik menyusuri pelabuhan, menjual barang mereka. Sejumlah kapal dagang dari Perusahaan Hindia Belanda duduk di dermaga, dipenuhi dengan rempah-rempah mahal dan eksotis untuk dibawa mengelilingi Eropa. Ini adalah Kesultanan Aceh, yang dulunya adalah salah satu kerajaan paling kuat di Asia Tenggara.

Istana Kesultanan Aceh pada masa puncak kejayaan abad -XVII

Istana Kesultanan Aceh pada masa puncak kejayaan abad -XVII

Ratusan tahun yang lalu, Nusantara belum menjadi satu negara tunggal, Indonesia masih belum berdiri, namun saat itu merupakan wilayah perang dari banyak kerajaan yang terpisah-pisah. Kekuatan kolonial besar Eropa melihat kerajaan-kerajaan ini sebagai sebuah kesempatan untuk memperluas kekayaan mereka yang terus meningkat, dan banyak di antara mereka menciptakan hubungan perdagangan dengan kerajaan-kerajaan. Kesultanan Aceh terletak di posisi yang strategis, di ujung barat Indonesia. Banyak perdagangan di Asia Tenggara masa lampau melewati Aceh, dan pedagang menyebarkan budaya mereka ke Aceh lebih dulu. Kekaisaran Turki Ustmaniyah memiliki hubungan perdagangan dan pertahanan yang kuat dengan Aceh, dan menyebarkan ajaran Islam ke Aceh, yang akhirnya menyebar ke wilayah lain di Indonesia.

Aceh memiliki sejarah melawan pengaruh asing, dari memenangkan perang melawan Belanda, untuk melawan dan melawan pendudukan Jepang pada awal Perang Dunia Kedua. Pada tahun 1953, segera setelah Perang Dunia Kedua selesai dan pembentukan Indonesia merdeka yang bersatu, Aceh memberontak lagi dalam bentuk DI/TII (Darul Islam/Tentara Islam Indonesia). Presiden pertama Indonesia, Soekarno, telah berjanji pada orang Aceh bahwa dia akan menjadikan Aceh sebagai sebuah provinsi, sebagai daerah khusus yang akan menjalankan Syariat Islam. Dia kemudian mengabaikan janjinya dan mengabungkan Aceh serta beberapa daerah lainnya ke dalam satu provinsi, Sumatera Utara yang memicu pemberontakan selama 9 tahun (1953-1962).

Gerakan Aceh Merdeka (GAM) diciptakan pada 4 Desember 1976 oleh Hasan Tiro ketika banyak perkebunan minyak dan gas Amerika mulai mengeksploitasi sumber daya alam di Aceh. Explorasi sumber daya alam ini dibuat dengan persetujuan pemerintah pusat Indonesia, yang orang Aceh rasakan tidak mewakili mereka. Mereka meminta infrastruktur baru di Aceh, dan Aceh merdeka. Pada tahun 1989 serangkaian insiden keamanan mendorong pemerintah Indonesia untuk mengirim pasukan ke wilayah Aceh, yang dikenal dengan Operasi Jaring Merah atau Daerah Operasi Militer (DOM) berhasil membuat aktivitas GAM mengecil dan membuat aktivis AM terpaksa melanjutkan perjuangannya ke luar negeri tapi di sisi lain mengakibatkan sejumlah besar pelanggaran hak asasi manusia di Aceh.

Ketika Orde Baru runtuh dan Presiden kedua Indonesia Suharto mengundurkan diri (1998) akibat reformasi di Indonesia, ketegangan di Aceh meningkat kembali. Pemerintah menanggapi meningkatnya keresahan masyarakat dengan mengirimkan ribuan tentara Indonesia. Peperangan dan revolusi telah menciptakan lingkungan yang sangat berbahaya bagi orang-orang di Aceh, dengan korban ribuan nyawa dan melukai puluhan ribu orang. Disisi lain selama masa perselisihan ini, perusahaan asing yang mencari sumber daya alam untuk dieksploitasi telah mengabaikan Aceh, karena pertempuran sengit. Ekosistem Leuser, yang sepenuhnya unik di Sumatera, secara tidak langsung terlindungi dari ancaman sumber daya asing karena konflik di Aceh.

Kondisi Masjid Raya Baiturrahman saat tsunami (2004)

Konflik antara pemerintah Republik Indonesia dengan GAM terus berlangsung sehingga pemerintahan Megawati Soekarno Putri (Presiden keempat) menerapkan status Darurat Militer di Aceh pada tahun 2003, dan mengirimkan 12.000 pasukan ke Aceh. Pada tahun 2004, perang di Aceh masih hidup dan sehat, dan hal yang sama dapat dikatakan untuk hutannya. Meskipun ada sesuatu yang hebat di Samudra Hindia, sesuatu yang akan mengubah seluruh wilayah selamanya. Sebuah gempa 8,9 pada skala richter di tengah laut menciptakan gelombang tsunami yang menewaskan lebih dari 170.000 orang Aceh, dan menyebabkan Gerakan Aceh Merdeka menandatangani sebuah kesepakatan damai dengan pemerintah Indonesia pada tanggal 15 Agustus 2005 di Helsinki, Finlandia.

Sekarang Aceh merupakan target utama eksploitasi, dengan perkiraan 500.000 orang kehilangan tempat tinggal dari gelombang pembukaan perkebunan sawit, perkebunan karet, pembukaan pabrik semen sampai penambangan emas dan penambangan batu bara, warga Aceh berada dalam kesulitan serius. Menjual tanah keluarga ke perusahaan perkebunan asing untuk bisa memperoleh uang agar anak-anak mereka bisa berkuliah di universitas, untuk membayar tempat tinggal, atau untuk melunasi hutang yang meningkat.

Tentu saja, akhir perang adalah hasil yang dinanti-nantikan bagi masyarakat di wilayah ini. Perang Aceh (1976-2005) telah menewaskan 15.000 jiwa, dan pada dasarnya menghentikan semua pembangunan ekonomi regional selama 30 tahun. Dengan sumbangan 7 miliar dolar untuk sumbangan yang dikumpulkan dari pemerintah Indonesia dan juga donor di seluruh dunia, Aceh saat ini sangat berbeda dari Aceh sebelum tahun 2005. Tsunami mungkin telah menghancurkan ratusan ribu nyawa, namun memberikan peluang untuk membangun Aceh baru. Sistem transportasi secara besar-besaran meningkat di seluruh wilayah, memungkinkan evakuasi yang lebih cepat dan aman dalam kasus bencana lain seperti ini.

Dengan peperangan selesai, dan provinsi ini berubah, wilayah Aceh mengalami pergerakan kerusakan hutan besar-besaran akibat eksploitasi. Ratusan orang menjual tanah keluarga mereka di hutan hujan dengan cepat membutuhkan uang, dan tsunami kedua datang, yang menebas dan membakar hutan. Tsunami baru yang tidak terlalu legal dan ekspansif serta merusak melanda ekosistem Leuser, dan lebih banyak penebangan hutan daripada sebelumnya. Yang dilakukan atas nama dalih investasi dilakukan oleh perusahaan nasional maupun internasional. Konflik di Aceh telah melindungi hutan, tapi sekarang dengan orang-orang terlalu lemah untuk melawan perang mereka ekonomi global, ekosistem Leuser menanggung beban hukuman yang dialami orang Aceh yang tangguh selama puluhan tahun.

Selamatkan Hutan, Selamatkan Alam

Eksploitasi alam besar-besaran tidak pernah menguntungkan bagi alam dan masyarakat sekitar, yang meraih untung besar adalah para pemodal besar serta aparat pemerintah yang memperoleh uang cepat. Pengundulan kawasan Cagar Alam di Kuala Tripa oleh perusahaan pertambangan batubara bukan hanya membuat penduduk tersingkir tapi juga memusnahkan kawasan harimau sumatera purba yang mencari makan kepiting turun dari hutan Leuser melalui hutan bakau ketepi pantai.

Sebagaimana eksploitasi gas di Arun, Aceh Utara yang tidak memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar sejak tahun 1970-an begitu pula rencana pembangunan pabrik semen di Laweung cenderung membawa kerusakan moral bagi masyarakat disekitarnya. Bukan rahasia di Aceh jika masyarakat di sekitar penambangan cenderung menjadi pengemis dan peminta-pinta yang kelak berkelana ke seluruh penjuru Aceh dengan membawa ayat-ayat suci Al-Quran, itu memalukan!

Apakah Aceh harus tidak ramah Investor? Jika pemimpin Aceh hari ini mau belajar sejarah sedikit saja. Maka seharusnya mereka memahami bahwa kemajuan Aceh di masa lalu adalah bukan dengan merusak alam, bukan dengan menjual sejengkal tanah demi perkebunan kelapa sawit misalnya. Tapi dengan memanfaatkan alam, lokasi geografis yang strategis untuk turut andil dalam perdagangan dunia.

Sejarah Aceh yang telah berlangsung lebih dari 800 tahun, kita dapat belajar bahwa sesungguhnya kedatangan bangsa-bangsa Asing ke sebuah wilayah adalah untuk mengeksploitasi daerah tersebut. Dahulu dengan misi Gold, Gospel dan Glory sedang sekarang lebih halus lagi dengan misi ekonomi. Masalahnya adalah sanggupkah kita melihat anak cucu menjadi babu di negeri sendiri? Jika yang menjadi suri tauladan bagi kita adalah para leluhur, maka pilihannya adalah LAWAN!!!

Aceh merupakan lorong buntu di Indonesia, posisi ujung Barat menempatkan Aceh jika ingin menjual sesuatu ke Jakarta mendapatkan keuntungan paling sedikit, dan apabila membeli mendapatkan harga dengan biaya tertinggi. Solusinya adalah membuka akses global, memberdayakan pelabuhan Sabang. Sayangnya tidak pernah ada upaya serius untuk itu, entah lupa atau menutup mata.

Jalur Sutera (laut dan Dararatan) sebagai alur perdagangan kuno antarbangsa

Haruskah Banda Aceh yang sejak tahun 1200 Masehi sudah menjadi pusat perdagangan dunia menjadi teronggok di sudut Nusantara. Bahwa Bandar Aceh Darussalam pernah menjadi sebuah kota “Kosmopolitan” baginya adalah tempat bercampurnya ras yang menghuni dunia, kita kini, mendengar kata “Kosmolitan” yang terbayang adalah Hongkong, New York, Singgapura, Tokyo, London, Paris, sama sekali bukan Samarkand, Bukhara, Damascus, Merv, Esfahan, Baghdad, atau Banda Aceh. Zaman berganti, kota-kota yang dulunya adalah pusat peradaban tempat berkumpulnya segala bangsa, kini terlupakan, terkurung di dalam garis batas-batas baru yang tenggelam dalam warna-warni peta dunia.

Wahai para pemimpin Aceh bangunlah! Sebuah kesadaran bahwa mereka mungkin terjerat dalam suatu bahaya yaitu sekedar hanyut dalam hidup, terlena dalam status ekonomi khusus dan tidak memberikan bekas-bekas gemilang dalam hamparan sejarah dunia.

Artikel-artikel tentang Aceh:

  1. PEREMPUAN ACEH FULL POWER 4 AGUSTUS 2008;
  2. MENYUSURI JEJAK DARA PORTUGIS DI ACEH 6 DESEMBER 2008;
  3. TEUKU UMAR PAHLAWAN 11 FEBRUARI 2011;
  4. FILOSOFI GOB 10 OKTOBER 2011;
  5. KEBENARAN YANG SAMAR 28 FEBRUARI 2013;
  6. GAM CANTOI TIADA 30 MARET 2013;
  7. PERANG CUMBOK SEBUAH REVOLUSI SOSIAL DI ACEH (1946-1947) 18 JUNI 2013;
  8. TSUNAMI 26 DESEMBER 2015;
  9. PERADABAN TANPA TULISAN 25 FEBRUARI 2016;
  10. SURAT TENGKU CHIK DI TIRO KEPADA RESIDEN VAN LANGEN AGAR TERCAPAI PERDAMAIAN DALAM PERANG ACEH MAKA BELANDA HARUS MEMELUK AGAMA ISLAM DI TAHUN 1885 4 NOVEMBER 2016;
  11. PARA PENYEBAR KEBOHONGAN 13 NOVEMBER 2016;
  12. MENGUNJUNGI RUMAH PAHLAWAN NASIONAL CUT MEUTIA 17 APRIL 2017;
  13. SAMUDERA PASAI SEBAGAI TITIK TOLAK ISLAM DI ASIA TENGGARA, SEBUAH UPAYA MELAWAN PSEUDO SEJARAH 24 APRIL 2017;
  14. EMAS, KAFIR DAN MAUT 20 APRIL 2017;
  15. MENGENAL LEBIH DEKAT POCUT BAREN 5 MEI 2017;
  16. OPERASI PENYERGAPAN BELANDA TERHADAP CUT MEUTIA 7 MEI 2017;
  17. MENGUNJUNGI PAMERAN BATU NISAN ACEH SEBAGAI WARISAN BUDAYA ISLAM DI ASIA TENGGARA 15 MEI 2017;
  18. KESULTANAN ACEH NEGARA BERDAULAT PERTAMA YANG MENGAKUI KEMERDEKAAN REPUBLIK BELANDA DARI KERAJAAN SPANYOL DI TAHUN 1602 18 MEI 2017;
  19. SYARIAT ISLAM SIAPA TAKUT 6 JUNI 2017;
  20. SENJA DI MALAKA 14 JUNI 2017;
  21. KRITIK KEPADA SULTAN ISKANDAR MUDA 4 JULI 2017;
  22. HIKAYAT SUKU MANTE 5 JULI 2017;
  23. TEUKU NYAK MAKAM, PAHLAWAN ACEH TANPA KEPALA 30 JULI 2017;
  24. ASAL MUASAL BUDAYA KOPI DI ACEH 1 AGUSTUS 2017;
  25. MUSIBAH TENGGELAMNYA KMP GURITA 6 AGUSTUS 2017;
  26. PERANG ACEH, KISAH KEGAGALAN SNOUCK HURGRONJE 7 AGUSTUS 2017;
  27. ACEH DI MATA KOLONIALIS 8 AGUSTUS 2017;
  28. MELUKIS SEJARAH 10 AGUSTUS 2017;
  29. NASIHAT-NASIHAT C. SNOUCK HURGRONJE SEMASA KEPEGAWAIANNYA KEPADA PEMERINTAH HINDIA BELANDA 1889-1936 14 AGUSTUS 2017;
  30. ACEH SEPANJANG ABAD 16 AGUSTUS 2017;
  31. PERANG DI JALAN ALLAH 30 AGUSTUS 2017;
  32. ACEH DAERAH MODAL 7 SEPTEMBER 2017;
  33. 59 TAHUN ACEH MERDEKA DI BAWAH PEMERINTAHAN RATU 12 SEPTEMBER 2017;
  34. KERAJAAN ACEH PADA JAMAN SULTAN ISKANDAR MUDA (1609-1636) 13 SEPTEMBER 2017;
  35. PERISTIWA KEMERDEKAAN DI ACEH 14 SEPTEMBER 2017;
  36. PASAI DALAM PERJALANAN SEJARAH 17 SEPTEMBER 2017;
  37. MATA UANG EMAS KERAJAAN-KERAJAAN DI ACEH 19 SEPTEMBER 2017;
  38. ACEH MENDAKWA 21 SEPTEMBER 2017;
  39. MISI MENCARI MAKAM PARA SULTANAH ACEH 6 OKTOBER 2017;
  40. BERZIARAH KE MAKAM SULTANAH MALIKAH NAHRASYIYAH 8 OKTOBER 2017;
  41. AROMA MEMIKAT DARI DAPUR ACEH 16 OKTOBER 2017;
  42. TARIKH ACEH DAN NUSANTARA 29 OKTOBER 2017;
  43. PEKUBURAN SERDADU BELANDA PEUCUT KHERKHOF DI BANDA ACEH SEBAGAI SAKSI KEDAHSYATAN PERANG ACEH 11 NOVEMBER 2017;
  44. PEMBERONTAKAN KAUM REPUBLIK KASUS DARUL ISLAM ACEH 17 NOVEMBER 2017;
  45. TUANKU HASYIM WALI NANGGROE YANG DILUPAKAN SEJARAH 19 NOVEMBER 2017;
  46. KOPRS MARSOSE SERDADU PRIBUMI PELAYAN RATU BELANDA 8 DESEMBER 2017;
  47. HIKAYAT-HIKAYAT DARI NEGERI ACEH 16 DESEMBER 2017;
  48. LEGENDA GAJAH PUTIH SEBAGAI ASAL NAMA KABUPATEN BENER MERIAH; 12 JANUARI 2018;
  49. SECANGKIR KOPI DARI ACEH; 22 JANUARI 2018;
  50. ACEH PUNGO (ACEH GILA); 8 FEBRUARI 2018;
  51. SIAPAKAH ORANG ACEH SEBENARNYA; 6 APRIL 2018;
  52. ORANG ACEH DALAM SEJARAH SUMATERA; 15 APRIL 2018;
  53. KETIKA IBNU BATTUTA MELAWAT SAMUDERA PASAI; 16 APRIL 2018;
  54. KISAH HIDUP LAKSAMANA MALAHAYATI; 18 APRIL 2018;
  55. PERANAN LEMBAGA TUHA PEUET DALAM MASYARAKAT ACEH PADA MASA LAMPAU; 5 MEI 2018;
  56. MENYINGKAP MAKNA SYAIR KUTINDHIENG SELAKU MANTRA SIHIR ACEH KUNO; 15 MEI 2018;
  57. SEJARAH KERAJAAN LAMURI; 24 JUNI 2018;
  58. KEBIJAKAN POLITIK ISLAM OLEH SNOUCK HURGRONJE SEBAGAI SARAN KEPADA PEMERINTAH HINDIA BELANDA UNTUK MENGHANCURKAN KEKUATAN ISLAM DI INDONESIA; 25 JUNI 2018;
  59. MASA DEPAN POLITIK DUNIA MELAYU; 28 JULI 2018;

Tentang tengkuputeh

Cepat seperti angin // Tekun seperti hujan // Bergairah seperti api // Diam seperti gunung // Misterius seperti laut // Kejam seperti badai // Anggun seperti ngarai // Hening seperti hutan // Dalam seperti lembah // Lembut seperti awan // Tangguh seperti karang // Sederhana seperti debu // Menyelimuti seperti udara // Hangat seperti matahari // Luas seperti angkasa // Berserakan seperti debu //
Pos ini dipublikasikan di Cuplikan Sejarah, Data dan Fakta, Kolom, Mari Berpikir, Opini, Pengembangan diri, Reportase dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

104 Balasan ke EKSPLOITASI SUMBER DAYA ALAM APAKAH BAGUS UNTUK ACEH

  1. Ping balik: AROMA MEMIKAT DARI DAPUR ACEH | Tengkuputeh

  2. Ping balik: NASIHAT-NASIHAT C. SNOUCK HURGRONJE | Tengkuputeh

  3. Ping balik: BERZIARAH KE MAKAM SULTANAH MALIKAH NAHRASYIYAH | Tengkuputeh

  4. Ping balik: MISI MENCARI MAKAM PARA SULTANAH ACEH | Tengkuputeh

  5. Ping balik: ATJEH MENDAKWA | Tengkuputeh

  6. Ping balik: MATA UANG EMAS KERAJAAN-KERAJAAN DI ACEH | Tengkuputeh

  7. Ping balik: PASAI DALAM PERJALANAN SEJARAH | Tengkuputeh

  8. Ping balik: MUSIBAH TENGGELAMNYA KMP GURITA (1996) | Tengkuputeh

  9. Ping balik: ASAL MUASAL BUDAYA KOPI DI ACEH | Tengkuputeh

  10. Ping balik: TEUKU NYAK MAKAM, PAHLAWAN ACEH TANPA KEPALA | Tengkuputeh

  11. Ping balik: PEREMPUAN ACEH FULL POWER | Tengkuputeh

  12. Ping balik: MENYELUSURI JEJAK DARA PORTUGIS DI ACEH | Tengkuputeh

  13. Ping balik: TEUKU UMAR PAHLAWAN | Tengkuputeh

  14. Ping balik: FILOSOFI GOB | Tengkuputeh

  15. Ping balik: KEBENARAN YANG SAMAR | Tengkuputeh

  16. Ping balik: GAM CANTOI TIADA | Tengkuputeh

  17. Ping balik: PERANG CUMBOK SEBUAH REVOLUSI SOSIAL DI ACEH (1946-1947) | Tengkuputeh

  18. Ping balik: PARA PENYEBAR KEBOHONGAN | Tengkuputeh

  19. Ping balik: TARIKH ACEH DAN NUSANTARA | Tengkuputeh

  20. Ping balik: KESULTANAN ACEH NEGARA BERDAULAT PERTAMA YANG MENGAKUI KEMERDEKAAN REPUBLIK BELANDA DARI KERAJAAN SPANYOL DI TAHUN 1602 | Tengkuputeh

  21. Ping balik: EXPLOITATION OF NATURAL RESOURCES, WHAT IS IT GOOD FOR ACEH | Tengkuputeh

  22. Ping balik: PERISTIWA KEMERDEKAAN DI ACEH | Tengkuputeh

  23. Ping balik: KERAJAAN ACEH JAMAN SULTAN ISKANDAR MUDA (1607-1636) | Tengkuputeh

  24. Ping balik: HIKAYAT SUKU MANTE | Tengkuputeh

  25. Ping balik: PEKUBURAN SERDADU BELANDA PEUCUT KHERKHOF DI BANDA ACEH SEBAGAI SAKSI KEDAHSYATAN PERANG ACEH | Tengkuputeh

  26. Ping balik: SURAT TENGKU CHIK DI TIRO KEPADA RESIDEN VAN LANGEN AGAR TERCAPAI PERDAMAIAN DALAM PERANG ACEH MAKA BELANDA HARUS MEMELUK AGAMA ISLAM DI TAHUN 1885 | Tengkuputeh

  27. Ping balik: MENGUNJUNGI RUMAH PAHLAWAN NASIONAL CUT MEUTIA | Tengkuputeh

  28. Ping balik: MENGUNJUNGI PAMERAN BATU NISAN ACEH SEBAGAI WARISAN BUDAYA ISLAM DI ASIA TENGGARA | Tengkuputeh

  29. Ping balik: SAMUDERA PASAI SEBAGAI TITIK TOLAK ISLAM DI ASIA TENGGARA, SEBUAH UPAYA MELAWAN PSEUDO SEJARAH | Tengkuputeh

  30. Ping balik: EMAS, KAFIR DAN MAUT | Tengkuputeh

  31. Ping balik: PEMBERONTAKAN KAUM REPUBLIK KASUS DARUL ISLAM ACEH | Tengkuputeh

  32. Ping balik: TUANKU HASYIM WALI NANGGROE YANG DILUPAKAN SEJARAH | Tengkuputeh

  33. Ping balik: PERADABAN TANPA TULISAN | Tengkuputeh

  34. Ping balik: MELUKIS SEJARAH | Tengkuputeh

  35. Ping balik: ACEH SEPANJANG ABAD | Tengkuputeh

  36. Ping balik: ACEH DI MATA KOLONIALIS | Tengkuputeh

  37. Ping balik: KORPS MARSOSE, PASUKAN PRIBUMI PELAYAN RATU BELANDA | Tengkuputeh

  38. Ping balik: MENGENAL LEBIH DEKAT POCUT BAREN | Tengkuputeh

  39. Ping balik: SYARIAT ISLAM SIAPA TAKUT | Tengkuputeh

  40. Ping balik: SENJA DI MALAKA | Tengkuputeh

  41. Ping balik: 59 TAHUN ACEH MERDEKA DI BAWAH PEMERINTAHAN RATU | Tengkuputeh

  42. Ping balik: ACEH DAERAH MODAL | Tengkuputeh

  43. Ping balik: PERANG ACEH KISAH KEGAGALAN SNOUCK HURGRONJE | Tengkuputeh

  44. Ping balik: HIKAYAT-HIKAYAT DARI NEGERI ACEH | Tengkuputeh

  45. Ping balik: LEGENDA GAJAH PUTIH SEBAGAI ASAL NAMA KABUPATEN BENER MERIAH | Tengkuputeh

  46. Ping balik: SECANGKIR KOPI DARI ACEH | Tengkuputeh

  47. Ping balik: ACEH PUNGO (ACEH GILA) | Tengkuputeh

  48. Ping balik: PERANG DI JALAN ALLAH | Tengkuputeh

  49. Ping balik: MENYELUSURI JEJAK DARA PORTUGIS DI ACEH - TengkuputehTengkuputeh

  50. Ping balik: MUSIBAH TENGGELAMNYA KMP GURITA (1996) - TengkuputehTengkuputeh

  51. Ping balik: GAM CANTOI TIADA - TengkuputehTengkuputeh

  52. Ping balik: PEREMPUAN ACEH FULL POWER | Tengkuputeh

  53. Ping balik: ATJEH MENDAKWA, SEBUAH BUKU YANG MENJADI SAKSI SEPAK TERJANG PARTAI KOMUNIS INDONESIA DI ACEH | Tengkuputeh

  54. Ping balik: KETIKA IBNU BATTUTA MELAWAT SAMUDERA PASAI | Tengkuputeh

  55. Ping balik: PASAI DALAM PERJALANAN SEJARAH | TengkuputehTengkuputeh

  56. Ping balik: EDISI KHUSUS SERI PAHLAWAN NASIONAL PRANGKO 100 TAHUN CUT NYAK DHIEN | TengkuputehTengkuputeh

  57. Ping balik: ASAL MUASAL BUDAYA KOPI DI ACEH | TengkuputehTengkuputeh

  58. Ping balik: TSUNAMI | TengkuputehTengkuputeh

  59. Ping balik: FILOSOFI GOB | TengkuputehTengkuputeh

  60. Ping balik: RINCIAN ISI KANUN MEUKUTA ALAM PERATURAN UNDANG-UNDANG KESULTANAN ACEH DARUSSALAM YANG DISUSUN PADA MASA PEMERINTAHAN SULTAN ISKANDAR MUDA | TengkuputehTengkuputeh

  61. Ping balik: TEUKU NYAK ARIEF SEORANG YANG TULEN BERANI DAN LURUS SEBAGAI RENCONG ACEH DI VOLKSRAAD | TengkuputehTengkuputeh

  62. Ping balik: REVOLUSI DESEMBER 45 DI ACEH ATAU PEMBASMIAN PENGKHIANAT TANAH AIR | Tengkuputeh

  63. Ping balik: PENEMUAN ARCA KEPALA ALALOKITESWARA SEBAGAI JEJAK KEBERADAAN PERADABAN AGAMA BUDHA DI ACEH | Tengkuputeh

  64. Ping balik: CATATAN SEJARAH RANTAI BABI ATAU RANTE BUI DALAM TULISAN YANG DISUSUN KOLONIAL BELANDA | Tengkuputeh

  65. Ping balik: PASUKAN MERIAM NUKUM SANANY SEBUAH PASAK DARI RUMAH GADANG INDONESIA MERDEKA | Tengkuputeh

  66. Ping balik: LEBURNJA KERATON ATJEH | Tengkuputeh

  67. Ping balik: MENAFSIR ALAM MEMBACA MASA DEPAN | Tengkuputeh

  68. Ping balik: KISAH HIDUP LAKSAMANA MALAHAYATI | Tengkuputeh

  69. Ping balik: HADIH MAJA PENGAJARAN SERTA HIBURAN WARISAN LELUHUR | Tengkuputeh

  70. Ping balik: PERANAN LEMBAGA TUHA PEUT DALAM MASYARAKAT ACEH PADA MASA LAMPAU | Tengkuputeh

  71. Ping balik: MASA DEPAN POLITIK DUNIA MELAYU | Tengkuputeh

  72. Ping balik: HAME ATAU PANTANGAN ORANG ACEH DARI MASA LAMPAU | Tengkuputeh

  73. Ping balik: NILAI SEORANG MANUSIA | Tengkuputeh

  74. Ping balik: SEJARAH PARTAI KOMUNIS INDONESIA DI ACEH | Tengkuputeh

  75. Ping balik: KEJATUHAN SANG (MANTAN) PEJUANG | Tengkuputeh

  76. Ping balik: SEJARAH KERAJAAN LAMURI | Tengkuputeh

  77. Ping balik: SAMUDERA PASAI SEBAGAI TITIK TOLAK ISLAM DI ASIA TENGGARA, SEBUAH UPAYA MELAWAN PSEUDO SEJARAH | Tengkuputeh

  78. Ping balik: RINCIAN ISI KANUN MEUKUTA ALAM PERATURAN UNDANG-UNDANG KESULTANAN ACEH DARUSSALAM YANG DISUSUN PADA MASA PEMERINTAHAN SULTAN ISKANDAR MUDA | Tengkuputeh

  79. Ping balik: SINGA ATJEH BIOGRAPHI SERI SULTAN ISKANDAR MUDA | Tengkuputeh

  80. Ping balik: SINGA ATJEH BIOGRAPHI SERI SULTAN ISKANDAR MUDA | Tengkuputeh

  81. Ping balik: APA SEBAB RAKYAT ACEH SANGGUP BERPERANG PULUHAN TAHUN MELAWAN AGRESSI BELANDA | Tengkuputeh

  82. Ping balik: MEMOAR PANGLIMA POLEM CATATAN SEORANG PEJUANG PERINTIS KEMERDEKAAN INDONESIA | Tengkuputeh

  83. Ping balik: KAYA TANPA HARTA | Tengkuputeh

  84. Ping balik: MENYINGKAP MAKNA SYAIR KUTINDHIENG SELAKU MANTRA SIHIR ACEH KUNO | Tengkuputeh

  85. Ping balik: PERBANDINGAN PENGUCAPAN BAHASA ACEH DENGAN BAHASA INDONESIA | Tengkuputeh

  86. Ping balik: BERBAGAI BAHASA DAERAH DI ACEH | Tengkuputeh

  87. Ping balik: LOKASI ISTANA KERAJAAN ACEH DULU DAN SEKARANG | Tengkuputeh

  88. Ping balik: MEREKONSTRUKSIKAN KEMBALI LETAK ISTANA DARUDDONYA | Tengkuputeh

  89. Ping balik: MEREKONSTRUKSIKAN KEMBALI LETAK ISTANA DARUDDONYA | Tengkuputeh

  90. Ping balik: LEGENDA DAN MITOS ASAL USUL PENAMAAN PULAU SABANG, GUNUNG SEULAWAH, PANTAI ALUE NAGA DAN KAWASAN ULEE LHEU | Tengkuputeh

  91. Ping balik: LEGENDA ASAL MULA GUNUNG GEURUTEE | Tengkuputeh

  92. Ping balik: KANUN MEUKUTA ALAM | Tengkuputeh

  93. Ping balik: ARCA ALALOKITESWARA JEJAK BUDHA DI ACEH | Tengkuputeh

  94. Ping balik: LEGENDA GAJAH PUTIH BENER MERIAH | Tengkuputeh

  95. Ping balik: TEUKU NYAK ARIEF RENCONG ACEH DI VOLKSRAAD | Tengkuputeh

  96. Ping balik: HAMZAH FANSURI PERINTIS SASTRA MELAYU | Tengkuputeh

  97. Ping balik: GUGURNYA CUT MUTIA | Tengkuputeh

  98. Ping balik: KERAJAAN TEUNOM SUATU MASA | Tengkuputeh

  99. Ping balik: EKSPEDISI BELANDA KE GAYO 1904 | Tengkuputeh

  100. Ping balik: GEREJA PERTAMA DI ACEH | Tengkuputeh

  101. Ping balik: ORANG ACEH DALAM SEJARAH SUMATERA | Tengkuputeh

  102. Ping balik: PUTROE PHANG PUTRI PAHANG | Tengkuputeh

  103. Ping balik: PERISTIWA TERBUNUHNYA TEUKU UMAR | Tengkuputeh

  104. Ping balik: SISTEM PERPAJAKAN DAN KEUANGAN KERAJAAN ACEH DARUSSALAM | Tengkuputeh

Leave a Reply

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.