SAMUDERA PASAI SEBAGAI TITIK TOLAK ISLAM DI ASIA TENGGARA

Pada tanggal 15 April 2017, tim tengkuputeh.com berziarah ke makam Sultan Malikussaleh sebuah napak tilas sejarah. Sebuah perjalanan yang pernah di lakukan oleh Marco Polo (1292 M) dan ibnu Bathutah (1346 M).

Pada tanggal 15 April 2017, tim tengkuputeh.com berziarah ke makam Sultan Malikussaleh sebuah napak tilas sejarah. Sebuah perjalanan yang pernah di lakukan oleh Marco Polo (1292 M) dan ibnu Bathutah (1346 M).

SAMUDERA PASAI KERAJAAN ISLAM PERTAMA DI ASIA TENGGARA

Pernah disuatu ketika Barus ditetapkan sebagai titik awal Islam di Nusantara oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Hal tersebut telah melahirkan perdebatan terkait keilmuan. Apalagi jika yang digunakan adalah pendekatan sejarah, yaitu pengetahuan rekonstruksi masa lalu yang berpegang pada obyektifikasi dan fakta ilmiah. Menurut sejarawan Inggris, RG Collingwood, fakta sejarah tidak pernah akan sampai kepada kita secara murni. Dia selalu memiliki bias di dalam para perekamnya, termasuk usaha para sejarawan menuliskannya.

Dunia sejarah sangat beruntung dengan terdapatnya inskripsi pada makam Sultan Malikkussaleh dan genealoginya. Karena dari tulisan yang tertera itu dapat diketahui berapa umur agama Islam telah masuk ke Nusantara. Memang terdapat teori bahwa kerajaan Peureulak (Lambri) 1075 M dan Aceh Besar 1205 lebih dahulu ada sebelum Samudera Pasai 1213-1260 M.1 Namun belum ada study ilmiah yang membuktikan.

Nama Malikusaleh diabadikan sebagai nama Universitas Malikussaleh di Kota Lhoksemawe. Memiliki motto “Mencari Kebenaran Untuk Kesalehan Yang Kompetitif”

Samudera Pasai sebagai titik tolak Islam di Asia Tenggara

Dari sisi rekonstruksi sejarah, arus utama tentang sejarah mula Islam di Nusantara menyebutkan Samudera Pasai sebagai kerajaan Islam pertama. Kerajaan ini merupakan gabungan dua kerajaan Hindu, yaitu Samudera dan Pasai, dengan raja Meurah Silue2 yang kemudian bergelar Sultan Malikussaleh.

Pengukuhan Pasai sebagai peradaban Islam Melayu pertama di Nusantara juga terjadi dalam dua momentum seminar nasional, yaitu 17-20 Maret 1963 di Medan dan 10-16 Juli di Banda Aceh. Bahkan, dalam seminar ditemukan juga dalil-dalil tentang jejak kerajaan Pasai sejak abad ke-11.

Salah satu dokumen tertua tentang keberadaan Kerajaan Pasai berjudul Imago Mundi, ditulis seorang petualang Venesia, Marco Polo. Ia masih sempat bertemu dengan Sultan Malikussaleh (1292). Kesaksian etnografis Marco Polo tentang Pasai dan tujuh kerajaan lainya di Sumatera (hanya 6 kerajaan yang sempat disinggahinya). Perlak adalah tempat pertama yang ia jelajahi. Selain Pasai dan Perlak yang muslim, kerajaan lain dikatakan masih menganut agama pagan dan bertradisi kanibal.3

Muhammad bin Abdullah bin Muhammad bin Ibrahim Al-Lawati Ath-Thanji, Abu Abdullah, Ibnu Battuta, seorang pelancong, dan ahli sejarah. Lahir dan tumbuh remaja di Tangier tahun 1304 M. Pada tahun 1325 M ia meninggalkan negerinya, menuju Maroko, Mesir, Syam, Hijaz, Irak, Persia, Yaman, Bahrain, Turkistan, Transoxania, sebagian India, Cina, Pasai (Nusantara), Tartar dan Asia Tengah.

Seorang pelancong Arab, Ibnu Bathutah mengunjungi Pasai pada 1346 M. Dalam kitabnya Rihlah. Ia menceritakan perihal Sultan Malikul Thahir, putra tertua dari Sultan Malikussaleh, beliau adalah seorang raja yang pemurah, adil dan gemar sekali berkeliling negeri guna menyebar agama Islam. Sebab itu ketika beliau meninggal oleh rakyatnya digelar “Malikul Adil”.4

Beberapa bukti arkeologis seperti ingin “menganggu” tentang upaya kesahihan Pasai sebagai Kerajaan Islam tertua di Nusantara. Pernah ada upaya menjadikan Perlak sebagai Kerajaan Islam pertama dengan menggunakan pseudofakta, yaitu makam berpenanggalan 840 M. Demikian pula memajukan Barus sebagai kerajaan tertua Islam di Nusantara dengan dalil bahwa pedagang muslim telah masuk ke daerah ini sejak abad pertama Hijriah atau abad ke-7 M (625-642 M), tapi itu semua tidak memiliki arus kuat sejarah.

Masih di kota Lhokseumawe, nama Malikussaleh juga dinisbatkan kepada STAIN Malikussaleh

Kerajaan Pasai dikenal memiliki pemerintahan yang relatif modern, penggunaan mata uang emas pertama di kerajaan Islam Asia Tenggara, kekuatan kemiliteran, juga hubungan perdagangan dan politik internasional.5

Peneguhan orbit selain Pasai sebagai pusat peradaban Islam pertama di Nusantara dilakukan tidak dengan pendekatan historis, tetapi etnografis, yaitu sejarah tuturan. Masyarakat di sana (Perlak dan Barus) mempercayai bahwa daerah merekalah yang menjadi titik awal Islam, bukan Pasai.

Sebenarnya penggunaan sejarah tuturan demi mengungkapkan kebenaran masa lalu sah, tapi ketika tidak ada upaya lain untuk membongkar bangunan borjuisme sejarah.6 Perlu diingat, penentuan sejarah Pasai tidak terjadi di ruang politik, tapi pembuktian ilmiah. Para Antropolog era colonial seperti Snouck Hurgronje dan sejarawah Jean Pierre Mouquette, ikut menunjukkan bukti-bukti keberadaan Kerajaan Pasai sebelum ditaklukkan Kerajaan Aceh pada 1524.

Penengelaman sejarah Pasai, dan pemunculan sejarah Barus

Barus merupakan kota dengan sejarah penting di Nusantara. Kota Barus telah dikenal di Timur Jauh, Eropa, dan Afrika Utara berabad-abad sebelum Masehi serta menjadi pelintasan penting perdangan kamper, kemenyan, cendana dan emas. Kota metropolis Sumatera itu mencapai puncaknya pada abad ke-10, kemudian terus menurun menjadi hanya kota kecamatan lusuh dan sepi.

Namun, bukti-bukti arkeologis pertama Barus tidak merujuk pada khazanah Islam. Jauh sebelum Islam, Barus dikenal sebagai asal daerah Batak Toba. Pada abad ke-11, berdasarkan penelitian epigrafi dan arkeologi, terkuak fakta makam-makam Hindu berbahasa Tamil di daerah ini.7 Makam-makam ulama di Papan Tengi yang berpenanggalan abad ke-13 terjadi pada fase lain, ketika Barus mulai sepi sebagai kota perdagangan dunia.

Makam Makam Sultanah Malikah Nahrasyiyah (kiri) dan ayah beliau Zainal Abidin (kanan) kondisi tahun 1937

Dua makam kuno Kerajaan Aceh yang dipotret Belanda sebelum tahun 1937

Sejak Kerajaan Pasai melemah dan redup pada akhir abad ke-15, poros peradaban dan sastra Melayu akhirnya pindah ke pantai Barat-Selatan, yaitu wilayah Barus dan Singkil. Di daerah inilah dua hal berkembang bersamaan, yaitu filsafat Islam wujudiyah dan kesusastraan Melayu.

Tokoh utama sejarah Melayu dari Barus adalah Hamzah Fansuri yang diperkirakan lahir 1570-an dan meninggal 1630-an. Fansur sendiri berarti “kapur barus”. Dulunya daerah Barus masuk wilayah Kerajaan Aceh. Pemikir besar lain yang lahir 120 kilometer dari Barus (Singkil) adalah Syekh Abdurrauf as-Singkili (1615-1693).

Makam Makam Sultanah Malikah Nahrasyiyah (kanan) dan ayah beliau Zainal Abidin (kiri) kondisi tahun 2017

Berbeda dengan pengembangan Islam di wilayah Pasai yang berporos pada fiqh Mahzab Syafii. Barus dan Singkil menjadi tempat bersemainya gagasan tasawuf. Tasawuf sebagai ilmu kebatinan menjadi katalisator berkembangnya Islam toleran, inklusif, dan progresif. Berkembangnya tradisi zikir dan suluk di Nusantara sangat dipengaruhi pemikiran sufisme dari Barus dan Singkil.

Meski demikian, ada hal yang masih menghubungkan antara Pasai dan Barus. Karya-karya tokoh Tasawuf, seperti Syarap al-‘Asyikin, Mir’atul Thulab, Tarjuman Mustafid, atau Umdat al-Muhatajin Suluk Maslak al-Mufridin dituliskan dalam bahasa Melayu dan beraksara Arab yang diserupakan dengan bahasa Pasai.

Gagasan pengembangan Islam Nusantara tidak bisa dilepaskan dari kesusatraan Melayu Pasai pada abad ke-13 hingga abad ke-14. Ini merupakan pengembangan kedua setelah sastra Melayu Budha di kerajaan Sriwijaya pada abad ke-7 hingga 13.8

Secara genealogis, Islam Nusantara atau bahkan Asia Tenggara tidak boleh melupakan Pasai sebagai titik pertama peradaban Islam-Melayu, bukan sekedar replikasi yang dibawa pedagang atau pelawat India, Arab atau Cina. Akan tetapi disebut Islam Sufisme baru tepat jika Barus (tanpa mengecilkan Singkil) yang dikatakan sebagai titik tolak peradaban.

X

DAFTAR PUSTAKA

1H.M.Zainuddin; Tarich Atjeh dan Nusantara; 1961; 160

2Muhammad Said; 1981; Anthony Reid (ed), 1995; Robert Pringle, 2010

3H.M.Zainuddin; Tarich Atjeh dan Nusantara; 1961; 327

4Reid, Sumatera Tempo Doeloe, 2010; 8-10

5Teuku Ibrahim Alfian, Wajah Aceh dalam Lintasan Sejarah, 1999; 3-4

6Paul Thompson, Oral History : Voice of the Past, 2000 :28

7Claude Guillot, 2002

8Abdul Hadi WM dalam Sardono, 2005

X

Sebagai upaya kecil melawan pseudo sejarah, Menegakkan kembali nama Samudera Pasai sebagai titik nol peradaban Islam di Asia Tenggara. Tim kami turun ke lapangan.. Dengan keterbatasan sumber daya. sebuah filem dokumenter penelusuran jejak sejarah ke makam Sultan Malikussaleh. Sebuah Ziarah yang dibungkus dengan komedi-komedi kecil, kami hanya bermaksud mengatakan bahwa sejarah itu menarik dan menyenangkan.

XXX

Artikel lain tentang sejarah Aceh:

  1. PEREMPUAN ACEH FULL POWER 4 AGUSTUS 2008;
  2. MENYUSURI JEJAK DARA PORTUGIS DI ACEH 6 DESEMBER 2008;
  3. TEUKU UMAR PAHLAWAN 11 FEBRUARI 2011;
  4. FILOSOFI GOB 10 OKTOBER 2011;
  5. KEBENARAN YANG SAMAR 28 FEBRUARI 2013;
  6. GAM CANTOI TIADA 30 MARET 2013;
  7. PERANG CUMBOK SEBUAH REVOLUSI SOSIAL DI ACEH (1946-1947) 18 JUNI 2013;
  8. TSUNAMI 26 DESEMBER 2015;
  9. PERADABAN TANPA TULISAN 25 FEBRUARI 2016;
  10. SURAT TENGKU CHIK DI TIRO KEPADA RESIDEN VAN LANGEN AGAR TERCAPAI PERDAMAIAN DALAM PERANG ACEH MAKA BELANDA HARUS MEMELUK AGAMA ISLAM DI TAHUN 1885 4 NOVEMBER 2016;
  11. PARA PENYEBAR KEBOHONGAN 13 NOVEMBER 2016;
  12. MENGUNJUNGI RUMAH PAHLAWAN NASIONAL CUT MEUTIA 17 APRIL 2017;
  13. EMAS, KAFIR DAN MAUT 20 APRIL 2017;
  14. MENGENAL LEBIH DEKAT POCUT BAREN 5 MEI 2017;
  15. OPERASI PENYERGAPAN BELANDA TERHADAP CUT MEUTIA 7 MEI 2017;
  16. MENGUNJUNGI PAMERAN BATU NISAN ACEH SEBAGAI WARISAN BUDAYA ISLAM DI ASIA TENGGARA 15 MEI 2017;
  17. KESULTANAN ACEH NEGARA BERDAULAT PERTAMA YANG MENGAKUI KEMERDEKAAN REPUBLIK BELANDA DARI KERAJAAN SPANYOL DI TAHUN 1602 18 MEI 2017;
  18. SYARIAT ISLAM SIAPA TAKUT 6 JUNI 2017;
  19. SENJA DI MALAKA 14 JUNI 2017;
  20. KRITIK KEPADA SULTAN ISKANDAR MUDA 4 JULI 2017;
  21. HIKAYAT SUKU MANTE 5 JULI 2017;
  22. TEUKU NYAK MAKAM, PAHLAWAN ACEH TANPA KEPALA 30 JULI 2017;
  23. ASAL MUASAL BUDAYA KOPI DI ACEH 1 AGUSTUS 2017;
  24. MUSIBAH TENGGELAMNYA KMP GURITA 6 AGUSTUS 2017;
  25. PERANG ACEH, KISAH KEGAGALAN SNOUCK HURGRONJE 7 AGUSTUS 2017;
  26. ACEH DI MATA KOLONIALIS 8 AGUSTUS 2017;
  27. MELUKIS SEJARAH 10 AGUSTUS 2017;
  28. NASIHAT-NASIHAT C. SNOUCK HURGRONJE SEMASA KEPEGAWAIANNYA KEPADA PEMERINTAH HINDIA BELANDA 1889-1936 14 AGUSTUS 2017;
  29. ACEH SEPANJANG ABAD 16 AGUSTUS 2017;
  30. PERANG DI JALAN ALLAH 30 AGUSTUS 2017;
  31. ACEH DAERAH MODAL 7 SEPTEMBER 2017;
  32. 59 TAHUN ACEH MERDEKA DI BAWAH PEMERINTAHAN RATU 12 SEPTEMBER 2017;
  33. KERAJAAN ACEH PADA JAMAN SULTAN ISKANDAR MUDA (1609-1636) 13 SEPTEMBER 2017;
  34. PERISTIWA KEMERDEKAAN DI ACEH 14 SEPTEMBER 2017;
  35. PASAI DALAM PERJALANAN SEJARAH 17 SEPTEMBER 2017;
  36. MATA UANG EMAS KERAJAAN-KERAJAAN DI ACEH 19 SEPTEMBER 2017;
  37. ACEH MENDAKWA 21 SEPTEMBER 2017;
  38. MISI MENCARI MAKAM PARA SULTANAH ACEH 6 OKTOBER 2017;
  39. BERZIARAH KE MAKAM SULTANAH MALIKAH NAHRASYIYAH 8 OKTOBER 2017;
  40. EKSPLOITASI SUMBER DAYA ALAM APAKAH BAGUS UNTUK ACEH 15 OKTOBER 2017;
  41. AROMA MEMIKAT DARI DAPUR ACEH 16 OKTOBER 2017;
  42. TARIKH ACEH DAN NUSANTARA 29 OKTOBER 2017;
  43. PEKUBURAN SERDADU BELANDA PEUCUT KHERKHOF DI BANDA ACEH SEBAGAI SAKSI KEDAHSYATAN PERANG ACEH 11 NOVEMBER 2017;
  44. PEMBERONTAKAN KAUM REPUBLIK KASUS DARUL ISLAM ACEH 17 NOVEMBER 2017;
  45. TUANKU HASYIM WALI NANGGROE YANG DILUPAKAN SEJARAH 19 NOVEMBER 2017;
  46. KOPRS MARSOSE SERDADU PRIBUMI PELAYAN RATU BELANDA 8 DESEMBER 2017;
  47. HIKAYAT-HIKAYAT DARI NEGERI ACEH 16 DESEMBER 2017;
  48. LEGENDA GAJAH PUTIH SEBAGAI ASAL NAMA KABUPATEN BENER MERIAH; 12 JANUARI 2018;
  49. SECANGKIR KOPI DARI ACEH; 22 JANUARI 2018;
  50. ACEH PUNGO (ACEH GILA); 8 FEBRUARI 2018;
  51. SIAPAKAH ORANG ACEH SEBENARNYA; 6 APRIL 2018;
  52. ORANG ACEH DALAM SEJARAH SUMATERA; 15 APRIL 2018;
  53. KETIKA IBNU BATTUTA MELAWAT SAMUDERA PASAI; 16 APRIL 2018;
  54. KISAH HIDUP LAKSAMANA MALAHAYATI; 18 APRIL 2018;
  55. PERANAN LEMBAGA TUHA PEUET DALAM MASYARAKAT ACEH PADA MASA LAMPAU; 5 MEI 2018;
  56. MENYINGKAP MAKNA SYAIR KUTINDHIENG SELAKU MANTRA SIHIR ACEH KUNO; 15 MEI 2018;
  57. SEJARAH KERAJAAN LAMURI; 24 JUNI 2018;
  58. KEBIJAKAN POLITIK ISLAM OLEH SNOUCK HURGRONJE SEBAGAI SARAN KEPADA PEMERINTAH HINDIA BELANDA UNTUK MENGHANCURKAN KEKUATAN ISLAM DI INDONESIA; 25 JUNI 2018;
  59. MASA DEPAN POLITIK DUNIA MELAYU; 28 JULI 2018;

Tentang tengkuputeh

Cepat seperti angin // Tekun seperti hujan // Bergairah seperti api // Diam seperti gunung // Misterius seperti laut // Kejam seperti badai // Anggun seperti ngarai // Hening seperti hutan // Dalam seperti lembah // Lembut seperti awan // Tangguh seperti karang // Sederhana seperti debu // Menyelimuti seperti udara // Hangat seperti matahari // Luas seperti angkasa // Berserakan seperti debu //
Pos ini dipublikasikan di Cuplikan Sejarah, Data dan Fakta, Kisah-Kisah, Kolom, Mari Berpikir, Opini, Reportase, Review dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

82 Balasan ke SAMUDERA PASAI SEBAGAI TITIK TOLAK ISLAM DI ASIA TENGGARA

  1. Hendra Dwizani berkata:

    Luar biasa…Semoga mencerahkan…Bukan soal menang kalah, tapi ini sejarah untuk generasi sekarang dan geresari yang akan datang…

  2. Ping balik: KESULTANAN ACEH NEGARA BERDAULAT PERTAMA YANG MENGAKUI KEMERDEKAAN REPUBLIK BELANDA DARI KERAJAAN SPANYOL DI TAHUN 1602 | Tengkuputeh

  3. Ping balik: SAMUDERA PASAI AS THE FIRST ISLAMIC KINGDOM IN SOUTHEAST ASIA | Tengkuputeh

  4. Ping balik: TEUKU NYAK MAKAM, PAHLAWAN ACEH TANPA KEPALA | Tengkuputeh

  5. Ping balik: MENYELUSURI JEJAK DARA PORTUGIS DI ACEH | Tengkuputeh

  6. Ping balik: TEUKU UMAR PAHLAWAN | Tengkuputeh

  7. Ping balik: FILOSOFI GOB | Tengkuputeh

  8. Ping balik: KEBENARAN YANG SAMAR | Tengkuputeh

  9. Ping balik: PERANG CUMBOK SEBUAH REVOLUSI SOSIAL DI ACEH (1946-1947) | Tengkuputeh

  10. Ping balik: ASAL MUASAL BUDAYA KOPI DI ACEH | Tengkuputeh

  11. Ping balik: HIKAYAT SUKU MANTE | Tengkuputeh

  12. Ping balik: MENGUNJUNGI PAMERAN BATU NISAN ACEH SEBAGAI WARISAN BUDAYA ISLAM DI ASIA TENGGARA | Tengkuputeh

  13. Ping balik: SENJA DI MALAKA | Tengkuputeh

  14. Ping balik: KRITIK KEPADA SULTAN ISKANDAR MUDA | Tengkuputeh

  15. Ping balik: OPERASI PENYERGAPAN BELANDA TERHADAP CUT MEUTIA | Tengkuputeh

  16. Ping balik: MENGUNJUNGI RUMAH PAHLAWAN NASIONAL CUT MEUTIA | Tengkuputeh

  17. Ping balik: MUSIBAH TENGGELAMNYA KMP GURITA (1996) | Tengkuputeh

  18. Ping balik: PEREMPUAN ACEH FULL POWER | Tengkuputeh

  19. Ping balik: TSUNAMI | Tengkuputeh

  20. Ping balik: PERADABAN TANPA TULISAN | Tengkuputeh

  21. Ping balik: ACEH DI MATA KOLONIALIS | Tengkuputeh

  22. Ping balik: PERANG ACEH KISAH KEGAGALAN SNOUCK HURGRONJE | Tengkuputeh

  23. Ping balik: NASIHAT-NASIHAT C. SNOUCK HURGRONJE | Tengkuputeh

  24. Ping balik: MELUKIS SEJARAH | Tengkuputeh

  25. Ping balik: SURAT TENGKU CHIK DI TIRO KEPADA RESIDEN VAN LANGEN AGAR TERCAPAI PERDAMAIAN DALAM PERANG ACEH MAKA BELANDA HARUS MEMELUK AGAMA ISLAM DI TAHUN 1885 | Tengkuputeh

  26. Ping balik: ACEH SEPANJANG ABAD | Tengkuputeh

  27. Ping balik: PARA PENYEBAR KEBOHONGAN | Tengkuputeh

  28. Ping balik: PERANG DI JALAN ALLAH | Tengkuputeh

  29. Ping balik: EMAS, KAFIR DAN MAUT | Tengkuputeh

  30. Ping balik: ACEH DAERAH MODAL | Tengkuputeh

  31. Ping balik: GAM CANTOI TIADA | Tengkuputeh

  32. Ping balik: MENGENAL LEBIH DEKAT POCUT BAREN | Tengkuputeh

  33. Ping balik: SYARIAT ISLAM SIAPA TAKUT | Tengkuputeh

  34. Ping balik: 59 TAHUN ACEH MERDEKA Dl BAWAH PEMERINTAHAN RATU | Tengkuputeh

  35. Ping balik: 59 TAHUN ACEH MERDEKA DI BAWAH PEMERINTAHAN RATU | Tengkuputeh

  36. Ping balik: KERAJAAN ACEH JAMAN SULTAN ISKANDAR MUDA (1607-1636) | Tengkuputeh

  37. Ping balik: PERISTIWA KEMERDEKAAN DI ACEH | Tengkuputeh

  38. Ping balik: PASAI DALAM PERJALANAN SEJARAH | Tengkuputeh

  39. Ping balik: MATA UANG EMAS KERAJAAN-KERAJAAN DI ACEH | Tengkuputeh

  40. Ping balik: ATJEH MENDAKWA | Tengkuputeh

  41. Ping balik: MISI MENCARI MAKAM PARA SULTANAH ACEH | Tengkuputeh

  42. Ping balik: BERZIARAH KE MAKAM SULTANAH MALIKAH NAHRASYIYAH | Tengkuputeh

  43. Ping balik: EKSPLORASI SUMBER DAYA ALAM APAKAH BAGUS UNTUK ACEH | Tengkuputeh

  44. Ping balik: EKSPLOITASI SUMBER DAYA ALAM APAKAH BAGUS UNTUK ACEH | Tengkuputeh

  45. Ping balik: AROMA MEMIKAT DARI DAPUR ACEH | Tengkuputeh

  46. Ping balik: TARIKH ACEH DAN NUSANTARA | Tengkuputeh

  47. Ping balik: PEKUBURAN SERDADU BELANDA PEUCUT KHERKHOF DI BANDA ACEH SEBAGAI SAKSI KEDAHSYATAN PERANG ACEH | Tengkuputeh

  48. Ping balik: PEMBERONTAKAN KAUM REPUBLIK KASUS DARUL ISLAM ACEH | Tengkuputeh

  49. Ping balik: TUANKU HASYIM WALI NANGGROE YANG DILUPAKAN SEJARAH | Tengkuputeh

  50. Ping balik: KORPS MARSOSE, PASUKAN PRIBUMI PELAYAN RATU BELANDA | Tengkuputeh

  51. Ping balik: KORPS MARSOSE, SERDADU PRIBUMI PELAYAN RATU BELANDA | Tengkuputeh

  52. Ping balik: HIKAYAT-HIKAYAT DARI NEGERI ACEH | Tengkuputeh

  53. Ping balik: LEGENDA GAJAH PUTIH SEBAGAI ASAL NAMA KABUPATEN BENER MERIAH | Tengkuputeh

  54. Ping balik: SECANGKIR KOPI DARI ACEH | Tengkuputeh

  55. Ping balik: ACEH PUNGO (ACEH GILA) | Tengkuputeh

  56. Ping balik: SEJARAH JONG ISLAMIETEN BOND | Tengkuputeh

  57. Ping balik: PEREMPUAN ACEH FULL POWER - TengkuputehTengkuputeh

  58. Ping balik: KETIKA IBNU BATTUTA MELAWAT SAMUDERA PASAI | TengkuputehTengkuputeh

  59. Ping balik: KISAH HIDUP LAKSAMANA MALAHAYATI | TengkuputehTengkuputeh

  60. Ping balik: ORANG ACEH DALAM SEJARAH SUMATERA | TengkuputehTengkuputeh

  61. Ping balik: GAM CANTOI TIADA | Tengkuputeh

  62. Ping balik: MENYINGKAP MAKNA SYAIR KUTINDHIENG SELAKU MANTRA SIHIR ACEH KUNO | TengkuputehTengkuputeh

  63. Ping balik: PARA PENYEBAR KEBOHONGAN | TengkuputehTengkuputeh

  64. Ping balik: RINCIAN ISI KANUN MEUKUTA ALAM PERATURAN UNDANG-UNDANG KESULTANAN ACEH DARUSSALAM YANG DISUSUN PADA MASA PEMERINTAHAN SULTAN ISKANDAR MUDA | TengkuputehTengkuputeh

  65. Ping balik: PASUKAN MERIAM NUKUM SANANY SEBUAH PASAK DARI RUMAH GADANG INDONESIA MERDEKA | TengkuputehTengkuputeh

  66. Ping balik: PENEMUAN ARCA KEPALA ALALOKITESWARA SEBAGAI JEJAK KEBERADAAN PERADABAN AGAMA BUDHA DI ACEH | TengkuputehTengkuputeh

  67. Ping balik: REVOLUSI DESEMBER 45 DI ACEH ATAU PEMBASMIAN PENGKHIANAT TANAH AIR | Tengkuputeh

  68. Ping balik: PENEMUAN ARCA KEPALA ALALOKITESWARA SEBAGAI JEJAK KEBERADAAN PERADABAN AGAMA BUDHA DI ACEH | Tengkuputeh

  69. Ping balik: CATATAN SEJARAH RANTAI BABI ATAU RANTE BUI DALAM TULISAN YANG DISUSUN KOLONIAL BELANDA | Tengkuputeh

  70. Ping balik: PASUKAN MERIAM NUKUM SANANY SEBUAH PASAK DARI RUMAH GADANG INDONESIA MERDEKA | Tengkuputeh

  71. Ping balik: LEBURNJA KERATON ATJEH | Tengkuputeh

  72. Ping balik: KISAH HIDUP LAKSAMANA MALAHAYATI | Tengkuputeh

  73. Ping balik: HADIH MAJA PENGAJARAN SERTA HIBURAN WARISAN LELUHUR | Tengkuputeh

  74. Ping balik: PERANAN LEMBAGA TUHA PEUT DALAM MASYARAKAT ACEH PADA MASA LAMPAU | Tengkuputeh

  75. Ping balik: MASA DEPAN POLITIK DUNIA MELAYU | Tengkuputeh

  76. Ping balik: HAME ATAU PANTANGAN ORANG ACEH DARI MASA LAMPAU | Tengkuputeh

  77. Ping balik: SEJARAH PARTAI KOMUNIS INDONESIA DI ACEH | Tengkuputeh

  78. Ping balik: KEBIJAKAN POLITIK ISLAM OLEH SNOUCK HURGRONJE SEBAGAI SARAN KEPADA PEMERINTAH HINDIA BELANDA UNTUK MENGHANCURKAN KEKUATAN ISLAM DI INDONESIA | Tengkuputeh

  79. Ping balik: SEJARAH KERAJAAN LAMURI | Tengkuputeh

  80. Ping balik: MENYINGKAP MAKNA SYAIR KUTINDHIENG SELAKU MANTRA SIHIR ACEH KUNO | Tengkuputeh

  81. Ping balik: SEJARAH KERAJAAN PEDIR (POLI) ATAU NEGERI PIDIE | Tengkuputeh

Leave a Reply

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.