SUNGAI KESETARAAN
Air sungai mengalir pelan, gelombangnya menapis leluhur
Benar atau salah, keberhasilan dan kegagalan semua sirna dalam sekejap
Pegunungan hijau itu masih ada, beberapa kali gelombang laut menerjang daratan
Matahari senja tetap memerah sebagaimana ribuan tahun sudah
Tidakkah engkau ingin melihat sungai mengalir menjelang lautan?
Jika ingin menatap lebih jauh, naiklah selantai lebih tinggi
Air dari langit berhambur ke bumi, berarak pelan dari hulu ke hilir
Jika ia tiba ke samudera, walau setetes apakah akan mengulang?
Disini matahari tenggelam di taufah bagian barat
Arus waktu seperti lazimnya, aku melihat diriku di cermin
Rambut yang dahulu hitam seluruh telah memutih
Kejayaan selalu diikuti kejatuhan
Kehidupan manusia terus berjalan maju, tak pernah kembali ke masa lalu
Aku yang lahir dipinggir sungai belum mambawa kebajikan
Sungai ini menjadi saksi hidupku
Peradaban muncul silih berganti, disini waktu terkunci
Krueng Sabee, 12 Dzulhijjah 1447 Hijriah (bertepatan 29 Mei 2026)
XXXXXXX
15 Puisi terakhir:
- Laut Dan Senja; 10 Januari 2019;
- Jika Hari Ini Adalah Kemarin; 20 Februari 2019;
- Jangan Mencintai Lautan; 4 April 2019;
- Seorang Tanpa Nama Tanpa Gelar; 15 Mei 2019;
- Peucut Kherkof Suatu Masa; 24 September 2019;
- Mengunci Malam; 1 April 2020;
- Apa Arti Masa Depan; 10 Juli 2020;
- Perahu Baa Mencapai Alif; 23 September 2020;
- Jejak Langkah; 26 Desember 2020;
- Hati Resah Berkisah; 1 April 2021;
- Kopi Pahit Semalam; 11 Agustus 2021;
- Mimpi Mimpi Pion; 30 November 2022;
- Kembali Pada Kekasih; 28 Mei 2022;
- Ingatan Sebatang Pohon Asam; 21 April 2024;
- Mahligai Kemasygulan; 27 Desember 2025;