SANTIAGO SANG PELAUT

hinakelana

Aku yang menghilang dari hadapanmu, seberapa lama aku mampu.

SANTIAGO SANG PELAUT

Percayalah bahwa dunia ini, dunia yang tak memberi tempat lagi kepada semua harum kembang pemenuh dahaga rohani adalah sebuah nihil yang indah. Ketika pelita padam, ada yang tak menjadi bekas. Sebuah cerita akan kembali, sebuah lakon dari masa terdahulu bisa hadir hari ini. Setiap adegan kehidupan adalah peristiwa yang hadir dari ketiadaan.

Bahwa melakukan apa yang harus dilakukan, maka tiada akan ada sebuah sesal. Sebuah tubuh bisa membuat getar, tapi juga gentar, seperti lautan. Bukanlah sebuah kesialan, ini berkah. Ada rindu yang menggebu, ketika tak lama bertemu. Maka lupakanlah, dan biarkan waktu memberikan kekuatan mengepakkan sayap-sayap kecilnya lagi.

Mungkin aku telah jauh, maka biarkanlah aku mengembara jauh menghapus luka dan siksa. Jangan sesali kenyataan ini, tak ada senyum palsu. Bahkan ketika seluruh dunia palsu. Sesal tak akan arti karena semua telah berganti. Mungkin salahku melewatkanmu, tak memperjuangkanmu, maka celalah aku. Namun, tiada sesal.

Karenalah aku itu, Santiago sang pelaut. Memaklumatkan menafikan segala gahar dunia, membuang jauh rasa benci dan iri pada dunia. Tiada ingin lagi terlibat dalam dunia, di mana yang luhur katanya diperjuangkan, ketika yang busuk tersebar. Karena aku, Santiago sang pelaut. Yang terbusuk dari yang paling busuk. Tanpa harapan dan juga rasa takut. Akan mengasingkan diri. Disana, tak ada tahun baru, waktu tak hadir, juga perbuatan. Bahwa disana, tafakur adalah bersyukur.

XXXX

Katalog Cerita Pendek:

  1. Sebentuk Harta; 10 Agustus 2008;
  2. Elegi Pagi Hari, Sebuah Cerpen; 13 Agustus 2008;
  3. Keindahan Sang Rembulan; 5 September 2008;
  4. Ketidakagungan Cinta; 10 Oktober 2008;
  5. Tempat Tiada Kembali; 13 Oktober 2008;
  6. Pada Pandangan Pertama; 18 Oktober 2008;
  7. Aku Tak Mengerti Kamu; 24 Oktober 2008;
  8. Mengenang Sebuah Perjalanan Cinta; 3 November 2008;
  9. Selamanya; 14 Desember 2008;
  10. Ode Seorang Bujang; 17 Desember 2008;
  11. Sepucuk Surat Untuk Lisa; 1 Januari 2009;
  12. Wasiat Teruntuk Adinda Malin Kundang; 4 Februari 2009;
  13. Tidak Sedang Mencari Cinta; 23 Februari 2009;
  14. Hanyalah Lelaki Biasa; 6 April 2009;
  15. Wasiat Hang Tuah; 29 Mei 2009;
  16. Ode Seekor Elang; 8 Juni 2009;
  17. Tak Ada Apa Apa; 7 Oktober 2009;
  18. The Last Gentleman; 4 Desember 2009;
  19. Renungan Majnun Seorang Penarik Cukai; 31 Mei 2010
  20. Yang Tak Akan Kembali; 10 Juni 2010;
  21. Kisah Sebelum Sang Pengeran Selesai; 5 Juli 2010;
  22. Penyihir Terakhir; 15 Maret 2011;
  23. Santiago Sang Pelaut; 23 Maret 2012;
  24. Iblis Namec Vs Manusia Saiya; 6 April 2012;
  25. Ashura; 13 Februari 2013;
  26. Selamat Tinggal Andalusia; 10 Maret 2013;
  27. Narsis Yang Berbeda; 28 April 2013;
  28. Istana Kosong; 4 Juni 2013;
  29. Bangsawan Pandir; 10 Juni 2013;
  30. Kematian Bhisma; 15 Juni 2013;
  31. Badai Sejarah; 29 Juli 2013;
  32. Cerita Cinta; 7 Agustus 2013;
  33. Perjalanan; 29 November 2013;
  34. Jaring Kamalanga; 29 Desember 2013;
  35. Lelaki Sungai; 19 Januari 2014;
  36. Dragon Dialog; 13 November 2014;
  37. Persahabatan Kambing Dan Serigala; 19 Desember 2014;
  38. Pesan Kepada Penguasa; 17 Januari 2015;
  39. Bagaimana Mengubah Timah Hitam Menjadi Emas; 11 April 2015;
  40. Setelah Revolusi Selesai; 6 Oktober 2016;
  41. Harlequin Dan Pohon Harapan; 30 Oktober 2016;
  42. Permufakatan Para Burung; 5 Januari 2017;
  43. Kepada Cinta Yang Berumur Seminggu; 13 April 2017;
  44. Senja Di Malaka; 14 Juni 2017;
  45. Mengecoh Sang Raja; 17 Oktober 2017;
  46. Wawancara Dengan Sang Iblis; 1 Januari 2018;
  47. Legenda Gajah Putih; 12 Januari 2018;
  48. Genderang Pulang Sang Rajawali; 22 Februari 2018;

Tentang tengkuputeh

Cepat seperti angin // Tekun seperti hujan // Bergairah seperti api // Diam seperti gunung // Misterius seperti laut // Kejam seperti badai // Anggun seperti ngarai // Hening seperti hutan // Dalam seperti lembah // Lembut seperti awan // Tangguh seperti karang // Sederhana seperti debu // Menyelimuti seperti udara // Hangat seperti matahari // Luas seperti angkasa // Berserakan seperti debu //
Pos ini dipublikasikan di Cerita, Kisah-Kisah, Literature, Puisiku dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

46 Balasan ke SANTIAGO SANG PELAUT

  1. Suka membaca puisi ini. Santiago sang pelaut bebas seperti angin. Jangan-jangan dia memang hanya sesosok angin..

  2. Sawali Tuhusetya berkata:

    santiago, sosok pelaut yang sedang belajar mentransformasikan nilai2 humanis dan religus ke dalam roh dan jiwanya.

  3. Ping balik: SEBENTUK HARTA | Tengkuputeh

  4. Ping balik: ELEGI PAGI HARI, SEBUAH CERPEN | Tengkuputeh

  5. Ping balik: KEINDAHAN SANG REMBULAN | Tengkuputeh

  6. Ping balik: KETIDAKAGUNGAN CINTA | Tengkuputeh

  7. Ping balik: SEPUCUK SURAT UNTUK LISA | Tengkuputeh

  8. Ping balik: RENUNGAN MAJNUN SEORANG PENARIK CUKAI | Tengkuputeh

  9. Ping balik: AKU TAK MENGERTI KAMU | Tengkuputeh

  10. Ping balik: SELAMAT TINGGAL ANDALUSIA | Tengkuputeh

  11. Ping balik: NARSIS YANG BERBEDA | Tengkuputeh

  12. Ping balik: TEMPAT TIADA KEMBALI | Tengkuputeh

  13. Ping balik: PERJALANAN | Tengkuputeh

  14. Ping balik: JARING KAMALANGA | Tengkuputeh

  15. Ping balik: MENGECOH SANG RAJA | Tengkuputeh

  16. Ping balik: THE LAST GENTLEMAN | Tengkuputeh

  17. Ping balik: YANG TAK AKAN KEMBALI | Tengkuputeh

  18. Ping balik: KISAH SEBELUM SANG PANGERAN SELESAI | Tengkuputeh

  19. Ping balik: TAK ADA APA APA | Tengkuputeh

  20. Ping balik: SELAMANYA | Tengkuputeh

  21. Ping balik: HANYALAH LELAKI BIASA | Tengkuputeh

  22. Ping balik: WASIAT HANG TUAH | Tengkuputeh

  23. Ping balik: ODE SEORANG BUJANG | Tengkuputeh

  24. Ping balik: WASIAT TERUNTUK ADINDA MALIN KUNDANG | Tengkuputeh

  25. Ping balik: PADA PANDANGAN PERTAMA | Tengkuputeh

  26. Ping balik: KEPADA CINTA YANG BERUMUR SEMINGGU | Tengkuputeh

  27. Ping balik: SANG KATALIS | Tengkuputeh

  28. Ping balik: CERITA CINTA | Tengkuputeh

  29. Ping balik: WAWANCARA DENGAN SANG IBLIS | Tengkuputeh

  30. Ping balik: MENGENANG SEBUAH PERJALANAN CINTA | Tengkuputeh

  31. Ping balik: SETELAH REVOLUSI SELESAI | Tengkuputeh

  32. Ping balik: LEGENDA GAJAH PUTIH SEBAGAI ASAL NAMA KABUPATEN BENER MERIAH | Tengkuputeh

  33. Ping balik: SENJA DI MALAKA | Tengkuputeh

  34. Ping balik: GENDERANG PULANG SANG RAJAWALI | Tengkuputeh

  35. Ping balik: RENUNGAN MAJNUN SEORANG PENARIK CUKAI - TengkuputehTengkuputeh

  36. Ping balik: WASIAT HANG TUAH - TengkuputehTengkuputeh

  37. Ping balik: SELAMANYA - TengkuputehTengkuputeh

  38. Ping balik: DIPERSIMPANG JALAN - TengkuputehTengkuputeh

  39. Ping balik: PERMUFAKATAN PARA BURUNG - TengkuputehTengkuputeh

  40. Ping balik: KISAH MENTERI JARINGAN MELAWAN KAPITALISME AMERIKA | Tengkuputeh

  41. Ping balik: ADA BANYAK CINTA | Tengkuputeh

  42. Ping balik: LEGENDA GAJAH PUTIH BENER MERIAH | Tengkuputeh

  43. Ping balik: BARA API IDEALISME | Tengkuputeh

  44. Ping balik: TIDAK SEDANG MENCARI CINTA | Tengkuputeh

Leave a Reply

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.