WASIAT HANG TUAH

Hang Tuah

Hang Tuah; Pahlawan Melayu

WASIAT HANG TUAH

Inilah sahabat, jalan beta sampai disini. Iya hanya sampai disini. Firasat beta berkata sudah tak akan lama lagi, tuduhan berzinah sekedar alasan. Hukuman kan ditetapkan. Beta tlah diperdaya meringkuk dalam bui gelap menunggu ajal.

Manusia akan diuji, dibatas ini pula ketenangan dicoba menahan azab tak tertanggungkan. Saat ini pula beta merindukan berlari dipematang sawah, berpantun riang menanti azan Maghrib. Tanpa air mata sahabat, tuduhan keji tak akan membuat beta menangis. Tiada yang lebih indah daripada kematian demi sebuah keyakinan.

Istana Melaka, Sultan Muzafar Syah tlah bertitah. Beta bukan apa-apa hanya patik buduk tak berharga dimata mereka yang memerintah negeri. Tanah Melayu berasa sempit bagi penguasa apabila beta bernyawa, meski berjanji setia tiada akan guna sahabat. Beta terhukum sebagai orang hukuman.

Menjelang maut, beta mengenang betapa kita lima sekawan berjaya menghalau bandit-bandit. Masa-masa gemilang yang membawa jejak langkah kita memasuki istana. Masih terkenang jua, ketika kita terbabit perlancongan muhibah ke Jawa Dwipa bersama segenap hulubalang dan pembesar Melaka guna melamar sang putri kepada junjungan kita, Sultan Melaka. Masa-masa indah apabila tlah terlewat sungguh mengiris, bukan begitu sahabat?

Sahabat beta tercinta, Hang Jebat. Engkaulah yang paling beta percaya, melebihi sekawan lainnya. Hang Kasturi, Hang Lekir, Hang Lekiu. Bersama surat ini hamba titipkan padamu keris Taming Sari, jagalah oleh engkau pusaka buah tangan dari Raja Majapahit, Paduka Brawijaya. Sebagai tanda mata persahabatan dua bangsa, Majapahit dan Melaka. Gunakanlah kepada kemasyuran Nusantara.

Bila waktu beta kan tiba, luruhkanlah segala benci. Dari semua sahabat engkau yang paling perasa, engkau pula yang paling setia. Biarlah fitnah ini kelak diadili pada yaumil masyar. Tak usah engkau lagi mencari muasal fitnah keji ini.

Salam rindu

Hang Tuah

Legenda Hang Tuah

Hang Tuah. Legendary Heroes Malay (Indonesia and Malaysia).

Catatan sejarah Hang Tuah dan Hang Jebat:

Hang Tuah adalah seseorang pahlawan legendaris dari bangsa Melayu pada masa pemerintahan Sultan Melaka di abad ke-15 (Kerajaan Melaka bermula pada 1400-1511 M). Dituduh berzinah dengan pelayan Raja, dan di dalam keputusan yang cepat, Raja menghukum mati Laksamana yang tidak bersalah. Namun, hukuman mati tidak pernah dikeluarkan, karena Hang Tuah dikirim ke sesebuah tempat yang jauh untuk bersembunyi oleh Bendahara.

Mengetahui bahwa Hang Tuah akan mati, teman seperjuangan Hang Tuah, Hang Jebat, dengan murka ia membalas dendam melawan raja, mengakibatkan semua rakyat di situ menjadi kacau-balau. Raja menyesal menghukum mati Hang Tuah, karena dialah satu-satunya yang dapat diandalkan untuk membunuh Hang Jebat. Secara tiba-tiba, Bendahara memanggil kembali Hang Tuah daripada tempat persembunyiannya dan dibebaskan secara penuh daripada hukumannya oleh raja. Setelah tujuh hari bertarung, Hang Tuah merebut kembali keris Taming Sarinya dari Hang Jebat, dan membunuhnya di dalam pertarungannya. Setelah teman seperjuangannya gugur, Hang Tuah menghilang dan tidak pernah terlihat kembali.

Katalog Cerita Pendek:

  1. Sebentuk Harta; 10 Agustus 2008;
  2. Elegi Pagi Hari, Sebuah Cerpen; 13 Agustus 2008;
  3. Keindahan Sang Rembulan; 5 September 2008;
  4. Ketidakagungan Cinta; 10 Oktober 2008;
  5. Tempat Tiada Kembali; 13 Oktober 2008;
  6. Pada Pandangan Pertama; 18 Oktober 2008;
  7. Aku Tak Mengerti Kamu; 24 Oktober 2008;
  8. Mengenang Sebuah Perjalanan Cinta; 3 November 2008;
  9. Selamanya; 14 Desember 2008;
  10. Ode Seorang Bujang; 17 Desember 2008;
  11. Sepucuk Surat Untuk Lisa; 1 Januari 2009;
  12. Wasiat Teruntuk Adinda Malin Kundang; 4 Februari 2009;
  13. Tidak Sedang Mencari Cinta; 23 Februari 2009;
  14. Hanyalah Lelaki Biasa; 6 April 2009;
  15. Ode Seekor Elang; 8 Juni 2009;
  16. Tak Ada Apa Apa; 7 Oktober 2009;
  17. The Last Gentleman; 4 Desember 2009;
  18. Renungan Majnun Seorang Penarik Cukai; 31 Mei 2010
  19. Yang Tak Akan Kembali; 10 Juni 2010;
  20. Kisah Sebelum Sang Pengeran Selesai; 5 Juli 2010;
  21. Penyihir Terakhir; 15 Maret 2011;
  22. Santiago Sang Pelaut; 23 Maret 2012;
  23. Iblis Namec Vs Manusia Saiya; 6 April 2012;
  24. Ashura; 13 Februari 2013;
  25. Selamat Tinggal Andalusia; 10 Maret 2013;
  26. Narsis Yang Berbeda; 28 April 2013;
  27. Istana Kosong; 4 Juni 2013;
  28. Bangsawan Pandir; 10 Juni 2013;
  29. Kematian Bhisma; 15 Juni 2013;
  30. Badai Sejarah; 29 Juli 2013;
  31. Cerita Cinta; 7 Agustus 2013;
  32. Perjalanan; 29 November 2013;
  33. Jaring Kamalanga; 29 Desember 2013;
  34. Lelaki Sungai; 19 Januari 2014;
  35. Dragon Dialog; 13 November 2014;
  36. Persahabatan Kambing Dan Serigala; 19 Desember 2014;
  37. Pesan Kepada Penguasa; 17 Januari 2015;
  38. Bagaimana Mengubah Timah Hitam Menjadi Emas; 11 April 2015;
  39. Setelah Revolusi Selesai; 6 Oktober 2016;
  40. Harlequin Dan Pohon Harapan; 30 Oktober 2016;
  41. Permufakatan Para Burung; 5 Januari 2017;
  42. Kepada Cinta Yang Berumur Seminggu; 13 April 2017;
  43. Senja Di Malaka; 14 Juni 2017;
  44. Mengecoh Sang Raja; 17 Oktober 2017;
  45. Wawancara Dengan Sang Iblis; 1 Januari 2018;
  46. Legenda Gajah Putih; 12 Januari 2018;
  47. Genderang Pulang Sang Rajawali; 22 Februari 2018;
  48. Kisah Menteri Jaringan Melawan Kapitalisme Amerika; 17 Desember 2018;
  49. Legenda Naga Sabang; 29 Mei 2020;
  50. Legenda Gunung Geurutee; 1 Juni 2020;

Tentang tengkuputeh

Cepat seperti angin // Tekun seperti hujan // Bergairah seperti api // Diam seperti gunung // Misterius seperti laut // Kejam seperti badai // Anggun seperti ngarai // Hening seperti hutan // Dalam seperti lembah // Lembut seperti awan // Tangguh seperti karang // Sederhana seperti debu // Menyelimuti seperti udara // Hangat seperti matahari // Luas seperti angkasa // Berserakan seperti debu //
Pos ini dipublikasikan di Cerita, Cuplikan Sejarah, Data dan Fakta, Kisah-Kisah, Kolom dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

68 Balasan ke WASIAT HANG TUAH

  1. icha berkata:

    aku baru tahu, beta sebagai kata ganti orang pertama adalah sebutan dr bahasa melayu…

    post ini menarik sekali, ditambah lagi dengan catatan sejarah di bawahnya…

  2. Novri berkata:

    Si icha koq kuper banget, …?

  3. wahyoe berkata:

    setelah Hang Tuah, Hang Jebat trus Hang Out nya kapan nih 😀 *becanda bruur*
    salam hangat

  4. sawali tuhusetya berkata:

    tragis benar nasib hang jebat. meski sudah terjadi bertahun2 yang silam, peristiwa pahit yang dialami hang tuah tetap memiliki relevansi tinggi dalam konteks kekinian, abu. banyak hang jebat yang berusaha menjegal dan menggagalkan seseorang yang dianggap bisa menjadi “klilip” sehingga harus dihancurkan. dalam dunia politik, hal itu sangat vulgar terjadi. entah, sampai kapan karakter hang jebat itu hidup dan melegenda.

  5. tengkuputeh berkata:

    Jawab…

    Icha ==> Abu juga baru tahu, stlh menonton film “Bujang Lapok” nya P.Ramlee…

    Novri ==> Hahahaha, katakan langsung pada beliau dunx…

    Wahyoe ==> Hang Tuah dan Hang Jebat, produk masa lalu. Skr Hang Out gt wahyoe???

    Mas Sawaly ==> Dalam khazanah kebudayaan Melayu, Hang Tuah yang menjadi legenda bukan Hang Jebat…

  6. Ping balik: TERIMA KASIH PADA SASTRA | FROM KOETARADJA WITH LOVE

  7. Tony berkata:

    Hi sahabat! Saya ingin mengatakan bahwa posting ini sangat mengagumkan, ditulis dengan sejarah yang benar dan menarik. Saya ingin melihat lebih banyak postingan seperti ini.

  8. Junita berkata:

    hi!, Saya sangat menyukai suka tulisan Anda!

  9. Reyna Tumminia berkata:

    Keuntungan membaca tulisan ini adalah memberikan wacana baru terhadap sejarah Melayu, Bravo !!!

  10. Kristofer berkata:

    Heya saya untuk pertama kalinya di sini, dan saya menemukan banyak hal berguna. Saya berharap untuk memberikan sesuatu dan membantu orang lain seperti telah yang anda lakukan.

  11. Di masa lalu Anda akan menemukan kita banyak kisah sebagai bahan perenungan

  12. Cerita ini benar-benar menjawab keingintahuan saya tentang hikayat ini, terima kasih!

  13. Ping balik: SEBENTUK HARTA | Tengkuputeh

  14. Ping balik: ELEGI PAGI HARI, SEBUAH CERPEN | Tengkuputeh

  15. Ping balik: KEINDAHAN SANG REMBULAN | Tengkuputeh

  16. Ping balik: KETIDAKAGUNGAN CINTA | Tengkuputeh

  17. Ping balik: TEMPAT TIADA KEMBALI | Tengkuputeh

  18. Ping balik: SEPUCUK SURAT UNTUK LISA | Tengkuputeh

  19. Ping balik: RENUNGAN MAJNUN SEORANG PENARIK CUKAI | Tengkuputeh

  20. Ping balik: SELAMAT TINGGAL ANDALUSIA | Tengkuputeh

  21. Ping balik: NARSIS YANG BERBEDA | Tengkuputeh

  22. Ping balik: SENJA DI MALAKA | Tengkuputeh

  23. Ping balik: PADA PANDANGAN PERTAMA | Tengkuputeh

  24. Ping balik: PERJALANAN | Tengkuputeh

  25. Ping balik: JARING KAMALANGA | Tengkuputeh

  26. Ping balik: LELAKI SUNGAI | Tengkuputeh

  27. Ping balik: MENGECOH SANG RAJA | Tengkuputeh

  28. Ping balik: THE LAST GENTLEMAN | Tengkuputeh

  29. Ping balik: YANG TAK AKAN KEMBALI | Tengkuputeh

  30. Ping balik: KISAH SEBELUM SANG PANGERAN SELESAI | Tengkuputeh

  31. Ping balik: TAK ADA APA APA | Tengkuputeh

  32. Ping balik: SELAMANYA | Tengkuputeh

  33. Ping balik: HANYALAH LELAKI BIASA | Tengkuputeh

  34. Ping balik: TESTAMENT FROM HANG TUAH | Tengkuputeh

  35. Ping balik: ODE SEORANG BUJANG | Tengkuputeh

  36. Ping balik: WASIAT TERUNTUK ADINDA MALIN KUNDANG | Tengkuputeh

  37. Ping balik: TIDAK SEDANG MENCARI CINTA | Tengkuputeh

  38. Ping balik: ODE SEEKOR ELANG | Tengkuputeh

  39. Ping balik: KEPADA CINTA YANG BERUMUR SEMINGGU | Tengkuputeh

  40. Ping balik: BADAI SEJARAH | Tengkuputeh

  41. Ping balik: SANG KATALIS | Tengkuputeh

  42. Ping balik: CERITA CINTA | Tengkuputeh

  43. Ping balik: WAWANCARA DENGAN SANG IBLIS | Tengkuputeh

  44. Ping balik: AKU TAK MENGERTI KAMU | Tengkuputeh

  45. Ping balik: MENGENANG SEBUAH PERJALANAN CINTA | Tengkuputeh

  46. Ping balik: SETELAH REVOLUSI SELESAI | Tengkuputeh

  47. Ping balik: LEGENDA GAJAH PUTIH SEBAGAI ASAL NAMA KABUPATEN BENER MERIAH | Tengkuputeh

  48. Ping balik: SANTIAGO SANG PELAUT | Tengkuputeh

  49. Ping balik: GENDERANG PULANG SANG RAJAWALI | Tengkuputeh

  50. Ping balik: PERSAHABATAN KAMBING DAN SERIGALA - TengkuputehTengkuputeh

  51. Ping balik: IBLIS NAMEC VS MANUSIA SAIYA - TengkuputehTengkuputeh

  52. Ping balik: PENYIHIR TERAKHIR - TengkuputehTengkuputeh

  53. Ping balik: RENUNGAN MAJNUN SEORANG PENARIK CUKAI - TengkuputehTengkuputeh

  54. Ping balik: CERITA NARSIS YANG BERBEDA | Tengkuputeh

  55. Ping balik: KISAH MENTERI JARINGAN MELAWAN KAPITALISME AMERIKA | TengkuputehTengkuputeh

  56. Ping balik: KISAH MENTERI JARINGAN MELAWAN KAPITALISME AMERIKA | Tengkuputeh

  57. Ping balik: PERMUFAKATAN PARA BURUNG | Tengkuputeh

  58. Ping balik: ADA BANYAK CINTA | Tengkuputeh

  59. Ping balik: LEGENDA GAJAH PUTIH BENER MERIAH | Tengkuputeh

  60. Ping balik: PERSAHABATAN KAMBING DAN SERIGALA | Tengkuputeh

  61. Ping balik: HIKAYAT NARSIS YANG BERBEDA | Tengkuputeh

  62. Ping balik: ODA NOBUNAGA BANGSAWAN PANDIR | Tengkuputeh

  63. Ping balik: TAKTIK ISTANA KOSONG IEYASU TOKUGAWA | Tengkuputeh

  64. Ping balik: IEYASU TOKUGAWA SANG ASHURA | Tengkuputeh

  65. Ping balik: ODE SEEKOR HARIMAU | Tengkuputeh

  66. Ping balik: PESAN KEPADA PENGUASA | Tengkuputeh

  67. Ping balik: DRAGON DIALOG | Tengkuputeh

Leave a Reply

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.