ORIDA (OEANG REPUBLIK INDONESIA) ACEH 1947-1949

ORIDA (OEANG REPUBLIK INDONESIA) ACEH 1947-1949

Latar Belakang ORIDA

Republik Indonesia yang baru memproklamasikan kemerdekan harus menghadapi penjajah Belanda yang berusaha kembali melalui “Agresi Militer Belanda I” dan “Agresi Militer Belanda II” sehingga harus mendirikan Pemerintan Darurat Republik Indonesia di Bukittinggi. Maka berdasarkan Peraturan No.19-1947 tanggal 26 Agustus 1947, Pemerintah Republik Indonesia memberikan wewenang kepada pemerintah daerah untuk menerbitkan alat pembayaran yang berlaku terbatas di masing-masing daerah, karena gangguan atas distribusi Oeang Republik Indonesia (ORI). Alat pembayaran yang diterbitkan oleh pemerintah daerah itulah yang dikenal dengan Oeang Republik Indonesia Daerah (ORIDA).

Berbagai daerah di Indonesia ketika itu menerbitkan ORIDA, namun pada pembahasan ini kita hanya akan membahas ORIDA yang diterbitkan dan diedarkan di wilayah Aceh.

Lahirnya URIPS (Uang Republik Indonesia Propinsi Sumatera)

Pada 30 Oktober 1946 ORI (Oeang Republik Indonesia) menjadi pembayaran yang sah bagi rakyat Indonesia, namun tantangannya adalah distribusi, mengingat wilayah Indonesia yang luas, transportasi tidak memadai dan beberapa wilayah dikuasai Belanda. Peredaran ORI yang terbatas untuk wilayah Sumatera menyebabkan uang Jepang masih digunakan, akibatnya terjadi inflasi di Sumatera, nilai mata uang merosot dan harga barang naik tinggi, peristiwa ini terjadi karena campur tangan dan blockade Belanda.

Gubernur Sumatera saat itu, Mr. Teuku Muhammad Hasan mengambil langkah menyelesaikan masalah ini dengan mengeluarkan Maklumat No.20/mgs tanggal 2 Desember 1946 yang mengumumkan berlakunya ORI sebagai alat tukar yang sah. Pemerintah menetapkan kurs 1 (satu) Rupiah sama dengan 100 (seratus) uang Jepang. Namun hal ini belum mampu mengatasi persoalan keuangan di Sumatera. Pada awal 1947, anggaran gaji pegawai dan biaya perjuangan sudah tidak terpenuhi. Kas negara tidak cukup, upaya meminta bantuan ke pemerintah pusat untuk mengirimkan ORI juga tidak berhasil. Mr. Teuku Muhammad Hasan selaku Gubernur Sumatera meminta pertimbangan Menteri Keuangan Mr. Syafruddin Prawiranegara agar Pemerintah Provinsi Sumatera dapat mencetak uang sendiri.

Mr. Syafruddin Prawiranegara memberikan usul agar Provinsi Sumatera mencetak promesse “surat janji”. Namun Mr. Teuku Muhammad Hasan memiliki pandangan lain, menurutnya uang kertas akan lebih efektif, setelah melakukan diskusi yang panjang, akhirnya Mr. Teuku Muhammad Hasan memutuskan untuk mencetak uang kertas URIPS (Uang Republik Indonesia Propinsi Sumatera) dan diberlakukan pada 11 April 1947 melalui Maklumat No.92/KO.

URIPS ATJEH

URIPS ATJEH; Emisi 1 Januari 1948/Issue (Tanda Pembayaran Jang Sah);

Emisi 1 Januari 1948/Issue (Tanda Pembayaran Jang Sah); Percetakan oleh Pertjetakan Negara Pematang Siantar (Permeps) dan ditandatangani oleh Uang Republik Indonesia Propinsi Sumatera).

Untuk URIPS ATJEH memiliki kekhasan dibandingkan URIPS daerah lainnya yaitu selalu mengunakan NO sebelum angka seri. Misalnya No.74916CCV, di wilayah lain (Jambi misalnya) 73430RUH. Keunikan ini membuat nilai URIPS ATJEH memiliki nilai lebih tinggi di mata kolektor numastik dibandingkan URIPS Sumatera lainnya.

Selain URIPS Atjeh yang beredar di wilayah Aceh juga ada ORIDA Koetaradja (Banda Aceh sekarang) dan ORIDA Langsa.

ORIDA ACEH KOETARADJA

ORIDA Koetaradja Aceh; Emisi 15 September 1947/Issue (Tanda Pembayaran Jang Sah);

Emisi 15 September 1947/Issue (Tanda Pembayaran Jang Sah); Percetakan Penri dan ditandatangani oleh A. Muid (Peng. Oeang Negara Karesidenan Atjeh)- M. Daud Sjah (Residen Atjeh).

ORIDA Koetaradja Aceh; Emisi 1 Desember 1947/Issue (Tanda Pembayaran Jang Sah);

Emisi 1 Desember 1947/Issue (Tanda Pembayaran Jang Sah); Percetakan Penri dan ditandatangani M. Daud Sjah (Residen Atjeh).

ORIDA Koetaradja Aceh; Emisi 15 Januari 1948/Issue (Tanda Pembayaran Jang Sah);

Emisi 15 Januari 1948/Issue (Tanda Pembayaran Jang Sah); Percetakan Penri dan ditandatangani oleh Peng. Oeang Negara Karesidenan Atjeh – M. Daud Sjah (Residen Atjeh) – Pew. Bank Negara Koetaradja.

ORIDA Koetaradja Aceh; Emisi 1 Maret 1949/Issue (Tanda Pembayaran Jang Sah);

Emisi 1 Maret 1949/Issue (Tanda Pembayaran Jang Sah); Percetakan Penri dan ditandatangani oleh Mr. S.M. Amin (Gubernur Sumatera Utara).

ORIDA Koetaradja Aceh; Emisi Bank Negara Indonesia Koetaradja.

Emisi Bank Negara Indonesia Koetaradja

ORIDA ACEH LANGSA

ORIDA Langsa Aceh; Emisi 2 Januari 1949/Issue;

Dari semua varian ORIDA yang beredar di seluruh wilayah Indonesia, ORIDA Langsa adalah yang paling “Indah” dan bermutu paling “baik”. Emisi 2 Januari 1949/Issue; Percetakan Aceh Trading Company dan ditandatangani oleh Tengku Maimun Habsjah (Bupati Atjeh Timur) – Usman Adamy (Markas Pertanahan Atjeh Timur).

Kesimpulan ORIDA ACEH

Kami membagikan referensi ORIDA ACEH ini agar generasi muda Aceh memahami nilai numastik yang terkandung padanya. Siapa tahu di rumah tua milik kakek masih ada maka simpanlah! Jangan dibuang dan dianggap sampah karena nilainya sangat tinggi, nilainya dan sejarahnya.

Referensi:

Suwito Harsono dan Michell Suharti; ORIDA Oeang Republik Indonesia Daerah 1947-1949; Diterbitkan oleh PT. Gramedia Pustaka Utama; Jakarta; tahun 2020.

XXX

Artikel-artikel tentang Aceh:

  1. MISI MENCARI MAKAM PARA SULTANAH ACEH 6 OKTOBER 2017;
  2. BERZIARAH KE MAKAM SULTANAH MALIKAH NAHRASYIYAH 8 OKTOBER 2017;
  3. EKSPLOITASI SUMBER DAYA ALAM APAKAH BAGUS UNTUK ACEH 15 OKTOBER 2017;
  4. AROMA MEMIKAT DARI DAPUR ACEH 16 OKTOBER 2017;
  5. TARIKH ACEH DAN NUSANTARA 29 OKTOBER 2017;
  6. PEKUBURAN SERDADU BELANDA PEUCUT KHERKHOF DI BANDA ACEH SEBAGAI SAKSI KEDAHSYATAN PERANG ACEH 11 NOVEMBER 2017;
  7. PEMBERONTAKAN KAUM REPUBLIK KASUS DARUL ISLAM ACEH 17 NOVEMBER 2017;
  8. TUANKU HASYIM WALI NANGGROE YANG DILUPAKAN SEJARAH 19 NOVEMBER 2017;
  9. KOPRS MARSOSE SERDADU PRIBUMI PELAYAN RATU BELANDA 8 DESEMBER 2017;
  10. HIKAYAT-HIKAYAT DARI NEGERI ACEH 16 DESEMBER 2017;
  11. LEGENDA GAJAH PUTIH SEBAGAI ASAL NAMA KABUPATEN BENER MERIAH; 12 JANUARI 2018;
  12. SECANGKIR KOPI DARI ACEH; 22 JANUARI 2018;
  13. ACEH PUNGO (ACEH GILA); 8 FEBRUARI 2018;
  14. SIAPAKAH ORANG ACEH SEBENARNYA; 6 APRIL 2018;
  15. ORANG ACEH DALAM SEJARAH SUMATERA; 15 APRIL 2018;
  16. KETIKA IBNU BATTUTA MELAWAT SAMUDERA PASAI; 16 APRIL 2018;
  17. KISAH HIDUP LAKSAMANA MALAHAYATI; 18 APRIL 2018;
  18. PERANAN LEMBAGA TUHA PEUET DALAM MASYARAKAT ACEH PADA MASA LAMPAU; 5 MEI 2018;
  19. MENYINGKAP MAKNA SYAIR KUTINDHIENG SELAKU MANTRA SIHIR ACEH KUNO; 15 MEI 2018;
  20. SEJARAH KERAJAAN LAMURI; 24 JUNI 2018;
  21. KEBIJAKAN POLITIK ISLAM OLEH SNOUCK HURGRONJE SEBAGAI SARAN KEPADA PEMERINTAH HINDIA BELANDA UNTUK MENGHANCURKAN KEKUATAN ISLAM DI INDONESIA; 25 JUNI 2018;
  22. MASA DEPAN POLITIK DUNIA MELAYU; 28 JULI 2018;
  23. EDISI KHUSUS SERI PAHLAWAN NASIONAL PRANGKO 100 TAHUN CUT NYAK DHIEN; 8 AGUSTUS 2018;
  24. MEMOAR PANGLIMA POLEM SEORANG PEJUANG PERINTIS KEMERDEKAAN; 19 SEPTEMBER 2018;
  25. PUTROE PHANG JULUKAN DARI TENGKU KAMALIAH SEORANG PUTRI KESULTANAN PAHANG; 28 SEPTEMBER 2018;
  26. TEUKU NYAK ARIEF SEORANG YANG TULEN BERANI DAN LURUS SEBAGAI RENCONG ACEH DI VOLKSRAAD; 17 OKTOBER 2018;
  27. RINCIAN ISI KANUN MEUKUTA ALAM PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN KESULTANAN ACEH DARUSSALAM YANG DISUSUN PADA MASA PEMERINTAHAN SULTAN ISKANDAR MUDA; 26 OKTOBER 2018;
  28. CATATAN SEJARAH RANTAI BABI ATAU RANTE BUI DALAM TULISAN YANG DISUSUN KOLONIAL BELANDA; 26 OKTOBER 2018;
  29. PASUKAN MERIAM NUKUM SANANY SEBUAH PASAK DARI RUMAH GADANG INDONESIA MERDEKA; 4 NOVEMBER 2018;
  30. PENEMUAN ARCA KEPALA ALALOKITESWARA SEBAGAI JEJAK KEBERADAAN PERADABAN AGAMA BUDHA DI ACEH; 18 NOVEMBER 2018;
  31. REVOLUSI DESEMBER ’45 DI ACEH ATAU PEMBASMIAN PENGKHIANAT TANAH AIR; 6 FEBRUARI 2019;
  32. LEBURNJA KERATON ATJEH; 11 MARET 2019;
  33. HADIH MAJA PENGAJARAN SERTA HIBURAN WARISAN LELUHUR; 27 MARET 2019;
  34. HAME ATAU PANTANGAN ORANG ACEH DARI MASA LAMPAU; 19 JUNI 2019;
  35. SINGA ATJEH BIOGRAPHI SERI SULTAN ISKANDAR MUDA; 6 AGUSTUS 2019;
  36. APA SEBAB RAKYAT ACEH SANGGUP BERPERANG PULUHAN TAHUN MELAWAN AGRESSI BELANDA; 17 OKTOBER 2019;
  37. PERBANDINGAN PENGUCAPAN BAHASA ACEH DENGAN BAHASA INDONESIA; 30 DESEMBER 2019;
  38. BERBAGAI BAHASA DAERAH DI ACEH; 30 JANUARI 2020;
  39. LOKASI ISTANA KERAJAAN ACEH DULU DAN SEKARANG; 27 FEBRUARI 2020;
  40. MEREKONSTRUKSIKAN KEMBALI LETAK ISTANA DARODDONYA; 3 MARET 2020;
  41. LEGENDA DAN MITOS ASAL USUL PENAMAAN PULAU SABANG, GUNUNG SEULAWAH, PANTAI ALUE NAGA DAN KAWASAN ULEE LHEU; 29 MEI 2020;
  42. LEGENDA ASAL USUL GUNUNG GEURUTEE; 1 JUNI 2020;
  43. HAMZAH FANSURI PERINTIS SASTRA MELAYU; 4 JULI 2020;
  44. GEREJA PERTAMA DI ACEH; 12 JULI 2020;
  45. PERISTIWA TERBUNUHNYA TEUKU UMAR; 1 AGUSTUS 2020;
  46. SISTEM PERPAJAKAN KERAJAAN ACEH; 14 AGUSTUS 2020;
  47. SEJARAH KERAJAAN PEDIR (POLI) ATAU NEGERI PIDIE; 18 AGUSTUS 2020;
  48. SEJARAH KERAJAAN DAYA (LAMNO); 21 AGUSTUS 2020;
  49. KETIKA ACEH MINTA MENJADI VASAL TURKI USTMANI; 21 SEPTEMBER 2020;
  50. HENRICUS CHRISTIAN VERBRAAK MISIONARIS KATOLIK PERTAMA DI ACEH; 23 SEPTEMBER 2020;
  51. BUSTANUS SALATIN PANDUAN BERKUASA PARA SULTAN ACEH; 27 SEPTEMBER 2020;
  52. SEJARAH PENDIRIAN PUSA (PERSATUAN ULAMA SELURUH ACEH); 16 OKTOBER 2020;
  53. PARA ULEEBALANG RAJA KECIL DI ACEH DARI MASA KESULTANAN SAMPAI REVOLUSI SOSIAL (1512-1946); 25 OKTOBER 2020;
  54. KENAPA SULTAN ACEH MENYERAH PADA BELANDA; 9 APRIL 2021;
  55. HIKAYAT MEURAH SILU; 8 JUNI 2021;
  56. SULTAN ALAIDDIN MAHMUDSYAH II, SULTAN ACEH MERDEKA TERAKHIR; 29 JUNI 2021;
  57. RAJA DEKAT TUHAN JAUH; 3 AGUSTUS 2021;
  58. BERZIARAH KE MESJID ASAL PENAMPAAN DI BLANGKEJEREN GAYO LUES; 17 AGUSTUS 2021;
  59. KISAH-KISAH DI BLANG; 22 NOVEMBER 2021;

About tengkuputeh

Cepat seperti angin // Tekun seperti hujan // Bergairah seperti api // Diam seperti gunung // Misterius seperti laut // Kejam seperti badai // Anggun seperti ngarai // Hening seperti hutan // Dalam seperti lembah // Lembut seperti awan // Tangguh seperti karang // Sederhana seperti debu // Menyelimuti seperti udara // Hangat seperti matahari // Luas seperti angkasa // Berserakan seperti debu //
This entry was posted in Cuplikan Sejarah, Data dan Fakta and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.