Advertisements

Tengkuputeh

I love words, I have fallen into the joy of writing them

Mimpi dan cita belum terlaksana semuanya. Betapa sulit melaksanakan impian seorang bocah dunia dewasa, betapa kesempurnaan ide terbentur dengan realita.

BERMAIN DENGAN WAKTU

Aliran kehidupan seperti sungai. Detak waktu telah membuat sadar bahwa diri tak lagi merupakan kanak-kanak. Hari ini kumengingat diri sebagai seorang bocah berumur tujuh tahun. Seperti pertama kali melihat matahari tenggelam, sudah banyak yang terlewati.

Dan hari ini ku mendapati tak akan ada yang mengerti, dan tak ada yang peduli dan tak akan pulang kembali. Bersama impian dan keyakinan tak akan menyerah. Mengingat sumpah setia bersama teman-teman yang telah pergi.

Mimpi dan cita

Berpikir bagaimana kehidupanku kembali setelah menjalani jalan ini tanpa berpikir lari dari takdir hingga pertolongan tiba. Mimpi dan cita belum terlaksana semuanya. Betapa sulit melaksanakan impian seorang bocah dunia dewasa, betapa kesempurnaan ide terbentur dengan realita.

Dan kumerasa sudah saatnya ku kembali, tanpa harus menahan satu malam lagi. Jika engkau mendapati mataku terpejam maka semua sudah tak ada. Aku pulang, dan jika pun semua cita-cita lama tak tercapai. Maka, aku bisa bergembira dalam kepulangan ini. Pulang sebagai manusia merdeka.

XXXXXXXX

Oase Kata:

  1. Tafsir Sang Penafsir; 19 September 2008
  2. Pahamilah Apakah Hidup Dalam Diri Manusia; 22 September 2008
  3. Kehidupan Yang Terkadang Paradoks; 30 Januari 2009;
  4. Malam Ini Biarkanku Menyendiri; 20 April 2009;
  5. Duhai Diriku Mengapa Engkau Bersedih; 13 Mei 2009;
  6. Selamat Kembali Pulang Sahabat; 25 Mei 2009;
  7. Cerita Tentang Masa Lalu; 1 Juli 2009;
  8. Manusia; 18 Maret 2010;
  9. Kekuatan Hati; 27 Maret 2010;
  10. Mengapa Harus Berkata; 3 Februari 2012;
  11. Terima Kasih Pada Sastra; 29 Februari 2012;
  12. Cela Sempurna; 5 Maret 2012;
  13. Yang Memukau Tak Selamanya Memukau; 30 Agutus 2012;
  14. Sebuah Pusaka Untukmu Anakku; 2 September 2012;
  15. Bukan Manusia Zaman Ini; 15 Oktober 2012;

 

Advertisements
Advertisements

10 thoughts on “BERMAIN DENGAN WAKTU

  1. Sepertinya halnya mimpi, begitu berkilauan di masa kanak dan remaja. Namun hidup menuntut kita untuk terus dewasa.

    Ada yang tetap berani membawa mimpi masa kecilnya terus menerus, ada yang terjebak pada titik yang acapkali disebut: realistis.

    Nemun demikianlah hidup.

Leave a Reply

%d bloggers like this: