Advertisements

Tengkuputeh

I love words, I have fallen into the joy of writing them
Katakan pada iblis yang menguasaimu, ancaman itu tak menggetarkanku. Tangan-tanganmu tak akan pernah bisa menyentuhku.

PLEDOI IBLIS

Entah syaithan mana yang merasukimu hingga engkau mengancamku? Aku yang terlihat tolol ini bukan tak tahu. Aku hanya merasa tak perlu tahu akan tingkah polah dibelakangku. Ada hal lain yang lebih penting untuk disimpan bergiga kapasitas otakku. Bukan itu, yang menjadi perhatian bagiku.

Jika selama ini aku diam bukan berarti kutunduk, mungkin engkau memang terlahir sebagai ratu yang bebas bertindak dengan segenap dayang-dayangmu. Yang dengan mudah mengendalikan bidak para punggawa. Tapi aku bukan mereka.

Dengan bagaimana lagi caraku mengatakannya, jika lidahku enggan mengeluarkan kalimat kebencian. Dan hari ini ketika akhirnya aku bersuara, itu karena ketidaknyamanan sudah menyergap ragaku.

Bahkan disaat aku hancur, tidak semudah itu engkau menaklukkanku. Syukurlah engkau tidak tahu. Dan pun jikalau suatu hari engkau tahu maka bacalah pernyataanku ini. Siapa kamu? Berani sekali padaku. Kamu pikir kamu siapa? Aku bukan budak, aku adalah manusia merdeka.

Katakan pada iblis yang menguasaimu, ancaman itu tak menggetarkanku. Tangan-tanganmu tak akan pernah bisa menyentuhku. Tahu kenapa? Karena aku adalah orang yang tak memiliki harapan. Dan orang yang tak memiliki harapan juga tak memiliki ketakutan.

Jika engkau memang bernyali, coba tatap mataku. Dan ulangi kata-katamu.

XVIII

Advertisements
Advertisements

13 thoughts on “PLEDOI IBLIS

  1. walah, di era semacam ini kok masih ada yang main ancaman dan teror, mas tengku, siapa sih dia kok berani2nya berlaku lancang seperti itu? belum tahu siapa abu, ya?

  2. Kata Krisdayanti: Im sorry…goodbyeeeee…:D

    sabaaaaaaar…jagoan menang terakhir..yang tertawa belakangan itu yang jadi pemenangnya…

  3. Bung Surya ==> Tenang mas, saya dpt mengatasinya 🙂

    Alfaboy ==> Hah, menantang setan bs kualat??? bgm tu?

    mas Sawaly ==> Teror adl jln instant meraih keinginan, selamanya ada…

    Srya ==> Kalimat yg familiar, pernah dngar. Tp dimana ya :p

    Suwung ==> Jurus langkah seribu niyeee

    Bocahcilik ==> Entahlah, tiba2 Abu kehilangan antusias kembali kesana. Mungkin Abu istirahat sejenak disini.

    Mas Tok ==> Iya bgtlah mas tok, kadang2

    Mbak Lisa ==> Suara mbak Lisa bagus, ulangi dunx nyanyinya 🙂

    idham ==> Replay pun tak ada? Salam kenal jg 😀

Leave a Reply

%d bloggers like this: