DALAM JUBAH SUFIKU

Dalam jubah sufiku mencoba menghindari sinar matahari, menikmati sepi dalam semedi.

DALAM JUBAH SUFIKU

Aku yang pernah merasa kalah
Menyendiri dalam goa di puncak gunung
Mencoba menghindari sinar matahari
Menikmati sepi dalam semedi

Berkhalwat dalam kesunyian
Membuang dunia bermunajat
Berharap hanya pada ridha-Nya
Dimana segala cinta bersambut

Aku yang pernah merasa kecewa
Konon bisa tersenyum lagi
Mencoba menghadapi hidup
Tak tersentuh racun dunia

Dan ketika dunia memanggil
Raguku melangkah keluar
Untuk sekali lagi melangkah keluar
Menanggalkan jubah sufiku

Lhokseumawe,
100 Tahun kebangkitan Nasional,
20 Mei 2008.

Hikmah-hikmah:

  1. Kekuatan Syair; 3 Maret 2009;
  2. Menyerahkan Nasib Pada Takdir; 3 September 2009;
  3. Menegakkan Keadilan; 3 November 2009;
  4. Andalusia Sayup-Sayup Suaramu Sampai; 23 September 2010;
  5. Kenangan Ayahanda; 24 Maret 2014;
  6. Persahabatan Kambing Dan Serigala; 19 Desember 2014;
  7. Pesan Kepada Penguasa; 17 Januari 2015;
  8. Bagaimana Mengubah Timah Hitam Menjadi Emas; 11 April 2015;
  9. Momentum; 18 Mei 2015;
  10. Khusyuk; 14 Juli 2015;
  11. Pohon Kekekalan; 4 November 2017;
  12. Manusia Semesta; 21 November 2017;
  13. Rindu Kami Padamu Ya Rasul; 9 Desember 2017;
  14. Pertemuan Dengan Sang Iblis; 1 Januari 2018;
  15. Genderang Pulang Sang Rajawali; 22 Februari 2018;
Advertisements
Advertisements

About tengkuputeh

Cepat seperti angin // Tekun seperti hujan // Bergairah seperti api // Diam seperti gunung // Misterius seperti laut // Kejam seperti badai // Anggun seperti ngarai // Hening seperti hutan // Dalam seperti lembah // Lembut seperti awan // Tangguh seperti karang // Sederhana seperti debu // Menyelimuti seperti udara // Hangat seperti matahari // Luas seperti angkasa // Berserakan seperti debu //
This entry was posted in Cerita, Kisah-Kisah, Literature, Puisiku and tagged , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

6 Responses to DALAM JUBAH SUFIKU

  1. Pingback: A SUFI SONG | Tengkuputeh

  2. Pingback: SEMINGGU SETELAH TSUNAMI ACEH | Tengkuputeh

  3. Pingback: MALAM INI BIARKAN AKU MENYENDIRI | Tengkuputeh

  4. Pingback: DIPERSIMPANG JALAN - TengkuputehTengkuputeh

  5. Pingback: DI TEPIAN PANTAI PULAU BUNTA - TengkuputehTengkuputeh

  6. Pingback: MUSIM HUJAN - TengkuputehTengkuputeh

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.