KALAH PERANG

Kalah perang. Aku harus bangkit dan membangun kavaleri baru

KALAH PERANG

Hari ini keselamati kegagalanku

Panji-panji kerkoyak berbau anyir darah

Dua puluh lima ribu pasukan telah hancur

Menjadi benulang dilantak musuh

 

Aku tak boleh menangis

Walau badan penuh nanah

Pedangku belum bersarung

Masih ada pertempuran lain

 

Sorak-sorai kini tak ada

Buat seorang Jenderal yang kalah

Aku harus bangkit

Dan membangun kavaleri baru

 

Walau dalam hidup, tak semua keinginanmu tercapai. Nikmat tuhanmu yang manakah lagi yang engkau dustakan.

Hari kekalahanku, 5 Nopember 2008

Puisiku:

  1. Tuhan Izinkan Hamba Untuk Tidak Jatuh Cinta; 13 Januari 2009;
  2. Sepucuk Surat Untuk Lisa; 1 Januari 2009;
  3. Menjadi Seseorang; 27 Januari 2009;
  4. Orang Asing Yang Terasing; 3 Februari 2009;
  5. Anak-Anak Bermain Bola; 26 Februari 2009;
  6. Dua Puluh Lima Tahun Seperempat Abad Sudah; 2 Maret 2009;
  7. Wajah Iblis Sang Malaikat; 12 Maret 2009;
  8. Hanyalah Lelaki Biasa; 6 April 2009;
  9. Malam Ini Biarkanku Menyendiri; 20 April 2009;
  10. Mencumbui Kematian Sebuah Elegi; 16 Mei 2009;
  11. Ode Seekor Elang; 8 Juni 2009;
  12. Pledoi Iblis; 12 Juni 2009;
  13. Berakhir Disini; 16 Juli 2009;
  14. Cerita Sebuah Gudang; 14 Januari 2010;
  15. Selamat Ulang Tahun Mama; 1 Februari 2010;
  16. Pledoi Iblis Jilid Dua; 14 Mei 2010;
  17. Sang Maha Durjana; 18 Juni 2010;
  18. Kenangan Akan Gerimis; 11 Februari 2012;
  19. Ada Setelah Tiada; 26 Februari 2012;
  20. Santiago Sang Pelaut; 23 Maret 2012;
  21. Monolog Bulan; 4 Juni 2012;
  22. Ode Seekor Harimau; 18 Agustus 2012;
  23. Al-Muwasysyah; 23 Mei 2013;
  24. Surga; 17 Juni 2013;
  25. Direbut Kabut Kelam; 10 Agustus 2013;
  26. Musim Hujan; 11 September 2013;
  27. Untukku; 17 November 2013;
  28. Cincin; 15 Maret 2013;
  29. Kenangan Ayahanda; 24 Maret 2014;
  30. Panton Hana Utak; 1 April 2014;
Advertisements
Advertisements

About tengkuputeh

Cepat seperti angin // Tekun seperti hujan // Bergairah seperti api // Diam seperti gunung // Misterius seperti laut // Kejam seperti badai // Anggun seperti ngarai // Hening seperti hutan // Dalam seperti lembah // Lembut seperti awan // Tangguh seperti karang // Sederhana seperti debu // Menyelimuti seperti udara // Hangat seperti matahari // Luas seperti angkasa // Berserakan seperti debu //
This entry was posted in Cerita, Literature, Puisiku and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

4 Responses to KALAH PERANG

  1. Sorak-sorai kini tak ada
    Buat seorang Jenderal yang kalah

    siapakah sang jenderl itu, mas tengku?

  2. tengkuputeh says:

    Bukan Mccain
    Tapi saya bang….

  3. mbadeni says:

    mestine postingna skarang, pas hari pahlawan. jadi pean bisa mati sebagai pahlawan juga…. (berpikir nek amrozi cs eksekusi hari ini opo iyo dadi pahlawan pisan?)

  4. tengkuputeh says:

    hehehe….
    Tengku mah ndak ada hubungan dengan Amrozi cs, alias Variabel Independen dari kejadian bom Bali I.
    Ini masalah pribadi mbadeni…

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.