PADAMU PEREMPUANKU

Menikam hasrat yang kasmaran

PADAMU PEREMPUANKU

Senyum merekah bibir merah
Bagai mawar ditengah sepi
Menanti cinta musafir lalu
Luruh dan lusuh terenggut paksa
Lirikan mata yang sayu
Biru seperti pelangi
Menebar pesona merenda dosa
Menikam hasrat yang kasmaran
Dibawah cahaya bulan dan bayang-bayang
Seribu angan pun melayang
Bersama pikiran nakal bersemi
Mengundang senyum penuh arti

Banda Aceh, Jumat 27 Juli 2001

Tentang tengkuputeh

Cepat seperti angin // Tekun seperti hujan // Bergairah seperti api // Diam seperti gunung // Misterius seperti laut // Kejam seperti badai // Anggun seperti ngarai // Hening seperti hutan // Dalam seperti lembah // Lembut seperti awan // Tangguh seperti karang // Sederhana seperti debu // Menyelimuti seperti udara // Hangat seperti matahari // Luas seperti angkasa // Berserakan seperti debu //
Pos ini dipublikasikan di Cerita, Kisah-Kisah, Puisiku dan tag , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

16 Balasan ke PADAMU PEREMPUANKU

  1. Bunda Lanang berkata:

    Nah ini baru puisi.. Punyaku mah puisi jadi-jadian 😀

    ehm.. Dalem…

    Siapa ya “perempuan” yang dimaksud? (ptanyaan gak mutu)

  2. tengkuputeh berkata:

    Bolehkan saya berahasia, hehehe…..

  3. Sawali Tuhusetya berkata:

    liriknya puitis banget dan terhindar dari kesan cengeng dan sentimentil. jadi ingat waktu muda, haks. selamat menyambut hari kemenangan, mas tengku, mohon maaf lahir dan batin.

  4. genthokelir berkata:

    satu puisi yang bagus dan menjadi pengembang imaginasi ,salam kenal dan terima kasih
    mohon maaf lahir batin

  5. tengkuputeh berkata:

    Sawali Tuhusetya ==> Saya juga mohon maaf lahir dan batin. Salam kenal bang Sawali
    Genthokelir ==> Salam kenal juga mas genthokelir, sama2 juga.

  6. Neo Agustina berkata:

    udah di borong coment nya…dalam banget abiz nya… pa lagi kalo cewek yang di maksud tau ab buat puisi ini…hehehe

    omongan orang yang mulai ngorek2 rahasia terdalam si penuls…mohon jangan di layani (^O^)

  7. Ozan berkata:

    Oya… puisi-puisinya dikirim jugs ke redaksi Harian Aceh lewat budaya@harian-aceh.com
    Biar di baca oleh orang-orang Aceh yang tidak ada blognya.

  8. tengkuputeh berkata:

    jawab
    Neo ==> Hehehe… Kali ini ndak jawab ya, soalnya malu.
    Ozan ==> Akan saya pertimbangkan, eh akan dipikir2 dulu soalnya masih malu, hehehe….

  9. Aulia berkata:

    Indahnya kata-kata Tengku Puteh… 😉

  10. tengkuputeh berkata:

    Jawab…
    Saya hanya terinspirasi oleh seorang perempuan…

  11. Ping balik: RENUNGAN MALAM | Tengkuputeh

  12. Ping balik: SEMINGGU SETELAH TSUNAMI ACEH | Tengkuputeh

  13. Ping balik: MALAM INI BIARKAN AKU MENYENDIRI | Tengkuputeh

  14. Ping balik: BUAH AMARAH - TengkuputehTengkuputeh

  15. Ping balik: BARA API IDEALISME | Tengkuputeh

  16. Ping balik: INIKAH CINTA | Tengkuputeh

Leave a Reply

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.